Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.39 Sebuah Keadilan


__ADS_3

Rafli pun tengah berada di kantor polisi dan sedang diintrogasi oleh pihak berwajib. Rafli pun memanggil pengacaranya dan dirinya meminta agar segera dibebaskan, tapi pengacara tersebut menyerah karena bukti dan saksinya terlalu kuat.


"Maaf tuan, sepertinya aku tak bisa membantu anda.."


"Apa?? kau itu bicara apa? aku membayarmu mahal untuk apa kalau begini?" tanya Rafli.


"Lebih baik anda mengakui perbuatan anda dan aku akan mengundurkan diri.." ucap pengacara tersebut.


"Hei aku sudah membayarmu di muka." ucap Rafli.


"Aku akan segera mentransfernya tuan." ucap pengacara itu lagi.


"Hei.. aku memanggilmu untuk bekerja kembalilah." ucap Rafli tapi pengacara itu tetap pergi dan mengembalikan uang bayaran yg ia terima di awal.


Sementara itu, Rafli terus diintrogasi dan dicecar beberapa pertanyaan. Dirinya terus memilih diam dan tak mau berkata apapun. Hingga petugas memintanya beristirahat.


Istrinya dan keluarga Rafli pun datang, dan pria itu tersenyum bahagia melihat istri dan mertuanya mengunjunginya.


Tapi bukannya sebuah pelukan hangat, justru tamparan maut pun diterima oleh Rafli dari istrinya.


Plaakk..


"Apa yg kau lakukan kemarin malam?" tanya istrinya.


"Aku hanya sedang istirahat dan aku dijebak." jawab Rafli.


Plaakkk..


"Lalu semua bukti ini apa?" tanya istrinya lagi.


"I-itu bukan aku sayang, kau percaya padaku kan.." ucap Rafli yg merasa pipinya sudah pedas oleh dua tamparan istrinya.


Plaaaakkk..


Tamparan ketiga pun mendarat di pipi kanannya, sontak Rafli kesal oleh tindakan istrinya.


"Dasar istri kurang ajar.." ucap Rafli hendak memukul istrinya.


"Hei.. dia putriku berani kau memukulnya aku akan menghajarmu..!" ancam ayah mertuanya.


"Cukup ayah.. ingat tujuan utama kita kemari." ucap istri dari Rafli, Cintia.

__ADS_1


"Rafli, aku kecewa padamu.. kupikir kau bekerja keras siang dan malam untukku dan anak-anak, tapi ini ternyata kelakuanmu.. sungguh bej**t..!" ucap Cintia.


"Terserah, kalau tak mau membantuku sana pulang..!" usir Rafli.


"Iya, aku akan segera pulang tapi sebelum itu aku ingin memberimu ini.." ucap Cintia.


"Ck.. apa maksudnya ini?" tanya Rafli menerima sebuah amplop besar.


"Buka dan baca saja baik-baik.. aku permisi." ucap Cintia pergi meninggalkan Rafli.


"Ckk.. Cintia.. apa-apaan ini..?" teriak Rafli.


"Diam kau..! jangan berisik..!" ucap penjaga.


Sementara Rafli pun mengepal geram atas tindakan istrinya yg mengajukan gugatan cerainya. Dan hal ini membuatnya akan kehilangan segalanya. Karir, bahkan harta miliknya yg semuanya atas nama istrinya.


"Sial.. sudah jatuh tertimpa tangga..!" umpat Rafli dalam hati.


Lalu Rafli mencari pengacara baru lewat beberapa kenalannya, tapi jawabannya tetap sama saja. Rafli diminta mengakui semua perbuatannya dan mereka menyerah menangani kasus ini.


"Maaf tuan, aku sudah konsultasi pada atasanku dan kami menyerah." ucapnya.


"Ckk.. apakah tak ada jalan lain?" tanya Rafli.


"Pergilah.." ucap Rafli.


Hingga sudah 10 orang pengacara pun berkata hal yg sama pada Rafli. Akhirnya pria itu menyerah dan mengakui semua perbuatannya. Dan pada pengadilan nanti, semua korban akan datang.


Dengan membuang harga dirinya, Rafli akan mengakui semua perbuatannya. Dirinya berusaha menjilat orang-orang agar bisa membantunya walau itu sangat sulit. Rafli pun berpura-pura menyesali perbuatannya agar hukumannya diringankan. Sesuai instruksi pengacara terakhirnya, Rafli pun menuruti sarannya dan mengakui segalanya karena sudah tak ada cara lain. Dan tanggal persidangan pun sudah ditetapkan oleh beberapa pihak.


.


.


Setelah Rafli ditangkap, Tony pun menghampiri satu persatu korban Rafli dan menundukkan kepalanya karena dia tak tahu apapun soal kejadian ini. Yang ia tahu hanyalah cerita rekayasa Rafli, yg ia dengar dari laporan tertulis.


