
Dengan semua drama yg terjadi akhirnya Jakson dan Romeo berhasil menyatukan kedua cucunya. Jakson pun terkejut saat tahu kalau Arne nekat menyusul Anderson ke bandara padahal sedang bekerja. Dan semuanya pun menjadi jelas di menit-menit terakhir Anderson berada di negara ini.
Meski Arne harus bersabar selama 3 bulan kedepan Anderson takkan berada di negara ini. Dan hal itu bukan masalah besar bagi keduanya. Arne pun tetap melanjutkan residennya tanpa terganggu oleh Tony.
Sedangkan Tony tak bisa macam-macam dengan ancaman Jakson dan Anderson. Pria itu juga memilih untuk tetap tenang demi kesehatannya. Dan Arne bisa bebas bekerja seperti biasa. Tony pun kembali seperti dahulu yg hidup dibalik bayangan dan jarang terlihat di rumah sakit.
Kenzi dan Nino pun senang karena Arne tak lagi pusing soal perjodohannya. Mereka juga lebih sering bersama belakangan ini. Dan profesor pengganti Anderson tak buruk, dan masih bisa diikuti oleh semua residen.
Hari-hari yg tenang pun datang juga bagi Arne. Sesekali Anderson akan mengirimkan pesan padanya, dan kadang mereka juga melakukan panggilan video. Meski Arne menghubunginya untuk bertanya ini dan itu. Dengan sabar Anderson pun menjawabnya.
"Kau tidak menanyakan kabarku?" tanya Anderson di telepon.
"Kalau dari suaranya kau baik-baik saja prof.." ucap Arne.
"Ck.. Begitu ya." ucap Anderson kecewa.
"Ya.. Pokoknya cepatlah pulang.." ucap Arne.
"Kau mulai merindukanku?" tanya Anderson.
"Ya.. Kini tak ada lagi yg mengomel disini." balas Arne.
"Arne..! dasar kau ya, awas saja nanti kalau pulang kau akan kubuat menderita." ucap Anderson.
"Haha.. Baiklah, sampai jumpa.." ucap Arne lalu mematikan teleponnya.
Arne pun tersenyum senang setelah membuat Anderson kesal. Karena memang benar tak ada lagi yg mengomel saat ini. Karena pengganti Anderson lebih banyak diam.
"Arne, kau itu kebiasaan pasti membuat prof kesal." ucap Kenzi.
"Ya itu sudah menjadi hobiku." ucap Arne tersenyum.
"Lho, kemana Nino? Kok tumben dia tak disini." tanya Arne.
"Katanya dia patah hati." ucap Kenzi.
"Eh.. Dia bisa patah hati juga." ucap Arne.
"Dengan semua kebucinannya selama ini, akhirnya mereka berpisah. Aku hanya kasihan." ucap Kenzi.
"Memang apa salah Nino?" tanya Arne.
"Dia belum bercerita sepenuhnya." ucap Kenzi.
"Biarkan dia sendiri sampai dia mau bicara." ucap Arne.
Arne pun kembali bekerja dan masih merasa penasaran akan Nino yg katanya patah hati. Dengan semua kebucinan yg ia lihat selama ini apa yg membuat mereka berpisah?? Arne pun tak habis pikir .
Setelah mereka pulang bekerja, mereka mengajak Nino bertemu dan menanyakan apa yg terjadi pada hubungannya dengan kak Susi. Mereka pun tiba di sebuah cafe, dan Nino terlihat begitu tak bersemangat.
"Pesanlah sesuatu." ucap Arne.
"Apa saja, aku sedang tak berminat minum kopi." ucap Nino.
"Baiklah, kau harus minum ya.." ucap Arne.
Setelah minuman disiapkan mereka pun ke sebuah meja dan duduk. Disana nampak Nino menyandarkan kepalanya ke meja.
"Anak ini.." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Nino, apa yg terjadi?" tanya Arne.
"Kisah cintaku telah usai.." ucap Nino.
"Masalahnya?" tanya Kenzi dan Arne.
"Yang selalu ada akan kalah sama yang siap ke KUA." ucap Nino.
"Pff.." ucap Kenzi.
"Ken.." ucap Arne.
"Maksudnya kak Susi selingkuh begitu?" tanya Kenzi.
"Tidak juga, dia hanya menuruti orangtuanya untuk menikah dengan pria yg dijodohkan dengannya." ucap Nino.
"Dan kau jauh dari kata siap menikah." ucap Kenzi.
"Seperti yg kalian lihat, kita jauh dari kata mapan.. kecuali Arne." ucap Nino.
"Jangan bilang begitu, aku juga sama seperti kalian. Belum mampu berdiri sendiri." ucap Arne.
"Hancur sudah.. !" ucap Nino mulai dramatis.
"Nino kau baik-baik saja?" tanya Arne.
"Aku tidak baik-baik saja, aku mau pulang dan menangis, aku malu jika menangis disini." ucap Nino.
