Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.61 Taktik


__ADS_3

"Ada apa lagi ini?" tanya Anderson.


"Kau tunangan Arne kan? Lihat tunanganmu sudah mencelakai putriku dengan mendorongnya ke tangga darurat sampai keguguran dan kritis." ucap Martha.


"Lalu apa anda punya buktinya?" tanya Arne.


"Bukti?? Bukankah aneh kalau kau orang pertama yg menemukannya.?" balas Martha.


"Martha.." ucap Richard.


"Silahkan kalian laporkan aku kalau bisa.. Aku akan meminta rekaman cctv rumah sakit ini pada direktur rumah sakit." ucap Arne.


"Baiklah, tunggu saja kurang dari 24 jam kau pasti akan ditahan.." ucap Martha.


"Baiklah, ayo kita lihat siapa yg akan ditahan nanti." ucap Arne.


Anderson pun hanya memegangi bahu Arne agar tak bertengkar dengan Martha dan melindunginya dari Martha. Begitu juga dengan Richard yg memegangi Martha yg sudah siap untuk menyerang Arne. Pertengkaran mereka pun terjadi lagi dan disaksikan oleh banyak staf rumah sakit, terlebih ini bukan yg pertama kalinya.


"Arne sudah cukup, ayo kita minta bukti cctv ke prof Sammy." ucap Anderson.


"Ya, baiklah." ucap Arne kesal.


Sementara Martha memanggil polisi dan membuat laporan pembunuhan. Dan Arne dirinya berbicara dengan Sammy untuk menyelesaikan masalah dengan Martha dan Aini. Berita itu pun terdengar sampai telinga Tony. Pria itu pun menyayangkan sikap Martha pada Arne dan akan menindak tegas karena ini bukanlah yg pertama kalinya Martha berbuat keributan di rumah sakit miliknya.


.


.


Di ruangan Sammy..


"Jadi begitu, aku akan meminta mereka mengecek cctv-nya.." ucap Sammy.


"Aku juga butuh rekaman lama soal penyerangan Martha.. Kali ini wanita itu sudah melanggar perjanjian dan aku akan bertindak tegas prof.. Mohon bantuannya." ucap Arne.


"Ya tentu, wanita jahat seperti itu memang pantas dihukum. Aku akan membantumu semaksimal mungkin." ucap Sammy.


"Terimakasih prof." ucap Arne.


Arne pun keluar dari ruangan Sammy lalu Anderson menunggunya di depan pintu.


"Kau masih disini prof." ucap Arne.


"Iya, bagaimana aku bisa tenang jika sampai kakek tahu hal ini." ucap Anderson.


"Terimakasih untuk bantuan dan dukungannya." ucap Arne.


"Ya.. Ayo kita selesaikan aku akan membantumu." ucap Anderson.


.


.

__ADS_1


Arne pun turun ke lantai bawah dan langsung dihadang oleh petugas. Anderson pun bertindak dan membela Arne.


"Nona Arne anda kami tahan atas tuduhan pembunuhan."


"Tunggu dulu, kalian punya buktinya?" tanya Anderson.


"Mari kita bicarakan di kantor polisi."


"Tidak, kalian tak bisa membawa tunanganku seenaknya tanpa bukti." ucap Anderson.


"Maaf tapi kami harus menahan nona Arne."


"Silahkan.. " ucap Arne memberikan kedua tangannya.


"Arne, apa yg kau pikirkan..?" tanya Anderson.


"Aku mengandalkanmu tunanganku." ucap Arne.


"Ck.." ucap Anderson kesal.


Arne pun ditahan dan disana Richard pun diam saja tanpa membantunya. Arne pun menatapnya dengan tatapan tajam pada ayah kandungnya sendiri. Sementara Martha tersenyum lebar karena sudah berhasil menghancurkan hidup Arne.


"Hah.. Lihat kau sekarang yg ditahan." ucap Martha.


Sementara Arne hanya tersenyum.


Boy pun menatapnya dengan tatapan yg sulit diartikan, sementara Anderson kesal bukan main. Anderson langsung menuju ke ruang kendali cctv untuk mendapatkan semua yg diminta oleh Arne.


Waktu pun terus berlalu, Jakson datang ke rumah sakit dan memukul wajah Richard sekuat tenaganya. Dirinya sangat heran dengan sikap Richard yg tega melakukan ini pada putri kandungnya dan tak memercayainya.


Bughhh..


"Ayah.." ucap Martha.


"Dasar manusia tidak tahu diri.. Apa bukti kalian bisa menuduh Arne begitu? Jika sampai Arne tak terbukti bersalah maka pelapornya akan menerima akibatnya." ancam Jakson.


