Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.166 : To the point !!


__ADS_3

Kenzi pun tak menyangka kalau Axel akan meminta bantuannya tapi sampai harus seniat ini meminta bantuannya. Padahal dirinya tinggal bilang saja kalau butuh bantuannya. Dan wanita manapun bisa salah sangka jika sikapnya begini.


Kenzi pun akan membantunya sesuai keinginan Axel. Sebagai hutang budi karena sudah menemaninya dalam menghadiri pesta pernikahan sepupu Axel.


Kenzi bahkan sampai mendapatkan sebuah gaun dari Axel untuk menghadiri pesta sepupunya tersebut. Sepertinya Axel ingin membalas kebaikan Kenzi yg dulu memberikannya pakaian yg senada dengannya.


Kenzi juga rutin mengunjungi Arne yg sudah pulang ke rumahnya. Kenzi pun bercerita soal Axel yg meminta bantuannya.


"Aku curiga Ken." ucap Arne.


"Dia memang mencurigakan tapi aku juga berhutang padanya dulu." ucap Kenzi.


"Jangan-jangan dia menyukaimu, apalagi kalian bertetangga." ucap Arne.


"Arne ini bukan lagu dangdut yg judulnya pacar 5 langkah." ucap Kenzi.


"Ya siapa tahu kan." balas Arne.


"Aku tak yakin, mungkin dia baik karena hubungan kami memang baik-baik saja." ucap Kenzi.


"Kau yakin? Lalu apakah kau menyukainya Kenzi?" tanya Arne.


"Secara fisik dia tampan, aku sulit menampiknya. Tapi jika masalah hati tak semudah itu." ucap Kenzi.


"Apa karena dia seorang pengawal?" tanya Arne.


"Bukan, bukan soal profesinya. Tapi aku hanya mengenalnya sebagai pengawalmu bukan sebagai diri Axel yg sebenarnya." ucap Kenzi.


"Ucapanmu ada benarnya juga." ucap Arne.


"Yasudahlah Arne, apapun yg terjadi nanti aku akan menghadapinya dengan berani." ucap Kenzi.


"Tentu, kau harus begitu." ucap Arne.


Arne pun melihat sebuah trauma besar pada Kenzi efek dari pernikahannya yg gagal dengan Nino. Dulu Kenzi melakukan berbagai cara untuk memperbaiki pernikahannya dengan bersikap sebagaimana seorang istri. Tapi Nino enggan berubah dan tetap pada keinginannya untuk menikah dengan Kenzi hanya untuk 2 tahun.


Jika ditambah dengan perselingkuhan, jelas saja Kenzi trauma memulai hubungan baru. Arne hanya berharap semoga Kenzi menemukan jodoh terbaik untuknya serta menghilangkan traumanya pada pernikahan.


....


Tibalah saat acara pernikahan sepupu Axel. Axel pun menjemput Kenzi dengan menunggunya di depan pintu unit apartemennya. Lalu Kenzi keluar setelah selesai bersiap. Dengan gaun yg anggun itu, Kenzi tampak sangat cantik dimata Axel.


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang." ucap Kenzi.


"Oke." ucap Axel.


Mereka pun menuju ke sebuah hotel mewah berbintang dan Kenzi terkejut dengan keluarga Axel yg ternyata golongan atas.


"Ayahnya cukup kaya, jadi acaranya pasti meriah." ucap Axel.


"Ya.. Sangat terlihat." ucap Kenzi.


Axel pun sampai membukakan pintu mobilnya untuk Kenzi. Dan Kenzi terharu melihat sikap manis Axel.


"Aku terharu kau sampai bersikap begini." ucap Kenzi menggodanya.


"Sudahlah, bantu aku ya." ucap Axel lalu mengulurkan tangannya.


"Baiklah." ucap Kenzi menerima uluran tangan itu.


Kenzi dan Axel pun datang berdua memasuki acara tersebut. Kenzi pun diperlakukan baik oleh Axel dan keluarganya menyambutnya dengan antusias.


"Siapa wanita cantik ini Axel?" tanya sepupu Axel bernama Ruby.


"Dia Kenzi kekasihku." ucap Axel entengnya.


Kenzi pun hanya bisa tersenyum mendengarnya sembari meremas tangan pria itu. Lalu Kenzi berbisik padanya.


