Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.118 : Harus Liburan


__ADS_3

Anderson pun terus merasa bersalah dan mengupayakan yg terbaik untuk istrinya tersebut. Dan Anderson mencoba mengatur ulang jadwalnya bersama Eddy. Dirinya ingin sedikit waktu untuk mengajak istrinya liburan ke tempat yg Arne inginkan.


"Eddy.. Kita harus susun ulang jadwal." ucap Anderson membuat Eddy terdiam membayangkan tugas tersebut.


"Edd.. Kenapa? Ayo lakukan.." ucap Anderson melihat Eddy terdiam.


"Ba-baik tuan." ucap Eddy panik.


Eddy pun bekerja keras dan menjelaskan semuanya pada Anderson soal semua jadwalnya beberapa bulan kedepan. Eddy pun masih tak mengerti kenapa tuannya melakukan hal yg begitu merepotkan tepat di jam pulang kerja yg membuatnya harus lembur.


"Tuan, kenapa kita melakukan ini? Bukankah anda sudah setuju semua jadwalnya." ucap Eddy.


"Maaf merepotkanmu, tapi aku ingin meluangkan waktu bersama istriku honeymoon.." ucap Anderson.


"Benar juga, anda tak sempat melakukannya." ucap Eddy.


"Jika sudah mengerti, tolong bantu aku urus semuanya." ucap Anderson.


"Baik tuan, kita tak boleh membuat nyonya sedih." ucap Eddy.


Eddy pun lembur semalaman bersama Anderson untuk mengatur semua jadwal. Dan Anderson jadi punya banyak waktu untuk bekerja karena dirumahnya ia sangat kesepian. Setelah beberapa jam bekerja lembur mengatur semua jadwal, didapatlah tanggal yg pas untuk Anderson mengajukan cuti.


"Tuan, jika anda ingin pergi liburan anda bisa pergi di tanggal ini.." ucap Eddy.


"Kau yakin tak masalah?" tanya Anderson.


"Ya.. Aku asalkan projek ini selesai tepat waktu." ucap Eddy tersenyum.


"Apa tak ada waktu yg pas lainnya? Kalau projek itu belum selesai, kasihan istriku." ucap Anderson.


"Pasti masalah cuti ya.." ucap Eddy.


"Bagus jika kau paham, tak mudah bagi seorang dokter untuk mengajukan cuti." ucap Anderson.


"Baiklah tuan, aku akan menggerakkan tim itu untul tiba tepat waktu.. Dan aku ada ide." ucap Eddy.


"Cepat katakan." ucap Anderson.


"Anda beri mereka bonus jika selesai tepat waktu, dengan begitu mereka akan bersemangat bekerja dan menyelesaikannya sesuai tenggat yg anda berikan." ucap Eddy.


"Ide bagus, kau atur bonusnya lalu laporkan padaku.. usahakan agar mereka tergerak dan berpikir untuk segera menyelesaikannya." ucap Anderson.


"Siap tuan, semua orang suka uang, pasti mereka akan bersemangat." ucap Eddy.

__ADS_1


"Jika sudah, lebih baik kita pulang." ucap Anderson merapikan tasnya.


"Tentu tuan, aku cukup lelah." ucap Eddy.


Eddy pun merapikan dokumennya dan telah menyelesaikan semua jadwal tuannya dengan baik. Hal-hal yg penting akan diutamakan lebih dahulu, sisanya Eddy yg akan mengontrol dan melaporkannya.


Anderson pun bersyukur memiliki asisten seperti Eddy yg kreatif dan cepat tanggap. Meski kadang pria itu sangat lemah dan letoy. Tapi jika urusan pekerjaan Eddy memiliki loyalitas yg tinggi.


....


Anderson pun bekerja keras siang dan malam demi mendapatkan kesempatan untuk liburan. Dan Arne juga masih mendapat giliran kerja malam, hingga mereka hanya bertemu beberapa jam saja.


Tak lama kemudian, Anderson pun pamit pergi untuk perjalanan dinas dan mengontrol beberapa hal. Arne pun mengijinkannya karena itu memang pekerjaannya.


"Aku mengijinkanny jika untuk bekerja." ucap Arne.


"Aku janji ini takkan lama.. dan aku pasti kembali." ucap Anderson.


"Ya.. Asalkan yg dilirik hanya pekerjaan ya bukan wanita." ucap Arne.


"Tentu saja." ucap Anderson.


"Sayang kau mau oleh-oleh apa?" tanya Anderson.


