Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.83 Kesalahan


__ADS_3

Arne pun keluar dari ruangan untuk mencari angin dan Anderson menemaninya. Anderson ingin agar Arne mendengar ucapannya dan pulang ke rumah.


"Prof, aku bisa jalan-jalan sendiri." ucap Arne.


"Apa kau menyadari sesuatu hari ini?" tanya Anderson.


"Menyadari apa? Si bre**k itu?" tanya Arne.


"Iya hampir benar, tapi harus kau sadari kau butuh lebih dari sekedar kekuatan untuk menghadapinya tanpa aku." ucap Anderson.


"Kau benar, jika kau tak datang aku tak tahu bagaimana harus menghadapinya." ucap Arne.


"Aku tak memintamu menerimaku, tapi kau persiapkan dirimu dan sebisa mungkin cari kelemahan Tony." ucap Anderson.


"Kelemahan?" ucap Arne terdiam.


"Sisi misteriusnya harusnya menjadi kelemahannya.. Atau bisa juga itu kelebihannya yg ia sembunyikan." ucap Anderson.


"Tak bisakah kau membantuku prof?" tanya Arne.


"Aku bukannya tak ingin, tapi waktuku hanya 10 hari lagi disini.." ucap Anderson.


"Hh.. Baiklah, aku akan melawannya dan menarik garis dengan tegas." ucap Arne.


"Gunakanlah otakmu.. dan manfaakan koneksimu." ucap Anderson.


"Koneksi?" tanya Arne.


"Ck.. begitu saja tak paham bagaimana kau akan bekerja?" balas Anderson.


"Ah.. Kakek." ucap Arne.


"Akhirnya kau mengerti, kurasa kakekmu sudah tahu akan hal ini, saat ini lebih baik kau pulang karena besok kau harus bekerja keras mengurus pasien." ucap Anderson.


"Tapi.."


"Tak ada tapi-tapian, jika kau lemah disini dia akan dengan mudah mendekatimu." ucap Anderson.


"Kau benar, baiklah aku akan bersiap pulang habis ini." ucap Arne.


"Aku sudah minta Kenzi membereskan tasmu, sebentar lagi dia akan kemari, dan kau pulang dengan taksi." ucap Anderson.


"Ck.. Kau itu sangat perhatian padaku padahal dari awal kau menolak perjodahan kita." ucap Arne tersenyum.


"Manusia juga bisa berubah, jangan mengubah topik.. Saat ini kau pulang dan istirahat." ucap Anderson tegas.


"Oke." ucap Arne.


Tak berselang lama, Kenzi pun datang membawakan tas Arne.


"Arne.." ucap Kenzi.


"Akhirnya datang juga." ucap Anderson.

__ADS_1


"Kenzi, terimakasih." ucap Arne menerima tas miliknya.


"Kau itu harusnya menurut saja untuk pulang tadi pagi." ucap Kenzi.


"Maaf, kurasa aku menyadari kelemahanku dan berubah pikiran." ucap Arne.


"Baguslah, ini obat dan vitaminnya kau minum rutin. Lalu jangan lupa makan." ucap Kenzi.


"Terimakasih dokter." ucap Arne.


"Iya.. dasar kau ini." ucap Kenzi.


"Aku sudah memanggil taksi, kau bisa pulang sekarang." ucap Anderson.


"Aku benar-benar diusir." ucap Arne.


"Ya.. Kalau tidak kau akan terus bekerja sampai mati." ucap Kenzi.


"Kenzi antar Arne ke depan, aku ada urusan." ucap Anderson.


"Baik prof." ucap Kenzi.


Kenzi pun mengantar Arne ke depan gerbang rumah sakit dan menemui taksi pesanan Anderson. Arne pun pulang ke apartemennya dengan selamat. Dan dirinya mengikuti saran Anderson dan Kenzi untuk beristirahat hari ini.


.


.


Di tempat lain, Jakson menerima laporan kalau cucunya pingsan karena dipaksa bekerja oleh Tony. Kakek tua itu pun tak terima dan akan memberikan Tony pelajaran atas tindakannya pada cucunya. Dengan satu tindakan dari Jakson, Tony pun tak bisa berkata-kata lagi.


"Ada apa?" tanya Tony.


"Tuan Jakson, menarik beberapa saham terbesarnya." ucap Boby.


"Apa?? ck.. Bagaimana bisa??." tanyanya.


"Mungkin ini karena nona Arne.." ucap Boby.


"Dasar kakek tua itu." ucap Tony.


"Lalu perusahaan robot Xx juga membatalkan kerjasama dengan kita." ucap Boby.


"Perusahaan itu juga?? Hhh.. Jakson benar-benar.." ucap Tony.


"Hubungi CEO perusahaan robot tersebut, atau siapapun untuk diajak berdiskusi." ucap Tony.


"Baik tuan." ucap Boby.


