
Anderson pun pergi ke dekat penjual es krim. Disana ada banyak orang tua dan anaknya mengantri untuk membelinya. Lalu Anderson memanfaatkan momen itu untuk menghubungi Eddy.
"Eddy.. Kau dengar aku?" ucap Anderson di telepon.
"Ya tuan, apa anda sudah merindukanku?" tanyanya sambil tersenyum.
"Edd.. Ini bukan saatnya bercanda, kau harus membantuku." ucap Anderson.
"Ada masalah apalagi tuan?"
"Angel menyusul kami ke negara ini, dan kau perintahkan beberapa orang lagi untuk menjaga istriku." ucap Anderson.
"Oke tuan, aku akan meminta bantuan perusahaan pengawal di negara tempat tuan berada." ucap Eddy.
"Lakukan dengan cepat, lalu suruh mereka menghubungiku.. Angel sudah semakin gila." ucap Anderson.
"Baik tuan." ucap Eddy paham instruksi tuannya.
Eddy pun lantas menghubungi perusahaan pengawal pribadi di negara tersebut untuk mendapatkan jasanya mengawal istri atasannya. Ditambah lagi informasi tambahan dari tuannya kalau kemungkinan ada mata-mata yg mengikuti tuannya dan istrinya berlibur sampai tahu lokasi terkini mereka.
Tentunya dengan uang semuanya menjadi mudah dan cepat. Anderson langsung mendapatkan respon dari perusahaan tersebut dan bertemu dengan mereka siang ini.
Anderson pun mengulur sedikit waktu agar istrinya tak tahu soal hal ini. Dirinya pun kembali membeli es krim dan membawanya untuk istrinya.
"Sayang.." ucap Anderson.
"Terimakasih sayang." ucap Arne menerima es krim tersebut.
"Kelihatannya segar sekali.." ucap Arne.
"Ya.. Habiskan saja sambil kita menikmati tempat ini." ucap Anderson.
"Iya.." ucap Arne lalu menceritakan soal Angel yg menghampirinya.
Arne juga bilang kalau Angel masih belum menyerah dan menakut-nakuti dirinya. Tapi ada kejadian lucu dimana pakaian Angel terkena bekas permen karet yg menempel di bangku taman tersebut. Tentunya wanita itu sangat kesal dan merasa jijik melihat bekas permen karet tersebut.
"Benarkah??" tanya Anderson senang.
"Iya, saat ini dia pasti di toilet atau kembali ke hotelnya." ucap Arne.
"Bagus.." ucap Anderson.
"Sayang aku mulai lelah, sepertinya kita pulang ke hotel saja." ucap Arne.
__ADS_1
"Kau sakit?" tanya Anderson.
"Hanya lelah saja." ucap Arne.
"Baiklah, istirahatlah karena besok kita akan pulang." ucap Anderson.
Mereka pun pulang ke hotel dan Arne beristirahat. Lalu Anderson meminta ijin keluar sebentar membeli kue untuk istrinya yg ingin makan kue. Sekalian dirinya juga menemui pengawal tersebut yg bertugas menjaga istrinya dan mencari mata-mata yg mengawasi istrinya.
"Siap tuan, kami mengerti." ucap mereka setelah melihat foto Arne.
"Bagus, kuharap kalian menangkap orang-orang yg mengganggu liburan kami." ucap Anderson.
"Siap tuan." ucap mereka.
Lalu Anderson pergi dan mereka berjaga di sekitar hotel. Anderson pergi membeli kue untuk istrinya dan memilih beberapa macam yg menurutnya disukai oleh istrinya.
Saat baru saja Anderson keluar dari toko kue, bumi pun berguncang. Dan terjadi gempa bumi hebat. Semua orang pun keluar dari tempat tersebut dan berlarian panik. Begitu juga dengan Anderson yg panik karena istrinya berada di hotel dan sedang istrirahat. Anderson pun berusaha berlari tapi beberapa bangunan sampai ada yg runtuh.
"Oh tidak jangan sekarang.." gumamnya.
Anderson pun tak bisa bergerak karena orang-orang mulai keluar dari gedung-gedung dan memadati jalan. Mereka menuju ke tanah lapang untuk berlindung dari reruntuhan gempa. Anderson pun terbawa ke arus mereka dan tak bisa menemui istrinya.
....
Sementara itu, Arne yg haru saja dari toilet merasakan ada guncangan kecil. Dirinya pun mulai curiga dan keluar dari kamar tersebut dengan membawa beberapa barang berharganya.
