
Tony pun memerhatikan kedekatan Arne dan Anderson yg kian hari kian dekat. Bahkan mereka hampir selalu kemana-mana bersama. Hal itu membuatnya sedikit terganggu meski dirinya tahu jadi orang ketiga adalah perbuatan yg buruk.
Tapi demi memuaskan ambisinya Tony pun tak masalah menjadi orang ketiga dalam hubungan Arne dan Anderson. Pria itu mulai bergerak mendekati Arne.
Siang itu Arne pun dipanggil ke ruangannya.
"Permisi.." ucap Arne.
"Silahkan masuk." ucap Tony.
"Ada apa tuan memanggilku?" tanya Arne.
"Aku hanya ingin bertanya apa kau sibuk sepulang bekerja?" tanya Tony.
"Jika itu malam hari, maka aku sibuk tidur.. jika itu pagi hari ya aku juga tidur." balas Arne.
"Selelah itukah menjadi residen?" tanya Tony.
"Ya.. Anda mau coba?" balas Arne.
"Tidak, aku tidak mungkin melakukannya." ucap Tony.
"Lalu ada urusan apa tuan?" tanya Arne..
"Ya aku hanya ingin mengajakmu makan malam." ucap Tony.
"Dalam rangka apa?" tanya Arne.
"Tidak hanya saja aku ingin mengajakmu makan malam.. Apa tidak bisa?" tanya Tony.
"Anda mencurigakan." ucap Arne membuat Tony berkeringat.
"Ya.. Aku tak punya niatan buruk, aku hanya ingin dekat dan bicara santai denganmu seperti teman." ucap Tony.
"Aku akan kabari jika ada waktu, dan nampaknya anda tak bisa seenaknya menggunakan kekuasaan anda demi kepentingan pribadi anda." ucap Arne membuat Tony tak mampu mengelak.
"Ya.. Aku hanya bisa bertemu denganmu jika memanggilmu kemari. Maaf jika begitu." ucap Tony.
"Baik tuan, jika tak ada urusan lagi aku kembali.." ucap Arne.
"Silahkan, maaf mengganggu waktumu." ucap Tony.
Arne pun kembali bekerja dan menilai sikap Tony padanya yg sangat mencurigakan. Arne pun berpikir apakah pria itu ingin mendekatinya atau hanya memanfaatkannya, dan mulai berhati-hati.
Lalu Anderson mulai mendekatinya setelah keluar dari ruangan Tony.
"Apa ada masalah?" tanya Anderson.
"Kau penasaran?" tanya Arne.
"Ya.. Pria itu memang agak mencurigakan dan harus kau waspadai." ucap Anderson.
__ADS_1
"Benarkah? Memang dia akan melakukan apa?" tanya Arne.
"Dia mungkin akan menjebakmu, aku bisa menemanimu jika dia mengajakmu bertemu." ucap Anderson.
"Kau ada waktu untuk itu?" tanya Arne.
"Ya.. Kakekmu menyuruhku menjagamu." ucap Anderson.
"Tidak perlu, kurasa aku hanya perlu menemuinya satu kali untuk tahu tujuannya." ucap Arne.
"Bukankah tujuannya sudah jelas." ucap Anderson.
"Memang menurutmu apa tujuannya?" tanya Arne.
"Kurasa dia menyukaimu."
"Lalu kau cemburu?" tanya Arne lagi.
"Tentu saja tidak." balas Anderson.
"Baiklah, aku akan pergi menemuinya malam ini." ucap Arne.
"Ya.. Hati-hati." ucap Anderson.
Sepulang bekerja, Arne pun berniat akan menemui Tony di tempat yg sudah ditentukan. Dan Arne tahu kalau tempat itu aman, hingga tak perlu meminta bantuan Anderson. Arne juga tak ingin terlalu bergantung pada Anderson karena jika mereka membatalkan perjodohan pasti keduanya akan menjauh. Pastinya rasa kehilangan itu akan ada.
.
.
Dirinya pun menunggu 30 menit lamanya di resto tersebut. Dan Arne datang terlambat karena ada beberapa pasien yg harus diurus terlebih dahulu. Belum lagi jalanan yg sedang macet.
Tony pun menunggu dengan gugup, ia memiliki pemikiran kalau Arne mungkin akan membatalkan pertemuannya jika tak datang juga. Dan memang dirinya cukup mencurigakan serta memiliki posisi yg tak memguntungkan untuk mendekati Arne.
