
Anderson bersama asisten sementaranya pun mengunjungi beberapa tempat dalam beberapa hari demi mendapatkan apa yg mereka butuhkan. Beberapa kerja sama pun mereka jalin demi keuntungan bersama. Dan Anderson lega semuanya berjalan dengan baik.
Kini ia tinggal kembali ke pabrik, namun yg membuat ia malas adalah Angel masih berada di tempat tersebut. Jika bukan tentang pekerjaan, pasti Anderson akan meminta orang untuk mewakilinya. Tapi ini adalah pekerjaan penting yg tak bisa diwakilkan atau ditunda. Apalagi ini menyangkut perusahaan yg ia rintis dari nol.
Setelah semuanya usai, Anderson pun kembali ke negara tersebut dan menyampaikan beberapa hasil tinjauannya. Dan Anderson langsung menyiapkan tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia. Rencananya dirinya hanya akan mengikuti rapat dan menyampaikan hasil tinjauannya pada tim, lalu langsung pulang.
Anderson pun tiba di negara tersebut dan tinggal dirumah singgahnya untuk merapikan semua barangnya. Beberapa orang pun menyampaikan pesan dari Angel untuk menghubunginya jika kembali, tapi Anderson menghiraukannya.
Esok harinya, Anderson pun mengadakan rapat terakhir dan memberitahu hasil tinjauannya pada semua orang. Dan asisten yg ia bawa sudah membuat semua daftar dan berkasnya untuk dilihat oleh yg lain.
Setelah menyampaikan beberapa hal dan mendapat respon yg bagus, Anderson pun langsung menutup rapatnya dan bersiap ke bandara. Semua orang pun puas padanya, dan sangat menghormatinya.
Saat rapat berakhir, Angel pun tiba dengan tergesa-gesa dan bertemu dengan Anderson di luar pabrik.
"Anderson tunggu." ucap Angel.
"Ada apa? Sampai kau berlari begini." tanya Anderson.
"Ayo kita bicara.." ucap Angel.
"Silahkan."
"Tidak disini, bagaimana kalau di resto dan kita bisa bicara santai." ucap Angel.
"Santai? Aku tak punya waktu jika begitu, aku sudah punya jadwal penerbangan siang ini.. Jadi sampai jumpa, kirimkan saja emailnya jika memang banyak yg dilaporkan." ucap Anderson.
"Tak bisakah kau mendengarkanku?" tanyanya.
"Jika ingin bicara katakan sekarang, kuberi waktu 5 menit." ucap Anderson tegas.
"Baiklah.. aku menyukaimu, bisakah kau menemaniku makan malam atau kencan. Aku tak masalah jika jadi yg kedua." ucap Angel.
"Omong kosong macam apa itu?" tanya Anderson.
"Itu fakta dan aku tak keberatan." ucap Angel.
"Tapi aku keberatan dan tak mau menerimamu.. Jadi buang saja perasaanmu karena kau tahu kan alasannya?" tanya Anderson dingin.
"Kenapa kau menolakku?? Apa kurangnya aku dari istrimu??"
__ADS_1
"Berhenti membandingkan diri, kau adalah kau dan istriku adalah istriku. Dan aku hanya mencintai istriku seorang. Sampai jumpa." ucap Anderson.
Anderson pun berjalan meninggalkan Angel, tapi wanita itu mengejarnya bahkan memeluknya dari belakang.
"Tolong.. Biarkan aku memelukmu.." ucap Angel.
"Ck.. Lepas.." ucap Anderson dengan kasar mendorong Angel.
"Akhh.. Sakit.. " ucap Angel.
"Apapun rencanamu, berhenti menggangguku.. Aku tak tertarik padamu." ucap Anderson.
"Aku bisa kapan saja membatalkan kontrak kita." ucap Angel.
"Jadi kau beralih menjadi pecundang yg membawa masalah pribadi kedalam pekerjaan?? " balas Anderson.
"Jika itu bisa membuatmu bersamaku akan aku lakukan." ucap Angel.
"Aku tak masalah.. lakukan saja sebisamu." ucap Anderson.
"Ck.. Kau lihat saja nanti." ucap Angel.
Tanpa pikir panjang, Anderson langsung membawa semua barangnya ke bandara dan langsung terbang ke Indonesia siang itu juga. Tak perduli akan apa yg dilakukan Angel, jika harus memohon lebih baik dirinya berlutut pada kakeknya daripada menyakiti wanita yg ia cintai.
