
Staf Anderson pun mencari pakaian yg diminta oleh Anderson tersebut. Mereka sudah bertanya ke beberapa tempat tapi rata-rata pakaian itu sudah habis terjual.
Eddy pun mendapatkan kabar buruk tersebut. Dan tak mungkin mengabari tuannya. Eddy pun membantu tuannya dengan menghubungi beberapa kenalannya di negara tetangga yg bekerja di bidang fashion.
Bahkan Eddy rela membayar berapapun jika kenalannya itu berhasil mendapatkannya.
"Ayolah Beb.. Carikan ya.." ucap Eddy pada kenalannya.
"Aku tak janji Eddy pakaian itu biasanya sudah habis terjual jika mencarinya sekarang." ucap Baby kenalan Eddy.
"Kumohon, ini demi seorang ibu hamil." ucap Eddy.
"Istrimu?"
"Bukan tapi istri tuanku.. " ucap Eddy.
"Kau harus membayar jasaku dengan mahal ya." ucap Baby.
"Ya.. Tentu kau harus mendapatkannya." ucap Eddy.
"Aku tak bisa janji soal itu." ucap Baby.
"Baiklah, tolong usahakan yg terbaik.." ucap Eddy.
"Ya.. Sampai nanti." ucap Baby lalu menutup teleponnya.
Eddy pun berharap banyak pada Baby yg berada di negara tetangga. Dan Eddy akan terbang menjemput pakaian itu jika Baby memperolehnya. Lalu stafnya menatapnya dengan penuh harap.
"Kenalanku juga belum tentu dapat, kalian usahakan saja." ucap Eddy.
"Baik tuan." ucap mereka.
Eddy pun menunggu seharian, begitu juga dengan tuannya. Mereka tampak gelisah karena pencarian ini belum menemukan hasil. Semua toko yg menjualnya mengatakan sudah sold out. Dan Anderson jadi teringat wajah sedih istrinya di rumah.
Lalu sebuah panggilan pun menghancurkan lamunan keduanya. Dan ponsel yg berbunyi milik Eddy.
"Bagaimana Beb?" tanya Eddy.
"Tak bisakah kau basa-basi sedikit padaku." ucap Baby.
"Halo beb.. Bagaimana hasilnya?" tanya Eddy lagi.
"Begitu baru enak didengar." ucap Baby.
"Baby kumohon.. Bagaimana hasilnya.?" tanya Eddy sudah cemas.
"Aku mendapatkannya, warna dan merk yg sama. Tapi..." ucap Baby.
"Tapi apa?" tanya Eddy.
"Kalian harus membayar mahal." ucap Baby.
"Ya kami akan membayarnya." ucap Eddy.
"Bagus.. Segera datang kesini malam ini, aku yakin pasti sempat." ucap Baby.
"Berapa aku harus mentransfernya?" tanya Eddy.
"Datang dulu, nanti kau lihat pakaiannya." ucap Baby.
"Oke.. " ucap Eddy.
Eddy pun langsung tersenyum pada tuannya.
__ADS_1
"Eddy apa sudah dapat?" tanya Anderson.
"Sudah tuan.." ucap Eddy.
"Dimana? Dan berapa?" tanya Anderson.
"Kenalanku di negara X mendapatkannya. Tapi aku harus datang kesana." ucap Eddy.
"Ayo kita berangkat.. Tapi kau sudah memastikannya?" tanya Anderson.
"Sudah, ini foto yg ia kirimkan padaku." ucap Eddy.
"Bagus sama persis." ucap Anderson.
"Baiklah, aku akan memesan tiketnya." ucap Eddy.
Mereka berdua pun berangkat ke negara X untuk menemui Baby. Dan tentunya Anderson ingin membelinya langsung dari kenalan Eddy dan berterimakasih. Anderson tak masalah jika harus membelinya seharga 3x lipat.
Anderson pun beralasan pada Arne kalau dirinya akan ada urusan malam ini. Hingga Arne tak tahu kalau Anderson dan Eddy pergi ke negara X demi mendapatkan dress tersebut.
Arne pun memilih pergi ke rumah Jeny dan menginap disana. Apalagi Anderson memintanya langsung pergi ke rumah Jeny agar tak kesepian. Disana Arne bercerita dan makan masakan Jeny untuk menghibur dirinya. Sammy pun paham sekali tingkah laku seorang ibu yg tengah hamil muda hingga membiarkan Jeny bersama Arne malam itu.
....
Sementara Anderson dirinya baru saja naik pesawat bersama Eddy. Dirinya berharap kenalan Eddy benar-benar mendapatkan pakaian tersebut dan tak menipu keduanya.
Eddy pun melihat kecemasan di wajah tuannya.
"Tenang saja tuan, temanku adalah pebisnis yg jujur." ucap Eddy.
