
Situasi pun menjadi semakin canggung dengan kedatangan Arne dan Anderson. Anderson yg membaca situasi pun segera menarik Arne dari sana.
"Silahkan kalian lanjutkan obrolannya.. Kami akan pergi." ucap Anderson.
"Kau sangat pengertian juniorku." ucap Sammy yg merasa diselamatkan oleh Anderson.
"Arne, apapun yg terjadi kau setuju kan?" tanya Sammy.
"Ya asalkan tidak menyakiti mamaku.." ucap Arne.
Arne pun ditarik ke mejanya kembali, dan Anderson menatapnya tajam.
"Anderson kau kenapa?" tanya Arne.
"Harusnya kau biarkan saja mereka." ucap Anderson.
"Kalau aku tak kesana, profesor Sammy akan ditolak." ucap Arne.
"Oke.. Sekarang biarlah mereka menyelesaikan semuanya." ucap Anderson.
"Baiklah, aku mengerti. Aku senang jika pria itu profesor Sammy." ucap Arne.
"Jika mereka menikah?" tanya Anderson.
"Aku tak masalah, dan kau tahu tadi prof Sammy bilang kalau dia sudah menunggu ibuku selama 20 tahun." ucap Arne.
"Dia lebih gila dariku rupanya." ucap Anderson.
"Setidaknya, ibuku bukan ibu tirinya." sindir Arne.
"Cih, saat itu aku tak tahu apapun.. Dan aku sudah melupakannya." ucap Anderson.
"Benarkah? Jika wanita itu datang kemari apa kau akan meninggalkanku?" tanya Arne.
"Mana mungkin, dia hanya ingin harta saja." ucap Anderson.
"Benarkah? Aku menantikannya." ucap Arne.
"Ya pokoknya, aku akan tetap bersamamu selama-lamanya." ucap Anderson.
"Kau sedikit berlebihan." ucap Arne.
"Aku serius." balas Anderson. .
Dan Arne pun memesan makanan penutup sembari berbincang dengan Anderson.
.
.
Sementara itu Jeny dan Sammy..
"Jadi apa jawabanmu? Arne bilang tak masalah kan?" tanya Sammy.
"Kau harus berterimakasih padanya karena dia putriku yg baik dan pengertian." ucap Jeny.
"Jadi kau menerimaku?" tanya Sammy.
"Baiklah, ini akan menjadi kesempatan terakhirmu." ucap Jeny.
"Sungguh? Kau tidak sedang bercanda kan?" tanya Sammy.
"Ya.. Aku serius." ucap Jeny.
__ADS_1
"Akhirnya penantianku selama 20 tahun lebih terbayarkan." ucap Sammy.
"Sudahlah, sekarang semuanya kembali seperti dulu." ucap Jeny.
"Dan baj**an Richard itu takkan bisa mengganggu kita lagi." ucap Sammy.
"Kau benar, aku hanya menghargainya sebagai ayah dari Arne." ucap Jeny.
"Lagipula dia sudah punya istri kan?" tanya Sammy.
"Istri beserta kekasih juga." ucap Jeny membuat Sammy terdiam.
"Harusnya aku dahulu tak meninggalkanmu.. Kita mungkin akan hidup bahagia." ucap Sammy.
"Tidak, aku tetap bersyukur karena menikah dengan Richard aku melahirkan Arne." ucap Jeny.
"Ya.. Itu juga hal yg patut disyukuri." ucap Sammy.
"Soal kekasih Richard, kau jangan bilang Arne ya.. Hubungan mereka akan semakin menjauh nantinya." ucap Jeny.
"Aku mengerti maksudmu." ucap Sammy.
"Jeny apa yg kau lakukan dengan pria ini lagi..?" tanya Richard tiba-tiba mendekat.
"Sudah kubilang, ini urusanku.. Kau bukan suamiku lagi." ucap Jeny.
"Tapi, dia.." tunjuk Richard.
"Aku kenapa?" tanya Sammy menatap tajam Richard.
"Dia itu pria bre**k." ucap Richard.
"Kau sedang membicarakan dirimu?" balas Jeny.
"Aku mantan istrinya nona, tapi dia agak kurang waras jika terhadapku.. Dan kami memiliki putri seusia dirimu." ucap Jeny.
"Apa.." ucap Cindy terdiam.
"Nona, lebih baik bawa kekasihmu pergi, sebelum dia membuat malu kalian." ucap Jeny.
"Baiklah, ayo sayang kita pergi." ucap Cindy.
"Tidak Cindy, aku masih ada urusan dengan pria ini." ucap Richard.
"Apa sih maumu? Sudah jadi mantan suami harusnya tidak berhak mengatur hidupku." ucap Jeny.