"Apa-apaan kau ini.." bisik Kenzi.


"Kau kan sedang membantuku, jadi lakukan dengan baik." ucap Axel.


"Awas jika kau aneh-aneh." ucap Kenzi.


"Wah.. Axel, kau benar-benar membawa seorang wanita rupanya.." ejek sepupu laki-laki Axel yg lain.


"Siapa wanita cantik ini..?"


"Hai nona, dimana kau bertemu Axel?? Karena pria ini sering di tempat-tempat berbeda." ucap salah seorang.


"Ee.. Aku bingung harus memulai darimana." ucap Kenzi tersenyum kaku.


"Berhenti mengganggunya." ucap Axel.


"Dia kekasihku, sudah kan.. Ayo Ken kita kesana." ucap Axel menarik tangannya.


"Maaf ya kami permisi." ucap Kenzi.


Axel pun menarik tangannya menemui sepupu Zeus untuk mengucapkan selamat.


"Sebenarnya sepupumu itu ada berapa? Kenapa banyak sekali." ucap Kenzi.


"Ada 11 yg di Indonesia, kalau yg diluar negeri mungkin 8." ucap Axel.


Kenzi pun hanya bisa tersenyum mendengarnya. Memang Axel memiliki banyak sepupu yg membuatnya kadang jadi bahan perbandingan. Dan semuanya memiliki latar belakang yg luar biasa.


Tibalah mereka pada Zeus sepupu Axel yg sedang menikah saat ini.


"Selamat kak.." ucap Axel.


"Terimakasih Axel.. Kau datang dengan kekasihmu kan?" tanya Zeus.


"Benar, perkenalkan namanya Kenzi.." ucap Axel.

__ADS_1


"Selamat kak.." ucap Kenzi.


"Terimakasih." ucap Zeus.


"Jadi siapa Kenzi ini Axel?" tanya ayahnya Axel tuan Zayn.


"Ayah, dia seorang dokter." ucap Axel.


"Baguslah, salam kenal Kenzi aku ayahnya Axel. Dimana kau bekerja saat ini?" tanya Zayn.


"Di rumah sakit X tuan." ucap Kenzi.


"Rumah sakit milik tuan Tony?" tanya Zayn.


"Benar tuan." ucap Kenzi gugup.


"Ayah hentikan, jangan mengintrogasinya." ucap Axel.


"Maaf, Kenzi jika membuatmu tak nyaman." ucap Zayn.


"Ya.. Tuan. " ucap Kenzi tersenyum kaku.


"Axel kapan kau akan menikahinya?" tanya Zayn.


"Jika Kenzi sudah siap ayah.." ucap Axel.


Kenzi pun semakin kaku dibuatnya, perjanjian awal Kenzi hanya diminta menemaninya bukan menjadi kekasihnya apalagi sampai ditanya tentang pernikahan.


"Tapi Kenzi kau tak tahu siapa Axel?" tanya Zayn.


"Ya aku tahu tuan." ucap Kenzi.


"Kau yakin Axel sudah memberitahunya?" tanya Zayn pada Axel.


"Hanya informasi umum ayah." ucap Axel.


"Ck.. kau itu sesekali harus to the point." ucap Zayn.


"Informasi umum? Apa maksudnya?" gumam Kenzi bingung.


"Yasudahlah, nanti kau akan jadi keluarga kami dan akan tahu segalanya." ucap Zayn pada Kenzi.


Kenzi pun hanya tersenyum kaku, lalu mencubit tangan Axel karena ada sesuatu yg ia sembunyikan.


"Sakit Ken.." ucap Axel.


Lalu Kenzi pun menariknya keluar ruangan dan ke tempat yg sepi untuk berbicara empat mata.


"Apa-apaan kau ini..?" tanya Kenzi.


"Aku hanya ingin memperkenalkanmu pada keluargaku." ucap Axel.


"Kau berbohong, kemarin bilangnya hanya menemanimu." ucap Kenzi kesal.


"Aku tidak berbohong, hanya saja aku tidak mengatakannya." ucap Axel.


"Karena kau suka to the point, baiklah akan aku katakan." ucap Axel.


"Bagus jika kau sadar.." ucap Kenzi.


"Kenzi maukah kau menikah denganku?" tanya Axel entengnya.


"Tunggu.. Tunggu ini tidak lucu Axel." ucap Kenzi.