"Dan kau, suami tak berguna..! bukannya mencari bukti malah diam di pojokan.." ucap Jakson pada Boy yg masih terdiam setelah mendengar kabar Aini keguguran.


Jakson pun kesal bukan main dengan ketiga orang tersebut. Dan dirinya langsung menemui Tony dan Sammy untuk mengurus masalah ini. Sammy pun sedang menunggu timnya untuk mendapatkan semua rekaman yg diminta oleh Arne.


"Tuan anda tenang saja, saat ini Anderson dan orang suruhanku sedang mencari semuanya. Kudengar mereka juga mencari bukti penganiayaan nyonya Martha pada Arne." ucap Sammy.


"Apa? Maksudnya?" tanya Jakson.


"Cucu anda tak sebodoh itu, lihatlah perjanjian ini." ucap Sammy.


Jakson pun membaca surat perjanjian antara Arne dan Martha. Lalu tersenyum dan paham.


"Kau benar." ucap Jakson.


"Setelah ini, pasti wanita itu yg justru dilaporkan oleh Arne atas tuduhan pencemaran nama baik dan penyerangan." ucap Sammy.

__ADS_1


"Maaf terlambat." ucap Tony.


"Lihatlah Tony, cucuku sampai dilaporkan..apa tindakanmu.?" tanya Jakson.


"Aku akan membantunya semaksimal mungkin dengan caraku." ucap Tony.


"Bagus.. Citra rumah sakit ini bisa rusak jika kau diam saja." ucap Jakson.


Tak berapa lama, Anderson tiba dengan sejumlah bukti kuat lainnya. Dan mereka semua pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan buktinya. Jakson sudah mengirim pengacaranya ke kantor polisi untuk mendampingi Arne. Dan nampaknya Arne juga sudah berdiskusi dengan pengacara Jakson.


.


.


Di kantor polisi, Sammy selaku direktur rumah sakit dan Tony pemilik rumah sakit datang untuk menyerahkan bukti yg diminta. Pihak berwajib pun memeriksanya dengan seksama. Ternyata sebelum Arne masuk, Aini masuk ke tangga darurat bersama seorang pria. Pria tersebut memakai topi hingga wajahnya tak tertangkap cctv.


Lalu beberapa menit kemudian Arne nampak berlalari karena mendengar teriakan sesuai dengan kesaksiannya. Dan dengan ini, membuktikan kalau Arne bukanlah pelaku penyerangan Aini. Anderson juga menangkap beberapa tayangan pria yg masuk bersama Aini ke area tangga darurat berlari meninggalkan rumah sakit tak lama setelahnya.


"Bagaimana pak? Apa tunanganku bisa bebas?" tanya Anderson membuat Tony terdiam.


"Tunangan?? Sejak kapan??" gumam Tony dalam hati.


"Tentu, dengan ini nona Arne bebas dari segala tuduhan."


"Bagus, harusnya kalian bekerja lebih baik lagi.." ucap Jakson.


.


.


Kemudian Tony dan Sammy menggugat Martha karena sudah beberapa kali berbuat keributan di rumah sakitnya. Begitu juga dengan Arne yg menggugatnya dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyerangan.


Arne pun didampingi pengacara yg sudah dikirimkan oleh Jakson. Dan Arne nampaknya sudah memperhitungkan segalanya.


Arne pun kembali ke rumah sakit karena beberapa barangnya masih tertinggal. Begitu juga dengan Anderson yg kembali ke rumah sakit. Arne pun melewati Martha di depan ruangan Aini.


"Lihat aku sudah bebas? Anda yakin akan baik-baik saja setelah ini?" tanya Arne tersenyum.


"Kau.." ucap Martha.


"Arne, jadi bukan kau.." ucap Richard lalu dipotong oleh Arne.


"Kebenaran tak pernah kalah.. Papa harus mengingatnya." ucap Arne lalu pergi.


Selepas Arne pergi, pihak berwajib datang dengan membawa surat perintah penahanan pada Martha. Martha pun panik dan meminta tolong pada Richard.


"Sayang.. Bagaimana ini? Tolong aku." ucap Martha.


"Pak.. Ayo kita bicarakan dulu." ucap Richard.


"Baik, mari kita bicarakan di kantor polisi. " ucapnya lalu tetap membawa Martha meski mendapatkan perlawanan.

__ADS_1


Boy pun terdiam lesu dengan semua yg terjadi di sekitarnya. Pikirannya kosong setelah tahu calon anaknya telah tiada. Dan Richard kebingungan karena kini Martha justru ditahan.


__ADS_2