"Jika kau menikah bagaimana dengan Arne.?" tanyanya.
"Arne tak masalah dengan itu." ucap Jeny.
"Dan Arne bukan lagi seorang gadis kecil, dia sudah dewasa." ucap Sammy.
"Kau tahu apa? aku ayahnya., bisa saja kau mendekatinya." ucap Richard.
"Aku bukan baj***an sepertimu yg mendekati dan berhubungan dengan wanita muda." sindir Sammy.
Ketegangan dan perdebatan pun muncul. Arne pun mendengar keributan dari arah meja ibunya. Arne yg penasaran pun mengeceknya bersama Anderson.
Begitu terkejutnya Arne mendapati ayahnya bersama wanita muda yg ia kenal. Lalu tengah berdebat dengan ibunya.
"Ada apa ini?" tanya Arne seketika membuat Richard terdiam.
"Arne.." ucap Jeny dan Richard.
__ADS_1
"Dokter." ucap Cindy spontan.
"Kau mengenalnya?" tanya Richard.
"Dia dokter yg bekerja di rumah sakit tempatku berobat." ucap Cindy.
"Aa.. Kenapa kau kesana?" tanya Richard.
"Papa ada masalah apa? Lalu mama bisa jelaskan ini??" tanya Arne.
"Dan kau Cindy, kenapa bersama papaku?" tanya Arne.
"Ini.. Papa bisa jelaskan." ucap Richard.
"Dia tidak suka mama bersama Sammy.." balas Jeny to the point.
"Dan nona Cindy, jangan bilang papaku adalah kekasihmu?" tanya Arne dan Cindy semakin gugup.
"Kalau diam tandany benar." ucap Arne dan Cindy hanya terdiam.
"Arne, dia hanya teman papa." ucap Richard.
"Teman macam apa yg sampai menghamili.?" tanya Arne.
"Kau tahu darimana?" balas Richard.
"Cindy selalu memeriksakan diri di rumah sakit tempatku bekerja. Benarkan nona Cindy?" ucap Arne.
"Maaf dokter aku benar-benar tidak tahu kalau dia ayahmu." ucap Cindy.
"Papa, apa itu benar?" tanya Arne.
"Ya benar." ucap Richard.
"Dulu aku mengagumi papa, kenapa sekarang papa jadi begini dan membuatku jijik saja." ucap Arne.
"Arne stop.. Hentikan nak." ucap Jeny.
"Richard pergi sana, sebelum Arne semakin kesal padamu,." ucap Jeny.
"Hhh.. Sepintar-pintarnya tupai melompat ketahuan juga ya Richard. Lebih baik kau pulang sebelum semuanya semakin membuatmu malu." ucap Sammy.
"Ck.. Awas kau ya.." ucap Richard.
"Arne maafkan papa, papa khilaf." ucap Richard.
"Papa memalukan.." ucap Arne kesal.
Richard pun pergi dari sana bersama Cindy. Dan akhirnya Arne tahu dengan sendirinya soal ayah kandungnya. Arne tak menyangka kalau Richard diam-diam bermain gila dengan wanita malam yg bahkan seusia dengannya. Bahkan sampai hamil dan punya penyakit mengerikan.
"Arne, kau baik- baik saja?" tanya Jeny.
"Apa yg dipikirkan papa." ucapnya lemas.
"Arne, duduk dulu." ucap Anderson.
"Sudah kau duduk dulu nak.. Ini minumlah." ucap Jeny.
Jeny pun mendengar langsung cerita Arne soal wanita bernama Cindy tersebut. Beserta dengan penyakit kelamin yg tengah mereka idap. Hal mengerikan itu bahkan membuat Jeny merinding dan bersyukur dulu Richard saat bersamanya tak separah ini.
Jeny pun tak menyangka hal ini terjadi pada Richard, dan Arne cukup terpukul mengetahui semuanya. Hal itu membuatnya akan semakin jauh dengan Richard. Akhirnya malam itu mereka malah berkumpul berempat seperti sedang double date.
Semuanya terjadi diluar rencana mereka, Arne yg kini tahu hubungan Sammy dan Jeny. Keduanya juga menceritakan kisah mereka dahulu pada Arne. Anderson pun hanya ikut mendengarkannya tanpa banyak bertanya atau berbicara.
__ADS_1
Kisah mereka pun jadi penghibur Arne yg tengah kecewa pada Richard. Untungnya Sammy diterima oleh Arne, hingga tak sulit baginya untuk dekat dengan Arne. Arne pun telah mengenal Sammy jadi Arne yakin Sammy takkan menyakiti ibunya. Terlebih mereka punya kisah cinta yg manis di masa lalu.