Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.42 Circle


__ADS_3

Sepulang dari acara Aini, Lisa dan teman-temannya berkumpul di sebuah cafe dan membicarakan tentang Aini. Mereka merasa terkejut dengan pernikahan antara Aini dan Boy, sementara Boy belum lama memutuskan hubungan dengan Arne.


"Entah kenapa firasatku tak enak soal mereka bertiga." ucap Lisa.


"Kau benar.. Aini kan sahabat Arne.. dan mereka tak terpisahkan.."


"Tapi 3 bulan setelah mereka putus, Boy menikahi Aini.. bukankah itu mencurigakan.?"


"Kurasa bukan hanya aku yg berpikir demikian." ucap Lisa.


"Aku juga.."


"Aku juga.."


"Dan dulu Aini selalu berkata kalau Arne itu ansos.. padahal dia baik-baik saja dan masih mengingatku." ucap Lisa.


"Iya.. dia juga mengingat kita semua kan??"


"Benar.."


"Sepertinya Aini membuat kita menjadi circle pertemanan yg buruk pada Arne.." ucap Lisa.


"Setiap kali kita mengajaknya main, yg beralasan selalu Aini kalian ingat kan??"


"Benar, Aini bilang katanya Arne dilarang pergi setelah pulang sekolah.. tapi kadang aku melihat mereka jalan bersama ke toko buku atau mall."


"Lalu.. kau ingat kan saat club mendaki kita pergi ke gunug Xx.. Arne sempat terjatuh karena mengikuti Aini berfoto di tempat berbahaya.." ucap salah seorang.


"Ya.. semuanya sangat aneh menurutku.." ucap Lisa.


"Dan yg paling aneh, 6 bulan lalu Aini menikah kenapa kandungannya sudah 32 minggu..?"


"32 minggu artinya 8 bulan kan??"


"Wah, Boy nyolong start.."


"Siapa yg menduga Aini yg terlihat polos bisa senakal ini.." ucap Lisa.


"Sepertinya mulai sekarang kita harus berhati-hati setiap kali Aini membagikan informasi.."


"Haruskah kita menjauhi Aini.?"


"Jangan, nanti kita dibilang jahat.. sementara abaikan saja atau balas pesannya sekedarnya."


"Benar, itu paling tepat.. karena kita tak pernah tahu kata-katanya benar atau tidak.. " ucap Lisa.


"Hari ini kita hampir menyakiti hati Arne.. untunh dia memaafkan kita."


"Benar.. harusnya kita yg mendekati Arne bukan menunggu jawaban Aini.."


"Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur.. circle pertemanan kita hampir rusak citranya gara-gara Aini." ucap Lisa.


Begitulah perbincangan teman-teman Aini dan Arne. Mereka baru menyadari kalau Aini banyak berbohong soal Arne. Dan ingin agar Arne terlihat buruk di mata mereka. Hari ini semua drama yg dibuat oleh Aini perlahan terbongkar. Lisa beserta yg lainnya mulai merasa curiga dan hilang kepercayaannya pada Aini.

__ADS_1


Mereka bahkan tak percaya kalau Aini tega menikah dengan Boy yg merupakan mantan kekasih Arne, sahabatnya sendiri. Apalagi pernikahan mereka berlangsung 3 bulan setelah Boy dan Arne putus. Mereka pun merasa sedikit kesal pada Aini, jika memang benar kecurigaan mereka terbukti. Belum lagi kehamilan Aini yg terasa sangat cepat dan rak wajar.


.


.


Sementara itu, Arne tengah bersama kakeknya ke sebuah resto. Mereka nampaknya ingin makan bersama dan menghabiskan waktu bersama karena jarang sekali bertemu.


"Arne, bagaimana kondisi rumah sakit?" tanya Jakson.


"Semuanya baik-baik saja kek.." balas Arne.


"Baguslah, tak ada yg mencurigakan kan?" tanya Jakson.


"Tidak, semuanya kembali normal." balas Arne.


"Arne maukah kau mendengarkan ucapan kakek?" tanya Jakson.


"Tentu saja, asal jangan minta aku untuk resign." ucap Arne.


"Haha.. bukan itu, kakek percaya padamu." ucap Jakson.


"Jadi apa itu kek?" tanya Arne.


"Kau akan jadi pewaris utamaku.. bukan Richard." ucap Jakson.


"Tapi, aku kan seorang dokter.. " ucap Arne.


"Yah itu tak masalah, kau hanya harus hadir dalam beberapa rapat penting.. dan itu terjadi setelah aku mati.. jadi.." ucap Jakson lalu Arne menyela ucapannya.


"Iya.. tentu saja, mana ada manusia yg mau mati." balas Jakson.


"Jaga kesehatan, hati-hati dalam makanan, minuman, kebiasaan dan sebagainya. " ucap Arne.


"Nampaknya, kau lebih cerewet dari dokter pribadiku." ucap Jakson.


"Ya.. dan akan semakin cerewet jika kakek sakit." ucap Arne.


