Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.116 : Awal yg manis


__ADS_3

Anderson pun semakin disibukkan dengan projek penyempurnaan robot buatan perusahaannya. Dan kini dirinya menjadi sangat sibuk dari biasanya. Arne pun kini mendapat jadwal jaga malam, membuat mereka semakin jarang bertemu.


Tapi itu bukanlah penghalang bagi keduanya untuk bertemu. Arne pun berinisiatif membuatkan bekal untuk suaminya tercinta dan membawanya ke kantornya.


Arne pun memasakkan makanan untuk makan siang suaminya tersebut karena tahu mereka nanti malam takkan bertemu. Setelah menyiapkan masakannya, Arne pun memasukkannya ke kotak bekal dan bersiap menuju ke kantor Anderson.


Kedatangan Arne pun akan menjadi kejutan bagi Anderson karena Arne datang tanpa pemberitahuan. Dan lagi Arne membawa bekal makan siangnya mendadak.


Arne akhirnya tiba di kantor Anderson, dirinya turun dari mobil dan masuk ke gedung kantor. Beberapa staf Anderson pun tidak mengetahui status Arne sebagai istrinya.


"Permisi, apa tuan Anderson ada di ruangannya?" tanya Arne.


"Maaf, nona siapa ya? apa sudah buat janji sebelumnya?" tanya resepsionis..


"Belum, tapi aku istrinya." ucap Arne tersenyum.


Seketika resepsionis itupun terkejut dan langsung menghubungi atasannya kalau istrinya sedang ada di kantor.


"Tunggu sebentar nyonya." ucapnya.


"Iya santai saja." ucap Arne lalu duduk di lobi.


Sementara beberapa staf pria pun menatapnya, mereka melihat ada wanita cantik datang ke kantor dengan membawa tas bekal. Tentunya mereka penasaran siapa pria beruntung yg mendapatkan bekal dari wanita cantik tersebut.


"Wah apakah aku bermimpi?"


"Apa maksudmu Bambang?"


"Lihat itu"


"Eh.. Apa dia bidadari? Cantik sekali."


Brakkk..


Anderson pun menggebrak meja dan mereka pun terkejut.


"Kalian sedang lihat apa?? Cepat kembali bekerja..!" sentaknya.


"Kami hanya melihat tamu di lobi tuan.." ucap salah seorang.


"Lalu?" tanya Anderson.


"Dia sangat cantik."


"Oh begitu ya.. Apa kalian tahu dia istriku?" tanya Anderson.


"Hiiii..!"

__ADS_1


"Maaf tuan.." ucap mereka.


"Cepat kembali bekerja..!" ucap Anderson.


"Baik.. "


"Bambang, kerjakan ini.."


Mereka pun kocar kacir setelah dimarahi oleh atasannya. Dan Anderson begitu sebal melihat istrinya ditatap oleh laki-laki lain. Anderson pun mendekati istrinya tersebut.


"Sayang.. Kenapa tidak bilang?" tanyanya.


"Kejutan.." ucap Arne.


"Yasudah ayo ke ruanganku, disini banyak lalat yg mengganggu." ucap Anderson langsung merangkul istrinya.


Sementara di pojok ruangan, Angel yg masih berada disana melihat sendiri bagaimana perlakuan Anderson pada istrinya. Bahkan Anderson langsung membatalkan makan siang mereka saat tahu kalau istrinya datang ke kantor.


Angel pun menggigit jarinya karena kesal melihat wanita cantik itu adalah istri dari Anderson. Menurut informasi wanita itu juga adalah seorang dokter yg juga junior Anderson.


Tampilan Arne pun begitu simple dengan dres panjang dan tas bahu. Tapi semuanya bukanlah barang biasa, melainkan barang bermerek ternama yg Angel sendiri tahu berapa harganya. Hal itu semakin membuatnya iri pada istri Anderson.


Cantik, modis, dan memiliki pekerjaan yg bagus, nampak begitu sempurna bukan?? Dan hal itu membuat Angel gigit jari menatap kemesraan mereka saat masuk lift. Belum lagi, wanita itu nampak begitu perhatian dengan membawa bekal makanan untuk Anderson.


"Ck.. Mataku sakit jika terus melihatnya.." gumam Angel dalam hati.


Sementara Arne dan Anderson pun menikmati makan siang berdua di ruangannya. Dan tak ada yg berani mengganggu mereka sesuai perintah Anderson. Keduanya pun menikmati keharmonisan dan kebersamaan ini.


Meski Anderson mengkhawatirkan Arne yg harus bekerja nanti malam.


"Sayang, kau itu harusnya istirahat hari ini." ucap Anderson.


"Kau tenang saja, habis ini aku akan pulang dan tidur kok." ucap Arne.