"Aku serius dan tidak sedang bercanda." ucap Axel.


"Kau jangan main-main." ucap Kenzi.


"Kenapa? Apa karena aku seorang pengawal? Bukankah kau pernah bilang tak masalah dengan penjual cilok sekalipun. " tanya Axel.


"Pernikahan itu tak semudah yg dibayangkan.. Aku sudah melaluinya. Dan lagi aku belum mengenal jati dirimu. Pengawal adalah identitasmu saat bekerja, aku tak tahu siapa dirimu Axel." ucap Kenzi.


"Baiklah aku akan menunjukkan siapa diriku, agar kau tak bisa menolakku." ucap Axel.


"Aduh.." ucap Kenzi menepuk jidatnya.


Kenzi pun bingung harus menjawab apa pada pria di hadapannya. Niat awalnya hanya membantu, tapi kenapa pria itu jadi serius ingin menikah dengannya. Lalu apa tanggapan keluarganya soal status jandanya???


Axel pun memperkenalkan Kenzi pada seluruh keluarganya. Dan Axel menunjukkan kedudukannya pada Kenzi dengan bagaimana orang-orang menghormatinya. Sampai beberapa orang memanggilnya tuan.


"Siapa pria ini sebenarnya??" gumam Kenzi dalam hati.


Lalu Axel menitipkan Kenzi pada Ruby sepupunya. Ini kesempatan bagi Kenzi untuk mencari tahu soal Axel.


"Kak.. Sebenarnya Axel itu bagaimana kalau dimata keluarganya?" tanya Kenzi.


"Kau penasaran ya? Diluar dia memang tampak serius, bahkan dia rela mengawali karir dari nol sebagai pengawal tingkat rendah. Walaupun kini dia bisa mengambil alih perusahaan ayahnya. Tapi dia tetaplah sepupu kami yg pendiam dan selalu serius." ucap Ruby.


"Dia juga anak yg penurut, dan tak suka membuang-buang waktu, dia sangat keras kepala, lalu dia tak pernah mengajak wanita selain dirimu." ucap Ruby.


"Eh, jadi aku yg pertama yg ia ajak ke acara keluarga?" tanya Kenzi.


"Benar, dia suka berpura-pura miskin kalau diluaran.. Katanya dia tak mau pamer dan mempunyai teman palsu." ucap Ruby.


"Berpura-pura miskin?"


"Iya, agar tidak dimanfaatkan wanita. Selama ini wanita mengejarnya karena uangnya." ucap Ruby.


"Kau sendiri, seorang dokter kan? Bagaimana bisa bertemu dengannya?" tanya Ruby penasaran.


"Bagaimana ya, kami hanya kebetulan bertemu karena Axel bekerja pada teman dekatku." ucap Kenzi.


"Tapi kau terlihat bingung, apa Axel tidak mengatakan apapun sebelum kemari.?" tanya Ruby

__ADS_1


"Ya.. Dia hanya memintaku menemaninya kemari." ucap Kenzi.


"Dasar anak itu.. Aku akan memarahinya." ucap Ruby.


Axel pun tiba dan dimarahi oleh Ruby karena membohongi Kenzi soal identitasnya. Dan Axel hanya tersenyum saat diomeli kakaknya.


Lalu Kenzi pun akhirnya tahu siapa Axel sebenarnya, dan pria itu diam-diam menyukainya sampai mengajaknya menikah. Saat perjalanan pulang, Kenzi pun bertanya sesuatu pada Axel.


"Kenapa kau mengajakku menikah?" tanya Kenzi.


"Karena aku tak mau kau kembali pada mantan suamimu." ucap Axel.


"Bukan karena kau menyukaiku?" tanya Kenzi.


"Aku juga menyukaimu." balasnya.


"Sejak kapan?" tanya Kenzi.


"Entahlah, melihatmu pulang pagi sambil terus menguap saja aku kesal." ucap Axel.


"Tapi aku seorang janda, bagaimana pendapat orangtuamu serta keluargamu.. Mereka bukan orang biasa." ucap Kenzi.


"Kenzi mereka hanyalah manusia biasa. Dan aku sudah mengajakmu menikah lalu menunjukkan jati diriku, sekarang apa jawabanmu?" tanya Axel.


"Tidak tahu." ucap Kenzi.


Ciiiittt..


