
Anderson pun terbangun pagi itu, lalu dirinya bersiap untuk pulang ke negaranya. Pria itu pun mandi dan bersiap. Lalu dirinya menunggu Eddy, tapi asistennya itu tak juga mengunjunginya ataupun menghubunginya.
Anderson akhirnya menghubunginya dan tak juga diangkat. Pria dingin itu pun dibuat kesal oleh asistennya sendiri. Anderson pun pergi ke kamar Eddy dan mengetuknya karena tak ingin ketinggalan pesawat. Terlebih tiket pesawat berada di tangan Eddy.
Tok..Tok..Tokk..
"Eddy.. Bangunlah.." ucap Anderson.
"Eddyyyy...!!" ucap Anderson kesal dan mengetuk pintu dengan kuat.
Sementara itu di dalam, Eddy pun terbangun dengan Baby di sampingnya. Tapi saat melihat jam dirinya tak punya waktu untuk terkejut. Apalagi mendengar tuannya sedang marah yg bisa ********** jika sampai terlambat.
Eddy pun memakai pakaiannya dan meminta Baby tetap di tempat tidur atau ke toilet. Lalu Eddy membukakan pintu.
"Maaf tuan.." ucap Eddy dengan tampilan berantakan.
"Ck.. lihat sekarang jam berapa? Kau mau kita ketinggalan pesawat?" tanya Anderson.
"Tidak tuan, aku hanya bangun kesiangan." ucap Eddy.
"Saat ini cepat berpakaian rapi, jangan membuat orang salah paham dengan tampilanmu saat berjalan denganku." ucap Anderson.
"Baik tuan, 10 menit.. Tunggu 10 menit." ucap Eddy.
"Jika 10 menit kau belum selesai aku akan menyeretmu." ucap Anderson.
Anderson pun kembali ke kamarnya dan bersiap sembari menunggu Eddy. Siapa yg menyangka kalau stafnya yg culun itu bisa menjadi seperti yg terlihat pagi ini. Bahkan Eddy bersama seorang wanita tadi malam. Pantas saja dirinya bangun kesiangan karena melakukan sesuatu di malam hari.
Setelah 10 menit, Eddy pun mengetuk pintu Anderson dan telah bersiap. Lalu mereka pergi ke bandara yg tak jauh dari hotel. Saat itu Eddy terlihat mengantuk. Dan di pesawat pria itu nampak tertidur.
Akhirnya pagi itu Anderson dan Eddy tiba di Indonesia. Keduanya pun langsung pulang ke rumah masing-masing. Apalagi ini hari minggu dan tentunya kantor mereka libur.
"Kau pulang dan istirahatlah dirumah, terimakasih sudah membantuku mendapatkan pakaian ini untuk istriku." ucap Anderson.
"Iya tuan, tentu saja.." ucap Eddy.
"Yasudah aku mau naik taksi.." ucap Anderson meninggalkannya dan mencari taksi.
Eddy pun menguap sepanjang perjalanannya. Dan misi pencariannya membantu tuannya justru memberikannya hadiah jakpot yakni menjalin hubungan dengan Baby. Apalagi wanita itu cukup agresif.
"Baby i miss you.." gumam Eddy dalam hati.
....
Sementara Anderson dirinya pun menghubungi istrinya kalau akan segera sampai di rumah. Dan Arne memang sudah kembali ke rumah setelah sarapan di rumah Jeny.
"Sayang aku akan segera sampai, kau mau titip sesuatu?" tanya Anderson.
"Chessee cake.. Belikan aku itu." ucap Arne.
"Apa ada lagi?" tanya Anderson.
"Beli juga beberapa roti, itu sudah cukup." ucap Arne.
__ADS_1
"Baiklah.. Nanti aku mampi di toko kue." ucap Anderson.
"Ya.. Sampai jumpa di rumah sayang." ucap Arne.
"Iya sayang." balas Anderson.
Di perjalanan, Anderson pun mempir ke toko kue untuk membelikan pesanan istrinya. Dirinya juga membeli beberapa roti sesuai permintaan istrinya. Dan tibalah dirinya di rumahnya. Anderson pun turun setelah membayar taksi dengan membawa beberapa barang untuk istrinya.
"Terimakasih pak." ucap Anderson saat sang sopir membawakan beberapa barangnya.
"Sama-sama pak, saya permisi."
Anderson pun masuk ke rumahnya dan menekan pasword rumahnya. Arne pun sedang ada di dapur dan tersenyum mendengar suara di pintu masuk. Langsung saja Arne mematikan kompor dan menyambut suaminya.
"Sayang.. Aku pulang.." ucap Anderson.
"Yeay.. " ucap Arne tersenyum memeluknya.
"Kau merindukanku?" tanya Anderson.