Tony pun menjadi tak tenang hidupnya berkat Jakson. Kakek tua itu pun tersenyum senang karena sudah melakukan pembalasan atas apa yg telah dialami oleh cucunya. Dan untuk sementara Tony takkan bisa menyentuh Arne.


Satu serangan Jakson bagaikan ancaman mengerikan bagi Tony. Dan jika sampai berlangsung lama, mungkin Tony harus bekerja keras mengurus rumah sakitnya.


"Ini adalah akibat jika kau menyentuh cucuku." gumam Jakson dalam hati.

__ADS_1


.


.


Di tempat lain, nampak Anderson sedang dihubungi orang kepercayaannya dan membahas soal pertemuan dengan Tony. Anderson ternyata adalah pemilik perusahaan robot tersebut. Dan robot tersebut akan berperan besar dalam pemeriksaan pasien dan operasi.


Hal itu menjadi kebutuhan rumah sakit ini, dan membuat Tony tak mampu melepaskan kerjasama ini. Tony pun melalui asistennya Boby terus meminta bertemu dengan Anderson. Dan Anderson meminta orang kepercayaannya untuk mengabaikannya meski itu adalah proyek besar.


"Takkan ku biarkan kau mengganggu Arne.. Kau pikir dirimu saja yg berkuasa??" gumam Anderson dalam hati.


Sementara Tony semakin kesal di ruangannya, Boby pun sudah mengusahakan seganya tapi belum membuahkan hasil. Bahkan perusahaan robot tersebut tak merespon ajakan mereka untuk berdiskusi. Hingga tak ada cara lain lagi jika besok tak ada perubahan selain meminta maaf pada Jakson.


Tony pun menyadari kebodohannya sampai membuat Arne sakit. Dirinya tahu persis bagaimana Arne begitu dicintai oleh kakeknya, bahkan siapapun yg berani mengusiknya akan menerima akibatnya termasuk ibu tirinya dan ayah kandungnya.


Pria itu pun sedang meruntukki kebodohannya yg tak bisa bersabar, kini dirinya sedang berjuang memperbaiki kesalahannya. Belum lagi pesanan robot yg telah ditunggu-tunggu oleh para dokter di rumah sakitnya karena begitu diperlukan dalam memudahkan memeriksa pasien.


"Aaaarghhh.. Aku salah langkah.." gumam Tony dalam hati.


Pria itu pun hanya menatap laptopnya seharian, dan asistennya sibuk menghubungi beberapa orang. Hingga Tony mencapai puncaknya karena sudah 3 hari ini dirinya belum mampu menyelesaikannya. Dan pria itu akan mendatangi Jakson untuk meminta maaf.


Tony beserta Boby pun mendatangi kantor Jakson untuk meminta maaf. Kedua pria itu pun sampai menundukkan kepala dan membungkukkan badan di hadapan Jakson.


"Apa menyenangkan memiliki kekuasaan penuh atas rumah sakit?" tanya Jakson tersenyum.


"Maafkan aku tuan, aku mengakui kesalahanku." ucap Tony.


"Padahal, cucuku sudah menolakmu dan aku sudah berbaik hati jika perjodohan pertama gagal kau akan jadi yg berikutnya. Tapi kau berani sekali pada cucuku." ucap Jakson.


"Kumohon maafkan aku tuan." ucap Tony.


"Aku tak butuh maaf darimu, aku butuh penawaran bagus jika ingin kerjasama ini tetap terjalin." ucap Jakson.


"Jakson kau memang cerdik.." umpat Tony dalam hati.


"Aku tidak akan menekan Arne lagi." ucap Tony.


"Berikan yg lebih dari itu, baru menarik." ucap Jakson.


"Baiklah aku akan menaikkan bagi hasil untukmu." ucap Tony.


"Ya, itu juga boleh.. Dan lagi jangan coba-coba dekati Arne apalagi memaksanya." ancam Jakson.


"Baiklah tuan, aku mengerti." ucap Tony.


"Untuk percobaan, aku baru akan mengembalikan setengah sahamku.. Aku masih belum memercayaimi, bisa saja kau berbohong dan tetap mengganggu cucuku." ucap Jakson.


"Baik tuan." ucap Tony.


"Oke, pulanglah .. Nanti orangku yg akan mengurusnya." usir Jakson.


"Terimakasih tuan atas kemurahan hatinya." ucap Tony.


Tony dan Boby pun keluar ruangan dengan perasaan kesal karena harus tunduk pada Jakson. Dan Jakson tak sepenuhnya memercayai mereka, hingga akan mengembalikan separuh saham miliknya dulu agar Tony tak berkhianat.

__ADS_1


Dan Boby mendapat info kalau pemilik perusahaan robot tersebut akan mengunjungi mereka dalam waktu dekat. Hal itu membuat Tony berharap bisa memberikan penawaran bagus dan membuat orang tersebut berubah pikiran.


__ADS_2