Axel pun mengerem dan menepi.


"Kenapa? Aku kaya, dan fisikku tak bermasalah." tanya Axel.


"Aku pernah gagal, dan aku belum siap memulai segalanya." ucap Kenzi.


"Aku tidak seperti mantan suamimu." ucap Axel.


"Benarkah?" tanya Kenzi.


"Kalau kau tidak percaya menikahlah denganku akan kubuktikan." ucap Axel.


"Kenapa semua jawaban menguntungkanmu." balas Kenzi.


"Karena kau takkan pernah menemukan pria sepertiku." ucap Axel.


"Aku butuh waktu.. Aku akan memikirkannya." ucap Kenzi.


"Baiklah.." ucap Axel.


Kenzi pun pulang dalam diam, dan tak berkata apapun pada Axel. Axel sedikit frustasi melihat reaksi Kenzi. Bahkan setelah semua tentang dirinya termasuk kekayaannya telah diketahui, wanita itu belum bisa menerimanya.


Axel yg frustasi pun mencoba cara lain dengan mencari informasi mengenai keluarga Kenzi. Lalu pria itu mendatangi keluarga Kenzi dan menyampaikan tujuannya menikahi Kenzi. Tentunya orangtua Kenzi terkejut, apalagi Kenzi belum lama bercerai dan belum pernah bicara soal kekasihnya.


Hingga Kenzi menemuinya di unit apartemennya.


"Silahkan masuk." ucap Axel.


"Terimakasih." ucap Kenzi.


Mereka pun duduk dan Axel memberinya minuman.


"Axel kenapa kau sejauh ini sampai menemui orangtuaku?" tanya Kenzi.


"Karena aku bersungguh-sungguh, kau kan lebih suka to the point. Dan aku melakukannya." ucap Axel.


"Kenapa kau menyukaiku?" tanya Kenzi.


"Kau orang yg tulus, kau menghargaiku meski aku hanyalah pengawal temanmu. Kau mengobatiku saat aku terluka, lalu kau tak keberatan makan satu meja denganku yg hanya seorang pengawal." ucap Axel.


"Apa yg membuatku harus menerimamu?" tanya Kenzi.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." ucap Axel.


"Buktikanlah." ucap Kenzi lalu berdiri.


"Kau mau kemana?" tanya Axel.


"Pulang ke rumahku." ucap Kenzi.


"Baiklah, aku masih belum menyerah dan akan terus membuktikannya." ucap Axel.


Arne pun sudah tahu segalanya dari cerita Kenzi, dan Axel langsung. Kenzi sulit menerima Axel karena apa yg sudah ia lalui, tapi pria itu tetap tidak mau menyerah.


Hingga suatu hari, Axel berhenti bekerja pada Arne, dirinya sudah meminta seseorang menggantikannya. Tentunya orang tersebut bisa dipercaya sebagai bawahannya.


Axel pun punya tugas lain di luar negeri, dan Kenzi tak tahu apapun. Dirinya terkejut melihat Axel digantikan, dan apartemennya kosong. Beberapa kali Kenzi datang memencet bel tapi tak ada orang disana.


Hingga Kenzi menyerah, dan berpikir mungkin Axel hanya mempermainkannya. Tapi suatu hari, Axel kembali dan membuat kejutan pada Kenzi di rumah sakit tempatnya bekerja. Axel melamarnya dihadapan banyak orang di rumah sakit.


"Will you marry me?" tanya Axel.


"Axel, semua orang melihat kita." ucap Kenzi.


"Kau suka yg to the point kan? aku sudah melakukannya tiga kali." ucap Axel.


"Ken.. Jika kau menolakku lagi aku akan benar-benar pergi." ucap Axel.


"Baiklah." ucap Kenzi menarik nafasnya.


Axel pun langsung memasangkan cincin di jari Kenzi.


"Aku belum menerimamu." ucap Kenzi.


"Cincin sudah dipasang, dan kau berkata baiklah tadi." ucap Axel.

__ADS_1


"Tidak ada penolakan, ayo kita menikah." ucap Axel.


Kenzi pun tak bisa berkata apa-apa lagi dihadapan pria itu. Sudah 3 bulan dan 3x melamarnya tanpa menyerah sedikitpun. Akhirnya Kenzi luluh dan menerima kesungguhannya.


__ADS_2