Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.108 Memanfaatkan situasi


__ADS_3

Maria pun memandang Thompson dengan tatapan kesal. Bukan hanya akan dibuang, bahkan hanya anaknya yg akan dianggap oleh pria tua itu.


"Maria, kau masih tak terima?" tanya Thompson.


"Tentu saja, hidupku berantakan karenamu." ucap Maria.


"Cih, yg menggodaku duluan siapa ya? " balas Thompson.


"Bukannya kau sendiri yg menawarkan banyak hal padaku." ucap Maria.


"Dengar Maria, kau beruntung istriku menerima anak kita, bahkan kau dapat sedikit hartaku." ucap Thompson.


"Ya.. Harta, hanya itu. Bahkan aku tak bisa bersama anakku." ucap Maria.


"Ayolah bukankah tanpa anak kau bisa berburu pria kaya diluaran sana." ucap Thompson.


"Cih.. menyebalkan." ucap Maria.


"Dan satu hal lagi, jangan ganggu Anderson putraku dia akan segera menikah. Lagipula calonnya luar biasa dibandingkan denganmu yg tak ada apa-apanya." ucap Thompson.


"Bukankah kau terus menatapnya saat bertemu.?" tanya Maria.


"Kuakui aku melakukannya, tapi setelah tahu siapa keluarganya aku lebih baik cari aman bersama istriku." ucap Thompson.


"Memangnya sekaya apa keluarganya?" tanya Maria.


"Kau penasaran? Mau kuberitahu??" tanya Thompson tersenyum.


"Dia cucu dari sahabat baik ayahku, tuan Jakson, pengusaha tersohor di negara ini." ucap Thompson.


"Jadi benar keluarganya punya pengaruh besar di negara ini." ucap Maria.


"Lebih baik sayangi dirimu Maria daripada berurusan dengan mereka, mereka setara dengan ayahku kau tahu kan siapa ayahku." ucap Thompson.


Maria pun terdiam dengan kekesalan di hatinya. Lagi dan lagi Arne jauh lebih unggul darinya. Bukan hanya dari usia dan pekerjaan, bahkan keluarganya pun hebat. Selain itu Arne wanita yg cantik dan cerdas yg mampu melawan kata-katanya. Sementara dirinya akan menjadi janda yg tak punya kelebihan selain tubuhnya.


"Aku benar-benar salah langkah." gumamnya dalam hati.


Belum lagi si tua bangka Thompson sebelum meninggalkannya selalu bersamanya dan memuaskan harsatnya selagi bisa. Dan peran Maria di hidup Thompson tak lebih dari sekedar pemuas nafsu. Dan setelah puas, dirinya akan dibuang begitu saja.


.


.


Sementara Arne masih emosi jika mengingat Maria. Sedang hamil saja bisa segila itu apalagi dirinya tidak hamil dan lajang, bisa-bisa Anderson dijebak dengannya.


Memikirkannya saja membuat Arne kesal setengah mati. Tapi dirinya harus menahan diri jika melawan wanita hamil itu. Salah sedikit dia bisa playing victim karena kondisinya. Jika dulu Aini maka sekarang Maria, sungguh membuatnya harus ekstra sabar dan pintar bermain kata-kata.


"Kau masih kesal?" tanya Anderson.

__ADS_1


"Iya.." ucap Arne.


"Kan sudah kubilang, dia bukan masalah yg harus kau khawatirkan." ucap Anderson.


"Awas kau jika macam-macam." ucap Arne.


"Iya aku tahu." ucap Anderson.


"Aku masih tak tenang, dia sepertinya perayu ulung." ucap Arne.


"Lalu aku harus bagaimana? Aku jelas takkan menanggapinya." ucap Anderson.


"Kabari aku jika kau bertemu atau dia yg menghubungimu." ucap Arne.


"Oke.. " ucap Anderson.


Anderson pun melihat sikap posesif Arne dan ketajaman penilaian Arne. Dan memang benar Maria adalah perayu ulung, hal itu baru Anderson sadari saat ini.


.


.


Esok harinya, Maria pun datang ke rumah sakit tempat mereka bekerja untuk memeriksakan kandungannya.


"Dimana Anderson? Dia itu keluargaku." ucap Maria.


"Maaf nyonya tapi prof Anderson bukan spesialis kandungan." ucap staf bagian informasi.


Selesai konsultasi, Maria pun keluar dari ruangan. Menurut dokter kandungan sebentar lagi dirinya akan melahirkan. Dan itu hanya tinggal menghitung hari. Maria pun antara senang dan sedih karena nantinya akan langsung berpisah dengan anaknya.