Sungguh Tony menyesal mempercayai Rafli dahulu. Kini dirinya harus meminta maaf pada para korban dan memberikan kompensasi agar mereka mau memafkannya dan rumah sakit miliknya. Satu persatu korban pun ia datangi ditemani oleh Anderson dan juga Susi. Tak semua orang menerima maafnya bahkan Tony mendapatkan perlakuan buruk karena tak mengetahui permasalahan ini.


Tapi Tony tetap meminta maaf dan menundukkan kepalanya. Serta memberikan kompensasi dari pihak rumah sakit. Hingga terakhir, Anderson pun menceritakan soal Chandra mantan direktur lama yg telah meninggal. Dan Anderson mempertemukan Nino dengan Tony. Disanalah mereka berbicara dan juga dibantu oleh kesaksian Susi.


Tony pun meminta maaf pada Nino karena ayahnya sampai jadi korban Rafli demi melindungi karyawannya. Dan nama baiknya juga hancur, untuk itulah Nino meminta Tony agar nama baik ayahnya dipulihkan.

__ADS_1


Tentu saja Tony akan melakukan apapun sebisanya demi membalas semua perbuatan Rafli yg menimbulkan kepedihan bagi semua korbannya.


Lalu korban selanjutnya adalah kakak sepupu dari Kenzi. Dan yg lebih menjijikan lagi kakak sepupunya adalah laki-laki, hingga depresi berat saat ini. Itu artinya Rafli punya prilaku penyimpangan yg sudah tak bisa ditolong.


"Kenzi, kau yakin ?" tanya Tony.


"Benar tuan, bagaimana? apa menurut anda jika anda korbannya anda akan baik-baik saja?" tanya Kenzi.


"Kurasa aku juga belum tentu mampu mengatasinya." ucap Tony.


"Padahal dia adalah pria yg baik dan selalu ceria, tapi setelah Rafli melakukan hal itu padanya, dia jadi pemurung. Ditambah lagi Rafli menekannya agar diam kalau tidak akan menyebarkan hal tersebut untuk mempermalukan kakakku." ucap Kenzi.


"Rafli mengerikan sekali.. " ucap Tony.


"Begitulah tuan, itu juga salah satu alasan kenapa aku nekat menekannya." ucap Kenzi.


"Ya, sepertinya Rafli sudah tak bisa berkutik saat ini." ucap Tony.


"Harusnya begitu tuan." ucap Kenzi.


"Karena kakek Arne takkan tinggal diam soal ini, dan aku juga sedang menekannya." ucap Tony.


"Aku harap hasil persidangannya memuaskan tuan." ucap Kenzi.


Kemudian, Tony pun melihat kondisi sepupu Kenzi tersebut. Dan juga meminta maaf karena kejadiannya baru terungkap sekarang. Semua karena Rafli pandai mengendalikan semua orang, hingga Tony tak tahu apapun. Dan kasus itu dilaporkan dengan cerita yg berbeda.


Keluarga sepupu Kenzi pun sudah pasrah dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan kalau bisa dikebi** agar tak bisa melakukannya pada siapapun.


.


.


Akhirnya momen yg ditunggu semua orang pun datang, dimana Rafli akan melakukan sidangnya dan mengakui semua perbuatannya. Dan semua korban juga akan turut hadir untuk memberikan kesaksiannya pada hakim. Kali ini Rafli takkan bisa menghindar lagi.


Arne datang dengan Jeny, lalu dirinya bertemu dengan Kenzi dan Nino beserta keluarga mereka. Dan saat ini persidangannya baru akan dimulai. Jakson pun turut hadir dan duduk di kursi belakang mengawasi jalannya persidangan.


Semua saksi pun berbicara jujur apa adanya. Dan akhirnya Rafli mengakui perbuatannya kecuali kejahatannya pada kakak Kenzi dan ayah Nino. Keduanya pun tak terima dan membalas perkataan Rafli dengan sejumlah bukti kuat.


Persidangan pun menegang, karena Rafli menolak bersaksi untuk kedua kasus itu. Kemudian pengacara dari Tony pun datang dan memberikan semua bukti yg dikumpulkan oleh Anderson beserta Susi. Hingga Rafli tak mampu membantah lagi, dan semua mata nampak memberinya tatapan hina dan tajam.


Hakim pun menjatuhinya hukuman yg sangat berat akan kejahatannya. Dan Rafli akan mendapatkan pemeriksaan kejiwaan akan tindakannya pada sepupu Kenzi.

__ADS_1


Semua korban pun bisa tersenyum karena akhirnya mendapatkan sebuah keadilan setelah sekian lama. Begitu juga dengan Anderson yg berharap adiknya disana tenang, dan melihat kasus ini ditangani dengan seadil-adilnya.


__ADS_2