"Apa kau mau tinggal ke rumah mama Jeny? Aku tak masalah, disana kau takkan sendirian dan aman." ucap Anderson.


"Benar aku boleh tinggal disana?" tanya Arne.


"Ya.. Disana kau akan aman dan tentunya tak sendirian." ucap Anderson.


"Oke sayang, terimakasih." ucap Arne tersenyum memeluknya.


Dan sebelum Anderson berangkat, mereka pergi kerumah Jeny dan Sammy untuk ijin dan menitipkan Arne. Tentu Jeny dengan senang hati menerima putrinya di rumahnya. Dan Anderson merasa lega jika Arne tinggal bersama orangtuanya daripada sendirian.


Anderson dan Sammy pun bicara berdua di taman.


"Kapan kau akan tinggal di rumahmu? Bukankah itu lebih dekat dengan kami.?" tanya Sammy.


"Ada sedikit renovasi.. Nanti saat sudah selesai, kami akan pindah." ucap Anderson.


"Jadi begitu, tapi kenapa kau meninggalkan Arne padahal kalian baru menikah?" tanya Sammy bingung.


"Ini hanya rahasia diantara kita ya.. Aku harus mengurus beberapa pekerjaan agar mendapatkan waktu libur.. Kami ingin pergi honeymoon." ucap Anderson setengah berbisik.

__ADS_1


"Oh jadi begitu, baguslah.. awas jika kau lirik wanita lain.." ucap Sammy.


"Sekarang kau sudah seperti ayah mertuaku saja." ucap Anderson.


"Bukannya memang benar begitu, dasar menantu tak tahu diri." balas Sammy.


"Baiklah ayah mertua." ucap Anderson berkata sopan.


"Ck.. Entah kenapa aku mau muntah mendengarnya." ucap Sammy.


Setelah menyampaikan rencananya, Anderson pun menitipkan Arne pada keluarganya selama dirinya pergi. Anderson tak ingin Arne tinggal sendirian di apartemen, dan kesepian. Belum lagi jika terjadi sesuatu, hidupnya takkan tenang di negara asing tersebut.


Setelah meminta ijin dan membawa beberapa barang istrinya, mereka pun menginap satu malam disana. Dan esok harinya Anderson pun berangkat ke bandara. Arne pun mengantarnya disana.


"Sayang kau harus cepat pulang." ucap Arne.


"Tentu, jika semuanya selesai lebih awal.. aku akan kembali lebih cepat." ucap Anderson.


"Pokoknya hati-hati selama disana, jangan melirik wanita lain atau aku akan datang dan memukulmu." ucap Arne.


"Kau mengancamku?" tanya Anderson tersenyum.


"Ya.. agar kau tak macam-macam." ucap Arne.


Anderson pun hanya tersenyum dan mengecup istrinya tersebut. Lalu memberikan pelukan terakhir sebelum pergi.


"Aku akan segera kembali dan takkan melirik wanita manapun selain dirimu.. Kau harus berhati-hati selama aku pergi." ucap Anderson.


"Ya.." ucap Arne menitihkan air mata.


"Aku akan pergi sebentar.. Jangan menangis." ucap Anderson.


"Iya aku tahu.. Tapi dia keluar sendiri." ucap Arne.


"Oke.. Tak apa, kau harus menjaga kesehatan juga." ucap Anderson menghapus air mata istrinya.


Anderson pun harus pergi sesuai jadwal keberangkatannya. Dan Arne harus melihat punggung suaminya menjauh dan menghilang karena harus segera masuk ke area dalam bandara.


Arne pun pergi ke rumah sakit setelah itu, dan dirinya harus kembali bekerja. Dan selama satu minggu ini, Anderson akan berkeliling ke beberapa negara terutama pabrik pembuatan robot tersebut untuk membantu pengembangannya.


Anderson hanya berharap semuanya berjalan lancar dan cepat agar bisa cepat kembali ke Indonesia. Lalu jika semuanya berjalan sesuai rencana dirinya akan mengajak istrinya pergi honeymoon yg sempat tertunda.


Dan untuk itulah Anderson disini untuk melakukan banyak pekerjaan serta menyelesaikannya agar bisa cepat liburan bersama istrinya. Anderson pun membayangkan keduanya menghabiskan waktu bersama 24 jam, dan menikmati liburan yg menyenangkan. Membayangkannya saja membuatnya bahagia, apalagi menjalaninya.

__ADS_1


"Aku harus menyelesaikan semuanya.. Dan sebisa mungkin semuanya harus selesai tepat waktu." gumam Anderson dalam hati.


__ADS_2