Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.141 : Kembali bekerja


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang dengan kakeknya Arne pun sudah pasti diterima di perusahaan kakeknya. Tentunya Jakson berharap banyak pada cucu satu-satunya tersebut. Dan Arne sedikit tertarik bekerja pada Jakson, karena kondisi lengannya yg cedera butuh waktu lama untuk pulih.


Arne pun akan mulai bekerja dari rumah dengan bantuan asisten yg akan mengajarinya. Sekaligus ini adalah latihan bagi Arne untuk bekerja di perusahaan saat gips di tangannya sudah dilepas.


Setiap harinya, Arne mengerjakan tugas-tigas simple yg diberikan oleh asistennya tersebut. Meskipun sulit, Arne tetap mempelajarinya dengan baik. Dan perlahan-lahan Arne mulai paham pekerjaannya. Meski dirinya rindu saat bekerja di rumah sakit, tapi kadang hidup butuh sedikit improvisasi saat semua tak berjalan mulus.


Arne pun bekerja dengan baik dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Asistennya pun selalu melaporkan tugas Arne pada Jakson. Meski pemula Arne cukup pintar dalam belajar dan mampu memahami pekerjaannya.


Jakson pun tersenyum melihat hasil pekerjaan cucunya yg dinilainya lumayan baik untuk pemula. Dan asistennya diminta untuk mengajari Arne banyak hal. Meski Arne bekerja dari rumah, tak ada bedanya dengan dirinya bekerja di kantor.


Rika adalah asisten Arne, yg ditugaskan untuk membantunya menjadi penerus perusahaan Jakson jika saatnya tiba. Meski Arne belum meng-iyakan tapi jika saat itu tiba, tak ada orang lain selain dirinya yg dapat melakukannya. Semua karena Arne adalah satu-satunya generasi penerus Jakson, ayahnya sudah tiada, dan Aini saat waras saja tak bisa dipercaya apalagi saat ini mentalnya sedang tidak sehat.


Tentunya Arne memang harus mempersiapkannya sejak saat ini. Meski harus meninggalkan cita-citanya, setidaknya Arne sudah mencapainya dan ia bisa melakukan sesuatu suatu hari nanti.


Selama Arne bekerja, Anderson pun mendukung istrinya serta selalu mengingatkannya untuk pergi k dokter. Hingga tiba saatnya gips lengan Arne dilepas. Arne pun bahagia kini lengannya sudah bisa bergerak bebas.


"Sekarang aku bisa leluasa mengerjakan semua hal." ucap Arne.


"Ck, tanganmu butuh waktu penyesuaian. Jangan terlalu bersemangat." ucap Anderson.


"Aku mengerti sayang." ucap Arne.


"Jika lelah jangan memasak, kau saat ini sudah mulai bekerja jadi jangan paksakan dirimu sayang." ucap Anderson.


"Baiklah." ucap Arne terharu.


Bahkan Anderson melarangnya memasak jika memang Arne lelah, apalagi sebagai dokter dirinya tahu untuk lebih berhati-hati menggunakan lengan kirinya karena baru saja pulih. Butuh waktu pula untuk beradaptasi dan penyesuaian dengan gerakan. Dan semua itu bertahap tak bisa langsung pulih total.


Arne pun akan menuruti Anderson, dan takkan memaksakan diri. Jika memang mereka sama-sama sibuk, mereka bisa makan diluar atau memesan makanan. Tapi Arne akan berusaha memasakkan makanan untuk suaminya jika dirinya sempat.

__ADS_1


...


Akhirnya Arne pun mulai bekerja di kantor Jakson. Dan Anderson masih belum mengijinkannya mengemudi, dirinya akan terus mengantar dan menjemput istrinya. Jika dirinya tak bisa Anderson akan menyuruh sopir di kantornya untuk menjemput istrinya.


Arne pun bekerja di kantor Jakson dan berbagi ruangan dengan yg lain. Meski mereka tahu Arne adalah cucu pemilik, tapi Arne tetap ramah dan sopan pada mereka. Hingga Arne dapat dengan mudah diterima di kantor.


Perlahan-lahan, Arne pun mulai terbiasa dengan pekerjaan kantoran. Walau menurutnya dirinya lebih nyaman menjadi dokter. Tapi tak ada gunanya jika tangannya tak bisa digunakan di meja operasi.


