
Setelah kondisi Arne sudah lebih baik, Arne pun bercerita pada Kenzi tentang apa yg terjadi. Dan Kenzi sudah tahu semua kejahatan Rafli selama ini. Hingga Arne mengerti kenapa Kenzi sampai berani berkata demikian di ruang VIP td.
"Arne, aku sudah tahu semuanya tentang kebusukannya.. aku hanya menyimpannya saja." ucap Kenzi.
"Kenapa kau hanya menyimpannya selama ini..?" tanya Arne.
"Karena belum saatnya saja aku harus berbicara.. sebenarnya aku baru bertindak baru-baru ini.. " ucap Kenzi.
"Jangan bilang postingan itu.." ucap Arne.
"Bukan itu ulah orang lain, aku hanya sedikit menakuti pria bre***k itu." ucap Kenzi lalu membisikkan pada Arne apa yg ia lakukan.
"Kau diam-diam melakukan semua itu, kau tidak takut?" tanya Arne.
"Tidak, karena yg kulakukan adalah benar.. kau juga tadi berani sekali menyerangnya, apalagi kau sampai punya alat itu." ucap Kenzi.
"Kakekku yg memberikannya jika hal seperti ini terjadi." ucap Arne.
"Yah, itu memang alat yg berguna.. walau Rafli begitu cepat ditangkap padahal aku ingin sedikit menyiksanya." ucap Kenzi.
"Tapi apa alasanmu melakukan ini?" tanya Arne.
"Dia melakukan pelecehan lain pada sepupuku sampai masuk rumah sakit jiwa." ucap Kenzi.
"Itu.. benar-benar kelewatan." ucap Arne.
"Ya.. makanya aku bertekad melawannya dan menghancurkannya dengan masuk kesini." ucap Kenzi.
"Kuharap Rafli benar-benar ditangkap." ucap Arne.
"Kau benar, mengerikan jika sampai dia bebas.. dan lagi aku masih penasaran pada pemilik rumah sakit ini, apa yg akan ia lakukan.." ucap Kenzi.
"Kita lihat saja besok.." ucap Arne.
Lalu tiba-tiba, Jeny datang dan memeluknya.
"Arne.." ucap Jeny.
"Mama.." ucap Arne.
"Kau baik-baik saja? apa dia melakukan sesuatu yg buruk?" tanya Jeny khawatir.
"Hampir ma, tapi tidak ada yg terjadi.. aku berusaha melawan sekuat tenaga." ucap Arne.
"Baguslah.. mama senang kau baik-baik saja." ucap Jeny memeluknya.
.
__ADS_1
.
.
Sementara Rafli diamankan di suatu ruangan bersama Sammy dan petugas keamanan. Walau beberapa petugas ketakutan menghadapi Rafli.
"Lepaskan aku, kalian mau kupecat?" teriak Rafli.
"Kalian jangan takut, dia takkan mampu melakukannya." ucap Sammy.
"Benarkah profesor? jadi kami akan aman kan?"
"Benar, sebentar lagi bantuan datang.. kita hanya perlu mengamankan mereka." ucap Sammy.
"Ck.. kau itu hanya dokter baru disini.." ucap Rafli.
"Ya.. itu benar." ucap Sammy.
Tak berapa lama, Anderson datang dengan seseorang. Lalu diikuti beberapa orang dari pihak berwajib datang untuk menangkap Rafli. Mereka juga membawa surat penangkapan resmi hingga Rafli tak bisa berkutik.
Kemudian, Tony menghampiri Rafli.
"Kau benar-benar sudah merusak citra rumah sakit ini." ucap Tony.
"Apa urusanmu disini?" tanya Rafli.
"Tuan Anthony maafkan aku.. aku tidak mengenali anda.." ucap Rafli.
"Kalian cepat bawa mereka berempat..!" perintah Tony pada pihak berwajib.
"Baik tuan."
"Hei lepaskan aku.. ini semua fitnah..!" teriak Rafli dan membuat heboh sampai semua staf rumah sakit melihatnya.
Beberapa orang pun terkejut melihat atasan mereka yg dihormati ternyata berbuat sehina itu. Tapi beberapa lagi sudah tahu dan merasa senang. Karena akhirnya mereka takkan mendapat tekanan dari Rafli untuk tutup mulut.
