Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.115 : Penolakan


__ADS_3

Melihat gelagat Angel, membuat Anderson semakin enggan sering bertemu. Jika bisa Anderson hanya ingin bertemu dengannya di kantor saja dan hanya sekedar urusan pekerjaan. Dirinya berharap Angel tak menaruh hati padanya, karena akan sangat menyebalkan jika hal itu terjadi.


Dan Angel seharian ini terlihat teler karena jelas sekali terlihat di mata Anderson wanita itu habis mabuk berat. Untuk ukuran pebisnis sikap ini sangatlah tidak bijak, minum-minum saat esoknya masih harus bekerja. Hingga saat bekerja tak bisa fokus dan mengerjakan apapun dengan benar.


Anderson pun membiarkannya saja dan fokus pada pekerjaannya. Tapi Angel terlihat mendekatinya untuk berbicara sesuatu.


"Anderson bisa kita bicara.." ucapnya.


"Silahkan, hanya 5 menit." ucap Anderson dingin.


"Aku rasanya tak enak badan, aku ijin pulang. Dan aku mengakui kebodohanku yg semalam kebanyakan minum." ucap Angel.


"Pulanglah, daripada disini kau juga tak bisa bekerja saat ini." ucap Anderson.


"Kau masih saja acuh dan dingin." ucap Angel.


"Kita hanyalah partner bisnis, dan hal itu sudah jelas. Apalagi aku sudah menikah, ada baiknya kita menghindari fitnah." ucap Anderson.


"Baiklah." ucap Angel.


"Jika tidak ada lagi yg dibicarakan, kau boleh pergi." usir Anderson.


Angel pun memilih pulang ke hotel karena kondisinya memang tak baik-baik saja. Namun, sikap Anderson padanya membuatnya semakin menderita. Sikap yg semakin dingin dan acuh, setelah Anderson menikah. Hingga Angel semakin penasaran wanita seperti apa istrinya, terlebih Angel tak hadir pada acara pernikahan mereka.


....


Ditempat lain, Boby sedang melaporkan tentang siapa wanita yg bersama tuannya malam itu. Dan Tony berharap bisa mengembalikan cek tersebut untuk memperbaiki harga dirinya yg diinjak-injak oleh wanita murahan tersebut.


Ya, Tony menganggapnya murahan karena wanita itu terlihat biasa saja setelah menghabiskan malam bersamanya bahkan, masih bisa santai dan memberinya sebuah cek. Kalau wanita baik-baik minimal dia akan marah dan menangisi kesalahannya. Tapi tidak dengan wanita itu yg terlihat sudah biasa melakukan hal ini.


"Ck.. Dasar wanita murahan.." gumam Tony menggenggam cek tersebut.


Tibalah Boby setelah mendapatkan informasi.


"Apa ada kabar terbaru?" tanya Tony.


"Ya tuan, wanita itu bernama Angelica Candle. Seorang investor asing yg kini bekerjasama dengan perusahaan Anderson." ucap Boby.


"Anderson? Mantan profesor yg bekerja di rumah sakit?" tanya Tony.


"Benar tuan, suami dr.Arne." ucap Boby mengingatkan kenangan pahit Tony.


"Stop jangan disebut nama itu lagi, itu hal tak boleh diucapkan dihadapanku." ucap Tony.


"Maaf tuan.. Aku akan menemui nona Angel dan mengembalikan cek tersebut." ucap Boby.

__ADS_1


"Tidak, aku ingin bertemu dan bicara empat mata pada wanita itu." ucap Tony.


"Baik tuan, aku sedang berusaha menghubunginya." ucap Boby.


Tony pun ingin membalas perbuatan Angel padanya dan ingin bicara empat mata langsung dengan wanita murahan itu.


....


Disudut lain, ada Arne yg sedang bekerja. Dirinya seperti biasa memeriksa pasiennya dan bekerja bersama rekan-rekannya. Arne dikenal sebagai dokter yg cantik dan ramah. Tak jarang pasiennya memberinya sesuatu karena begitu ramah dan tak sungkan menjelaskan masalah penyakit pasiennya agar lebih mudah dimengerti.


"Dokter terimalah ini.." ucap seorang nenek.


"Terimakasih nek, tapi tak perlu repot-repot." ucap Arne.


"Itu karena dokter sangat perhatian pada cucuku, terimalah ini adalah kue buatanku.."


"Baiklah, terimakasih nek." ucap Arne.


Arne pun membawanya ke ruangan dan membagikannya dengan teman-temannya. Dan kebetulan saat itu dirinya satu shift dengan Kenzi.


"Arne apa itu?" tanya Kenzi.


"Kue dari salah satu wali pasien." ucap Arne.