"Itu baru cucuku.. ingat Arne, kaulah pewaris semua milikku, bukan Richard apalagi Aini.. ingat kau tak boleh lengah mereka ingin mengambil semua milikku." ucap Jakson.


"Kenapa kakek tak mau membaginya pada mereka juga?? kan aku yg repot." balas Arne.


"Berapapun takkan cukup bagi mereka, mereka itu serakah.. jadi kakek hanya memberi ayahmu saham 30% saat ini." ucap Jakson.


"Baiklah.. tapi jangan buru-buru pensiun aku masih sibuk saat ini." ucap Arne.


"Kau tenang saja, kakek tua ini masih sanggup menangani semuanya." ucap Jakson.


Begitulah, Jakson menyampaikan sedikit wasiatnya pada Arne agar tetap waspada dan tak memercayai siapapun jika dirinya meninggal, kecuali pengacaranya dan juga Anderson.


Walaupun Arne merasa aneh karena kakeknya sangat mempercayai pria dingin itu. Tapi Anderson cukup bisa diandalkan serta tak punya niatan jahat, untuk itu Arne memercayai pria dingin tersebut.


.

__ADS_1


.


Hari pun terus berlalu, dan Arne kembali bekerja seperti biasanya. Semua gosip buruk tentangnya pun menguap begitu saja karena tak ada yg menunjukkan bukti pelecehan tersebut. Sesuai prediksi Arne, semuanya kembali dengan normal.


Dan ada sebuah pemandangan mengejutkan dimana profesor Samuel ditunjuk sebagai direktur baru di rumah sakit tersebut. Dari segi usia dan pengalaman sudah cukup menunjukkan keterampilan serta kemapanannya dalam memimpin.


Lalu Tony, yg saat ini mendeklarasikan info tentang dirinya yg merupakan pemilik rumah sakit ini. Juga Tony sering sekali berkunjung ke rumah sakit demi memantau kondisi rumah sakit tersebut.


Arne pun menjadi lebih leluasa karena Sammy jadi direkturnya. Kini Arne tak perlu takut lagi saat memasuki ruangan direktur jika menyerahkan laporan.


Sementara Kenzi dan Nino, keduanya sudah hidup dengan normal tanpa adanya balas dendam. Mereka berdua pun meminta maaf pada Arne karena merahasiakan segalanya darinya. Semua karena mereka tak ingin Arne terlibat dalam kesalahan yg mereka lakukan.


Kini Arne pun punya circle pertemanan yg baik. Semua yg dekat dengannya di rumah sakit tersebut, selain Kenzi dan Nino menjadi circle pertemanannya. Sampai semua senior dan profesor pun mengingat Arne dan Arne banyak belajar dari mereka. Kegigihannya membuat Arne banyak dikenal oleh para profesor di rumah sakit tersebut.


.


Saat sedang istirahat kadang Arne bersama teman-temannya pun pergi ke sebuah kafeshop atau semacamnya yg berada di sebrang rumah sakit. Saat itu Arne dan teman-temannya sedang makan roti lapis dan bertemu dengan Lisa juga beberapa teman lamanya.


Tentu saja Lisa melihat Arne yg tampak begitu berbeda. Arne terlihat bahagia sekali dan punya banyak teman tak seperti dulu. Lisa juga melihat teman-teman Arne nampaknya juga sesama dokter.


"Arne.." sapa Lisa.


"Oh, hai Lisa.." balas Arne.


"Wah, kau tampak berbeda sekarang.." ucap Lisa.


"Tidak kok.. kau berlebihan." ucap Arne.


"Baiklah, kami juga mau makan disana.. sampai jumpa." ucap Lisa.


"Iya.." balas Arne.


Dan Lisa menilai lagi dari pertemuan keduanya dengan Arne, nampak Arne sangat ramah. Dan juga teman-temannya begitu menghormati Lisa dan yg lainnya. Mereka juga ikut tersenyum ramah pada Lisa. Hal itu bertolak belakang dengan ucapan Aini.


Lisa dan beberapa temannya pun menyadari kalau selama ini Aini sudah menipu mereka dan membuat Arne tampak buruk. Hingga Lisa jadi malas menanggapi Aini.


"Lisa.. lihat grup chat, si Aini mau ajak kita kumpul."


"Mau apa dia? kalian sudah balas chatnya.?" tanya Lisa.


"Katanya mau curhat, soal rumah tangganya." ucap salah seorang.


"Cih.. masa curhat sama kita yg belum menikah.. " balas Lisa.


"Aku juga malas sih, dia bilang Boy mulai menyebalkan."


"Yasudah kita coba temui saja, kita dengarkan dia mau cerita apa." balas Lisa.


"Mau disini?"


"Jangan, yg ada dia akan mengarang cerita tentang Arne.." ucap Lisa.


"Di tempat biasa aja ya.."

__ADS_1


"Iya.. 2 jam lagi.." balas Lisa.


Begitulah nampaknya Aini mulai mengalami masalah dalam rumah tangganya. Baik Lisa maupun teman-temannya sudah mulai tidak memercayainya lagi.


__ADS_2