Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.145 : Memperoleh banyak perhatian


__ADS_3

Arne pun masuk ke kantor seperti biasa, dan dirinya hanya agak mual. Arne hanya mengantisipasinya dengan permen dan minum jahe hangat tadi pagi. Atau jika mualnya parah barulah Arne akan ijin pulang.


Jakson pun senang cucunya sedang mengandung. Dan untuk itu dirinya akan lebih memperhatikannya saat bekerja. Arne pun mendapatkan makanan khusu dari Jakson untuk makan siang. Makanan sehat bergizi yg cocok untuk ibu hamil.


Dan Anderson mengirimkannya lagi makanan untuk makan siangnya. Hingga saat ini Arne menatap pada dua porsi makanan tersebut.


"Apa-apaan ini..?" gumamnya.


Arne pun dipuji oleh teman-temannya karena memiliki keluarga dan suami yg sangat perhatian. Apalagi kali ini Arne sampai mendapat dua porsi makanan sekaligus.


Untunglah saat siang hari, mual itu hilang dan Arne bisa memakan apa saja.


"Arne kau sangat beruntung."


"Iya sepertinya begitu." ucap Arne.


"Selamat ya untuk kehamilannya, semoga sehat selalu."


"Iya selamat Arne."


"Terimakasih semuanya.." ucap Arne tersenyum.


"Jika butuh bantuan, jangan segan untuk meminta tolong pada kami."


"Ya.. Jangan sungkan, kau sering mengobati kami saat sakit."


"Iya, nanti aku akan meminta tolong pada kalian saat aku butuh bantuan." ucap Arne.


Mereka pun menemani Arne dan mengawasinya karena temannya itu sedang hamil muda. Mereka juga ingin membalas kebaikan Arne yg sering mengobati mereka saat sakit atau memberitahu obat yg bagus.


Mereka tak ingin membiarkan Arne sendirian, dan menemaninya untuk bisa menjaganya. Dan Arne sangat senang memiliki teman yg baik di kantor ini.


Sepulang bekerja, Arne pun menunggu Anderson menjemputnya. Dirinya duduk di kursinya menunggu suaminya datang. Dan saat Anderson tiba, suaminya akan menghubunginya, barulah Arne keluar gedung kantor. Anderson tak mau Arne menunggunya di luar takut istrinya kedinginan.


Mereka pun pulang ke rumah dan Arne nampak begitu lelah. Anderson pun menawarkan makanan yg diinginkan istrinya.


"Kau mau makan sesuatu?" tanya Anderson.


"Aku mau ayam goreng." ucap Arne.


"Baiklah kita akan beli ayam goreng dan ada lagi untuk makan malam?" tanya Anderson.


"Aku hanya mau makan itu.. Belinya di resto Xx.." ucap Arne.


"Oke." ucap Anderson.


Setelah membeli makanan, mereka pun pulang ke rumah dan langsung membersihkan diri. Kemudian mereka makan malam bersama. Dan setelahnya Arne yg merasa lelah memilih untuk rebahan di kasur. Anderason pun menemaninya sambil mengecek beberapa pekerjaan.

__ADS_1


Hingga istrinya tersebut tertidur lelap. Anderson pun menyelimutinya agar tidak kedinginan. Anderson terus bekerja hingga agak malam lalu dirinya baru akan tidur.


Ditengah malam, Arne pun terbangun dan pergi ke toilet. Lalu dirinya mulai lapar lagi, hal yg aneh bagi Arne. Dirinya pun ke dapur untuk membuat roti isi. Setelahnya Arne menikmatinya sebelum kembali tidur.


Saat itu, Arne melihat ke arah kamar Mia yg terlihat masih terang lewat ventilasi udara. Arne pun membiarkannya saja lalu pergi tidur kembali setelah selesai makan.


Anderson pun terkejut saat mendapati istrinya tak ada di sampingnya. Lalu pintu pun terbuka dan istrinya pun masuk ke dalam kamar.


"Kau habis darimana?" tanya Anderson.


"Aku habis dari dapur makan roti." ucap Arne.


"Kau lapar?" tanya Anderson.


"Ya.. Tadi aku lapar dan makan roti di dapur." ucap Arne.


"Apa masih lapar?" tanya Anderson.


"Sedikit." ucap Arne.


Anderson pun tersenyum lalu menawari makanan pada istrinya.


"Mau pesan makanan??" tanya Anderson.


"Sudah malam, pasti tak ada yg buka. Kalau pun tidak ada pasti fast food." ucap Arne.


"Kau bisa membuatkanku nasi goreng?" tanya Arne.


"Hmm.. Kalau itu aku masih bisa. Ayo ke dapur.." ucap Anderson.


Anderson pun mengajak istrinya ke dapur dan memasakkan nasi goreng sesuai keinginan Arne. Arne pun menjadi penasaran bagaimana rasa nasi goreng buatan suaminya. Dan menunggu dengan sabar.


