Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.99 Kabur


__ADS_3

Setelah Martha puas makan, dirinya pun mendekati Richard untuk bicara masalah Aini.


"Richard apa yg terjadi pada Aini?" tanya Martha.


"Banyak hal, dan dia sangat depresi setelah perceraiannya.. " jawab Richard.


"Boy sia**an itu nampaknya harus diberi pelajaran..!" umpat Martha.


"Aku sudah menghajarnya, dan dia juga sekarang hidupnya berantakan karena membangkang orangtuanya." ucap Richard.


"Seberantakan apa hidupnya?" tanya Martha.


"Dia diusir dari rumah lalu dipecat dari kantor ayahnya." ucap Richard.


"Bagus, kep***t itu pantas mendapatkannya..!" ucap Martha dengan berapi-api.


"Lalu dimana putriku?" tanya Martha.


"Aku menaruhnya di villa ku yg aman dan nyaman, disana udaranya bagus untuk kesehatannya." ucap Richard.


"Baguslah kau memberinya fasilitas terbaik." ucap Martha.


"Tentu dia kan putriku." ucap Richard.


"Richard aku butuh uang.. Berikan aku kartumu." ucap Martha.


"Kartu?"


"Iya, memangnya kau punya uang cash?" tanya Martha.


"Aku punya uang cash.. Tunggu sebentar." ucap Richard.


Richard pun ke kamarnya dan menguncinya, lalu masuk ke ruangan penyimpanan dimana brangkasnya berada. Kemudian dirinya memberi Martha uang yg cukup agar wanita itu yakin.


Keluarlah Richard dengan membawa segepok uang agar Martha diam. Akan lebih berbahaya jika dirinya memakai kartu kreditnya.


"Ini, pakailah." ucap Richard.


"Meski jumlahnya tak seberapa, tapi kurasa cukup." ucap Richard dan Martha menerimanya.


Tiba-tiba Martha pun memeluk Richard dan pria itu membalasnya tanpa tahu tujuan Martha memeluknya.


Jleeebbb..


Sebuah pisau pun menancap di bagian punggung bawahnya. Richard pun merasa kesakitan dan terkejut dengan tindakan Martha.


"Akhh.. Martha apa yg kau lakukan..?" tanya Richard kesakitan.


"Apa ya? Kurasa ini balasan untukmu yg tega menceraikanku.. "


"Bagaimana ?? sakit bukan..?? Hahahahahaaa.." ucap Martha tertawa.

__ADS_1


Pelayan pun terkejut tapi tak berani melawannya. Dan Martha menarik satu pelayan untuk dijadikan sanderanya. Martha pun keluar dengan membawa pelayan tersebut.


"Jika kalian macam-macam wanita ini akan kubunuh..!" ucap Martha yg melihat petugas rumah sakit dan penjaga.


Situasi pun menjadi tegang dan menyeramkan. Tatkala Martha memegang pisau dan menyandera pelayan sambil mengancam akan membunuhnya. Semua orang pun takut terlebih Martha sudah menusuk Richard dengan pisau tersebut. Dan mau tak mau mereka membiarkan Martha lolos dan pergi naik taksi. Dan pelayan tersebut dibebaskan dengan cara didorong sampai jatuh.


Sementara Richard, langsung dilarikan ke rumah sakit dengan pendarahan hebat. Richard pun langsung mendapatkan perawatan dan tak sadarkan diri karena kehabisan banyak darah.


Arne sebagai keluarganya pun dihubungi dan mau tak mau Arne datang ke rumah sakit. Begitu juga dengan Jakson yg terkejut mendengar putranya ditikam oleh Martha.


"Apa yg terjadi?" tanya Jakson.


"Katanya papa ditusuk oleh Martha.. dan wanita itu diketahui menderita gangguan jiwa." ucap Arne.


"Apa?? Sampai separah itu.?" tanya Jakson.


"Iya, Martha kabur dari rumah sakit jiwa dan kini dia pasti akan menemui Aini." ucap Arne.


"Hhh.. Sampai kapan ayahmu itu akan berhenti berulah." ucap Jakson.


"Aku tak tahu kek." balas Arne sambil mengangkat bahunya.


Meski khawatir tapi Arne sadar ini adalah ulah Richard sendiri. Sekarang Richard sedang menemui karma atas perbuatan buruknya. Dan Martha sendirilah orang yg melakukan hal ini padanya.


"Miris sekali, dulu dia memilih Martha daripada ibumu.. Kini justru Martha yg menikamnya." ucap Jakson.


"Ya, dia adalah pria yg sangat bodoh." ucap Arne.


