
Meski sibuk bekerja, Arne pun masih sempat bermain bersama Kenzi. Keduanya pun sudah mendapatkan ijin dari suami masing-masing. Meski Kenzi terbilang sangat bebas dan Nino cenderung tak terlalu memperdulikannya.
"Akhirnya kita bisa liburan juga." ucap Kenzi.
"Ya.. Meski hanya sebentar, tapi pasti menyenangkan." ucap Arne.
Mereka pun pergi ke Singapura selama 2 hari karena hanya memiliki waktu libur yg tak banyak. Baik Arne maupun Kenzi tak ingin menyia-nyiakan liburan keduanya. Mereka memulai dengan mencoba kuliner khas disana. Lalu setelah perut mereka kenyang, mereka siap untuk berburu beberapa barang.
"Arne, apa kau siap?" tanya Kenzi.
"Oh tentu saja.. Aku selalu siap." ucap Arne.
"Let's go.." ucap Kenzi menarik tangan Arne menuju ke beberapa toko.
Mulai dari pakaian, tas, sepatu, sampai pernak-pernik pun di cari oleh mereka. Dan tak lupa Arne membelikan baju untuk suaminya.
"Wah, kau sangat perhatian pada suamimu." ucap Kenzi.
"Tentu saja, kau belilah untuk Nino." ucap Arne.
"Aku takut tak sesuai seleranya, lebih baik tidak." ucap Kenzi.
"Ayolah, sampai kapan hubungan kalian akan diam ditempat." ucap Arne.
"Arne memang begini hubungan kami, tapi semua baik-baik saja." ucap Kenzi.
"Kenzi, kebahagiaanmu itu lebih penting.. Jika kau tak bahagia kau boleh melepaskannya dan hidup bebas. Tapi jika kau tak mencobanya kau juga takkan tahu hasilnya." ucap Arne menceramahi Kenzi.
"Baiklah, baiklah." ucap Kenzi memilih beberapa kemeja.
"Pilihan yg bagus." ucap Arne.
Kemudian mereka pun membayar, dan berkeliling lagi ke toko sepatu. Arne pun mencari sepatu kerja yg nyaman di kakinya. Dirinya dan Kenzi pun memilih-milih beberapa yg mereka suka kemudian mencobanya.
Setelah itu, mereka pergi lagi ke toko pakaian. Mereka melihat-lihat lagi toko dari merk lain yg menjual banyak dres-dres kasual. Arne pun tertarik membeli sebuah dres floral yg cantik.
"Itu sangat manis, kau pasti cocok memakainya." ucap Kenzi.
"Benarkah?" tanya Arne.
"Coba saja.." ucap Kenzi.
Kenzi pun menunggu sementara Arne mencobanya, dan tak berapa lama Arne keluar dengan dres cantik tersebut.
"Tuh kan, dresnya sangat cocok untukmu." ucap Kenzi.
"Kau tidak beli juga?" tanya Arne.
"Aku sudah membeli banyak pakaian." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan langsung membayarnya." ucap Arne.
Setelah lelah berkeliling mall yg ada disana, mereka pun menginap di hotel yg sudah mereka pesan secara online. Dan keduanya sudah seperti saudara yg sering berbagi kamar jika sedang berlibur.
Mereka juga berbagi banyak cerita karena sudah jarang bertemu setelah Arne berhenti menjadi dokter. Arne pun mendengarkan semua keluh-kesah Kenzi selama ini. Bahkan hingga akhirnya Kenzi menceritakan rumah tangganya yg tak berakhir bahagia. Mereka bertahan demi keuntungan masing-masing. Apalagi keluarga mereka juga begitu memaksa mereka menikah dulu.
"Akhirnya kau mau bercerita juga." ucap Arne.
"Ya.. Begitulah Arne, aku sudah tak tahan lagi dan harus menceritakannya agar tak gila." ucap Kenzi.
"Apa kalian berdua pernah bicara serius soal ini?" tanya Arne.
"Kami akan bercerai 2 tahun lagi, sesuai perjanjian setelah semua bagian harta kami secara resmi diberikan." ucap Kenzi.
"Aku tak tahu harua berkata apa, tapi kalian cukup nekat. Kalau begitu kau hanya tinggal bertahan selama dua tahun kan?" tanya Arne.
"Iya, semoga aku bisa melewati 2 tahun yg berat ini." ucap Kenzi.
"Kau tak ingin memulai hubungan normal dengannya?" tanya Arne.
"Bukannya tak ingin, tapi Nino menolaknya. Entah apa yg ia pikirkan. Dia selalu bilang jangan sampai kami punya anak." ucap Kenzi.
"Apa kalian sudah melakukannya?" tanya Arne.
"Maksudmu itu.. Belum. Dan jangan sampai." ucap Kenzi.
"Jadi begitu, kuharap kau baik-baik saja, aku akan selalu ada untukmu." ucap Arne.
