Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.114 : Club malam


__ADS_3

Angel pun memakai pakaian seksi dan terbuka saat mengunjungi club malam. Tentunya itu adalah hal biasa di tempat tersebut. Dirinya pun duduk sendirian di sebuah meja dengan beberapa botol alkohol di mejanya.


"Mari minum sampai pagi." gumam Angel yg frustasi cintanya bertepuk sebelah tangan.


Angel pun menikmati minuman dan alunan musik. Sesekali dirinya berjoget ria bersama beberapa orang yg ada disana. Malam pun semakin heboh tatkala musik yg berada disana semakin mengguncang panggung dan membuat orang-orang yg berjoget semakin bersemangat.


Teriakan-teriakan DJ pun membuat penontonnya bersorak bahagia. Dan Angel begitu menikmatinya, karena seperti itulah kebiasannya. Hal itu juga yg membuat Anderson tak suka dekat-dekat dengan Angel karena sering di ajak ke tempat-tempat hiburan malam.


Angel pun semakin bebas disana tanpa memedulikan dengan siapa dirinya berjoget. Seorang pria pun mendekatinya dan mereka mulai berjoget bersama lalu berkenalan.


Keduanya pun menikmati malam tersebut hingga mabuk dan terlibat hubungan cinta satu malam di sebuah hotel. Bagi Angel hubungan seperti itu juga sudah biasa, dan tak masalah dirinya berhubungan dengan siapa.


Tapi pria yg bersamanya malam itu adalah Tony, dan pria itu baru pertama kalinya terlibat dengan hubungan cinta satu malam dengan seorang wanita. Bahkan Tony tak percaya dirinya bisa lepas dan bebas dari pengawasan Boby yg ketat.


Dan saar terbangun, Tony terkejut dan histeris melihat dirinya bersama seorang wanita.


"Aaakh.. Siapa kau??" tanyanya.


"Ckk.. Jangan berlagak polos dan bodoh, kau itu pria dewasa." balas Angel.


"Kau pasti pel***r..?" tanyanya.


Plaakkkk..


"Jangan membuatku kesal, kita malakukannya karena keinginan masing-masing dan aku bukan pel***r.." ucap Angel.


"Tapi aku tak bisa mengingat apapun.. Sungguh." ucap Tony.


"Kau masih berlagak polos rupanya.. Kau duluan yg mendekatiku dan kita berjoget bersama di club semalam." ucap Angel.


"Benarkah? Aku benar-benar mabuk berat.. Dan kau bukan pel**r??" tanya Tony.


"Dengar ya.. aku cukup kaya untuk membungkam mulutmu, jangan coba-coba merendahkanku." ucap Angel.


"Bukannya merendahkan, tapi kau tetap tenang meski tidur dengan pria yg baru kau kenal." ucap Tony membuat Angel semakin murka.


"Dengar ya nona, aku juga bukan pria yg akan memanfaatkanmu.. Lalu terimalah ini." balas Tony memberikan sebuah cek pada Angel.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Aku bukan pel***r.." tolak Angel.


"Terserah, aku tak mau nanti dimintai pertanggungjawaban. Dan kalau soal kekayaan, aku juga kaya." balas Tony lalu pergi ke toilet untuk memakai pakaiannya.


Tony pun cukup lama berada di toilet, dirinya berusaha untuk tetap tenang tanpa obat-obatan. Dan untungnya dirinya mampu menahan emosinya untuk tidak berlaku kasar pada wanita itu.


Tony juga merasa dirinya sudah mulai lepas kontrol jika sudah mabuk. Hingga dirinya sadar untuk mengurangi kebiasaannya meminum alkohol agar tak bertemu wanita yg hanya akan memanfaatkannya.


Setelah berpakaian Tony pun keluar dari toilet dan mendapati kamar hotel tersebut kosong. Bahkan di meja nakas ada dua cek, yg satu miliknya dan yg satu lagi pemberian dari wanita tadi. Seketika emosi Tony pun memuncak dan meremas cek tersebut.


Tony pun memanggil Boby untuk datang ke kamar hotelnya membawakan obatnya. Tak berapa lama, Boby pun tiba membawakan obatnya dan melihat tuannya sedang kesal bukan main. Tony pun menceritakan apa yg dialaminya malam ini dan Boby tak percaya akan apa yg terjadi pada tuannya.


Lalu Boby mendapat perintah untuk mencari tahu siapa pemilik cek yg didapatkannya daei wanita tersebut. Mungkin saja Tony bisa mengembalikannya pada wanita sombong itu.


