
Anderson pun berangkat sendirian, sementara Eddy mengontrol perusahaan dan melaporkannya sebagai tangan kanannya. Anderson pun pergi ke negara X dimana tempat pabrik robot tersebut dibuat. Negara itu dipilih karena memiliki bahan baku yg bagus, sehingga bisa menekan biaya produksi.
Beberapa jam kemudian, Anderson tiba di negara tersebut. Dirinya disambut oleh beberapa orang dan diantarkan ke rumah singgah miliknya di negara tersebut.
Anderson pun beristirahat sejenak baru esoknya akan pergi mengunjungi pabrik dan berkonsultasi langsung dengan para profesor yg mengerjakannya. Anderson harus mendengarkan penjelasan mereka dan keluh kesah mereka untuk mencari solusi bersama.
Namun, berita kedatangannya didengar oleh Angel melalui orang-orangnya. Dan hal itu membuat wanita itu tak ingin melewatkan kesempatannya. Berhari-hari Angel mencoba melupakan Anderson tapi selalu gagal. Dan kali ini sebuah berita kedatangan pria itu justru melupakan tujuannya menghapus cintanya.
Meski harus merebut suami orang, Angel rela melakukannya. Hal itu demi cintanya agar dapat terbalaskan. Angel pun merangkai cerita dan rencananya untuk datang ke negara tersebut. Setelah semuanya beres dirinya memesan tiket pesawat dan terbang malam harinya.
Dengan dalih berkunjung karena bulan kemarin dirinya gagal berkunjung, Angel datang ke negara tersebut. Kali ini Angel berharap Anderson akan terpikat olehnya terlebih tak ada istrinya di negara ini.
"Lihat saja, apa yg akan terjadi saat kau jauh dari istrimu.. Kau pasti membutuhkan aku." gumam Angel dalam hati.
....
Esok harinya Anderson pun mengikuti jadwalnya dan berkunjung ke pabrik tersebut. Dirinya juga melihat-lihat proses produksi dan bahan baku pembuatannya. Lalu Anderson menemui peneliti dan para profesor yg sedang bekerja.
"Tuan.. selamat datang."
"Terimakasih.. Karena semuanya sudah berkumpul, kita mulai saja rapat kita." ucap Anderson tanpa basa-basi.
Mereka pun mulai membahas project terbaru mereka. Dan Anderson mendengar banyak keluhan soal bahan baku. Dan tentunya juga dengan permasalahan lainnya.
"Aku sudah mendengar semuanya, besok aku akan terbang ke negara X untuk meninjau bahan bakunya.. lalu masalah lain juga akan aku perhatikan satu persatu." ucap Anderson.
"Terimakasih tuan, anda bahkan mau meninjaunya langsung."
"Tentu, perusahaan ini adalah mata pencaharian banyak orang, jadi aku harus memperjuangkannya. Aku butuh asisten yg tahu banyak soal bahan baku berkualitas." ucap Anderson.
Lalu setelah ditunjuk satu orang, semua masalah pun mulai dipecahkan. Anderson meninjau setiap detail pabrik miliknya tersebut. Lalu Anderson berkomunikasi dengan baik pada semua staf, agar mereka merasa nyaman dan tidak mengkhianatinya.
__ADS_1
Setelah kunjungannya selesai, Anderson pun pulang ke rumah singgahnya. Pria dingin itu, ingin bersitirahat sembari menghubungi istrinya. Baru sehari saja mereka sudah saling merindukan, tak bisa dibayangkan jika mereka terpisah lama.
Arne pun baik-baik saja tinggal bersama Jeny dan Sammy. Hal itu membuat Anderson lega dan senang mendengarnya. Begitu juga dengan Arne yg lega suaminya baik-baik saja di negara tersebut.
"Aku senang kau baik-baik saja dan aman di rumah orang tuamu." ucap Anderson.
"Aku juga, syukurlah kau disana baik-baik saja." ucap Arne.
"Besok aku akan pergi ke negara Xx.. Untuk meninjau beberapa bahan baku." ucap Anderson.
"Baiklah, ingat saja pesanku." ucap Arne.
"Tidak melirik wanita lain kan?" balas Anderson.
"Iya, pintar.." ucap Arne.
"Kau juga jangan melirik pria manapun." ucap Anderson.
