
Tony pun merasa sedikit lebih baik setelah separuh saham Jakson kembali. Meski dalam hatinya ia masih kesal karena harus tunduk pada Jakson tapi dirinya tak punya pilihan selain berdamai dan menundukkan kepalanya.
Mungkin kali ini Tony akan berhenti mengejar Arne sementara, dan akan melanjutkannya saat situasinya membaik. Meski mungkin dirinya akan memakai cara halus agar mudah dipercaya.
"Aku harus bersabar dan memakai cara halus kedepannya." gumam Tony dalam hati.
Dan Jakson dirinya senang karena berhasil membuat Tony bertekuk lutut dihadapannya. Terlebih pria itu berupaya membuat cucunya bertekuk lutut padanya dengan cara kotor. Dengan ini Jakson takkan membiarkan Tony mengganggu Arne lagi.
Begitu pula dengan Anderson yg berani bergerak untuk menekan Tony. Dirinya tak mau pria seperti Tony mengganggu Arne, terlebih ini adalah waktu yg penting bagi Arne melakukan residennya. Setelah lulus mungkin Anderson akan merekomendasikan beberapa rumah sakit bagus untuknya nanti.
Anderson pun meminta orang kepercayaannya bernama Eddy untuk menghubungi pihak Tony kalau dirinya sendirilah yg akan menemui Tony ke rumah sakitnya.
Bak gayung bersambut, Boby pun merespon dengan sangat baik dan akan menyambut kedatangan pemilik perusahaan robot tersebut dengan baik guna mendiskusikan bisnis mereka.
.
.
Saat itu Arne yg sudah kembali bekerja sejak beberapa hari yg lalu pun diminta mengantarkan beberapa berkas ke ruangan Tony. Meski dirinya sedikit gugup tapi Arne memberanikan diri menemui pria itu. Terlebih kakeknya sudah memberinya pelajaran.
Arne pun memasuki ruang Tony dan mendapati pria itu sedang tak ada di tempat. Arne pun hanya masuk dan menaruh berkas di mejanya, lalu melihat sekitar sejenak. Arne menemukan sebuah jarum suntik di bawah kakinya dan memungutnya.
Arne pun merasa curiga lalu memasukkannya ke dalam sakunya, serta melihat lagi beberapa pil mencurigakan. Tanpa basa-basi Arne pun memungut pil tersebut, lalu keluar dari ruangan Tony. Terlebih ruangan tersebut tidak ada cctv karena memang Tony yg memintanya. Hal itu semakin membuat Arne curiga.
Arne pun bergegas keluar dari ruangan Tony, dan dirinya mengamankan barang bukti temuannya. Karena mungkin saja ini akan jadi bukti kelemahan Tony jika dirinya terdesak lagi. Dan Arne juga harus menganalisis barang temuannya tersebut.
Untuk itulah Arne mengajak Anderson bertemu di taman saat jam istirahat.
"Prof aku ada sesuatu.." ucap Arne.
"Katakan saja." ucap Anderson.
"Aku menemukan ini di bawah meja Tony.." ucap Arne memberikannya pada Anderson.
"Kau nekat ke ruangannya??" tanya Anderson terkejut.
"Tidak juga, tadi aku menaruh berkas disana.. Lalu menemukan ini di dekat kakiku." ucap Arne.
"Apa ada yg melihatmu? Bagaimana dengan cctvnya?" tanya Anderson.
"Tak ada yg melihatku, dan di ruangannya tak ada cctv." ucap Arne.
"Aneh, dan lagi ini.." ucap Anderson.
"Jika firasatku benar, ini bisa jadi miliknya dan mungkin akan menunjukkan kelemahannya." ucap Arne.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menganalisisnya dengan kenalanku." ucap Anderson.
"Terimakasih prof." ucap Arne tersenyum.
"Lain kali hati-hati, kau bisa dalam masalah jika benda ini begitu penting baginya." ucap Anderson.
"Ya.. Aku akan berhati-hati." ucap Arne.
Setelah sejumlah barang bukti temuan Arne, kini Anderson mencurigai sikap Tony selama ini. Dan dirinya menebak mungkin temuan ini adalah kelemahannya kenapa selama ini bersembunyi. Tanpa membuang waktu, Anderson pun meminta kenalannya untuk segera menganalisisnya.
Lalu dirinya mengatur waktu yg tepat untuk menemui Tony dan membuatnya terkejut. Ini adalah cara terakhirnya sebelum pergi sebagai dokter relawan. Semoga caranya kali ini mampu melindungi Arne dari tekanan Tony.