Ditengah kegundahan hatinya Maria pun berpapasan dengan Anderson dan Arne beserta dokter residen lainnya.


"Anderson, kau disini rupanya aku mencarimu." ucap Maria.


"Ibu Maria, ada apa?" tanya Anderson dengan menekan kata ibu.


"Aku habis konsultasi.." ucap Maria.


"Kuharap adikku baik-baik saja." ucap Anderson yg lagi-lagi memberi penekanan kalau hubungan mereka adalah ibu tiri dan anak tiri.


"Oh kau juga disini Arne." ucap Maria.


"Ya, aku sedang bekerja seperti prof Anderson putra tiri anda." ucap Arne yg menjelaskan semuanya.


"Baiklah, aku permisi." ucap Maria malu.


Niat hati ingin mencari perhatian malah menjadi pusat perhatian karena diakui sebagai ibu tiri yg sedang mengandung. Lalu saat sedang berjalan terbersitlah ide untuk mencari perhatian Anderson dengan pura-pura sakit perut.


"Aduh.. Perutku." ucapnya.

__ADS_1


Mereka pun mendekati Maria, dan Arne meminta Anderson untuk mundur.


"Nyonya, apa anda baik-baik saja?" tanya Arne..


"Anderson tolong aku.." ucap Maria.


"Nyonya apa anda bisa merespon saya?" tanya Arne.


"Anderson sakit sekali." ucap Maria.


"Ayo kita bawa dia ke UGD dan panggil dokter kandungan." ucap Arne.


"Kau benar Arne, aku yg akan memanggilnya." ucap Anderson.


"Kalian bawa saja ke UGD ya.. Aku akan segera kembali karena masih ada urusan." ucap Anderson mencari aman agar Arne tak marah padanya.


"Baik prof."


Mereka pun membawa Maria ke UGD dan diperiksa kembali oleh dokter kandungan. Maria pun dinyatakan baik-baik saja. Dan dirinya justru ditegur oleh dokter kandungan agar tidak berlebihan saat mengalami kontraksi palsu.


"Nyonya Maria, tolong tetap tenang jika terjadi kontraksi, karena bisa saja itu kontraksi palsu seperti saat ini." ucapnya.


"Baik dok." ucap Maria malu.


"Dan lagi, bawa suamimu jika kemari.. Karena jika anda melahirkan anda akan membutuhkannya." ucap dokter itu lagi.


"Baik dok." ucap Maria.


Maria pun pergi dari rumah sakit setelah diperiksa. Niat hati mencari perhatian justru malah mempermalukan diri sendiri. Maria pun berpapasan dengan Arne dan wanita itu nampak tersenyum.


"Arne, ayo kita bicara." ucap Maria.


"Oke." ucap Arne.


"Kenapa kau tersenyum?" tanya Maria.


"Karena aku tahu kau berpura-pura." ucap Arne.


"Aku memang hanya ingin mencari perhatian Anderson."


"Ya anda memang perayu ulung nyonya.. Tapi itu takkan mempan padanya. Maaf aku masih banyak pekerjaan." ucap Arne.


Maria pun mengepal geram, dan lagi dirinya harus segera kembali ke negaranya untuk melahirkan. Maria bahkan tak bisa bertemu lagi dengan Anderson karena Thompson sudah mengajaknya kembali.


Sementara itu, Anderson pun menghubungi ibu tirinya, Irina. Anderson membahas soal Maria yg akan mengganggu hubungannya dengan Arne. Irina juga kesal terhadap wanita itu dan Anderson berjanji akan memberinya banyak informasi menarik soal Thompson suaminya. Dengan banyak penawaran, Irina pun bersedia membantu Anderson agar Maria tetap di negara tersebut.


Irinya pun akan mengunci Maria agar wanita itu tak bisa macam-macam. Terlebih Irina benci pada wanita penggoda sepertinya. Irina akan menyerahkan anak Maria padanya dan meminta Maria merawatnya serta memberinya tempat tinggal. Irina juga akan mengawasi pergerakannya agar Maria tak berani macam-macam. Dan setelah itu, Irina akan bisa mengontrol Thompson setelah mendapatkan info dari Anderson.


Begitulah, Anderson memanfaatkan Irina ibu tirinya untuk memisahkan Maria darinya. Dan Anderson memberi banyak penawaran pada Irina terutama agar Thompson menurut padanya.

__ADS_1


Dan sudah dipastikan Arne takkan mencurigainya lagi. Masalah besar pun bisa dihindari berkat Irina. Anderson pun menceritakannya pada Arne solusinya menjauhkan Maria darinya.


__ADS_2