
Nino dan Susi pun rajin konsultasi ke dr.Reina. Dan meski kesal pada tindakan keduanya, dr.Reina tetap profesional dan melakukan tugasnya dengan baik. Sesuai prediksi dr.Reina Susi akan melahirkan dalam beberapa minggu lagi.
Meski ada kejanggalan di mata dr.Reina. Karena Susi akan melahirkan dalam waktu dekat. Tapi sebagai seorang dokter dirinya tak ada hak untuk ikut campur. Terlihat sekali Susi gugup setiap kali membicarakan soal tanggal kelahiran anaknya.
Berbeda dengan Susi, Arne akan melahirkan setelahnya. Dan semuanya tentang Arne terlihat baik dan Arne serta bayinya juga sehat. Arne juga rutin berolahraga agar memperlancar persalinannya nanti.
Sementara Susi gugup dan tampak tak siap memikirkan kelahiran anaknya. Tapi semua orang menormalkan sikapnya yg baru saja akan melahirkan anak pertamanya.
Untunglah Kenzi sudah resign dari rumah sakit tersebut, hingga takkan ada perdebatan sengit diantara keduanya saat bertemu. Dan hidup Kenzi sudah lebih tenang saat ini.
Kini keduanya tengah bertemu di sebuah toko kue. Dan Kenzi enggan menyapa keduanya.
"Selalu sendirian, sepertinya wanita ini memang tak laku ya.." sindir Susi.
"Hentikan Susi, jangan membuatku malu." ucap Nino.
"Sampaikan pada istrimu itu, untuk menjaga mulutnya. Wanita hamil tak boleh berkata buruk demi bayinya." balas Kenzi.
"Maaf Kenzi." ucap Nino.
"Ada apa Ken?" tanya Axel.
"Biasalah, hanya orang aneh." ucap Kenzi.
"Oh, yasudah biar aku bawakan kuenya." ucap Axel.
"Orang aneh??" umpat Susi sementara Nino memegang tangannya erat dan menatapnya tajam untuk berhenti.
Kenzi pun pergi dengan Axel untuk mengunjungi Arne. Kadang Axel menawarinya untuk pergi bersama jika ingin ke rumah Arne.
"Wanita itu masih terus mengganggumu." ucap Axel geram.
"Iya.. Namanya juga pelakor, takut direbut kembali buruannya." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Memangnya kau akan merebutnya dan kembali pada lelaki sialan itu?" tanya Axel emosi.
"Untuk apa kembali mengalami penderitaan.?" balas Kenzi.
"Ya siapa yg tahu." ucap Axel.
"Kau emosi?" tanya Kenzi.
"Tidak." ucap Axel.
"Yasudah, lagipula aku bukan orang bodoh. Aku lebih nyaman dengan kedamaianku saat ini." ucap Kenzi.
"Jangan pernah kembali pada seseorang yg menyakitimu." ucap Axel serius.
"Aku tahu, kau tak perlu seserius ini." ucap Kenzi tersenyum melihat sikap Axel.
Axel pun hanya terdiam sambil mengemudi. Sementara Kenzi merasa aneh dengan sikap Axel belakangan. Terkadang pria itu sering marah tanpa sebab padanya. Apalagi jika Kenzi pulang pagi setelah jaga malam, kadang pria itu menatapnya tajam di depan pintu apartemennya.
....
"Kenapa kau selalu berkata kasar pada Kenzi?" tanya Nino.
"Kenapa kau selalu membelanya?" tanya Susi sebal.
"Karena aku merasa bersalah padanya.. Karena keegoisan kita, dirinya harus mendapatkan status jandanya. Padahal jika dari awal kita menikah Kenzi tak harus menderita." ucap Nino.
"Lalu ini salahku?" tanya Susi.
"Ya.. Ini salahmu, kau yg meninggalkanku dan kembali saat aku sudah menikahi Kenzi. Kau membuatku menjadi pria jahat saat ini." ucap Nino.
"Aku tak pernah memaksamu menikahiku, kenapa jahat sekali menuduhku." ucap Susi menangis.
"Itu fakta, saat ini aku adalah pria jahat yg egois. Bahkan aku kehilangan banyak teman demi bersamamu." ucap Nino.
__ADS_1
"Dan kau masih mau bertingkah? Lebih baik pikirkan kondisi kehamilanmu." ucap Nino kesal karena Susi sama sekali tak memahaminya.
