Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.125 : Aku tidak takut


__ADS_3

Arne melihat Angel pergi langsung menabur garam di depan apartemennya agar kesialan tak menimpa rumah tangganya.


"Hushh..hushh.." ucap Arne sembari melempar garam.


"Ck.. " ucap Angel kesal melihat Arne melempar garam saat dirinya pergi.


Arne pun langsung menutup pintu dan menghubungi suaminya. Arne mengoceh panjang lebar menceritakan Angel pada Anderson. Anderson pun menyimak dengan baik cerita istrinya tersebut. Lalu merespon, kalau mungkin mereka akan pindah dalam waktu dekat.


"Pindah?" tanya Arne.


"Ya.. Nanti dia bisa datang lagi." ucap Anderson.


"Tapi aku tidak takut padanya.. Buktinya hari ini aku mampu mengusirnya." ucap Arne.


"Ya.. Hari ini kau sangat hebat bisa mengusirnya, tapi aku tak mau ada gangguan lagi." ucap Anderson.


"Baiklah, jangan jauh-jauh kalau pindah rumah." ucap Arne.


"Tidak kok, tidak jauh dari tempatmu bekerja." ucap Anderson.


"Oke, aku mengerti." ucap Arne.


"I love you, kabari aku terus." ucap Anderson.


"Oke.. I love you too.." balas Arne.


Sambungan telepon pun terputus, dan Arne memilih memasak makan siang saja. Arne tak menyangka kalau Angel akan seberani itu menginjakkan kakinya di apartemen ini. Bahkan dengan terang-terangan mengaku hamil dan meminta Arne untuk mundur.


Tentunya Arne tak takut akan gertakannya, Arne paham sekali sebagai dokter bagaimana bentuk tubuh wanita hamil. Dan Angel jelas sekali tidak sedang hamil. Bahkan bau pakaiannya saja tercium asap rokok, yg kemungkinan wanita itu juga merokok. Mana ada wanita hamil yg merokokk?? Begitulah pikir Arne.


Tanpa membuang waktu berharganya, Arne pun memasak banyak makanan untuknya dan untuk makan malam suaminya. Dirinya ingin melakukan tugasnya sebagai istri, meski hanya hal kecil.


Selesai memasak dan makan siang, Arne pun beres-beres rumah lalu kembali istirahat. Arne harus mengisi tenaganya untuk kerja nanti malam. Tak lupa Arne juga minum beberapa vitamin agar tubuhnya tetap sehat.


....


Sementara Anderson, dirinya cukup kesal mendengar Angel mendatangi istrinya dan memintanya untuk meninggalkan Anderson. Pria itu pun memasang ekspresi dingin, membuat Eddy bingung.


"Tu-tuan apa yg terjadi?" tanyanya.


"Angel mendatangi istriku, dan saat ini dia meminta istriku untuk meninggalkanku dengan alasan kehamilannya." ucap Anderson.


"Apa?? apa wanita itu benar-benar hamil?" tanya Eddy.


"Aku tidak tahu, tapi menurut istriku mustahil orang hamil bau asap rokok." ucap Anderson.


"Nyonya benar, hal itu sangat mustahil."


"Eddy, cari beberapa pengawal untuk mengawasi istriku.. Jangan sampai Angel menyuruh orang untuk mengganggunya." ucap Anderson.


"Baik tuan, lalu ini yg anda minta tempo hari mengenai mobil mencurigakan." ucap Eddy memberikan laporannya.

__ADS_1


"Kerja bagus Edd.." ucap Anderson membuka dan membaca berkas tersebut.


Anderson pun membaca dengan seksama dan paham kalau mobil itu hanyalah mobil sewaan. Dan pastinya itu adalah orang suruhan Angel untuk mengikuti Arne kemanapun hingga tahu alamat apartemen mereka.


Anderson langsung menghubungi Angel, guna memberi peringatan. Anderson juga mengirim foto-foto mata-mata yg dikirimkan Angel padanya. Anderson takkan segan-segan meski Angel adalah rekan bisnisnya, jika sampai Angel menyakiti Arne maka Anderson bisa melaporkan hal ini.


"Jadi istrimu sudah mengadu padamu." ucap Angel di telepon.


"Bukan hanya itu, aku juga sudah tahu kau mengintai istriku selama ini." ucap Anderson.


"Ck.. Kau sangat waspada rupanya.." ucap Angel.


"Angel hentikan drama bodohmu.. Dan carilah kebahagiaanmu sendiri." ucap Anderson.


"Kalau begitu pergilah padaku maka aku akan menghentikannya." ucap Angel.


"Jangan menyesal sudah berkata begitu." ucap Anderson.


"Ya.. Aku juga akan membatalkan semua kontrak kerjasama kita." ucap Angel.


"Silahkan aku tidak takut.." ucap Anderson menutup teleponnya.


"Kau yakin?? Haloo.. Anderson..!" ucap Angel karena sambungan teleponnya terputus.