"Ya tentu saja." balas Arne.
.....
Sore hari pun Anderson tengah bersiap untuk terbang ke negara X yg bertetangga dengan negara tersebut. Dan Anderson naik helikopter untuk mengunjungi negara tersebut bersama salah seorang peneliti.
"Kita harus tiba tepat waktu tuan, agar bisa bernegosiasi dengan beberapa orang disana."
"Tentu saja, untuk itulah kita mamakai helikopter ini." ucap Anderson.
Mereka pun terbang sore hari dan tiba malam harinya. Setelah itu beristirahat pada malam hari dan melanjutkan pekerjaannya besoknya.
..
__ADS_1
Sementara itu, Angel baru tiba sore itu. Dengan penuh semangat Angel datang ke rumah singgah Anderson tapi disana kosong dan mereka yg bekerja bilang kalau tuan mereka sudah terbang ke negara X.
Angel yg sudah jauh-jauh datang ke negara ini pun kesal bukan main saat tahu kalau Anderson sudah berpindah tempat lain dalam waktu yg dekat. Bahkan wanita itu memasang wajah sebal pada orang yg bekerja merawat rumah singgah Anderson.
Karena tujuannya tak tercapai, Angel pun pergi ke hotelnya. Tubuhnya sudah lelah berjam-jam berada di pesawat dan butuh istirahat. Harusnya saat ini Angel bisa bertemu Anderson dan bicara banyak hal. Tapi siapa yg menduga Anderson bergerak cepat dan berpindah ke negara lain.
Angel pun bertanya-tanya kenapa Anderson mempercepat semua jadwalnya hingga langsung pergi lagi setelah melakukan kunjungan. Dan Angel juga kemari untuk bekerja hingga tak punya waktu untuk menyusul Anderson.
"Ck.. Sial sekali aku.. padahal aku sudah niat bekerja dan menunjukkan potensiku.. Tapi dia sudah pergi lagi." gumam Angel.
Angel pun harus puas berada di kamar hotel dan besok harus tetap bekerja tanpa bisa bertemu Anderson.
...
Sementara Anderson baru saja tiba di hotel tempatnya menginap di negara tersebut bersama peneliti tersebut. Rasa lelah pun membuat keduanya memilih beristirahat di hotel tersebut. Dan esok barulah mulai bekerja.
Saat pagi hari, Anderson pun mulai menerima kabar dari Eddy dan beberapa orang di rumah singgahnya. Tak ada yg salah dari laporan Eddy, semuanya aman dan terkendali. Tapi masalah justru datang dari rumah singgahnya, dimana Angel datang juga ke negara itu tak sesuai dengan jadwalnya. Angel bahkan mengubah jadwalnya dengan dalih kalau kunjungannya bulan lalu gagal.
Untungnya Anderson tak langsung kembali ke negara itu, dirinya masih harus berkeliling ke berbagai tempat. Dan seorang peneliti yg ia bawa akan menuntunnya menuju ke tempat tujuan mereka.
Setelah sarapan, dan mobil sewaannya siap, Anderson bersama peneliti itupun mengecek bahan baku dan melakukan pemesanan langsung Mereka ingin memilih beberapa bahan baku yg cocok untuk project kali ini. Serta Anderson ingin berkomunikasi dengan orang-orang disana agar mempermudah proses pemesanan untuk pabriknya.
Tawar-menawar harga pun terjadi, dan Anderson berhasil mendapatkan harga yg sesuai. Lalu peneliti yg ia bawa juga cukup puas dengan bahan baku yg mereka peroleh.
"Kita beruntung tuan.." ucapnya.
"Ya.. Kadang kita harus terjun langsung untuk mendapatkan yg terbaik." ucap Anderson.
"Ya anda benar."
Satu tugasnya pun usai, dan Anderson masih harus mengunjungi beberapa negara lagi. Kemungkinan besok mereka akan terbang lagi ke negara lainnya mencari bahan baku lainnya.
__ADS_1
Anderson pun sudah menghitung kedatangan Angel. Dan kemungkinan mereka hanya akan bertemu satu hari di hari terakhir Anderson. Untuk itulah dirinya perlu membuat alasan untuk menghindari wanita seperti Angel.
"Aku harus menghindari wanita itu agar tak terkena masalah." gumam Anderson dalam hati.