Anderson pun sudah berusaha membangun tembok besar untuk menghalangi Angel masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Dan Anderson sudah tak peduli akan kontrak kerjasama mereka, apalagi jika Angel yg membatalkannya , pastilah akan dikenakan sanksi sesuai surat perjanjian mereka.
.....
Sementara Angel pun tampak kesal, apalagi sudah dipermalukan oleh Anderson. Beberapa orang disana juga melihatnya dan merasa aneh melihat Angel begitu berusaha mendapatkan Anderson padahal sudah jelas atasan mereka sudah menikah.
"Apa kalian lihat-lihat.. Kembali bekerja..!" teriaknya.
Semua orang pun semakin merasa aneh dengan sikap Angel. Dirinya yg membuat perhatian sendiri, tapi tak terima saat orang memerhatikannya. Terlebih lagi Angel berani memeluk Anderson di hadapan umum. Dan Anderson tanpa ragu melepaskannya sampai mendorongnya hingga jatuh.
Beberapa orang pun mulai tak menyukai Angel. Selain sombong, wanita itu juga sok paling berkuasa melebihi atasan mereka.
Dan Angel pun kembali ke hotelnya dengan penuh kekecewaan. Tapi ada satu hal yg ia dapatkan hari ini, dimana seseorang ia sewa untuk memfotonya saat bicara dan memeluk Anderson.
Angel pun tersenyum menyeringai, dan menanti kehancuran rumah tangga Anderson. Dirinya hanya tinggal mengirim foto itu saja pada istrinya. Lalu pertengkaran pun akan terjadi. Ditambah lagi Angel akan membuat perusahaan Anderson kacau jika dirinya membatalkan kontrak.
__ADS_1
....
Sementara Anderson, dirinya berada di pesawat selama berjam-jam hingga akhirnya tiba di Indonesia. Tentu saja kepulangannya masih dirahasiakan untuk memberi istrinya kejutan. Anderson pun meminta bantuan Sammy untuk bertanya jadwal Arne. Hingga Samny mengirimkannya jadwal putrinya.
Arne pun akan pulang pada sore hari. Hingga Anderson bisa ke kantornya sebentar untuk membuat laporan. Eddy pun terkejut tuannya pulang lebih awal tanpa memberitahunya.
"Tuan.. Kenapa anda tak mengabari kalau pulang cepat?" tanyanya.
"Ada gangguan dari Angel, kali ini wanita itu terang-terangan menyatakan perasaannya padaku." ucap Anderson.
"Keberaniannya sudah kelewat batas.. " ucap Eddy.
"Untuk itulah aku segera kembali.. Kau rapikan laporanku." perintah Anderson.
"B-baik tuan." ucap Eddy.
"Aku mau membuat kejutan spesial untuk istriku." ucap Anderson tersenyum.
"Oh, aku mengerti tuan." ucap Eddy.
"Jadi kau kerjakan semua laporan ini ya.. Aku mau menyiapkan kencan romantis." ucap Anderson.
"Baik tuan, semoga berjalan lancar." ucap Eddy.
"Oke.. Kupercayakan sisanya padamu, jangan lembur terlalu malam, pastikan saja selesai dengan benar." ucap Anderson.
"Baiklah tuan." ucap Eddy.
Anderson pun pergi menyiapkan kencan romantisnya di sebuah hotel bintang 5. Lalu dirinya juga menyewa kamar hotel yg mewah untuk menghabiskan malam bersama istrinya. Belum lagi hadiah yg harus diberikan pada istrinya karena satu minggu meninggalkannya, mengingat tak ada waktu baginya untuk mencari hadiah saat kemarin pergi.
Waktu pun berjalan dengan cepat, dan Anderson menjemput istrinya di depan rumah sakit. Arne pun terkejut melihatnya datang tanpa mengabari. Mereka pun berpelukan di depan rumah sakit tanpa peduli menjadi pusat perhatian.
"Kejutan.." ucap Anderson.
"Terimakasih, sudah datang lebih awal." ucap Arne.
"Sekarang kita pulang dan akan makan di resto saja kau tak perlu memasak." ucap Anderson.
"Baiklah." ucap Arne.
__ADS_1
Mereka pun pulang ke apartemen, agar Arne bisa mandi dan berganti pakaian. Lalu mereka berdua menuju ke hotel bintang lima tersebut dimana Anderson sudah mengatur kencan makan malam yg romantis.