"Iya, katanya kau akan pulang malam tapi malah menginap." ucap Arne.
"Maaf pesawatnya ada masalah hingga harus menunda keberangkatan." ucap Anderson.
"Mana kue pesananku?" tanya Arne.
"Ini.." ucap Anderson.
Arne pun membawanya ke dapur dan menaruhnya di kulkas. Lalu dirinya melanjutkan memasak untuk suaminya.
"Kau sedang masak apa?" tanya Anderson.
"Hanya masakan sederhana, kau ganti pakaian lalu kita makan bersama." ucap Arne.
"Baiklah." ucap Anderson.
Bahkan Arne tak menanyakan isi tas yg ada di tangan Anderson. Anderson pun akan memberikannya nanti setelah sarapan.
Tak berapa lama, Arne pun menghidangkan masakan buatannya dan suaminya turun ke bawah untuk makan bersama. Mereka pun menikmati sarapan pagi bersama. Dan Arne begitu senang suaminya akhirnya pulang juga.
"Padahal aku sudah makan roti, tapi aku masih bisa makan bersamamu." ucap Arne.
"Bagus, kau memang harus banyak makan supaya anak-anak kita sehat." ucap Anderson.
"Ya.. Meski nanti aku akan menjadi gemuk." ucap Arne.
"Gemuk juga tak apa, kau bisa menurunkannya lagi nanti saat mereka sudah lahir." ucap Anderson.
"Kau tak masalah.??" tanya Arne.
"Sejujurnya tak masalah, tapi pasti tubuhmu takkan sebugar saat ini jika gemuk." ucap Anderson.
"Iya, sejenak aku lupa kalau gemuk juga tak baik." ucap Arne.
__ADS_1
"Maka dari itu lakukan saja apa yg ingin kau lakukan, dan masalah itu kau pikirkan setelah mereka lahir." ucap Anderson.
"Baiklah aku mengerti." ucap Arne.
Mereka pun makan bersama pagi itu. Dan setelah makan, Anderson pun memberikan hadiah yg bisa membuat istrinya tersebut tersenyum bahagia.
"Apa ini?" tanya Arne.
"Buka saja.." ucap Anderson.
"Baiklah.. " ucap Arne tersenyum.
"Wah.. Ini kan dress yg hilang itu.." ucap Arne terharu.
"Benar, aku susah payah mendapatkannya untukmu." ucap Anderson.
"Sungguh.. Kau tahu darimana aku menginginkannya?" tanya Arne tersenyum dan menghapus air matanya.
"Mama.." ucap Anderson.
"Terimakasih sayang.." ucap Arne tersenyum senang.
"Nah, mulai sekarang kau harus mengatakan apa yg kau inginkan padaku. Kemarin mama yg memberitahuku, katanya kau sedih kehilangan pakaian ini." ucap Anderson.
"Kau benar, aku sangat ingin memakainya." ucap Arne.
"Yasudah, sekarang kau sudah memilikinya lagi. Jadi jangan sedih lagi." ucap Anderson.
"Terimakasih sayang.." ucap Arne memeluk suaminya.
"Iya.. Aku akan terus berupaya membahagiakanmu." ucap Anderson.
Pagi itu pun penuh dengan kebahagiaan di rumah tersebut. Dan Arne pun senang sekali suaminya begitu memperhatikannya. Bahkan mendapatkan pakaian yg hilang karena ulah mantan pembantu dirumah mereka.
Arne pun segera mencucinya karena ingin memakai pakaian tersebut. Dan hari libur itu, mereka habiskan dengan quality time bersama. Mereka makan, menonton film, atau berbincang masalah anak kembar mereka nanti.
....
Sementara itu, Kenzi dan Nino pun sedang perang dingin. Kenzi menyatakan ingin segera bercerai karena melihat tindakan Nino yg kelewatan berselingkuh tanpa menghormatinya.
Sementara Nino kekeh tak ingin berpisah sampai perjanjian mereka 2 tahun pernikahan terpenuhi. Kenzi pun mengatainya pria modal warisan sangking kesalnya.
"Begitu berartinya ya warisan itu bagimu." ucap Kenzi.
"Ya.. Aku menginginkan bagianku." balas Nino.
"Dasar pria modal warisan..!" ucap Kenzi.
"Apa katamu?" tanya Nino kesal.
"Pria Modal Warisan.. Kau bisa bekerja keras mendapatkan yg kau inginkan tapi kau malah memilih mengharapkan sebuah warisan. Dasar pecundang..!" ucap Kenzi kesal.
Kenzi pun keluar dari rumahnya dan memilih menginap di hotel daripada terus bertengkar dengan Nino. Sementara Nino dirinya terhina dan tertampar oleh ucapan Kenzi.
__ADS_1