
Richard pun membawa Aini ke rumah sakit, dan disana dirinya bertemu dengan Arne dan Anderson yg sedang bekerja. Richard pun menyadari kalau Aini sudah berbuat kelewatan diluar sepengetahuannya.
"Arne, sepertinya ucapanmu benar soal Aini." ucap Richard.
"Ucapanku yg mana pa?" tanya Arne.
"Soal psikologis Aini.. dan juga kelalaian papa mengajarinya sopan santun." ucap Richard.
"Soal psikologis, itu normal apalagi dia sudah kehilangan kesempatannya untuk punya anak. Hampir semua wanita yg mengalaminya pasti psikologisnya bermasalah, meski Aini memang sudah membenciku sebelumnya." ucap Arne.
"Kini papa paham, selama ini sudah membela Aini dan justru Aini yg ternyata salah." ucap Richard.
"Baguslah, meski itu sudah tak ada gunanya." ucap Arne.
"Tak ada gunanya?" tanya Richard.
"Untuk apa aku mempermasalahkan sesuatu yg memusingkan, hidupku masih sangat panjang." ucap Arne.
"Kau benar, sementara Aini.. Dia sedang dihukum." ucap Richard.
"Bagaimana kabar pelayan yg terluka?" tanya Arne.
"Sebagian dari mereka mengundurkan diri dan papa hanya memberi mereka pesangon yg pantas." ucap Richard.
"Baguslah, papa beruntung mereka tidak lapor polisi." ucap Arne.
"Sekarang hanya tinggal menunggu kondisi Aini." ucap Richard.
__ADS_1
"Lalu Boy suaminya?" tanya Arne.
"Baj**an itu nampak tak peduli.. Mungkin mereka berdua juga akan bercerai." ucap Richard.
"Yasudah, papa yg bereskan semuanya aku takkan ikut campur." ucap Arne lalu pergi meninggalkan Richard.
Begitulah Richard menyadari kehancuran keluarganya karna ulahnya sendiri. Berselingkuh dengan Martha dan meninggalkan Jeny. Saat ini putrinya diselingkuhi dan kondisinya kesehatannya memburuk. Sementara Martha masih mendekam di penjara untuk waktu yg lama.
Berbeda dengan Richard, hidup Jeny dan Arne nampak baik-baik saja dan harmonis. Meski tanpa dirinya, Arne dan Jeny hidup dengan baik dan berkecukupan. Berbeda saat masih ada Martha yg tak pernah merasa cukup atas apa yg ia berikan.
Apa yg ia tabur di masa lalu, kini ia sedang menuainya. Benih-benih keburukan yg ia tanamkan kini tengah tumbuh menjadi tanaman berduri yg merusak rumahnya. Richard pun kehilangan Martha karena dipenjara dan Aini kini kondisinya lemah dan tak berdaya. Belum lagi jika Aini bercerai, mungkin akan lebih memburuk lagi.
Aini pun belum sadarkan diri sejak bertemu Boy. Dirinya masih syok dengan apa yg ia dengar kalau Boy akan menikah lagi demi memiliki keturunan. Sementara dirinya hanyalah wanita yg tak berarti bagi Boy. Meski Boy tak meninggalkannya tapi perlahan kasih sayang itu akan berkurang seiring munculnya anak-anak dari istri Boy yg lain.
Dan hal itu membuat psikologis Aini terguncang yg mengakibatkan kesehatannya terganggu. Aini sampai tak sadarkan diri selama 3 hari setelah mendengar ucapan Boy. Dan selama itu pula Boy tak pernah sekalipun menjenguknya. Boy malah asik berkencan dengan kekasih barunya.
Kondisi Aini sudah lebih baik, meski masih lemah. Saat ini Aini benar-benar tak berdaya, bahkan melihat Arne saja dirinya sudah tak kesal seperti dulu. Sampai Arne kasihan melihat kondisinya saat ini, tapi mengingat apa yg diterima Arne dulu juga bukan masalah yg mudah untuk dilalui. Arne pun memutuskan untuk tidak peduli dan hanya melihat perkembangannya sesuai permintaan ayahnya.
Richard pun tak bisa selalu siaga di sisinya 24 jam karena harus bekerja. Sementara Martha masih ada di tahanan, hal itu membuat Richard menyewa jasa perawat pribadi dan meminta Arne untuk mengabari perkembangannya padanya.
