Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.158 : Kesal


__ADS_3

Susi pun sangat penasaran pada hadiah yg diberikan oleh Kenzi padanya malam ini. Apalagi wanita itu membawa seorang pria bersamanya seolah tak ingin kalah padanya. Susi yg penasaran pun langsung mencari hadiah dari Kenzi begitu acara mereka berakhir.


Di dalam kamar mereka, Susi membuka hadiah tersebut. Sementara Nino asik bermain game di ponselnya.


"Sayang, lihat hadiah dari mantan istrimu." ucap Susi.


"Buka saja, aku tak peduli apa isinya." jawab Nino asal sambil bermain ponsel.


"Ck.. Kau itu santai sekali." ucap Susi.


"Apa yg perlu kau khawatirkan.. Dia bukan tipe orang yg suka cari masalah." ucap Nino yg sudah mengenal Kenzi.


"Baiklah.. Mari kita lihat apa isinya." ucap Susi.


Susi pun membuka hadiah tersebut dan terkejut isinya adalah barang-barang bekas. Skincare, kosmetik, bahkan pakaian dan handuk yg dikenali oleh Susi.


"Apa-apaan Kenzi ini..!" ucap Susi kesal.


"Memang apa isinya?" tanya Nino.


"Barang bekas.." ucap Susi.


"Barang bekas??" ucap Nino terkejut.


Nini pun beranjak dan melihatnya langsung. Dan dirinya mengenali semua barang milik Kenzi. Mereka menemukan secarik kertas di kotak tersebut.


"Selamat Nino & Susi..


Susi.. Aku kembalikan semua yg pernah kau pakai.. Aku tak suka barang milikku disentuh orang. Baik itu mantan suami ataupun barang lainnya..


Kenzi.." tulis Kenzi dalam surat tersebut.


Nino pun hanya menarik nafasnya.


"Sudah kubilang jangan sentuh barang-barangnya." ucap Nino.


"Aku hanya memakainya sedikit.. Dan meminjam ini .." tunjuk Susi beralasan.


"Tetap saja, kau juga yg salah menyentuh barang pribadi orang. Bahkan sampai kosmetik miliknya juga." ucap Nino.


"Aku tak mungkin kan keluar rumahmu dalam kondisi berantakan.??" tanya Susi.


"Yasudah, jangan dipermasalahkan.. Kau sendiri yg cari gara-gara." ucap Nino.


"Kau menyalahkanku?" tanya Susi.


"Karena kau memang salah." ucap Nino.


"Ck.. " ucap Susi kesal dan membuang semua hadiah pemberian Kenzi.


Pembalasan Kenzi pun cukup telak pada Susi. Bahkan sampai Nino tak membelanya karena memang Nino sudah memperingatkan wanita itu untuk jangan menyentuh barang milik Kenzi. Tapi Susi tergiur karena barang-barang Kenzi bagus dan mahal-mahal terutama kosmetiknya.


Apalagi ada yg sama sekali belum dipakai, makanya Kenzi tahu kalau barangnya ada yg menyentuhnya dan memakainya. Seingatnya dirinya baru membeli kosmetik dan skincare tersebut sebelum meninggalkan rumah. Tapi saat dirinya kembali waktu itu, kosmetik dan skincarenya sudah terbuka dan terpakai.

__ADS_1


Maka dari itulah Kenzi kesal dan mengembalikannya, apalagi harganya tidaklah murah. Dan hadiah ini cukup untuk membalas kekesalannya karena Susi memakai barang-barang miliknya.


...


Sehari setelah pernikahan mereka, seorang pria datang ke rumah mereka. Dan pria itu adalah mantan suami Susi. Susi pun langsung ketakutan saat tahu pria yg kerap memukulinya tiba di rumah barunya bersama Nino.


"Susi keluar kau..!" teriak pria itu.


"Mau apa kau kemari?" tanya Nino.


"Oh kau suami barunya.. Katakan padanya, berani sekali menggu***kan anak kami..!" ucap pria itu.


"Apa maksudmu?" tanya Nino.


"Wanita itu melakukan ab**i secara diam-diam, dan meninggalkanku agar bisa kembali padamu." ucap pria itu.


"Ya.. Aku akan mengatakannya.. Kau pergilah sebelum aku laporkan." ucap Nino.


"Ck.. " ucap pria itu lalu pergi.


Setelah itu Nino mengintrogasi istrinya dan memintanya menceritakan yg sebenarnya. Susi pun menceritakan kalau dirinya tak tahan dengan mantan suaminya sampai melakukan hal itu. Lalu dirinya meminta bantuan Nino.


Nino pun percaya dan menenangkan istrinya yg trauma pada mantan suaminya. Meski agak aneh cerita yg disampaikan oleh Susi. Tapi Nino tetap percaya padanya.


