Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.138 : Dibenci


__ADS_3

Angel pun dibenci semua orang karena kesombongannya yg luar biasa. Apalagi dirinya selalu bicara seakan-akan dunia ini miliknya. Berbeda dengan Arne dan Anderson yg selalu merendah dan berbaur membantu mereka.


Angel pun tak lagi diberi tugas karena Arne sudah pulang, Angel dibiarkan berkeliaran tak jelas dan tetap diberi makan karena mereka semua sudah jengah. Bahkan ibu-ibu yg memasak didapur saja kesal karena Angel membuang-buang bahan makanan yg ada di tengah kesulitan saat ini. Angel pun tak diterima di dapur, dan kini kegiatannya tak jelas.


Dirinya pun teringat pada Peter kenalannya. Angel pun mencoba menghubunginya, tapi sayang Peter juga tak ada jawaban. Sementara asistennya belum juga datang bersama bantuannya.


Hingga Angel berhari-hari berada di negara tersebut. Dan mendapat perlakuan dingin dari semua orang karena sikap sombong dan angkuhnya. Angel pun memutuskan ke kota saat sudah ada kendaraan yg beroperasi. Barang-barangnya yg ada di hotel pun beberapa masih ada dan dikembalikan. Angel pergi ke kota untuk mencari hotel, makanan yg layak dan pergi ke bandara.


Saat Angel pergi, semua orang gembira karena satu orang menyebalkan pergi. Lisa dan yg lain pun bekerja dengan lebih semangat memulihkan kondisi. Begitu juga dengan ibu-ibu yg memasak di dapur, mereka bisa tenang sampai kondisi stabil.


Sementara Angel dirinya telah tiba di kota. Angel sudah tak tahan karena dibenci semua orang. Dirinya pun pergi ke hotel yg sudah beroperasi karena ingin mandi. Belum lagi pakaiannya tak ada, jadi dirinya harus membeli pakaian baru.


Dengan tampilan lusuh dan kotor, Angel pun hampir diusir dari toko tersebut.


"Maaf ya kami tak terima sumbangan.." ucap pegawal.


"Hei, aku kemari ingin membeli pakaian tahu.." ucap Angel.


"Benarkah? apa kau mampu?" tanya pegawainya.


"Berikan aku pakaian paling mahal, aku begini karena di kota C terdampak gempa yg cukup parah." ucap Angel.


"Itu memang benar.. baiklah harga pakaian termahal Xxx" ucap pegawai tersebut.


"Baru segitu saja kau pikir aku tak mampu beli." ucap Angel memberi kartunya.


Pegawai itupun langsung menggeseknya dan ternyata berhasil. Tapi Angel masih dicurigai sebagai pencuri karena tampilannya.


"Apa kau yakin ini milikmu?"


"Ck, disini tertera namaku.. Kau pikir aku pencuri..?" ucap Angel semakin kesal dan menyambar kartu dan paper bag berisi pakaiannya.


Angel pun keluar dari toko, dan dirinya benar-benar merasa terhina gara-gara pakaiannya yg lusuh dan dekil. Andai saja dirinya bisa langsung ke kota sejak kemarin pastinya dirinya takkan terlihat seperti gembel.


Angel akhirnya pergi ke hotel dan mandi. Lalu dirinya memakai pakaian baru dan membuang pakaian lamanya. Dirinya membenci orang-orang di negara ini yg meremehkannya serta membencinya.


"Aku takkan pernah kemari lagi.. Aku bersumpah..!" gumam Angel di hadapan cermin.


Angel pun menghubungi sekertarisnya dan mendapat jawaban kalau tim yg menjemputnya sudah sampai di negara ini. Angel pun lega karena tak sanggup lagi tinggal disini. Orang-orangnya begitu membencinya dan dirinya mendapat perlakuan buruk.

__ADS_1


Dan setelah sekian lama, Angel akhirnya bisa menikmati makanan normal menurutnya. Lalu dirinya pulang ke negaranya karena bantuannya sudah tiba. Angel sudah bersumpah takkan menginjakkan kakinya disini lagi. Apalagi negara ini menyeramkan karena pernah terjadi gempa bumi.


Angel masih merasa iri karena dirinya tak dijemput oleh pesawat pribadi seperti Arne. Bahkan sekertarisnya menjadi sasaran kekesalannya.


"Kau itu harusnya mengirim pesawat pribadi kesana, kau tahu aku harus ke kota naik bus umum??" ucap Angel marah.


"Maaf nona." ucapnya menunduk.


"Ck.. Awas kalau ada masalah di kantor, habis kalian semua." ancam Angel.