"Tentu saja, aku juga berniat membagikannya karena tak mungkin aku bisa menghabiskannya." ucap Arne.


"Wah kue ini jarang ada yg menjualnya.."


"Benarkah? dan nenek itu katanya yg membuatnya sendiri." ucap Arne.


"Rasanya enak, legit dan manis." ucap Kenzi.


"Kau benar, baru kali ini aku memakannya." ucap Arne.


Kemudian, beberapa dokter pun dikumpulkan karena ada sebuah rapat penting. Arne pun mewakili teman-temannya dan ikut dalam rapat tersebut. Beberapa petinggi juga hadir begitu juga dengan Tony yg hadir dalam rapatnya.


Tapi pandangan Tony masih saja menatap pada Arne yg duduk di barisan ujung. Meski begitu, sulit baginya melupakan wanita yg ia cintai tersebut. Arne pun hanya fokus pada isi dari rapat tersebut agar tak salah dalam menyampaikannya pada rekan-rekannya.


Setelah rapat usai, Arne pun duduk sejenak menunggu yg lain keluar dari ruangan karena enggan berdesakkan. Dan Tony juga keluar paling akhir.


"Kenapa tidak langsung keluar?" tanya Tony pada Arne.


"Maaf tuan, lebih baik saat semuanya sudah keluar jadi tak harus berdesakkan dan mengantri." ucap Arne.


"Oh jadi begitu, aku juga benci jika berada di keramaian begitu." balasnya.

__ADS_1


"Sepertinya sudah agak sepi, saya permisi." ucap Arne.


"Arne apa kau bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Tony.


"Kalau tidak bahagia untuk apa aku melakukannya.?" balas Arne.


Dan Tony pun terdiam menatap punggung Arne yg mulai menghilang. Rasanya memang mustahil baginya mendapatkan Arne, dan Anderson yg memenangkan pertarungan ini karena keduanya saling mencintai.


Hal itu cukup menyiksa Tony setiap kali melihat Arne bekerja. Tapi dirinya harus mengontrol emosi dan tetap profesional saat bekerja demi rumah sakit yg sudah didirikan oleh orang tuanya.


....


Sementara Boby berhasil menghubungi Angel. Dirinya juga berhasil membuat janji bertemu dengan dalih bisnis agar Angel dan Tony bisa bicara empat mata. Sebuah resto pun dipilih agar terkesan seperti bisnis yg formal.


Semua sudah di setting oleh Boby agar tuannya bisa menyelesaikan masalahnya dengan wanita tersebut. Tibalah Tony dan Boby lebih dulu di resto tersebut. Mereka pun menunggu Angel datang dengan sabar.


Tak berapa lama, wanita cantik berambut pirang itupun tiba dan terkejut akan kehadiran Tony.


"Kau.." ucap Angel kesal.


"Maaf nona Angel, kita harus menyelesaikan bisnis kita disini." ucap Tony tersenyum.


Angel pun memilih duduk dan menyelesaikan masalah ini dengan pria tersebut. Dan Tony tersenyum seakan mampu membalas tindakannya dengan kekuasaannya di negeri ini.


"Sial dia benar-benar bukan orang sembarangan." gumam Angel dalam hati.


"Aku hanya ingin menolak pemberianmu.. Sama sepertimu yg menolak pemberianku." ucap Tony memberikan cek pemberian Angel.


"Cih, baiklah.. daripada kau terus menemuiku.. Aku juga banyak urusan dan takkan lama di negara ini." ucap Angel.


"Keputusan bijak, kulihat kau memang sudah terbiasa hidup seperti ini ya.." ejek Tony.


"Iya begitulah, aku memang punya banyak uang dan bisa melakukan apapun semauku." ucap Angel.


"Ya tapi menjadikanmu seperti wanita murahan demi memuaskan hasratmu." ucap Tony.


"Cih dasar tak sopan.. Padahal kau juga cukup panas malam itu tapi sekarang berlagak polos dan terhormat." balas Angel.


"Saat itu aku dalam pengaruh alkohol, dan itu pertama kalinya untukku harusnya kau bersyukur." ucap Tony.


"Jika itu pertama kalinya buatmu harusnya kau terima saja uangku." balas Angel tak mau kalah.


"Maaf aku menolaknya, harga diriku tak sebanding dengan uangmu.. Dan aku juga punya banyak uang, tak perlu sampai menjadi murahan sepertimu." ucap Tony lalu pergi.


Angel pun semakin kesal karena terus-terusan diejek murahan oleh Tony. Bahkan Angel tertipu dengan muslihatnya Tony. Sungguh tak beruntung kunjungan Angel kali ini ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2