Kenzi yg terbilang jarang menangis pun sampai menitihkan air mata karena beratnya menghadapi hubungan yg aneh ini bersama Nino.
Arne pun mencoba menghibur Kenzi dengan mengajaknya kulineran malam disana. Tentunya Kenzi menurut karena lebih baik dirinya menikmati hidup daripada memikirkan nasib buruknya.
Mereka pun mendatangi resto terkenal disana, dan Arne mengajaknya makan disana. Kenzi pun tertarik dan mengikuti Arne. Tibalah mereka disana dan memesan makanan.
Tak berapa lama makanan datang dan keduanya mentantap makan malam mereka. Kenzi pun sedikit terhibur dengan jalan-jalan bersama Arne. Apalagi Nino takkan mungkin mengajaknya jalan-jalan begini. Dan Kenzi sangat menikmati liburannya yg berharga.
Setelah mereka makan, Arne mendengar suara yg tak asing di telinganya. Dan suara itu mirip suara Nino, Kenzi juga mendengarnya.
"Ken, ini mirip suara Nino.." ucap Arne.
"Sepertinya begitu." ucap Kenzi.
Kenzi pun berjalan menuju ke arah sumber suara, sementara Arne masih di kasir sedang menunggu pembayaran yg sedang berlangsung. Dan Kenzi melihat Nino bersama wanita yg tak lain adalah mantan kekasihnya dulu bernama Susi.
"Apa-apaan ini?" tanya Kenzi.
"Kenzi, duduklah." ucap Nino.
Kenzi pum duduk dan menatap keduanya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Haruskah kalian memulai perselingkuhan ini saat ini? Dan bukankah kak Susi sudah menikah.?" tanya Kenzi.
"Aku sudah bercerai." ucap Susi.
"Lalu saat ini kau sedang menjadi pelakor?" tanya Kenzi.
"Kenzi jaga bicaramu, bukankah kau sudah paham pernikahan kita." ucap Nino.
"Yang aku tak paham adalah isi otak kalian, jika kalian saling cinta untuk apa ada perpisahan lalu berselingkuh di belakangku? Harusnya aku tak perlu dikhianati begini." ucap Kenzi kesal.
"Maaf.." ucap Nino.
"Maaf? " ucap Arne kesal mendengar sahabatnya disakiti oleh Nino.
"Arne.." ucap Nino.
"Kukira kau itu pria baik ternyata kau sama saja seperti Boy.. Jika sudah begini, kenapa kalian tidak bercerai saja hingga kau bisa puas bersama kak Susi tanpa harus main kucing-kucingan begini." ucap Arne.
"Arne ini masalahku." ucap Nino.
"Tapi sahabatku Kenzi yg tersakiti, dan aku tak suka melihat pria bre***k sepertimu." ucap Arne.
"Sudahlah Arne, biarkan mereka bermesraan. Aku lelah." ucap Kenzi menarik Arne keluar.
"Kenapa? Kita bisa melabrak mereka." ucap Arne.
"Untuk apa? Nino saja santai seperti tanpa beban melakukannya." ucap Kenzi.
"Kenzi kau yakin?" tanya Arne.
"Aku hanya tinggal menunggu waktu perpisahan." ucap Kenzi.
"Baiklah, kau tidak boleh lemah." ucap Arne.
"Tentu saja, wanita harus kuat untuk bertahan hidup." ucap Kenzi.
Mereka berdua pun tersenyum dan menuju ke hotel. Tapi ditengah jalan ada penjambret yg menarik tas Kenzi. Kenzi yg sedang menahan emosinya pun memanfaatkan momen itu untuk meluapkannya.
Kenzi pun menahan tasnya hingga terjadi tarik menarik dengan pencopet tersebut. Dan Kenzi menarik tasnya sekuat tenaga sampai si pencopet terdorong ke arahnya. Dan dengan sekuat tenaga Kenzi menendang perut pencopet tersebut lalu menarik kerahnya dan memukulinya.
Arne pun terkejut melihat Kenzi yg jago berkelahi. Bahkan Nino yg baru keluar dari resto pun melihat Kenzi memukuli pencopet tersebut. Nino langsung berkeringat melihat sisi lain Kenzi.
"Kembalikan tasku.." ucap Kenzi dengan tatapan tajam.
"Baiklah, ambilah tasmu." ucapnya memberikannya setelah babak belur.
Lalu polisi datang dan menangkapnya. Kenzi pun melihat ke arah Nino dengan sorot mata tajam seperti sedang mengancam. Dan Nino merinding setelah melihat Kenzi memukuli penjambret tersebut.
"Tamatlah riwayatku jika macam-macam dengan Kenzi.." gumam Nino dalam hati.
__ADS_1
Bahkan mereka menginap di hotel yg sama membuat Kenzi semakin gerah.