Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.148 : Curiga


__ADS_3

Selama kehamilan, Arne pun jadi kurang tidur karena setiap malam selalu terbangun. Dan pastinya dirinya akan merasa lapar yg sangat menyiksanya. Sampai-sampai baik Anderson maupun Jeny selalu memberikan stok makanan untuk Arne.


Kebiasaan makan malamnya ini membuatnya jadi mengantuk di siang hari. Sehingga terkadang Arne akan langsung tidur saat pulang bekerja.


Setiap malam, Arne pun selalu ke dapur mencari makanan. Entah itu roti, mie instan atau makanan frozen lainnya yg ia hangatkan di microwave. Dan hampir setiap malam juga dirinya melihat lampu kamar Mia selalu menyala dengan terang. Bahkan terdengar suara seperti seseorang sedang berbicara dari arah kamar.


Arne pun masih berpikiran positif dan mungkin Mia tak bisa tidur dan sedang menonton suatu acara. Dan Arne masih sibuk dengan makanannya. Setelah kenyang dirinya akan kembali ke kamar, entah bermain ponsel atau menonton telivisi. Terkadang Anderson terbangun dan menemaninya. Tapi kadang juga suaminya itu sangat lelah hingga tertidur lelap.


Arne juga kadang, membawa buah ke dalam kamarnya sebagai camilan sehat. Menonton telivisi atau menunggu sale di semuah e-commers. Entah barang apa yg ia beli, yg pasti Arne suka sekali melihat-lihat barang diskon.


Hal itu terjadi setiap malam, dan cukup mengganggu waktu istirahat Arne. Selama tiga bulan pertama, pastinya sangat berat baginya. Sampai Anderson meminta Arne cuti atau berhenti bekerja sekalian demi kesehatannya. Karena kekurangan istirahat juga berbahaya.


Anderson pun menemui Jakson untuk meminta agar istrinya dipecat.


"Kakek tolong aku pecat saja Arne agar dia bisa istirahat di rumah." ucap Anderson.


"Aku sudah melakukannya, tapi dia jadi keras kepala." ucap Jakson yg lelah.


"Biarkan dia bekerja dari rumah.. Kurasa begitu saja." ucap Anderson.


"Kau benar, kalau kita membiarkannya bekerja seenaknya akan terjadi masalah dengan karyawan lain." ucap Jakson.


Lalu Arne pun dipanggil keruangannya dan melihat suaminya. Kemudian Arne dijelaskan situasinya oleh Jakson.


"Arne, karena kondisimu mulai besok kau bekerja dari rumah lagi." ucap Jakson.


"Kakek, aku bosan dirumah." ucap Jakson.


"Tidak apa, Anderson bilang kau selalu terbangun tengah malam dan selalu mengantuk di siang hari." ucap Jakson.


"Sayang.." ucap Arne..


"Tidak, kali ini kau harus menurut. Kau bisa bekerja di rumah, sambil makan camilan atau melakukan pekerjaan lainnya." ucap Anderson.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau harus menemaniku belanja." ucap Arne.


"Ya.. Apapun asal jangan bekerja di kantor." ucap Anderson.


Akhirnya Arne pun kembali bekerja dari rumah. Dan Rika asisten yg membimbingnya selalu datang ke rumah jika ada beberapa hal yg harus dikerjakan secara tertulis. Selebihnya Arne akan mengerjakannya lewat email.


Tapi sebelum itu, Arne menagih janjinya pada Anderson untuk menemaninya berbelanja.


"Kau mau beli apa?" tanya Anderson.


"Baju, karena pasti pakaianku takkan muat dalam beberapa bulan kedepan." ucap Arne.


"Belilah semua yg kau sukai, aku takkan membatasinya." ucap Anderson.


"Sungguh?" tanya Arne.


"Ya.. Beli saja." ucap Anderson.


Arne pun dengan senang hati menghabiskan uang suaminya. Dan Anderson tak perotes sama sekali. Terlebih memang benar kalau beberapa bulan lagi perut istrinya akan membesar dan pastinya pakaiannya takkan muat lagi.


"Lebih baik kau menghabiskan uangku untuk berbelanja dari pada untuk berobat.." gumam Anderson dalam hati.


