Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.47 Reuni


__ADS_3

Setiap tahunnya sekolah menengah tempat Arne bersekolah dulu mengadakan reuni. Dan Arne selalu absen untuk hadir karena hasutan Aini yg mengatakan kalau disana banyak teman yg tidak menyukai Arne.


Tapi kali ini berbeda, dimana Lisa dan teman-temannya yg lain meminta Arne untuk hadir. Terlebih mereka jarang sekali melihat Arne hadir dalam reuni.


Arne pun tak berjanji, karena jadwalnya kadang berubah-ubah. Dan hanya bisa mengusahakan jika jadwalnya sesuai. Lisa pun memahami pekerjaan Arne dan memintanya untuk hadir jika bisa.


Setelah melihat ulang jadwalnya, nampaknya tak ada masalah jika Arne hadir dalam reuni tersebut. Dan Arne pun sudah mengkonfirmasi kehadirannya pada Lisa karena Arne tak punya kenalan lain selain Lisa dan teman-temannya.


Undangan juga hadir pada Boy dan Aini. Tentunya Boy akan hadir disana, karena merupakan anak populer disekolahnya. Tapi Boy mengkhawatirkan Aini yg sedang mengandung. Boy pun mencoba bicara pada Aini untuk tidak ikut dan diam saja di rumah karena kondisinya.


Tapi Aini menolak karena berpikir suaminya mungkin akan bertemu dengan Arne atau teman-teman wanita yg lain. Rasa cemburunya pun semakin besar setelah hamil. Hal itu membuat Boy harus ekstra sabar menangani Aini. Belum lagi dengan perutnya yg besar, pastilah tidak nyaman jika bepergian.


Demi menghargai istrinya, Boy pun mengijinkan Aini ikut tapi dengan syarat tidak berlebihan, tidak menggunakan heels apalagi perhiasan dan banyak berdiri selama acara tersebut. Dan Boy menambahkan mereka hanya akan hadir 1 jam saja.


"Ingat, tak ada memakai heels, perhiasan berlebihan, apalagi berdiri dan sibuk sendiri.. kita disana cuma 1 jam ingat itu." ucap Boy.


"Baiklah sayang kau tenang saja." ucap Aini tersenyum.


"Aku akan menilai penampilanmu, jika jelek kau tak boleh pergi." ucap Boy menggertak Aini agar tak memakai perhiasan atau aksesoris berlebihan.


Aini pun memilih pakaian yg nyaman untuknya tapi memakai tas mahal untuk dipamerkan pada teman-temannya, terutama Lisa dan yg lainnya yg meninggalkannya demi Arne.


.


.


Hari acara reuni pun datang, Aini pun sudah mempersiapkannya dengan baik. Baik pakaian, sepatu dan tas. Lalu dirinya merias diri agar Boy tak meninggalkannya di rumah. Setelah dirasa cukup bagus, Aini pun meminta Boy menilainya.


"Bagaimana Boy?" tanya Aini.


Boy pun menilai istrinya dari atas sampai bawah. Dari pakaian yg sopan dan nyaman, lalu sepatu sampai tak ada perhiasan yg berlebihan, hingga Boy mengijinkannya ikut ke acara reuni tersebut.


"Kau boleh ikut." ucap Boy.


"Yey.. terimakasih sayang." ucap Aini.


"Hmm." balas Boy dingin.


Dan sikap Boy pun semakin hari semakin dingin pada Aini. Semua karena Boy sudah tahu keburukan Aini dan juga Aini yg sangat egois bahkan sulit diberitahu.


Boy dan Aini pun menuju ke tempat acara reuni. Mereka tiba tepat waktu dan langsung bergabung dengan teman yg lain. Mereka pun menyambut Boy dengan senang hati, sementara mereka hanya tersenyum melihat Aini tanpa mengajaknya bicara.


Aini pun hanya duduk saja, lalu melihat ke arah lain dimana ia menemukan Lisa dan teman-temannya berkumpul. Tak berapa lama Arne pun datang dan bergabung dengan rombongan Lisa dan teman-teman lainnya. Seketika Aini pun iri pada Arne yg mendapatkan banyak teman sementara dirinya dijauhi.


"Maaf ya aku agak terlambat.." ucap Arne.


"Iya santai saja Arne."

__ADS_1


"Benar, kau tak perlu memikirkan itu.. kita kan sudah lulus."


"Haha.. Arne kau terlalu serius."


"Kalian benar.." ucap Arne.