Dan lagi Anderson mengirim bukti foto mata-mata Angel. Anderson akan memburu mereka jika Angel tak berhenti. Kini beberapa orang suruhan Anderson tengah bergerak menjaga istrinya dan mencari mata-mata tersebut untuk menangkapnya.


"Sialan.. Anderson sudah bergerak, mereka harus berhenti kalau begitu." gumam Angel.


Dan Anderson tak main-main dengan ucapannya, dirinya mempersiapkan banyak hal agar istrinya aman dari gangguan Angel. Belum lagi dirinya sudah melaporkan penguntitan pada pihak berwajib agar segera ditangani.


Kurang dari 24 jam, pihak berwajib sudah menemukan mobil tersebut yg telah kembali ke tempat sewaannya. Dan identitas peminjamnya adalah identitas palsu. Jelas sekali seseorang berniat mengganggu Arne, meski tahu siapa orangnya Anderson tak punya bukti jelas untuk menuntut Angel.


....


Arne pun bekerja seperti biasanya di rumah sakit dan Anderson masih meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemput istrinya. Lalu orang suruhannya sedang berjaga di sekitar rumah sakit untuk mengawasi pergerakan Angel.


Malam itu, Arne pun kembali kedatangan Angel ke rumah sakitnya. Angel mencarinya dan ingin bicara empat mata dengannya lagi. Bukannya menyerah wanita itu malah mengancam Arne kalau dirinya pasti akan bisa merebut suaminya.


"Oh kau punya motivasi cukup besar rupanya." ucap Arne santai.


"Kau sesantai itu? Apa kau meremehkanku?" tanya Angel.


"Tidak, justru aku khawatir padamu.." ucap Arne.


"Khawatir? Maksudmu apa?" tanya Angel.


"Ayo ikut denganku." ajak Arne menarik tangan Angel.


Arne pun menarik Angel ke ruangan rekannya seorang dokter kandungan. Dan Angel menolak, tapi Arne memaksanya serta menariknya. Angel pun mulai panik dan ketakutan saat dirinya diperiksa dan menjalani USG.


"Arne, sepertinya temanmu tidak hamil.." ucap Dr.Reina.

__ADS_1


"Benarkah? Kau harus banyak minum vitamin agar cepat hamil." ucap Arne tersenyum.


"Ck.. Diam kau." ucap Angel.


"Nona, anda tak boleh marah-marah, teman anda ini sangat perhatian sampai meminta bantuanku, tak mudah lho membuat janji bertemu denganku." ucap Dr.Reina.


"Baiklah, aku sudah tahu hasilnya.. Aku akan keluar." ucap Angel.


Arne pun mengedipkan mata pada seniornya tersebut dan Dr.Reina mengerti. Arne mengikuti Angel dan mereka bicara di luar.


"Kau puas?" tanya Angel.


"Sangat puas, lagipula aku dari awal sudah tahu kalau kau tidak hamil." ucap Arne.


"Kau bahkan bukan dokter kandungan, apa kau sedang pamer?" balas Angel.


"Mana ada ibu hamil yg bau asap rokok.. Jangankan merokok, menghirup asapnya saja sudah berbahaya." ucap Arne.


"Ya.. Mungkin rencanaku gagal, tapi ingat aku akan merebut suamimu." ucap Angel.


"Silahkan saja aku tidak takut.. " ucap Arne.


"Kau cukup berani melawanku rupanya." ucap Angel.


"Kau tidak seseram boneka chucky.. Untuk apa aku takut." ucap Arne.


"Lihat saja nanti kau akan menangis karena Anderson akan memilih bersamaku." ancam Angel.


"Ya.. Ya.. Aku akan sangat sedih jika itu terjadi." ucap Arne santai.


"Kau benar-benar mengesalkan.." ucap Angel.


"Apalagi maumu sekarang?" tanya Arne.


"Aku akan pergi, dan ingat aku akan terus mengganggu rumah tangga kalian." ucap Angel.


"Ya.. Baiklah, sampai jumpa.." ucap Arne tersenyum sambil melambaikan tangan.


Angel pun kesal bukan main karena terus dipermainkan oleh Arne, bahkan Arne tak takut pada ancamannya.


Sementara Arne menemui Dr.Reina untuk meminta bukti usg Angel. Arne pun cukup dekat dengan seniornya untuk memeriksakan kesuburannya. Lalu iseng meminta bantuannya dengan dalih, kalau Angel kenalannya begitu ingin punya anak.


"Dr.Reina terimakasih banyak.. Dan maaf temanku itu memang malu-malu orangnya." ucap Arne.


"Tak masalah Arne, tapi kau juga harus rutin meminum vitaminnya agar cepat hamil."


"Tentu dokter, aku akan meminumnya rutin. Kalau begitu aku permisi." ucap Arne permisi.


"Sampai jumpa di sesi berikutnya ya jangan terlambat datang." ucap Dr.Reina.


"Tentu saja." balas Arne tersenyu.

__ADS_1


Arne pun tersenyum setelah mendapatkan hasil usg Angel, dan itu adalah bukti nyata kalau Angel memang tidak hamil. Dan bukti itu mampu melindungi suaminya dari drama Angel.


__ADS_2