"Bertahanlah kawan, aku pernah ada di posisi itu bukan. Bahkan parahnya aku ditikung sahabatku sendiri." ucap Arne.
"Aku ingat.. Tapi rasanya sulit sekali." ucap Nino.
"Nino..! Kau harus kuat.. Jangan letoy, ayo bangkit dan cari wanita yg lain." ucap Kenzi.
"Tidak, dia harus diberi pendorong agar maju." ucap Kenzi.
"Kenzi cukup.. Aku hanya ingin sendiri." ucap Nino.
"Tidak, kau tidak boleh berlama-lama sendiri.." ucap Arne.
"Memangnya kenapa?" tanya Nino.
"Kau ingat Aini? Setelah mengalami kejadian berat dan diceraikan, psikologisnya terganggu. Bahkan kini dia seperti mayat hidup." ucap Arne.
"Kau ingin berakhir seperti itu?" tanya Arne dengan tatapan tajam.
Glekk.. Nino pun menelan salivanya mengingat cerita Aini.
"Ti-tidak.. Aku masih mau menjadi dokter." ucap Nino.
"Begus, kau akan kukenalkan pada pelatih zumba ku.. dia cukup aduhai tubuhnya, dan sesuai seleramu dia 3 tahun diatas kita." ucap Kenzi.
"Benarkah? Baiklah aku akan ikut denganmu." ucap Nino tertarik.
"Bagus, Kenzi kau urus Nino ya.. Aku akan ikut jika bisa." ucap Arne.
"Oh iya jadwal kita beda ya." ucap Kenzi.
"Pokoknya kau jangan sendirian, aku tak mau kau seperti Aini yg depresi berat." ucap Arne.
__ADS_1
"Iya, kau harus lakukan hal positif." ucap Kenzi.
"Baiklah." ucap Nino.
.
.
Dan tibalah dimana Nino ikut dengan Kenzi berlatih zumba. Dan dia adalah satu-satunya laki-laki yg mengikuti zumba. Nino pun agak malu ada disana, dan berpura-pura santai. Sementara Arne dan Kenzi pun tertawa saat Nino digoda oleh ibu-ibu yg ikut disana.
"Haha.. Aku tak tahan melihatnya." ucap Kenzi.
"Iya.. Kasihan juga ya, demi melihat kenalanmu itu." ucap Arne.
"Iya pelatih sebentar lagi datang." ucap Kenzi tersenyum.
Tak berapa lama, muncullah seorang wanita dengan tubuh aduhai sesuai perkataan Kenzi. Dirinya pun mendekati Nino yg nampak asing sebagai satu-satunya pria.
"Sepertinya kau anak baru ya." ucapnya.
"Benar coach." ucap Nino.
"Baiklah, ayo semuanya kita mulai." ucap pelatih tersebut.
Mereka pun melakukan senam zumba dan Nino dengan gerakan kaku seperti kanebo kering mempragakannya. Ibu-ibu pun menggodanya lagi.
"Ayo Mas, lemesin aja.. jangan tegang." ucapnya.
"Lemesin aja Mas.." goda Kenzi.
"Kenzii.." ucap Nino pelan.
Kenzi pun hanya tertawa dan tak terasa waktu pun cepat berlalu. Nino pun kelelahan mengikuti senam tersebut. Dirinya duduk sambil memegang botol minuman. Kemudian Kenzi mendekati pelatihnya, coach Lita. Dan akhirnya Nino pun berkenalan dengan coach Lita.
"Jadi pria tampan ini temanmu Kenzi." ucap Lita.
"Benar coach. Dia juga calon dokter sepertiku." ucap Kenzi.
"Oho.. Kau itu pria idaman banyak wanita rupanya.." ucap Lita tersenyum.
Nino pun hanya tersenyum, dan mereka hanya berbincang sebentar.
"Tapi aku sayangnya aku sudah punya kekasih, dia sangat posesif padaku.." ucap Lita.
"Oke.. Salam kenal coach." balas Nino.
Dan datanglah kekasih Lita yg berbadan macho dengan otot kekar seperti biaragawan. Nino pun hanya menelan ludahnya, di pikirannya dia bisa langsung mati jika mendekati coach Lita lebih dari ini.
"Kenzi.. Kau benar-benar ingin menjadikanku samsak?" tanya Nino.
"Ups.. Aku tidak tahu kalau coach Lita sudah ada kekasih, maaf ya Nino." ucap Kenzi.
"Huh.. Dasar." ucap Nino.
Dan Nino pun bersama Arne dan Kenzi keluar dari gedung. Lalu mereka melihat kak Susi memasuki butik gaun pengantin. Sontak Nino langsung lemas dibuatnya.
"Yang sabar ya.. Ayo kita pergi dari sini." ucap Arne.
"Nino, masih banyak ikan dilaut, jangan bersedih." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Sudahlah Ken, aku bisa cari sendiri.. Nanti aku malah ketemu istri orang lagi." ucap Nino.
Mereka pun berpisah dari tempat tersebut dan pulang ke rumah masing-masing.