Bahkan di kantornya sendiri, Angel tak disukai karyawannya. Dirinya dihormati karena menggaji mereka. Sisanya mereka semua aslinya membencinya. Bahkan semua stafnya lebih baik diam daripada dipuji oleh atasannya.


Angel pun kembali pada kehidupannya, yang sejujurnya tak ada bedanya dengan di negara X. Dirinya tetap dibenci tapi mereka tak berani menunjukkannya. Sementara di negara X semua orang terang-terang menunjukkan perasaan tak suka padanya.


....


Sementara itu, Arne pun dibawa ke rumah sakit sejak kembali ke Indonesia. Dirinya dirawat inap beberapa hari meski Arne bilang tak apa-apa. Baik Anderson ataupun Jakson tak mau kalah dalam mengkhawatirkannya.


Arne juga sudah membulatkan keputusannya untuk resign dari rumah sakit tersebut hingga lengannya pulih. Apalagi Arne sudah cuti melebihi batas yg ia ajukan. Sanksi pun tak dapat dihindari, dan Anderson membayar semua denda istrinya pada Tony.


"Aku senang kalian selamat." ucap Tony.


"Ya, dan istriku memilih berhenti." ucap Anderson.


"Tidak, aku justru senang istriku tak harus bertemu denganmu." ucap Anderson.


"Kau masih sangat waspada rupanya, daripada aku kau harus cemaskan dirimu sendiri." ucap Tony.


"Apa maksudmu?" tanya Anderson bingung.


"Aku bertemu dengan wanita bernama Angel di club malam, dia wanita yg sangat liar dan juga sombong. Dia mengajakku untuk merusak rumah tangga kalian, tapi aku menolak." ucap Tony.


"Kau sungguh menolaknya?" tanya Anderson tak percaya.


"Ya.. Mau taruh dimana wajahku jika publik tahu." ucap Tony.


"Kau makin pintar, kuharap kau tetap seperti ini demi kehormatanmu." ucap Anderson.


"Aku hanya minta padamu jaga baik-baik Arne, karena Angel terlihat begitu licik dan mampu melakukan apapun." ucap Tony.

__ADS_1


"Itu memang tugasku, aku juga tahu Angel seperti apa, terimakasih sudah berbagi info. Sampai jumpa." ucap Anderson meninggalkan ruangan Tony setelah menyelesaikan urusan Arne dengan Tony yg ia wakilkan.


...


Sementara Arne dirinya masih berada di rumah sakit dan terbaring. Meski baik-baik saja, orang sekitarnya tetap memaksanya tinggal disini. Hingga datanglah Kenzi menjenguknya dengan membawakan bunga.


"Permisi nyonya." ucap Kenzi.


"Kenzi.." ucap Arne tersenyum.


"Kau terkejut? Aku tahu kau bosan makanya aku datang." ucap Kenzi.


"Terimakasih. Bunganya cantik." ucap Arne.


"Agar pemandanganmu tak membosankan.. Aku taruh di vas ya." ucap Kenzi.


Arne pun menceritakan pengalamannya di negara X tersebut. Padahal awalnya semua baik-baik saja dan bahagia. Apalagi saat mereka di Maldives, tapi saat mereka ke negara X bukan hanya ada bencana tapi Angel si pelakor pun ikut mengganggu mereka.


"Wanita itu sepertinya sinting." ucap Kenzi.


"Ya kau benar sekali, tapi aku senang jika mengerjainya." ucap Arne.


"Benarkah? Kau sekarang jadi jahil sekali." ucap Kenzi.


"Jika pakai kekerasan akan panjang urusannya." balas Arne.


"Itu ada benarnya juga." ucap Kenzi.


"Lalu soal oleh-olehnya, aku sudah membelinya tapi hancur." ucap Arne.


"Sudahlah Arne, yg penting kau itu pulang dengan selamat. Aku merinding tahu mendengar negara X mengalami gempa bumi kemarin.. Aku jadi membayangkan yg tidak-tidak." ucap Kenzi.


"Haha.. Benarkah?? Aku cukup beruntung memang." ucap Arne.


"Yasudah, sekarang kau jadi pengangguran ya." ucap Kenzi.


"Kau meledekku?" tanya Arne.


"Tidak, hanya saja apa kau tidak bosan?" tanya Kenzi.

__ADS_1


"Pastinya, tapi aku sudah ada rencana kedepannya." ucap Arne tersenyum.


"Baiklah, aku percaya sahabatku ini selalu punya hal menarik di otaknya." ucap Kenzi.


__ADS_2