Setelah puas Arne pun ke kasir dan membayar. Dan tiba-tiba suaminya sudah berada di sampingnya untuk membawakan belanjaannya. Meski banyak yg dibeli oleh istrinya Anderson pun tak mengeluh sama sekali.


"Habis ini mau kemana lagi?" tanya Anderson.


"Makan itu.. Dimsum." ucap Arne.


"Baiklah, kita cari tempat duduk lalu aku menaruh belanjaan dan kau tunggu aku disitu." ucap Anderson.


Arne pun menurut dan mencari tempat duduk sembari menunggu suaminya. Dirinya juga memesan terlebih dahulu. Sementara Anderson merapikan semua belanjaan istrinya di dalam mobil.


Dan Arne menikmati dimsum pesanannya. Anderson pun tiba dan tersenyum melihat istrinya makan dengan bahagia.

__ADS_1


Setelah makan, mereka pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, Arne pun tertidur di dalam mobil. Membuat Anderson harus menggendongnya ke kamar. Lalu Anderson barulah mengangkat belanjaan istrinya tersebut ke dalam kamar.


Anderson juga mendengar suara-suara dari kamar Mia seperti seseorang tengah melakukan siaran langsung. Terdengar juga suara Mia mengatakan sejumlah nominal. Anderson pun tak mau menuduh apalagi mengetuk pintunya malam begini.


Dirinya pun membiarkannya saja, dan beristirahat bersama istrinya.


....


Esok paginya, Arne pun terbangun dengan santai karena tidak bekerja. Bahkan dirinya masih sempat memasakkan makanan untuk suaminya. Dan mereka pun sarapan pagi seperti biasanya.


Setelah mengantar suaminya berangkat bekerja, Arne pun segera membongkar barang belanjaannya tadi malam. Dirinya mengecek kembali beberapa pakaian yg semalam ia beli. Lalu meminta Mia mencuci semuanya tanpa ada keraguan sedikitpun.


Lalu Arne teringat pada belanjaannya dari Singapura. Dirinya pun melihat ke keranjang pakaian tapi tidak ada, lalu mengecek ke lemari juga tidak ada. Padahal ada beberapa pakaian yg ingin ia kenakan. Arne yakin sekali sudah memberikannya pada Mia untuk dicuci tapi ada beberapa yg hilang.


Arne juga menanyakan pada Kenzi apa pakaiannya terselip padanya. Tapi dikoper Kenzi juga tak ada, hingga akhirnya Arne bertanya pada Mia.


"Mia, kau kemarin mencuci dres floral ku yg baru kan?" tanya Arne.


"Dres nyonya? saya tidak ingat, tapi semunya sudah saya cuci dan setrika." ucap Mia.


"Mia kau yakin tak ada pakaian yg terbang atau jatuh? Karena pakaian itu masih baru dan belum aku pakai." ucap Arne.


"Tidak nyonya.. Saya berani sumpah." ucap Mia.


"Baiklah." ucap Arne menyerah meski kecewa dress tersebut hilang kemana.


Sementara Mia tersenyum di dalam hatinya karena majikannya percaya padanya begitu saja. Dan nasib beberapa pakaian baru Arne sudah ia jual secara online pada beberapa orang. Mia pun mulai berhati-hati karena majikannya sudah merasa curiga.


"Nyonya, pakaian anda aman bersama pelanggan setiaku, terimakasih sudah percaya padaku." gumam Mia dalam hati.


Arne mulai menaruh curiga pada Mia, dan dirinya mulai mengawasi gerak-gerik serta kebiasaan pembantunya tersebut. Bukan soal harga pakaiannya tapi etika Mia benar-benar nol jika sampai kecurigaannya terbukti.


Arne pun sengaja bekerja di ruangan tengahnya sembari mengawasi Mia. Dan nampak Mia ijin keluar untuk membeli makanan katanya. Arne pun mengijinkannya tapi mengikutinya dengan motor yg ada di rumahnya.

__ADS_1


Arne pun mengikuti mia dan berhenti pada sebuah ekspedisi. Seketika kecuriagaan Arne pun menguat dan kembali ke rumahnya. Dirinya pun meminta Mia pergi ke tempat yg jauh guna membelikannya buah yg ada di supermarket.


Dengan alasan itu pastinya Mia akan lama berada di luar, dan Arne langsung menggeledah isi kamarnya untuk mencari barang bukti.


__ADS_2