
Arne pun berhasil melewati masa sulit sekali lagi bersama orang-orang terdekatnya. Dan siapa yg menduga kalau Kenzi dan Nino mempunyai niat terselubung untuk memasuki rumah sakit ini. Tapi meski begitu, tujuan utama mereka menghukum Rafli tercapai. Semua berkat kerjasama semua korban dan juga bukti yg mereka miliki.
Dan ditambah lagi kejadian yg menimpa Arne membuat situasinya menjadi tepat untuk memenjarakan Rafli. Semua orang di rumah sakit pun kini tengah membicarakannya dan kesal dengannya.
Sementara para korban sedikit merasa lega setelah tahu pelaku berhasil diamankan dan dipenjara. Hidup mereka pun kini sudah bebas dari ancaman, meski label korban pelecehan terus menghantui mereka.
Hal itu juga terjadi pada Arne, beberapa staf membicarakannya dibelakang. Tapi Arne cukup kuat untuk menerima takdir menyebalkan ini. Dan juga dukungan dari orang terdekatnya membuatnya lebih kuat lagi untuk kembali bekerja.
Meski begitu, Jakson sebenarnya sedikit tak terima pada keputusan Arne yg kembali bekerja di rumah sakit itu. Jakson ingin agar cucunya bekerja di rumah sakit lain, bahkan jika perlu kakek tua itu bisa membuat sebuah rumah sakit untuk tempat cucunya bekerja. Tapi Arne menolak dan memilih kembali ke tempat tersebut, ditambah lagi kini sudah tak ada Rafli disana.
Dan Jakson sudah memperingati Arne kalau mungkin akan ada orang yg membicarakannya di belakang setelah kejadian ini. Bahkan mungkin akan muncul gosip aneh setelah ini. Tapi Arne tetap pada pendiriannya dan tak berubah sedikitpun hingga Jakson tak bisa berbuat apa-apa.
Kenzi dan Nino pun tetap menemani Arne, ditambah lagi dukungan dari rekan mereka yg menaruh simpati pada Arne. Sebagai sesama wanita kebanyakan mereka mendukung Arne dan memintanya untuk tetap kuat, karena semua kabar miring akan cepat berlalu.
.
.
Disisi lain, Richard baru mendengar kabar tentang Arne dari Jakson. Dan tentunya sebagai seorang ayah dirinya tak terima Arne mendapatkan perlakuan buruk di tempatnya bekerja. Meski pelaku sudah ditahan, tapi Richard tetap tak mau Arne bekerja di rumah sakit tersebut.
Richard pun sampai mendatangi Arne di rumah sakit. Dan Arne menatapnya dengan tatapan sebal pada ayah kandungnya sendiri.
"Ada apa pa? tak mungkin kan papa sampai kemari tanpa ada keperluan?" tanya Arne.
"Arne apa kau sudah gila? bagaimana kau setelah mengalami kejadian itu kau masih tetap bekerja disini?" tanya Richard kesal.
"Aku baik-baik saja, pelaku sudah ditahan.. apa yg perlu aku takutkan?" balas Arne.
"Kau.. bisa tidak dengarkan aku? aku begitu mengkhawatirkanmu.." ucap Richard.
"Oh khawatir ya.. tapi aku baik-baik saja." ucap Arne.
"Arne, bisakah kau sedikit mendengarkanku?"ucap Richard kesal.
"Bisakah papa sedikit mengerti diriku? tidak kan.. " ucap Arne.
"Apa yg tak bisa aku mengerti?? coba katakan.." tanya Richard.
"Kenapa papa meninggalkan mama dan mengusir kami..? kenapa papa tega melakukan ini pada mama? kenapa papa lebih menyayangi Aini dari pada aku? kenapa pa? papa bisa menjawabnya?" tanya Arne emosi.
"Arne.. semua terjadi begitu saja.." ucap Richard memegang kedua bahu putrinya.
"Itu juga terjadi begitu saja di hidupku.. aku hanya menjalaninya, dan aku menyukai pekerjaanku disini, aku punya banyak teman baik, dan senior yg selalu mengajarkanku hal baru." ucap Arne menangis.
"Arne ini demi kebaikanmu.." ucap Richard.
__ADS_1
"Tidak, aku akan menjalaninya dan menghadapi semua rintangan di hidupku.. bahkan jika rintangan itu papa sekalipun." ucap Arne.
"Arne.. kau itu pintar kau bisa diterima bekerja dimanapun." ucap Richard.
"Hentikan omong kosong ini.. dan berhenti pura-pura peduli padaku.. bahkan saat ban mobilku kempes saja papa meninggalkanku di depan resto malam itu." ucap Arne.
"Arne.. maafkan papa, saat itu Martha ingin pulang karena lelah." ucap Richard.
"Kalau begitu, biarkan aku memilih jalan hidupku pa.. aku muak dengan sikap papa yg seperti ini.. saat dibutuhkan tak ada tapi saat aku bisa menyelesaikan segalanya papa muncul dan serasa menguasai hidupku." ucap Arne menangis.
"Arne maaf.." ucap Richard.
"Pergilah, aku masih ada banyak pekerjaan." ucap Arne lalu meninggalkannya.