"Kau yakin?" tanya Anderson.
"Kalau tidak, kenapa dia menunda pembayarannya.?" balas Eddy tersenyum.
Hingga akhirnya mereka pun tiba di bandara negara tujuan. Eddy pun memesan taksi untuk langsung menuju ke tempat ketemuan kenalannya tersebut. Dalam 20 menit mereka pun tiba di tempat tujuan. Dan Baby kenalan Eddy sudah ada disana.
"Beb.." ucap Eddy.
"Yoo.." ucap Baby.
"Bagaimana?" tanya Eddy.
"Ini.." tunjuk Baby.
"Tuan barangnya ada." ucap Eddy.
"Halo nona Baby, aku Anderson orang yg akan membeli pakaian tersebut." ucap Anderson.
"Silahkan tuan.. Anda bisa puas melihatnya." ucap Baby menyerahkan pakaian yg sudah rapi tersebut.
Anderson pun melihatnya dan membandingkannya dengan di gambar. Semuanya 100% mirip.
"Berapa nona?" tanya Anderson.
"Jumlahnya Xxxxxx.. Aku menaikan harga karena susah payah mendapatkannya." ucap Baby.
"Tak masalah berapa nomor rekeningmu.?" tanya Anderson lagi.
Setelah mendapatkan nomor rekening Baby, Anderson pun segera mentransfer uangnya dan Baby langsung mendapatkan notifikasinya. Bahkan Anderson memberi tips untuk Baby karena telah mendapatkannya.
"Kau tak salah mentransfer uang ini tuan?" tanya Baby.
"Tidak, anggap saja tips untukmu." ucap Anderson.
__ADS_1
"Terimakasih kalau begitu."
"Akulah yg harusnya berterimakasih.. Hari ini istriku habis terkena musibah. Dia membeli dress ini beberapa hari yg lalu, tapi malah dijual oleh mantan pembantu kami." ucap Anderson.
"Pembantu jaman sekarang sangat mengerikan tuan, anda beruntung mendapatkannya kembali." ucap Baby.
"Ya.. Berkatmu nona." ucap Anderson menatap pakaian tersebut.
"Baiklah urusan kita sudah selesai tuan, aku akan pinjam Eddy sebentar." ucap Baby.
Baby pun menarik tangan Eddy dan mereka pergi ke pojokan cafe tersebut.
"Beb.. Kita mau ngapain di pojokan.? jangan mesum." ucap Eddy.
"Ck.. Kau ini benar-benar ya.." ucap Baby kesal lalu mendorongnya hingga jatuh.
Brukk.
"Awww.. Sakit tau." ucap Eddy.
"Makanya jangan bicara sembarangan." ucap Baby.
"Jadi jelaskan ada apa?" tanya Baby.
"Kau bilang akan mengunjungiku, tapi sudah tiga bulan kau tak datang dan datang karena demi atasanmu." ucap Baby kesal.
"Maaf soal itu, aku sangat sibuk sampai lupa." ucap Eddy menggaruk kepalanya.
"Lupa?? Enteng sekali ucapanmu." ucap Baby.
"Beb.. Kenapa kau semarah itu??" tanya Eddy.
"Coba kau pikir sendiri." ucap Baby.
"Apa kau merindukanku?" goda Eddy.
"Tidak tahu." ucap Baby.
Lalu mereka malah saling tatap dan berciuman. Hingga tak sengaja Anderson melihatnya saat mencari Eddy.
"*****..! " umpat Anderson.
Anderson pun menunggu di dalam cafe tersebut, hingga Eddy masuk ke dalam dengan perasaan berbunga-bunga.
"Sudah selesai? Apa mau kupesankan hotel?" tanya Anderson.
"Apa tuan iri?" balas Eddy tersenyum.
"Tentu saja tidak, aku punya istri di rumah dan bisa melakukannya kapan saja." ucap Anderson.
"Tuan tenang saja, kita takkan terlambat karena jadwal penerbangan kita diundur." ucap Eddy.
"Apa?? Sial sekali aku hari ini, untung istriku sudah mengungsi ke rumah mamanya." ucap Anderson.
"Tuan penerbangan kita ditunda sampai besok pagi. Jadi kita memesan hotel saja." ucap Eddy.
"Kau yakin?" tanya Anderson.
"Tentu saja,. Ini buktinya." ucap Eddy menunjukkan notofikasinya.
"Baiklah." ucap Anderson.
Eddy pun memesan kamar hotel untuk tuannya dan juga dirinya. Dan pada malam hari, Baby datang ke kamar hotelnya. Anderson pun tak tahu apapun dan juga tak mau tahu apa yg dilakukan oleh bawahannya. Dirinya beristirahat dan akan bangun tepat waktu agar tak ketinggalan pesawat.
__ADS_1