"Baik kek.. Sisanya aku serahkan pada kakek." ucap Arne.


"Ya nak." ucap Jakson.


Jakson pun langsung mencari Martha sebelum keluarganya jadi korban atas wanita gila tersebut. Dan yg paling Jakson takutkan adalah Arne dan Jeny. Meski Arne tak bersalah, tapi wanita itu pasti menyimpan dendam juga padanya. Apalagi dirinya mengidap gangguan jiwa pastilah sangat menyeramkan jika Arne bertemu dengannya.


"Semoga wanita gila itu tak mengacaukan hidup Arne." gumam Jakson dalam hati.


.


.


Sementara itu, Martha pun menuju ke villa tempat putrinya dirawat. Dan disana tempatnya jauh dari perkotaan sesuai perkataan Richard. Suasananya yg asri dan udaranya yg sejuk memang cocok untuk seseorang yg dalam pemulihan seperti Aini.


"Aini.." gumam Martha saat tiba di villa tersebut.


Martha pun masuk ke dalam dan mendapatkan ijin karena merupakan ibu dari Aini. Setelah itu ada dokter dan perawat yg bersiaga disana.


"Permisi, dimana putriku Aini?" tanya Martha.


"Nona, ada di kamarnya nyonya.." tunjuk perawat pada Martha.


Mereka yg menjaga Aini pun tak tahu kalau Martha adalah pasien gangguan jiwa karena saat itu prilakunya normal-normal saja.

__ADS_1


Dan pihak rumah sakit jiwa tengah mengejar Martha untuk mencarinya ke berbagai lokasi.


.


Martha pun masuk ke kamar Aini dan melihat putrinya yg hanya memandangi jendela dengan pemandangan yg indah.


"Aini.. Putriku." ucap Martha.


"Mama.." ucap Aini menoleh dan menitihkan air mata.


"Putriku.." ucap Martha langsung memeluk dan menangis.


"Mama.." ucap Aini.


Aini pun hanya mengatakan kata itu sambil menangis. Dan tak ada lagi kata yg keluar dari mulutnya selain itu. Sudah sejak lama Aini tak bicara dan ini pertama kalinya dirinya mulai mengatakan sesuatu. Perawat dan dokter pun merasa kedatangan Martha membawa sedikit perubahan pada Aini.


"Aini apa yg terjadi?" tanya Martha.


"Mama.." ucap Aini tersenyum.


"Apa Boy menyakitimu?" tanya Martha seketika membuat Aini terdiam kembali dan menatap pada luar jendela.


"Aini katakan sesuatu.. Mama ingin tahu semuanya." ucap Martha memohon tapi Aini tetap diam.


Martha pun keluar dan memanggil dokter yg merawat Aini.


"Dokter, apa yg terjadi pada putriku?" tanya Martha.


"Ini karena depresi yg ia alami nyonya.. Setelah tahu dirinya tak bisa hamil lagi dan suaminya ingin menikah lagi, lalu mereka bercerai dan nona Aini menjadi begini. Kami sudah memberikan perawatan terbaik kami, dan hari ini berkat anda Aini mau bicara walau hanya satu kata." ucap sang dokter.


"Kalau begitu, aku akan tinggal disini juga." ucap Martha.


"Apakah tuan Richard sudah mengijinkan?" tanya sang dokter.


"Apa maksudmu?" tanya Martha.


"Disini tak ada pelayan nyonya.. hanya ada tukang bersih-bersih yg datang setiap hari.." ucap dokter tersebut.


"Aku tak masalah." ucap Martha.


"Baiklah nyonya, silahkan di atas ada banyak kamar yg bisa nyonya pilih." ucap dokter tersebut.


Martha pun langsung naik ke atas tanpa mengucapkan terima kasih. Sampai sang dokter pun terdiam.


"Kenapa sikapnya agak aneh." gumamnya dalam hati.


Dr.Luna adalah dokter yg merawat Aini disini bersama dua orang perawat yg akan menjaganya bergantian. Lalu disana hanya tidak ada pelayan dan hanya ada tukang bersih-bersih yg akan datang setiap hari pada jam tertentu.


Sampai saat ini Luna pun tak tahu kalau Martha adalah pasien gangguan jiwa yg kabur ke villa tersebut.


Sementara Martha, dirinya harus bersembunyi dari kejaran petugas rumah sakit. Dan dirinya menyalahkan tiga orang atas semuanya.

__ADS_1


"Boy.. Arne.. Lalu Richard.. Kalian harus mati..!" gumam Martha dalam hati.


__ADS_2