Dihari saat Aini sadar, kondisinya masih lemah dan Richard langsung datang ke rumah sakit begitu dikabari.
"Aini.. Kau sudah sadar nak." ucap Richard menangis.
"Papa.. Aku dimana?" tanya Aini.
"Dirumah sakit nak, tubuhmu lemah saat ini." ucap Richard.
__ADS_1
"Papa, aku mau bercerai saja." ucap Aini.
"Baiklah, papa juga berpikir demikian." ucap Richard.
"Aku minta papa siapkan segalanya.. Aku terlalu lemah untuk itu." ucap Aini.
"Ya.. Kau istirahat saja." ucap Richard.
Sejak hari itupun, Aini menjadi pendiam dan pandangannya kosong. Aini setuju untuk bercerai, dan Boy akhirnya mendatanginya di rumah sakit. Pertemuan itupun menjadi hening karena Aini hanya mampu menitihkan air mata.
"Aini, jangan terlalu bersedih.. Aku bahkan tak mau menceraikanmu sejak awal." ucap Boy.
"Aku mengerti." ucap Aini.
Setiap harinya pandangan Aini kosong dan membuat Richard semakin risau. Hingga dirinya mencari psikolog untuk menangani masalah Aini. Dan benar saja Aini mengalami depresi berat yg membuatnya seperti mayat hidup tanpa adanya gairah. Ia juga hanya sedikit memakan makanannya. Bahkan sudah jarang merespon ucapan seseorang yg mengajaknya bicara.
Hal itu membuat Richard semakin sedih. Dan semua ini karena perbuatannya hingga keluarganya menjadi berantakan. Bahkan Arne yg putrinya juga sudah merasa jauh terhadapnya. Kini Richard menyesali semua perbuatannya yg memang sudah terlambat. Kondisi Aini pun terus begitu, hingga akhirnya Aini dipindahkan ke rumah sakit jiwa.
Dan perceraiannya dengan Boy berlangsung singkat apalagi Richard sudah tak ingin lagi berurusan dengan Boy. Kini hidupnya sendirian, dengan kondisi Aini yg berada di rumah sakit jiwa dan istrinya yg dipenjara. Baru kali ini Richard merasakan kesendirian yg teramat sangat. Dahulu, rumahnya selalu hangat dan penuh tawa. Apalagi saat ada Jeny dan Arne, suasana rumahnya begitu nyaman. Kini berbanding terbalik dengan suasana yg sepi dan suram.
Tak jarang Richard pun pergi ke bar dan minum alkohol karena sangat kesepian. Kehilangan kedua putrinya begitu menyesakkan dadanya. Arne yg sudah tak memercayainya lagi dan Aini yg kondisinya memprihatinkan, dua hal yg membuat Richard kehilangan semangat hidupnya.
Lalu ditengah kesepiannya, muncullah Cindy sosok wanita muda yg pernah tidur dengannya dulu. Cindy pun menghibur Richard demi mendapatkan uang. Dan seperti itulah hubungan mereka terjalin antara sugar daddy dan sugar baby.
Bukannya sadar dan mendekatkan diri pada Tuhan, Richard yg dilanda kesepian pun malah memilih alkohol dan wanita untuk menemani hidupnya. Hal itu membuat Richard merasa sedikit lebih hidup dan tak terikat dengan siapapun.
Kondisi Aini juga tak kunjung membaik dan membuat Richard putus asa, hingga membawa Aini ke rumahnya untuk ditangani sendiri. Richard pun menyewa perawat dan dokter pribadi untuk Aini. Dan menunggu kesembuhan Aini hari demi hari.
__ADS_1
Hubungannya dengan Arne juga tak mengalami perubahan karena Arne sudah tarlalu sakit hati oleh ulahnya selama ini. Dan hal itu semakin menghancurkan kehidupan Richard. Kadang Richard tak pulang ke rumah karena merasa kesepian dan sendirian. Dirinya pulang ke apartemen Cindy sugar baby miliknya. Meski itu sangat memalukan jika sampai orang lain atau bahkan Arne mengetahuinya. Tapi hanya Cindy yg ia miliki untuk menghiburnya.