....


Sementara Kenzi memulai hidup barunya dengan tenang. Dirinya hanya bekerja, dan menikmati hidupnya. Sesekali mengunjungi Arne di rumahnya. Dan mereka berbagi cerita satu sama lain.


"Baiklah senior, aku akan membantumu.." ucap Kenzi.


"Terimakasih Kenzi, kau sangat tahu kan kalau istriku tak suka diawasi." ucap Anderson.


"Iya.. Baiklah aku mengerti." ucap Kenzi.


Kenzi pun berpura-pura dekat dengan Axel dan kadang pergi bersamanya saat sedang bersama Arne. Arne pun mengira hubungan mereka lancar apalagi Axel mau menemani mereka berbelanja.


"Ken jarang ada lho pria yg seperti Axel.." ucap Arne.


"Iya.. Dia hebat kan." ucap Kenzi.


"Tapi memangnya dia tidak bekerja?" tanya Arne.


"Pekerjaannya adalah pelatih beladiri, jadi tak sesibuk orang kantoran." ucap Kenzi.


"Wah, pantas saja kalian kompak ternyata memiki hobi yg sama." ucap Arne.


"Benar, begitulah makanya obrolan kami juga nyambung." ucap Kenzi.


Sementara Axel hanya tersenyum mendengar Kenzi melindungi identitasnya sebagai pengawal Arne. Keduanya pun kerap berbenja ke mall, dan tanpa sadar bertemu dengan Susi di toko pakaian yg sama.


"Hai Arne.. Kau sedang berbelanja juga." ucap Susi.


"Iya.. Aku sedang mencari pakaian hamil." ucap Arne.

__ADS_1


"Aku juga." ucap Susi pamer di hadapan Kenzi.


"Oh begitu ya.. Kau kemari sendiri?" tanya Arne.


"Ya.. Nino sedang bekerja." ucap Susi.


"Oh iya.. Aku baru ingat, bagaimana Susi hadiahku?" tanya Kenzi.


"Kau itu tidak modal ya, masa memberi seseorang barang bekas? Atau kau sudah bangkrut?" tanya Susi.


"Barang-barang itukan bekas kau pakai juga.. Aku meninggalkannya saat masih baru dan belum memakainya. Tahu-tahu sudah berkurang, tak mungkin kan Nino pakai kosmetik dan skincare." ucap Kenzi tersenyum.


"Ck.. setidaknya aku tak mandul sepertimu." ucap Susi lalu pergi.


"Dasar pelakor tak tahu diri.. Sudahlah Arne ayo pergi ke toko lain.. Aku muak." ucap Kenzi kesal.


"Baiklah." ucap Arne.


"Hei tunggu.." ucap Axel menahan tangan Susi.


"Apa yg kau lakukan?" tanya Susi.


"Apa kau seorang peramal atau dukun? Bisa menebak kalau Kenzi mandul?" tanya Axel.


"Ya.. kalau wanita normal itu biasanya langsung hamil." ucap Susi.


"Mereka yg dokter saja pasti akan mengatakan butuh sebuah tes untuk memastikannya, tapi kau bicara seakan-akan kau tahu segalanya. Cepat minta maaf." ucap Axel.


"Tidak mau.." ucap Susi.


"Mau kutuntut atas pencemaran nama baik?" tanya Axel.


"Ck.. Maafkan aku Kenzi." ucap Susi.


"Apa?? Aku tidak dengar. Kau dengar Arne.?" tanya Kenzi.


"Dengar, tapi suaranya terlalu kecil." ucap Arne.


"Kenzi maafkan aku.." ucap Susi.


"Baiklah, pergilah.. Axel lepaskan dia." ucap Kenzi.


Axel pun melepaskan Susi, dan tanpa sadar mereka jadi bahan tontonan orang. Dan Susi mulai ditatap tajam oleh ibu-ibu yg berbelanja disana. Hal itu semakin membuat Susi kesal pada Kenzi. Kenzi tak menyangka kalau Axel akan membantunya.


"Terimakasih atas bantuannya." ucap Kenzi.


"Kuharap banyak wanita yg teredukasi secara lisan untuk tak bicara sembarangan." ucap Axel.


"Padahal dia seorang perawat seharusnya dia tahu." ucap Arne.


"Mungkin dia perawat gadungan." ucap Kenzi kesal.


Susi bukan hanya menghancurkan rumah tangganya tapi menghina Kenzi terang-terangan dengan mengatakan kalau dirinya mandul, padahal masalah antara dirinya dan Nino bukan hal itu. Melainkan mereka menikah karena perjodohan.

__ADS_1


__ADS_2