Sepulang bekerja Anderson pun mampir ke tempat kenalannya untuk menganalisis temuannya. Butuh waktu untuk menganalisisnya hingga Anderson mempercayakannya pada kenalannya tersebut. Dan setelah hasilnya keluar mereka akan menghubungi Anderson dengan segera.
.
.
Sementara itu, Tony pun kembali ke ruangannya dirinya melihat sudah ada berkas dimejanya. Dan pria itu tahu kalau itu pasti Arne yg datang, tapi demi bisnisnya dirinya akan menahan diri untuk tidak bertemu dan menunggu waktu yg tepat.
Dan Tony pun belum menyadari kalau sesuatu yg penting telah ditemukan oleh Arne. Pria itu pun tetap santai dan tak menyadarinya karena selama ini dirinya tetap mementingkan keselamatannya.
.
.
"Ck.. Apa yg kau lakukan disini? Aku tak memanggilmu." ucap Tony.
"Ya, aku kemari bukan karena kau panggil juga." ucap Anderson lalu menghubungi seseorang.
Lalu Boby pun mendapat pesan kalau pemilik perusahaan robot tersebut sudah berada diruangannya.
"Tuan, lihat ini." ucap Boby.
"Apa.." ucap Tony lalu duduk di hadapan Anderson.
"Kau terkejut? Kau pikir hanya kau yg punya kekuasaan.?" tanya Anderson.
"Jika kau punya perusahaan itu, untuk apa kau susah payah bekerja disini.?" tanya Tony.
"Bisa dibilang itu hanyalah bisnis iseng yg ternyata berkembang." ucap Anderson.
"Iseng??" gumam Tony dalam hati.
"Kau ingin melanjutkan bisnis atau tidak.?" tanya Anderson.
__ADS_1
"Kenapa kau berubah pikiran?" tanya Tony.
"Kulihat para dokter disini membutuhkannya, jadi aku harus membuat penawaran." ucap Anderson.
"Harusnya kau menunjukkan wajahmu sejak awal." ucap Tony.
"Apakah itu kata-kata terbaikmu untuk membantu rumah sakitmu sendiri?" tanya Anderson.
"Baiklah, kita singkirkan masalah pribadi kita, kita bahas bisnis saja." ucap Tony.
"Jika aku tidak mau? Lagipula siapa yg membawa-bawa masalah pribadi menjadi masalah pekerjaan? Apalagi menekan wanita, sungguh pecundang." ucap Anderson.
Seketika Tony pun kesal dibuatnya, tapi Boby menahannya dan memintanya untuk bersabar demi rumah sakit ini.
"Tuan, ini kesempatan terakhir kita." ucap Boby.
"Kau dengar kan?? Bahkan asistenmu saja tahu posisimu.. Harusnya kau sedikit menahan diri." ucap Anderson.
"Katakan apa maumu?" tanya Tony.
"Mauku? Aku mau menaikkan harganya 20% lalu jangan bertindak macam-macam dengan Arne selama aku tak disini." ucap Anderson.
"Itu terdengar seperti sebuah ancaman dibanding penawaran." ucap Tony.
"Jika kau tak mau juga tak apa, banyak rumah sakit yg sudah mengantri untuk robot buatan perusahaanku, dan mungkin kau akan menunggu lagi 5 tahun." ucap Anderson.
"Ck.." umpat Tony.
"Jika kau keberatan, tak masalah kesepakatan ini takkan terjadi, aku juga takkan memaksa." ucap Anderson.
"Baiklah, kuharap kau tidak memberiku barang jelek." ucap Tony.
"Apa kau meremehkan perusahaanku? Ingin membuatku berubah pikiran?" balas Anderson dengan tatapan tajam.
"Tuan.." ucap Boby.
"Baiklah, baiklah Bob, aku mengerti." ucap Tony.
"Maaf, mari kita lanjutkan kesepakatan." ucap Tony pada Anderson.
"Keputusan yg bijak, aku sudah membawa surat perjanjian yg baru." ucap Anderson mengeluarkannya sebagai bukti.
"Kau sengaja melakukan ini.." ucap Tony.
"Salah sendiri mengganggu calon tunanganku." balas Anderson.
__ADS_1
Dan Tony tak mampu berkutik lagi, dirinya harus menyetujui surat tersebut agar tak mengecewakan para dokter yg sudah ia janjikan. Anderson pun berhasil menekan sisi Tony yg lain, setelah Jakson. Kini Tony tak mungkin akan macam-macam pada Arne saat dirinya tak ada.