Tak berapa lama Arne pun tiba di resto tersebut. Dengan wajah santainya tanpa berias sedikitpun Arne mendatangi meja Tony.
"Maaf tuan, aku terlambat." ucap Arne.
"Ya.. Silahkan duduk." balasnya.
"Kukira dia takkan datang." gumamnya dalam hati.
"Silahkan pesan minuman dan makanan dahulu." ucap Tony.
Setelah memesan, Arne pun menunggu pria yg ada dihadapannya bicara.
"Jadi, aku memberanikan diriku untuk bicara langsung denganmu." ucap Tony.
"Silahkan." ucap Arne.
"Aku menyukaimu.. Mungkin kesempatan untukku nyaris tak ada tapi bisakah kau mempertimbangkanku?" tanya Tony.
__ADS_1
"Kenapa aku harus memilihmu? padahal kau tahu kan aku dan Anderson akan bertunangan." ucap Arne.
"Iya aku tahu, aku juga sudah dengar dari kakekmu.. Tapi tak ada salahmya aku mencobanya." ucap Tony.
"Kuakui keberanianmu.. Tapi saat ini aku tak tertarik pada sebuah hubungan.. " ucap Arne.
"Maksudmu?" tanya Tony.
"Aku hanya harus fokus pada masa residenku, dan pertunanganku dengan Anderson itu juga hanya perjodohan yg belum pasti." ucap Arne.
"Jadi aku masih punya kesempatan?" tanya Tony.
"Tapi jangan berharap banyak karena aku butuh waktu untuk memercayai orang lain." ucap Arne.
"Aku akan membuatmu percaya." ucap Tony.
"Ditambah lagi kau adalah atasanku, rasanya aku akan terbebani jika kau ada di sekitarku." ucap Arne.
"Jadi kau menolakku?" tanya Tony.
"Ya.. Aku menolakmu, karena saat ini aku hanya ingin fokus pada masa residenku.. Perjodohanku juga aku tak yakin berhasil, seperti yg kubilang tadi aku butuh waktu untuk memercayai seseorang." ucap Arne.
"Sepertinya luka yg ditorehkan Richard cukup dalam membekas pada dirimu." ucap Tony..
"Mungkin begitu, tapi aku merasa masih muda jadi tak ada salahnya jika aku memilih berkarir daripada cinta." ucap Arne.
"Aku menghargai keputusanmu, dan aku akan tetap menunggumu." ucap Tony.
"Resiko kau yg tanggung sendiri, aku tak mau disalahkan jika penantianmu sia-sia." ucap Arne.
"Ya.. Tak masalah setidaknya aku sudah mencoba." ucap Tony.
"Baiklah, kurasa cukup sampai disini pertemuan kita." ucap Arne.
"Kau ingin membuang makanan yg sudah dipesan?" tanya Tony.
"Jika tidak, setidaknya duduk dan makanlah bersamaku." ucap Tony.
Arne pun menghela nafasnya dan menikmati makanan yg sudah ia pesan. Meski berat sekali harus makan malam bersama atasannya untuk alasan pribadi. Rasa canggung pun tak bisa dipungkiri lagi terlebih Arne sudah menolak pria tersebut dua kali.
"Aku takkan dendam padamu, aku hanya meminta kesempatan jika ada." ucap Tony.
"Untuk saat ini, aku tak bisa memberi siapapun kesempatan." ucap Arne.
"Ya..aku mengerti." ucap Tony.
Di meja lain nampak Anderson ada di resto yg sama sedang mengikuti Arne. Dirinya tak ingin kecolongan dan membiarkan Tony mendekati Arne. Dirinya pun sangat kesal karena tak bisa mendengar pembicaraan mereka dari kejauhan. Dan hanya bisa melihat keduanya nampak bicara.
"Semoga Arne tak bodoh untuk menerima pria itu." gumam Anderson dalam hati.
.
__ADS_1
.
Setelah selesai makan, Arne pun permisi pulang karena tak ada lagi yg ingin dibahas. Dan Tony tahu benar kalau posisinya memang tak menguntungkan. Dirinya bahkan sudah ditolak 2x. Meski begitu Arne bahkan terang-terangan berkata tak punya niatan untuk menjalani hubungan dengan pria yg tak ia percayai. Itu berarti masih ada kesempatan baginya untuk membangun sebuah kepercayaan dan mengalahkan Anderson.