
Anderson pun masih terpaku pada apa yg dilihatnya. Ternyata selama ini Maria meninggalkannya demi seorang pria yg ternyata adalah ayahnya sendiri. Padahal saat itu, Maria berkata kalau hanya Anderson lah pria yg ia cintai. Tapi fakta yg ia lihat saat ini adalah kebalikannya. Maria tampak bahagia menikah dengan ayahnya sendiri.
Dan parahnya Anderson tak tahu sejak kapan hubungan Maria dengan ayahnya tersebut. Anderson pun awalnya ingin mundur dan kembali beberapa menit lagi setelah menenangkan diri. Tapi sebagai pria dengan harga diri yg tinggi, Anderson pun tak mau kalah oleh ayahnya sendiri dan maju mendekati meja mereka.
"Lama tak jumpa, tuan Thompson." ucap Anderson.
Seketika ayahnya dan Maria pun menoleh ke arah Anderson. Maria pun bak gugup langsung berhadapan dengan Anderson.
"Kau datang lebih awal rupanya." ucap Thompson.
"Ya.. Begitulah." ucap Anderson.
Sementara Maria pun tak bisa menghilangkan rasa gugupnya.
"Tak usah gugup begitu Maria, atau haruskah kupanggil ibu?" tanya Anderson.
"Iya.. Silahkan." balas Maria.
"Pokoknya kau sekarang sudah tahu kalau Maria adalah istriku dan sekarang sedang mengandung anakku." ucap Thompson.
"Ya.. tentu saja." ucap Anderson.
"Lantas ada apa tiba-tiba mengajakku bertemu?" tanya Anderson.
"Aku hanya ingin memperkenalkan Maria padamu.. Dan menghentikanmu yg terus mengirimi istriku pesan." ucap Thompson.
"Ya tentu saja, dan seharusnya Maria atau istrimu itu berkata jujur padaku agar tak usah menunggunya. Siapa yg mengira kalau ternyata dia menikah denganmu." ucap Anderson.
"Cih.. Dia sekarang milikku." ucap Thompson.
"Untuk apa juga aku merebutkan milik orang lain, toh aku sudah punya yg baru." ucap Anderson.
"Siapa dia?" tanya Maria.
"Kau tertarik ibu Maria?" tanya Anderson.
Seketika tangan Thompson pun memegang tangan Maria untuk memintanya diam.
"Oh begitu, baguslah.. Jangan ganggu Maria-ku lagi ya." ucap Thompson.
"Tentu saja, bahkan jika hubunganku lancar dengan wanita itu mungkin kami akan menikah juga dan aku sudah melupakan ibu Maria ku." ucap Anderson.
"Aku jadi penasaran wanita mana yg membuatmu mampu melupakan Maria.." ucap Thompson tak percaya.
"Dia cantik, pintar dan berpendidikan, juga berasal dari keluarga yg hebat." ucap Anderson memanas-manasi Maria agar tahu seperti apa isi hatinya.
"Cih, jangan hanya bermulut besar, aku tahu kau masih menyukai Maria.. " ucap Thompson.
__ADS_1
"Haruskah aku perkenalkan? Tapi kali ini ayah jangan menyukainya ya.. karena keluarganya cukup hebat dan tentunya aku juga takkan membiarkannya." ucap Anderson.
"Cih, jangan sombong.. Atau jangan-jangan kau hanya bermulut besar di hadapan Maria." ucap Thompson masih tak percaya.
Di saat yg sama, Arne datang ke resto tersebut untuk menghadiri ulang tahun Lisa. Dan Arne sedang mencari meja dimana teman-temannya berada. Anderson pun melihatnya tepat dihadapannya.
"Sepertinya kekasihku juga sedang ada disini.. Aku akan menunjukkannya padamu." ucap Anderson.
"Honey.." panggil Anderson pada Arne.
Arne pun langsung melihat Anderson di hadapannya dengan tatapan bingung. Sambil melirik ke kanan dan kiri, Arne pun tak mendapati wanita yg dipanggil oleh Anderson. Hingga Anderson pun mendekatinya.
"Kau itu, jangan malu-malu begitu.." ucap Anderson menggandeng Arne.
"Prof.. Apa kau sedang mabuk?" bisik Arne.
"Diamlah dan ikut saja." balas Anderson.
Arne pun menurut saja dan menuju ke sebuah meja bersama Anderson yg sedang memegang tangannya.
"Perkenalkan ayah, dia kekasihku namanya Arnetha." ucap Anderson.
Seketika, mata Thompson pun terbelalak melihat wanita cantik dihadapannya. Dan pria tua itupun terdiam sesaat.
"Cih, kenapa Anderson selalu dapat produk yg bagus." umpatnya dalam hati.
Dan Anderson hanya membalasnya dengan tatapan seperti meminta pertolongan.
"Oh jadi ini kekasihmu." balas Thompson.
"Arne, dia ayah kandungku." ucap Anderson.
"Oh begitu, salam kenal om." ucap Arne.
