Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.149 : Pencurian


__ADS_3

Arne pun masuk ke kamar Mia dan menggeledah isinya. Dirinya terkejut melihat kamar Mia sangat berantakan. Bahkan ada banyak plastik, selotip serta kardus yg berantakan. Belum lagi Arne melihat gantungan baju yg berserakan dan beberapa bungkusan yg terlihat seperti pakaian.


Arne pun penasaran pada buku catatan yg ada di lantai. Dirinya pun mengeceknya dan syok melihat isinya yg merupakan harga pakaian. Pakaian yg merk-merknya merupakan miliknya. Seketika Arne pun terdiam dan memeriksa sekeliling untuk menemukan hal lainnya.


Arne pun nekat membongkar bungkusan yg merupakan pakaian tersebut. Dirinya pun menemukan baju-baju baru miliknya yg hendak dijual oleh Mia. Bahkan ada baju-baju kerja miliknya yg ia pakai beberapa minggu lalu.


Arne mengepal geram akan tindakan Mia. Dirinya tak menyangka pembantu baru itu tega melakukan hal ini. Dan bahkan sampai menjual pakaiannya tanpa sepengetahuannya. Baju-baju Arne pun memang banyak sehingga kadang Arne lupa dimana menaruhnya.


Dan Mia memanfaatkan kelalaiannya lalu menjual baju-bajunya. Pantas saja lemarinya sedikit longgar karena beberapa sudah terjual. Lalu Arne menemukan sebuah tablet yg tak dikunci. Dirinya melihat beberapa foto pakaiannya yg sudah dijual oleh Mia.


Arne pun mengambil semua barang bukti dan menunggu Mia pulang. Gerah sekali rasanya ingin menunjukkan hal ini pada pembantunya tersebut. Lalu Arne pun mengabari suaminya soal ini, Anderson pun semakin tak yakin untuk memiliki asisten rumah tangga kedepannya.


"Sayang, kau pecat saja Mia." ucap Anderson.


"Tentu saja, dia sudah berani menjual baju-bajuku. Dan kebanyakan yg ia jual adalah baju baruku." ucap Arne kesal.


"Pecat dan langsung usir wanita itu, jangan beri uang." ucap Anderson.


"Baik.. Aku trauma jika kita harus menyewa asisten rumah tangga lagi." ucap Arne.


"Kita pikirkan itu nanti, pokoknya kau bereskan Mia hari ini." ucap Anderson.


Di kantornya Anderson pun menghela nafas setelah tahu kelakuan pembantunya. Sampai Eddy melihatnya dan tuannya terlihat selalu memiliki masalah.


"Ada apalagi tuan?" tanya Eddy.


"Pembantu dirumahku mencuri pakaian istriku lalu menjualnya." ucap Anderson.


"Gila.. Berani sekali dia." ucap Eddy.


"Begitulah.. Kasihan istriku dia kehilangan baju-baju barunya dan beberapa pakaian lamanya." ucap Anderson.


"Melihat merk pakaian nyonya pastinya bukan barang murah makanya pembantu itu tergoda." ucap Eddy.


"Iya, saat ini dia sedang kesal pasti." ucap Anderson.


"Semoga nyonya baik-baik saja."


"Aku harap juga begitu." ucap Anderson.


.....


Sementara itu Mia pun baru saja pulang dari Mall untuk berbelanja pesanan nyonya-nya.


"Nyonya ini pesanan anda." ucap Mia.


"Taruh saja di meja makan. Dan Mia duduklah disini." ucap Arne.


Mia pun menaruh belanjaan tersebut dan mendekati majikannya. Lalu matanya terhenti saat menatap meja yg ada di hadapan nyonyanya. Meja tersebut terdapat buku catatan penjualannya, tablet, lalu beberapa pakaian yg belum ia kirimkan.


"Kau terkejut?" tanya Arne tersenyum.

__ADS_1


"Apa itu nyonya..?" balas Mia pura-pura polos.


"Sudahlah Mia, aktingmu tidak ada gunanya, aku sudah menggeledah isi kamarmu dan disini adalah bukti kemana pakaianku yg hilang. Masih mau mengelak? Atau mau kulaporkan polisi?" tanya Arne.


"Ampun nyonya.. Ampuni aku.." ucap Mia menangis.


"Ampun? Mudah sekali ya setelah mendapat keuntungan belasan juta." ucap Arne.


"Nyonya saya khilaf, kumohon ampuni aku." ucap Mia.


"Kembalikan uangku.." pinta Arne.


"Baiklah akan saya transfer.." ucap Mia.


Arne pun memberikan rekening miliknya dan Mia mentransfer uang hasil penjualannya.


"Hanya segini? Kuhitung tadi tak segini dari buku catatanmu." ucap Arne.


"U-uangnya sudah kupakai, " ucap Mia.


"Hebat sekali ya, kau baru bekerja beberapa bulan sudah berani menjual pakaianku, kau mau aku laporkan ke polisi?" tanya Arne.


"Ampun nyonya, jangan bawa aku ke kantor polisi.. Aku hanya khilaf melihat pakaian anda." ucap Mia.


"Kau tahu, pakaian itu tidak murah, kau menjualnya seenaknya dan tak mampu mengembalikan semua uangnya.. Kau itu tak tahu diri." ucap Arne kesal.


"Kumohon ampuni aku nyonya.." ucap Mia.


"Ikut aku." ucap Arne.