"Benar ya, awas kalau bohong." ucap Anderson.


"Ya benar.. Aku juga tahu kalau aku harus istirahat untuk nanti malam." ucap Arne.


"Harusnya kau hubungi aku saja, dan kita makan di resto.. Kau pasti lelah memasak.." ucap Anderson.


"Kau begitu perhatian padaku, terimakasih.. Tapi aku baik-baik saja." balas Arne.


"Baiklah, tapi kau harus pulang habis ini jangan mampir-mampir ya." ucap Anderson.


"Oke.." ucap Arne.


Meski khawatir tapi Anderson juga senang mendapatkan banyak perhatian dari istrinya, bahkan sampai dibawakan bekal makan siang. Masakan istrinya juga pastinya lezat dan membuatnya tak bisa menolaknya.

__ADS_1


Setelah puas makan dan berbicara sejenak, Arne pun diusir oleh Anderson agar pulang dan beristirahat untuk nanti malam. Arne yg sedang mendapat giliran shift malam pun membuat Anderson tak tega jika sampai kelelahan hingga langsung menyuruhnya pulang.


Sebuah pelukan hangat dan kecupan pun mengakhiri pertemuan mereka. Dan Arne harus pulang demi kondisinya yg harus bekerja di malam hari. Anderson pun mengantarnya sampai di parkiran dan memastikan keamanan istrinya serta melihat apakah ada pria yg berani menatap istrinya.


"Bye sayang.. Aku pulang ya." ucap Arne.


"Iya, i love you.." ucap Anderson.


"I love you too.." balas Arne.


Sedangkan Angel pun menatap kemesraan mereka di balik jendela yg mengarah ke luar. Hal itu membuatnya meremas pakaiannya karena cemburu. Cemburu yg tak pantas ia rasakan pada suami orang.


...


Anderson pun masuk ke dalam kantornya setelah mengantar istrinya. Dan Angel menatapnya tajam.


"Ada apa?" balas Anderson.


"Tidak." ucap Angel.


"Aku butuh laporan mu, segera kirimkan.. Dan kita akan rapat terakhir sore ini." ucap Anderson.


Begitulah Anderson memperlakukan Angel dengan tegas dan membuat dinding yg kokoh agar wanita itu tak masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Terlihat dengan jelas, Angel memerhatikan istrinya tadi. Hal itu membuat Anderson curiga dan tak tenang.


Lalu sore harinya, mereka pun melakukan rapat terakhirnya. Dan rapat tersebut juga menjadi tanda berakhirnya tugas Angel di negara ini. Angel pun harus kembali ke negaranya besok atau lusa.


Dan di hari terakhirnya itu, Angel mengajak semua orang yg ada di timnya untuk makan bersama kemudian minum-minum sebagai tanda perpisahan. Anderson pun menolaknya, dirinya hanya akan hadir pada makan malam dan tidak ikut minum-minum.


"Anderson kenapa tidak ikut ke bar?" tanya Angel.


"Aku tidak bisa, karena aku dan istriku sedang menjalani program kehamilan." ucap Anderson.


"Apa? Kalian benar-benar ingin punya anak? Bukankah itu merepotkan." ucap Angel.


"Merepotkan atau tidak, itu bukan urusanmu. Urusilah hidupmu sendiri." ucap Anderson.


"Hei, jangan serius begitu aku hanya bercanda.. Maafkan aku." ucap Angel.


"Sampai jumpa di resto." ucap Anderson pergi meninggalkannya.


Anderson pun pergi ke resto bersama asistennya dan memesan tempat untuk para staf di tim perencanaan. Malam itu Anderson pun makan bersama timnya dan Arne sudah tahu soal itu karena suaminya sudah memberitahunya.


"Aku pulang duluan, kalian bebas melakukan apapun tapi ingat.. Besok kalian masih bekerja, jika berbuat kesalahan maka tanggung resikonya." ucap Anderson sebelum pergi.


"Baik tuan.." ucap mereka semua lalu menelan ludahnya karena takut menanggung akibatnya jika berlebihan malam ini.


Setelah makan malam usai, Anderson pun pulang ke apartemen. Sementara yg lainnya pergi ke bar bersama Angel. Angel pun kesal melihat Anderson yg sangat setia bahkan sampai melakukan program kehamilan bersama istrinya. Bahkan untuk minum bersama saja Anderson tak bisa meluangkan waktunya. Angel yg kesal pun memesan banyak minuman dan membuat staf yg lain pun panik. Bagaimana jika nona Angel mabuk berat?? Pastinya mereka yg harus bertanggungjawab mengantarkannya pulang ke hotel.

__ADS_1


__ADS_2