"Iya, duduklah." ucap Thomson tersenyum dan Maria pun merasa sedikit tersaingi.
"Terimakasih.." ucap Arne canggung.
"Baiklah Anderson, aku mengakuinya.. Jadi sekarang kita tak ada masalah lagi ya.. dan mulai sekarang jangan hubungi Maria-ku lagi." ucap Thompson.
"Tentu saja, bagaimana bisa aku menghubungi istri orang saat memiliki wanita cantik seperti Arne." ucap Anderson.
"Cih padahal beberapa jam yg lalu kau masih menghubungi Maria-ku." ucap Thompson.
Sementara Arne pun mulai paham apa yg sedang terjadi disini. Dan dihadapannya adalah ayah dari Anderson bersama istrinya yg bernama Maria. Lalu nampaknya Anderson punya history tersendiri dengan Maria, hingga masih menghubunginya sampai saat ini. Dan Anderson seorang pria dingin dan menolak perjodohan dengannya sampai memperkenalkannya sebagai kekasihnya. Suatu kejadian yg langka terjadi.
"Sayang.. Sudah kubilang kan jangan merahasiakan apapun dariku." ucap Arne berakting.
__ADS_1
"Ma-maafkan aku.. Aku hanya ingin memastikan sesuatu." ucap Anderson.
"Baiklah, kalau begitu kini aku sudah tenang setelah tahu siapa wanita bernama Maria, ternyata dia adalah calon ibu mertuaku." ucap Arne dengan penuh percaya diri dan tersenyum pada Maria.
"Tentu saja.. " ucap Maria membalasnya.
"Sekarang semuanya sudah jelas kan? aku sudah memperkenalkanmu pada ayahku, mungkin nanti aku akan menghubungi ibuku juga untuk memperkenalkannya." ucap Anderson.
"Akting yg bagus Arne.. Kau sangat membantuku." gumam Anderson dalam hati.
"Apa tak masalah aku duduk disini bersama kalian? kau harusnya memberitahuku lebih awal karena aku kemari untuk menemui temanku." ucap Arne.
"Ya, ayahku memberitahunya mendadak hari ini.. Maaf ya honey." ucap Anderson.
"Bolehkah aku pergi ke meja temanku, mereka pasti sudah lama menungguku." ucap Arne.
"Baiklah, aku juga harus pergi agar tak mengganggu mereka berdua.. Aku akan menemanimu." ucap Anderson.
"Ayah kami permisi ya.." ucap Anderson lalu menggandeng tangan Arne meninggalkan meja mereka.
"Cih dia langsung mengabaikanku." umpat Thompson.
Anderson pun merasa lega karena Arne sudah berakting bagus dan membantunya. Sementara Arne butuh banyak penjelasan dari Anderson akan semua ini.
"Prof.. Kebohongan apalagi kali ini?" tanya Arne.
"Arne terimakasih sudah membantuku.. dan seperti yg kau dengar mereka adalah ayah dan ibu tiriku." ucap Anderson.
"Jangan bilang kalau Maria itu adalah wanita yg kau tunggu.?" tanya Arne.
"Itu memang benar.. Maaf sudah menyeretmu dalam masalahku." ucap Anderson.
"Prof, kau itu tidak bodoh kan? Masa menunggu ibu tirimu." balas Arne.
"Hari ini mataku baru terbuka, aku juga baru tahu kalau dia menikah dengan ayahku dan jadi istri keduanya." ucap Anderson.
"Aku cukup prihatin dengan nasibmu, tapi aku juga bukan orang yg beruntung." ucap Arne.
"Sekali lagi terimakasih atas bantuanmu.. Kau menyelamatkan harga diriku." ucap Anderson.
"Oke.. tak masalah, tapi maaf aku harus menemui temanku.. Bye." ucap Arne meninggalkan Anderson.
Anderson pun sangat terbantu hari ini dengan munculnya Arne. Meski sakit di hatinya mengetahui fakta yg sesungguhnya tentang Maria. Maria wanita yg ia tunggu karena harus bekerja di luar negeri dan meninggalkannya begitu saja, kini menjadi ibu tirinya. Bahkan sebentar lagi akan melahirkan anak hasil buah cintanya dengan ayahnya.
Kisah cintanya yg rumit pun kini sudah benar-benar berakhir. Anderson memutuskan untuk berhenti mencintai Maria, berhenti menunggu dan berharap pada wanita yg berstatus sebagai ibu tirinya tersebut. Kini Anderson harus menerima fakta yg ada, dan menjalani hidup dengan benar.
Untungnya ada Arne yg muncul dan menyelamatkannya. Karena kalau tidak, ayahnya akan terus menuduhnya akan merebut Maria darinya. Dan Anderson akan jadi pria yg menyedihkan karena mencintai ibu tirinya sendiri.
__ADS_1
"Waktunya aku berhenti menjadi pria yg menyedihkan.. Terimakasih Arne." gumam Anderson dalam hati.