"Nyonya Arne.." ucapnya.
"Siapa kau?" tanya Arne panik.
"Aku pengawal yg ditugaskan menjaga anda, ayo kita segera keluar.." ucapnya.
"Oh.." ucap Arne tak ada pilihan.
"Lewat sini nyonya." ucap pengawal itu lagi membawa Arne keluar dengan selamat.
Dan tak lama terdengar gemuruh reruntuhan gedung dari berbagai tempat. Arne pun panik karena suaminya tak tahu ada dimana. Dirinya pun menitihkan air mata karena takut kehilangan suaminya.
"Apa kalian tahu dimana suamiku?" tanya Arne saat kedua pengawal tersebut bertemu.
"Tuan Anderson bilang dia akan membeli kue dulu." ucap salah seorang.
"Ini semua salahku, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya.." ucap Arne frustasi dan menangis.
__ADS_1
"Nyonya tenanglah, jangan panik sampai kita menemukan tuan."
"Kau benar, tapi air mataku tak mau berhenti." ucap Arne mengusap air matanya.
Arne pun tersadar kini setelah melihat sekitarnya. Beberapa gedung mulai runtuh dan ada banyak orang yg terluka. Dirinya pun melihat sebuah kiamat kecil di tempat yg indah ini. Dan untungnya populasi penduduknya tidak padat, jadi korbannya bisa cepat dievakuasi.
"Apa-apaan ini?" ucap Arne saat melihat sekitar.
"Ini bencana alam yg jarang terjadi nona, biasanya gempa hanya terjadi di perbatasan dan skalanya tergolong kecil."
"Bagaimana kita menemukan suamiku.?" ucap Arne menutup mulutnya melihat beberapa orang juga panik.
"Nona, kita harus tenang.. Biasanya akan ada evakuasi dan kita bisa melaporkan orang hilang agar mudah ditemukan."
"Benar begitu..? Syukurlah." ucap Arne.
"Iya, sebentar lagi pasti tim medis dan penanganan bencana akan datang."
Mereka pun menunggu bantuan tiba, dan tak lama benar saja ada bantuan medis dan tim penanganan bencana yg datang untuk mengevakuasi. Beberapa korban pun diperiksa dan mereka terus mencari kornan yg tertimpa reruntuhan.
Arne pun melaporkan bahwa dirinya terpisah dari suaminya dan memberikan detail Anderson agar bisa menemukannya.
"Nyonya, apa anda terluka? Jika terluka anda bisa ke tenda medis.."
"Tidak aku baik-baik saja.." ucap Arne.
Arne pun keluar dan ditemani dua orang pengawalnya. Arne juga melihat tenaga medis sedang kekurangan orang dan korban terus berdatangan tanpa henti.
"Aku tak bisa diam saja.." ucap Arne pergi ke tenda medis.
Arne pun menawarkan dirinya menjadi dokter relawan dan tak bisa membiarkan orang-orang di sekitarnya terluka sementara dirinya punya kemampuan untuk membantu. Kedua pengawalnya pun bingung melihat nyonya mereka memakai rompi medis.
"Nyonya.."
"Aku seorang dokter, aku tak bisa diam saja melihat mereka kesakitan dan tak mendapat pertolongan." ucap Arne.
"Jika kalian masih punya tenaga lebih baik bantu aku." ucap Arne.
Arne pun menjadi dokter relawan sembari menunggu kabar dari suaminya. Dan dirinya membantu mengobati banyak orang.
Hal serupa juga terjadi pada Anderson, dirinya membantu banyak orang yg terluka. Dan melaporkan terpisah dari istrinya. Anderson ingin menyusul ke area hotel tapi akses jalan tertutup karena ada bangunan yg roboh dan menutupi jalan. Karena tak ada pilihan lain, Anderson hanya mengandalkan informasi dari tim penanganan bencana.
Dirinya juga menunggu jalan dibersihkan untuk akses jalan. Anderson berharap bisa segera menemukan istrinya ditengah musibah bancana alam ini.
__ADS_1
"Arne kuharap kau baik-baik saja.. Dan semoga kedua pengawal itu menemukan serta menyelamatkan istriku." gumam Anderson dalam hati.
Mereka pun terpisah dalam musibah tersebut. Sementara Angel, dirinya terjebak di sebuah gedung karena aksesnya tertutup. Untungnya dirinya selamat dan tak tertimpa reruntuhan. Tapi dirinya terjebak cukup lama dan sendirian di tempat tersebut.