Untuk itulah sementara Arne berada disini, memulai hal baru sampai dirinya sanggup kembali bekerja senagai dokter.


Di kantornya Arne pun mulai mendapat banyak teman baru dan bersosilaisasi dengan baik. Semua orang baik padanya dan dengan sabar mau mengajarinya.


Pada saat temannya ada yg sakit, Arne pun mau memeriksa kondisinya dan merespkan obat untuknya. Kemampuannya sebagai dokter pun masih bisa digunakan dan sesekali Arne membaca buku kedokteran agar pengetahuannya tidak hilang begitu saja.


"Arne terimakasih.. Berkatmu sakitku membaik." ucap rekannya.


"Tak masalah, itulah gunanya sebuah ilmu." ucap Arne rendah hati.


"Kau benar, tapi tanganku belum bisa pulih seperti dulu, jadi aku tak bisa berada di meja operasi." ucap Arne.


"Apa kau nanti akan kembali menjadi dokter?" tanya rekannya.


"Sampai saat ini pun aku masih seorang dokter, buktinya aku bisa mengobatimu." ucap Arne tersenyum.


"Kau benar juga." balas rekannya.


Arne pun jadi populer di kantornya karena sering membantu rekan-rekannya yg sakit. Dan pekerjaannya juga baik.


Anderson pun selalu menjemput istrinya tersebut. Tak jarang mereka makan malam diluar, dan Mia ditinggal sendirian di rumah tersebut. Tugas Mia hanyalah bersih-bersih dan menyiapkan sarapan pagi. Selebihnya Mia bebas melakukan apapun di kamarnya.

__ADS_1


Arne dan Anderson jadi lebih sering melakukan kencan di luar sepulang bekerja. Entah itu makan malam, nonton di bioskop, atau bahkan menemani istrinya berbelanja. Hidup mereka pun penuh dengan kebahagiaan, setara dengan perjuangan mereka selama ini.


Anderson selalu menuruti istrinya selagi itu hal baik. Dan Arne tak pernah meminta hal aneh pada suaminya yg selalu mampu memberikannya apapun.


Hari ini sepulang bekerja mereka berencana melakukan sesi foto untuk dipajang di rumah mereka. Dan Arne sudah mempersiapkan segalanya sampai tema foto mereka.


Mereka pun datang dan langsung bersiap-siap untuk foto. Anderson yg kaku pun sulit sekali mendapatkan pose tersenyum. Hingga Arne menyuruhnya untuk menatapnya saja bukan ke arah kamera.


"Maaf tuan, bisakah anda tersenyum?" ucap sang fotografer.


"Baiklah." ucap Anderson memaksa senyum.


Tapi hasilnya selalu kaku dan membuat fotografer memintanya untuk rileks.


"Sayang kau baik-baik saja?" tanya Arne.


"Aku terlalu kaku untuk difoto." ucap Anderson.


"Kalau begitu, lihat aku saja.. pasti kau bisa tersenyum." ucap Arne.


"Kalau itu aku pasti bisa." ucap Anderson.


Alhasil, Anderson pun hanya menatap istrinya dan barupah didapatkan foto dirinya yg tersenyum. Fotografer pun puas setelah sekian kali mencoba membujuk Anderson tersenyum di depan kamera. Hasilnya pun cukup memuaskan, dan Arne menyukaianya begitu juga dengan Anderson.


Rencananya foto itu akan dicetak dalam ukuran besar dan dipajang di rumah mereka. Dan Anderson sudah memesan bingkai terbaik untuk foto dirinya bersama istrinya. Anderson juga meminta fotonya dikirimkan ke rumahnya.


Dan bingkai foto mereka akan dikirim dalam beberapa hari. Arne pun sangat senang bisa membuat foto yg bagus bersama suaminya. Dan akan memajangnya di rumahnya agar kelak dirinya bisa puas mengenang masa ini bersama suaminya.


Setelah itu mereka pun melanjutkan kencan mereka dengan pergi ke resto steak terkenal. Arne dan Anderson pun sangat serasi malam itu membuat semua orang iri pada keduanya.

__ADS_1


Istri yg cantik dan suami yg tampan, adalah pasangan impian semua orang. Dan keduanya sangat memahami satu sama lain meski memiliki kepribadian yg berbeda.


__ADS_2