Arne pun berjalan menuju ke kamarnya dan mengosongkan semua lemarinya. Bahkan ada beberapa pakaian miliknya yg diambil oleh Mia dan hendak dipakai olehnya.


"Kemasi semua barangmu, aku tak mau melihatmu lagi." ucap Arne mengeluarkan semuanya.


"Tapi nyonya.." ucap Mia.


"Kau pilih keluar dari sini atau kulaporkan polisi?" tanya Arne kesal.


"Baiklah aku akan keluar.." ucap Mia menangis.


"Dan ambil juga pakaian ku ini, aku tak suka pakaianku dipakai oleh orang lain. " ucap Arne membuang bajunya ke lantai.


Mia pun memungutinya lalu memasukkannya ke dalam tas. Dirinya pun langsung angkat kaki dari rumah Arne tanpa sepeser uangpun yg diberikan majikannya. Bukan tanpa alasan karena Mia sudah mendapatkan untung jutaan dari hasil penjualan pakaian Arne. Bahkan yg dikembalikan tak sampai separuhnya.


Tak dilaporkan polisi saja sudah bagus. Dan Arne protes keras pada yayasan yg tempatnya mendapatkan jasa asisten rumah tangga. Dirinya sudah dirugikan 20 juta lebih dari pakaian yg dijual oleh Mia. Dan pihak yayasan meminta maaf serta akan mengirimkan orang baru.


Jawaban Arne pun dirinya menolaknya karena takut kejadian ini terulang lagi.


"Dengar ya, aku trauma pada kalian.. Aku tak mau kalian mengirim orang tak jelas lagi ke rumahku. " tolak Arne.


"Maaf nyonya.." jawab mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Arne pun masih kesal melihat pakaiannya yg dijual oleh Mia. Bahkan wanita itu, sampai meminta maaf dan ampunannya tapi Arne tak memberinya maaf karena tindakannya sudah kelewatan.


Terlebih uang yg dikembalikan bahkan tak ada separuh dari hasil penjualannya, artinya Mia sudah untung besar. Lalu Arne mengecek jemurannya dan pakaian baru yg ia beli semalam masih aman. Nampaknya Mia tak sempat mengamankannya karena Arne ada di rumahnya.


Arne yg tengah kesal itupun bercerita pada Jeny. Jeny pun syok mendengar cerita putrinya yg kehilangan beberapa pakaiannya karena pembantu barunya. Bahkan kerugian Arne tak sedikit karena yg hilang rata-rata pakaian baru.


"Mama.. Aku tak mau punya ART lagi." ucap Arne menangis.


"Iya baiklah, kau bebas melakukannya. Kau menangis sayang?" tanya Jeny.


"Iya, aku sangat ingin memakai pakaian baru yg kubeli di Singapura kemarin tapi sudah dijual oleh Mia." ucap Arne menangis.


"Coba kau cari pakaian itu di online, dan kirimkan pada mama.. Nanti mama bantu carikan." ucap Jeny.


"Apa pakaian itu masih ada?" balas Arne pesimis.


"Sudahlah kalau tidak dicoba takkan tahu." ucap Jeny.


Akhirnya Arne pun menurut saja. Dan Jeny memberikan tugas ini pada Anderson untuk mencari pakaian istrinya.


"Ada apa ma?" tanya Anderson di telepon.


"Anderson, kau cari dress yg aku kirimkan gambarnya padamu, Arne sampai menangis karena ingin memakainya." ucap Jeny.


"Apa? Apa dress ini yg dicuri oleh pembantu kami?" tanya Anderson.


"Benar, dia menelponku sambil menangis dan bercerita kalau sangat ingin memakainya. Kau tahu kan mood orang hamil itu seperti apa." balas Jeny.


"Aku paham, hormonnya tak stabil dan menyebabkannya mudah merasakan emosi." ucap Anderson.


"Bagus, kau cari ya sampai dapat." ucap Jeny.


"Baik ma.." ucap Anderson.


Anderson pun kalang kabut dan meminta stafnya mencarikan pakaian ini diluar negeri. Bahkan Anderson akan memberinya komisi khusus jika ada yg berhasil menemukannya.


"Kalian cari dress model ini.. Ingat harus brand ini.. Cari di negara manapun dan pesan secepatnya." ucap Anderson.


"Apakah dress ini untuk nyonya tuan?" tanya Eddy.


"Ya.. Istriku membelinya saat liburan kemarin tapi malah dijual oleh mantan ART di rumahku, apalagi saat ini istriku sedang hamil, dia pasti sedang uring-uringan di rumah." ucap Anderson.


"Kalian dengar kan?? Ini perintah dari tuan demi nyonya.. Akan bermasalah jika kita membuat sedih orang hamil." ucap Eddy.


"Ingat yg berhasil mendapatkannya akan kuberi komisi khusus." ucap Anderson.


"Apakah aku boleh ikut mencarinya tuan?" tanya Eddy.


"Boleh asalkan pekerjaanmu tak ada masalah." balas Anderson.


"Dan ingat segera kabari aku atau Eddy jika kalian menemukannya." ucap Anderson.

__ADS_1


"Baik tuan.." jawab mereka serempak.


Demi membahagiakan istrinya, Anderson pun menggerakkan beberapa stafnya. Anderson paham sekali emosi orang hamil, hingga tak mau menjadi sasaran kemarahan Arne saat pulang.


__ADS_2