Dan Richard terdiam mendengar kata-kata Arne yg mengatakan kalau dirinya tak pernaha ada saat dibutuhkan. Dan seketika Richard pun memutar waktu mundur, dirinya ingat bahkan Richard mulai mengabaikan Arne setelah menikahi Martha dan lebih memilih Aini dengan alasan Aini tak pernah merasakan kasih sayangnya.
Lalu Richard pun pergi dari rumah sakit tersebut. Dirinya pun memilih pulang ke rumahnya karena lelah dengan semua yg terjadi padanya dan kedua putrinya. Belum lagi istri barunya Martha yg kadang berlebihan dan norak dalam melakukan sesuatu.
Richard pun masuk ke dalam kamarnya dan disana sudah ada Martha.
"Ada apa sayang? kau terlihat sangat lelah." ucap Martha.
"Ya.. aku baru mendengar kabar kalau Arne mendapat perlakuan buruk oleh atasannya." ucap Richard.
"Iya tapi hampir terjadi tepatnya dan ada teman-temannya segera membantunya." ucap Richard.
"Sayang, kau itu jangan bodoh.. semua terjadi karena ada sebabnya, siapa yg tahu kalau Arne memakai pakaian ketat atau terbuka saat bekerja." ucap Martha.
"Arne bukan tipikal wanita yg tak tahu aturan, dia tahu harus apa dan bagaimana di setiap situasi." ucap Richard.
"Itu Arne yg dulu saat masih polos, kalau sekarang kan dia sudah dewasa.. dan tak tinggal denganmu lagi." ucap Martha memanas-manasi.
"Sudahlah, aku lelah ingin istirahat saja." ucap Richard justru malah tak menghiraukannya.
Lalu Richard pun jadi mengingat-ingat seperti apa pakaian Arne saat bekerja. Dan seingatnya Arne selalu memakai pakaian yg sopan. Bahkan kadang memakai pakaian serba hijau seperti pakaian operasi.
.
.
Dan Martha mendengar kabar buruk yg menimpa Arne, dirinya sangat bahagia. Walau sayang itu hanya hampir terjadi, padahal kalau hal itu benar terjadi akan jadi berita yg heboh. Dan lagi Martha jadi punya kesempatan menjatuhkan Arne.
Martha pun menghubungi Aini dan menceritakan hal tersebut. Ibu dan anak itupun nampak bahagia sekali menceritakan hal buruk yg menimpa pada Arne. Dan jika semuanya berjalan dengan baik, Aini akan mengadakan pesta gender bayinya sebentar lagi.
Di pesta tersebut, Aini dapat dengan mudah mempermalukan Arne. Dan Aini sudah mendapatkan ide untuk menjatuhkan Arne di hadapan banyak orang.
__ADS_1
Hingga akhirnya sebuah undangan pun sampai ke tangan Arne. Undangan untuk mengetahui gender bayi Aini, dan membuat Arne begitu malas dengan segala drama yg akan terjadi nanti disana.
"Apa-apaan wanita ini mengundangku." ucap Arne.
"Memangnya siapa?" tanya Kenzi.
Kenzi pun melihat undangannya dan tersenyum. Kenzi paham tujuan si Aini mengundang Arne.
"Arne dia hanya ingin mempermalukanmu.. lagipula kalian tak begitu dekat, harusnya dia tak mengundangmu." ucap Kenzi.
"Aku tahu, dia pasti sudah mendengar soal kabar kemarin.. ya dia pasti akan menggunakannya untuk menghinaku." ucap Arne.
.
.
Pada saat acara gender bayi Aini, Arne pun datang sendirian karena kakeknya akan datang sedikit terlambat. Arne dengan berani langsung menghampiri Aini dan memberikannya hadiah kecil.
"Selamat Aini, semoga bayimu sehat." ucap Arne.
"Terimakasih.. walau aku tak yakin dengan hadiahmu." ucap Aini.
"Apa yg kau pikirkan.?? ayolah jangan berlebihan begitu.. aku juga membelinya di toko perlengkapan bayi." ucap Arne.
"Ya ya.. ngomong-ngomong kau terlihat baik-baik saja ya setelah mengalami pelecehan..?" ucap Aini dengan nada tinggi bermaksud mempermalukan Arne.
"Habisnya, aku tak mendapatkan pelecehan itu dan melawannya dengan sekuat tenaga.. oh iya aku bahkan membawa alat perlindungan dirinya." ucap Arne menunjukkan alat kejutnya.
"Mundur.. kau mau apa?" tanya Aini takut.
"Ya ampun Aini, mana mungkin aku menyerangmu karena ini hanyalah mainan anak-anak.." ucap Arne menunjukkan kalau itu memang mainan.
"Dan ngomong-ngomong usia kandunganmu sudah berapa minggu?" tanya Arne.
"Sudah 32 minggu.." ucap Aini.
"Rasanya kalian belum ada 8 bulan menikah." balas Arne tak mau kalah.
Seketika orang-orang sekitar pun menatap Aini setelah mendengar ucapan Arne.
"Diam kau..! kau itu dokter harusnya tahu soal kehamilan." ucap Aini.
"Ya..ya.. aku kan hanya bertanya.. kalau begitu aku akan mencari tempat duduk." ucap Arne meninggalkan Aini.
Aini pun mengepal geram karena Arne berhasil membalas ucapannya dengan telak.
__ADS_1