"Nasi goreng sudah siap.." ucap Anderson.


"Yeayy.." ucap Arne senang melihat tampilannya yg menggugah selera.


"Terimakasih, selamat makan." ucap Arne.


Arne pun mencicipi nasi goreng buatan suaminya tersebut dan rasanya sangat enak. Hingga Arne menghabiskannya tanpa tersisa.


"Kau memang lapar rupanya." ucap Anderson tersenyum.


"Benar, aku mudah lapar. Dan sangat aneh bagiku makan jam segini." ucap Arne.


"Tak apa, saat ini ada dua 3 nyawa dalam dirimu, mungkin memang butuh asupan yg banyak." ucap Anderson.


"Iya.. Mungkin begitu." ucap Arne.

__ADS_1


Setelah mencuci piring, mereka pun kembali di dalam kamar. Anderson pun mulai mengantuk dan tertidur di samping istrinya yg sedang menonton film. Lalu Arne juga ikut tertidur karena mengantuk.


Pagi harinya mereka pun terlambat ke kantor karena Arne terbangun tengah malam. Untungnya Jakson tak mempermasalahkannya. Dan Anderson juga bekerja pada perusahaannya sendiri. Jadi mereka langsung pergi kantor dan hanya membawa bekal roti.


Di kantor, teman-teman Arne berpikir kalau Arne sakit karena kondisinya yg tengah hamil muda. Tapi Arne masuk ke kantor meski hampir terlambat.


"Arne kukira kau sakit, kau baik-baik saja kan?"


"Iya, aku hanya terbangun di malam hari.. Jadi aku kesiangan karena baru tidur menjelang subuh." ucap Arne.


"Kau harus bersabar, orang hamil kadang gejalanya berbeda-beda."


"Kau benar." ucap Arne.


"Untunglah kau tidak sakit.." ucap rekannya.


"Iya.. Terimakasih sydah mengkhawatirkanku." ucap Arne.


"Jangan sungkan kami akan saling menjaga satu sama lain."


Arne pun tersenyum, mendapatkan perhatian dari rekan kerjanya. Dan tentunya mereka juga selalu bertanya tentang kondisinya agar tak memberatkan Arne dalam bekerja.


Siang harinya, Arne kembali mendapatkan dua porsi makanan lagi. Baik dari kakeknya ataupun suaminya, mereka sama-sama tak mau mengalah. Arne pun memakannya kadang berbagi pada temannya daripada mubazir dan dibuang.


Sejauh ini, kondisi Arne baik-baik saja selama dirinya menjaga asupan tubuhnya. Dan minum vitamin dari dr.Reina. Hanya saja kadang setiap pagi dirinya selalu mual. Dan pada siangnya, rasa mualnya hilang.


Anderson juga sangat perhatian padanya dan bertanya apa yg ia inginkan. Baik itu makanan ataupun berbelanja apapun, suaminya pasti akan memberikannya. Begitu juga dengan Jakson yg selalu mengirimi hadiah padanya setiap bulan. Dan Jeny yg selalu rajin mengirimkan buah-buahan ke rumah Arne.


Arne pun diliputi banyak kasih sayang dari orang terdekatnya. Kenzi pun selalu menemaninya saat ada waktu. Dan teman kantornya mereka semua baik dan perhatian padanya. Akhirnya setelah sekian banyak masalah, Arne menemukan titik kebahagiaan terbesarnya dikelilingi orang baik yg menyayanginya.


Arne berharap kebahagiaan ini terus berlanjut dan tak ada lagi masalah besar dalam hidupnya. Arne hanya ingin fokus pada kehamilannya saja dan pekerjaannya.


Jeny pun jadi sering mengunjungi Arne dan mengecek isi kulkas putrinya. Jika ada yg kurang maka Jeny akan mengisinya dan membawakan banyak buah-buahan.


"Mama.. Ini berlebihan aku bisa membelinya." ucap Arne.


"Sudahlah, kau itu fokus saja bekerja dan pada kehamilanmu. Pokoknya jangan melakukan pekerjaan berat. Berbelanja itu termasuk pekerjaan berat." ucap Jeny.


"Terimakasih ma, mama sangat perhatian padaku." ucap Arne.


"Tentu saja, kau satu-satunya putriku. Aku akan selalu menyayangimu." ucap Jeny.


"Kau butuh apalagi? Katakan saja? Kau mau buah apa? Nanti mama yg akan membelinya." ucap Jeny.


"Sepertinya buah peach enak ma.. " ucap Arne.


"Nanti mama mampir ke supermarket dan membelinya." ucap Jeny.

__ADS_1


Begitulah cara Jeny memperhatikan Arne. Jeny tak ingin Arne kesulitan, ditambah lagi pembantunya kurang bisa dipercaya. Sampai Arne pun mengatakannya padanya.


__ADS_2