Arne pun membaur dengan mereka dan berbincang santai sampai acara dimulai. Sementara Aini diabaikan dan Boy sibuk mengobrol dengan teman-teman prianya.


"Boy, si Aini cepet amat buncitnya."


"Ya.. tandanya kan bibitnya unggul." balas Boy.


"Bisa aja ni anak.."


"Widih, liat tuh Arne makin glowing ya.. hahaa.." ejek teman-temannya.


"Udah diem, ada Aini nanti jadi ribut." ucap Boy.


"Ya.. itu kan urusanmu.. kita-kita kan aman." balas yg lainnya.


"Ckk.. ya ya.. terserah kalian." balas Boy yg juga mengakui kalau Arne semakin cantik di dalam hatinya.


Terbersit rasa penyesalannya kala melihat Arne yg semakin cantik dan dewasa. Berbeda dengan Aini, yg egois dan kekanakan. Bahkan Boy melihat Aini menatap Arne dengan tatapan tajam.


"Tidak usah dilihat.." sindir Boy.


"Dia merebut teman-temanku.." ucap Aini.


"Boy kau itu tak tahu apa-apa.. jangan berkomentar." ucap Aini.


"Ya.. jadi bisakan kau bersikap santai dan tak mencari masalah? jangan buat aku malu di acara reuni ini." bisik Boy.


"Iya aku mengerti." ucap Aini lalu membuang pandangannya.


Sementara teman-teman Arne pun melihat Aini datang bersama Boy. Bahkan mereka melihat Aini menatap tajam pada Arne.


"Sudahlah.. biarkan saja.. " ucap Arne santai.


"Kau akan membiarkannya?" tanya Lisa.


"Dia bisa apa dengan perut besarnya..? yg ada kita yg akan disalahkan." ucap Arne.


"Betul, anggap saja yg waras ngalah."


"Ada benarnya juga sih."


"Ya.. tapi kita harus hati-hati pada Aini.. " ucap Lisa.

__ADS_1


"Memangnya kalian sedang bermusuhan dengannya?" tanya Arne.


"Bukan begitu, tapi dianya saja yg aneh."


"Dia berpikir kau mendekati Boy, makanya Boy bersikap dingin padanya." ucap Lisa.


"Dia sudah gila, untuk apa aku merebut suami orang." balas Arne.


"Ya.. dia sudah terobsesi pada Boy. Jadinya sensitif."


"Yasudah kita abaikan saja.." ucap Lisa.


"Apalagi dia meminta kita untuk memata-mataimu Arne.. padahal kita semua sibuk bekerja."


"Sampai menyebut kami miskin pula."


"Ternyata begitu, wajar kalau kalian menjauhinya." ucap Arne.


"Ya.. itu keputusan kami setelah setia berteman dengannya dan ternyata kami hanya dianggap pesuruh baginya." ucap Lisa kesal.


Kemudian acara reuni pun berlangsung dengan tertib dan kondusif. Arne pun mendapatkan banyak info dari teman-teman yg lainnya soal Aini yg selalu berkata buruk tentangnya di belakangnya.


Setelah mengobrol lama, mereka pun menikmati hidangan yg ada. Nampak juga Aini bersama Boy mengantri di sebuah meja makanan.


Aini pun mendekati Arne dan Lisa yg sedang mengantri sambil membawa gelas minuman dan menumpahkannya ke pakaian Arne.


"Ups maaf.. tanganku lemas." ucap Aini.


"Aini, baju Arne kan jadi basah." ucap Lisa sementara Arne mengelapnya dengan tisu.


"Kalian jadi akrab sekali ya." sindir Aini.


"Begitulah, kami kan tak punya masalah." ucap Lisa.


"Sudahlah Aini, jalani hidupmu dengan bahagia bersama Boy tak usah hiraukan aku." ucap Arne dan didengar oleh teman-teman lain.


"Arne.. kau jahat sekali padaku.. aku hanya menyapamu." ucap Aini.


"Aini, kau ini kenapa sih? datang-datang main siram Arne"


"Iya.. Aini kenapa ya.."


"Tiba-tiba datang dan menyiram pakaian Arne lalu merasa tersakiti."


"Arne dan Lisa diam saja kan?"


"Iya.. aku mendengar mereka berdua hanya bicara santai."

__ADS_1


"Ck.." ucap Aini lalu pergi.


Kini semua orang pun jadi tahu kalau Aini tak menyukai Arne. Apalagi Lisa dan teman-temannya sampai menjauhi Aini. Bahkan Aini terang-terangan menyindir Arne dan Lisa yg akrab, sementara dirinya dijauhi.


__ADS_2