Rafli pun terus berteriak membuat kehebohan. Berharap ada yg menolongnya, tapi sayang tak ada satupun yg menolongnya termasuk bawahan setianya. Dan Rafli terus di giring ke kantor polisi.
Arne dan Sammy pun dimintai laporannya, dan tentunya Jeny takkan membiarkan Rafli lolos begitu saja. Setelah itu, Anderson dan Tony pun muncul di hadapan Arne.
"Profesor.. dan anda tuan Tony." ucap Arne.
"Kau baik-baik saja Arne?" tanya Anderson.
"Ya.. dan hampir saja." jawab Arne.
"Arne sebagai pemilik rumah sakit ini, aku meminta maaf padamu sebesar-besarnya.. aku tak tahu apapun soal Rafli karena selama ini aku jarang menampakkan diri. Pria itu nampaknya membodohiku, dan semua ini terjadi karena kesalahanku." ucap Tony meminta maaf pada Arne.
__ADS_1
"Iya.. tapi anda pemilik rumah sakit ini?" tanya Arne terkejut.
"Benar, aku meminta maaf karena kejadian ini sampai terjadi padamu.. aku juga minta maaf nyonya Jeny, semua karena salahku putrimu hampir jadi korban." ucap Tony lalu menundukkan kepalanya pada Arne dan Jeny.
"Ya.. tak apa karena putriku baik-baik saja." balas Jeny.
"Tuan Tony, sudah cukup kami sudah memaafkannya." ucap Arne.
"Terimakasih, aku berjanji akan mengurus Rafli dengan tindakan yg tepat.. dan aku juga akan menjaga kenyamanan para staf rumah sakit ini, agar hal seperti ini tidak terulang lagi." ucap Tony.
"Iya.. kuharap kejadian ini tak pernah terjadi lagi." ucap Arne.
Setelah hal itu, Arne pun diperbolehkan pulang dan beristirahat selama beberapa hari hingga kondisinya siap untuk bekerja setelah mengalami hal yg buruk. Dan Jeny memastikan kondisi mental Arne baik-baik saja.
Jeny pun menemui Sammy untuk bicara apa yg terjadi selanjutnya dan berterimakasih
"Sammy bisa kita bicara?" tanya Jeny.
"Ya..silahkan." ucap Sammy.
"Terimakasih atas bantuanmu pada Arne, dia sangat berharga bagiku." ucap Jeny.
"Ya.. aku tahu, dan siapapun korbannya aku akan tetap datang menolongnya." ucap Sammy.
"Bagaimana bisa Arne masuk ke rumah sakit ini? haruskah aku memintanya keluar?" tanya Jeny.
"Lebih baik kau tanyakan langsung pada putrimu.. itu akan lebih baik karena disini dia punya banyak teman yg membantunya." ucap Sammy.
"Lalu masalah Rafli, apa tuan Tony benar-benar akan menindaknya? karena aku juga takkan tinggal diam." ucap Jeny.
"Tentu, karena sejak awal sudah ada informasi soal kejahatan Rafli, dan mereka sedang menyelidikinya." ucap Sammy.
"Syukurlah, tapi aku takkan tinggal diam dan juga kakek Arne pasti akan bertindak." ucap Jeny.
"Lakukan saja sesuka kalian, karena hanya ini yg busa kubantu.. lebih baik kau membawa pulang Arne." ucap Sammy.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih." ucap Jeny.
"Ya.. kuharap Arne baik-baik saja." balas Sammy.
Kemudian Arne pun pulang bersama Jeny. Arne diminta menenangkan diri sampai dirinya siap kembali bekerja. Dan kasus hukum Rafli akan terus berlanjut.
Anderson pun sudah menyiapkan bukti dan juga saksi para mantan korban dari Rafli. Lalu Tony mendatangi istri dari Rafli untuk menyampaikan kabar ini. Pastinya istrinya sangat syok dan keluarganya tak terima akan hal ini.
Tony juga menunjukkan sejumlah bukti dan para saksi. Belum lagi cerita yg baru saja terjadi pada Arne salah seorang dokter residen di rumah sakit. Tony juga akan menindak tegas Rafli atas tindakannya.
Sang istri dari Rafli pun sampai pingsan setelah mendengarnya. Keluarga istrinya pun marah pada Rafli karena membuat masalah dan mempermalukan keluarga mereka. Bahkan istrinya diminta menceraikan Rafli atas segala tindakan buruknya yg sangat memalukan.
__ADS_1