"Tuan, anda harus menjaga dan mengontrol emosi." ucap Boby.


"Aku tahu, makanya aku memintamu membawa obat kemari." ucap Tony.


"Lalu soal wanita itu, aku yg akan menanganinya.." ucap Boby.


"Kau harus menemukannya, aku tak terima dibayar setelah melakukan itu dengannya malam ini.." ucap Tony merasa harga dirinya dilukai oleh Angel.


...


Sementara itu, Angel pun kesal bukan main setelah semua yg terjadi malam itu dirinya malah dituding sebagai pel***r oleh pria bre***k itu. Dan dirinya mengutuk kebodohannya yg dengan mudah terbuay oleh nafsu sesaat pada pria asing.


Angel pun kini sudah berada di kamar hotelnya. Dan beberapa jam kedepan dirinya harus menghadiri rapat bersama Anderson dan beberap tim.


"Aku harus istirahat sebelum bertemu Anderson.." gumamnya.


...


Sementara Anderson dirinya menikmati pagi yg indah bersama istrinya. Arne pun senantiasa memasakkan masakan istimewa untuk suaminya. Dan Anderson begitu menyukai masakan istrinya.


Selesai sarapan, mereka pun berangkat bekerja bersama. Kata-kata yg manis dan pelukan hangat pun melepas kepergian istrinya bekerja. Kecupan di kening istrinya adalah hal wajib baginya setiap mereka pergi bekerja.


"Bye sayang.. Nanti aku hubungi jika sudah pulang." ucap Arne.

__ADS_1


"Bye.. Nanti aku juga akan menghubungimu lagi." balas Anderson.


Anderson pun langsung pergi ke kantornya dan bekerja seperti biasanya. Dan pada rapat kali ini, Angel pun terlambat tak seperti biasanya.


"Apa nona Angel belum ada kabar?" tanya Anderson.


"Belum tuan, apa kita akan menunggunya?"


"Tidak, mulai saja rapatnya. Kau tahu kan aku orang seperti apa." balas Anderson tegas.


Begitulah dan Angel tiba di tengah-tengah rapat. Dalam kondisinya yg masih sedikit pusing karena efek alkohol semalam, dirinya pun datang ke ruang rapat.


Anderson pun hanya menatapnya sejenak lalu fokus pada rapat mereka. Dan Angel masih belum sepenuhnya membaik hingga tak terlalu memperhatikan.


Setelah rapat selesai, Angel pun menghampiri Anderson dan meminta maaf atas keterlambatannya.


"Maafkan aku karena terlambat." ucap Angel.


"Jika kau telat karena hal penting aku bisa mengerti, tapi kau telat dalam kondisi yg buruk, kau pasti habis minum dan mabuk berat semalam." ucap Anderson.


"Aku hanya minum sedikit." ucap Angel.


"Jangan membohongiku aku masih seorang dokter." ucap Anderson.


"Kali ini aku maklumi karena ini bukan negaramu, tapi selanjutnya kuharap kau tetap profesional Angel." ucap Anderson.


"Baiklah.. Maaf sekali lagi." ucap Angel malu.


Kini imej nya dimata Anderson pun buruk karena mabuk berat dan datang ke kantor dalam keadaan yg tidak baik. Belum lagi kemampuan Anderson sebagai dokter yg tahu soal kondisinya yg habis mabuk berat.


Sementara Anderson, dirinya tak terlalu memusingkan Angel hanya saja dirinya tak suka prilaku Angel yg kurang profesional.


"Sial sekali aku malah semakin buruk di mata Anderson.." gumamnya dalam hati.


Tapi Angel pun tak menampik kalau memang semalam dirinya mabuk berat dan minum sepuasnya karena rasa frustasinya akan cintanya yg bertepuk sebelah tangan.


Bahkan meski penasaran pada istri dari Anderson, Angel pun enggan menemuinya atau mencaritahunya karena hanya akan merusak kepercayaan dirinya dan membuatnya membanding-bandingkan dirinya. Apalagi pribadi Angel adalah wanita yg harus sempurna, jika dirinya kalah dari seseorang maka dirinya akan frustasi dan membanding-bandingkan diri dengan wanita tersebut.

__ADS_1


Sementara Anderson tak peduli meski Angel sering memerhatikannya terutama saat dirinya berkomunikasi dengan istrinya. Dan Anderson tahu kalau Angel terlihat memiliki ketertarikan padanya, untuk itu dirinya selalu membatasi diri meski Angel adalah partnernya.


__ADS_2