Nino pun berkorban banyak demi menikahinya. Meninggalkan warisan yg seharusnya menjadi miliknya, menyakiti Kenzi sahabatnya, menghilangkan kepercayaan pada Arne dan Anderson, lalu sampai dijauhi karena berselingkuh dengan Susi. Kehidupannya pun tak baik-baik saja saat ini. Nino hanya memiliki sedikit teman dan dijauhi beberapa orang karena sudah menyakiti Kenzi mantan istrinya.
Sementara Susi, dirinya berhenti bekerja setelah menikah demi menutupi kehamilannya yg lebih awal. Lalu dirinya tak punya teman, setelah teman-temannya tahu kalau dirinya seorang pelakor. Belum lagi mantan suaminya yg menaruh dendam padanya karena mengg***rkan janinnya. Padahal janin itu kini tumbuh besar dan akan segera lahir.
Susi pun berhasil menipu Nino yg masih mencintainya. Dan mendapatkan kehidupan yg saat ini. Meski harus menipu mantan suaminya yg selalu memukulinya dan menipu suaminya yg mencintainya saat ini Susi tetap yakin kalau pilihan hidupnya saat ini benar.
Dan Nino sudah mulai kesal padanya karena kerap menghina dan menjelek-jelekkan Kenzi setiap kali bertemu. Hingga terparahnya hari ini Nino memarahinya setelah tak mempan dinasehati. Nino pun pergi dari rumah untuk kembali bekerja.
Susi pun ditinggalkan dirumahnya sendirian seperti biasanya. Bahkan ibunya, Diana kurang menyukai Susi karena terlihat begitu jahat pada Kenzi. Diana juga jarang menemui Susi tak seperti saat ada Kenzi dulu. Jika dulu Diana akan sangat perhatian pada Kenzi yg selalu membawakannya makanan, kini Diana lebih cuek pada Susi.
"Kenapa semua orang menyebalkan..? Nino sudah mulai sering memarahiku, lalu sikap ibu mertua dingin padaku.. Semuanya menyebalkan.." gerutu Susi.
Susi pun merasakan sakit pada perutnya, dan wanita itu sampai tak sanggup berdiri. Lalu dirinya merasakan kalau kakinya basah dan sesuatu yg sudah mengalir. Saat melihat ke arah kakinya, sudah ada darah yg mengalir, membuat Susi segera bersiap ke rumah sakit.
Dirinya mempersiapkan tas persalinannya, dan menghubungi Nino suaminya. Tapi Nino sedang di meja opersi dan tak mungkin mengangkat panggilannya. Susi pun pergi ke rumah sakit dengan naik taksi sambil merasakan rasa sakit yg teramat sangat.
Bahkan ibu mertuanya pun tak merespon panggilan daruratnya. Dan orangtua Susi berada jauh di kampungnya. Susi pun harus melahirkan seorang diri kali ini. Dan setelah diketahui suaminya berada di ruang operasi, Susi tak mampu berbuat apa-apa dan hanya menjalani persalinannya sendirian.
Dr.Reina pun membantunya melahirkan yg dinilai sangat cepat ini. Parahnya Nino masih belum selesai melakukan operasinya hingga tak tahu kalau istrinya juga melahirkan di rumah sakit yg sama.
Susi pun berjuang sendirian melahirkan anaknya. Takdir pun berlaku adil padanya karena memang anak itu bukanlah anak Nino. Susi pun melahirkan anaknya sendirian tanpa adanya keluarga ataupun suami yg mendampinginya.
Setelah putrinya lahir, barulah Nino selesai mengoperasi pasiennya. Nino pun segera berlari saat diberitahu kalau istrinya sudah melahirkan di rumah sakit ini.
Nino pun menyadari begitu cepatnya Susi melahirkan bahkan lebih cepat dari perkiraan dokter. Nino pun menghampiri istrinya tersebut dan meminta maaf.
"Sayang maafkan aku.. Aku baru selesai melakukan operasi." ucap Nino.
"Terserah." ucap Susi kesal.
"Aku akan mengunjungi putri kita, nanti aku kemari lagi." ucap Nino.
__ADS_1
Nino pun bahagia bisa melihat putrinya lebih cepat dari perkiraan tanpa tahu kalau bayi mungil itu bukanlah anak biologisnya. Dan Susi akan menyembunyikan hal itu selamanya dari Nino. Susi takut jika berhadapan dengan mantan suaminya.