Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.81 Pecundang


__ADS_3

Setelah tiba di depan apartemen, Arne pun terdiam dan terlihat melamun.


"Arne.. Sudah sampai." ucap Anderson.


"Oh.. Iya maaf.." ucap Arne.


"Arne, apa yg terjadi padaku bukan salahmu.. ingat itu. Tony hanyalah pecundang." ucap Anderson.


"I-iya prof." ucap Arne.


Arne pun turun dari mobil dan masuk ke dalam. Lalu Anderson pulang ke apartemennya. Dirinya pun sedikit mengkhawatirkan Arne soal ini. Karena Anderson yakin sekali kalau Arne merasa bersalah atas ucapannya pada Tony.


Dan Tony saat ini sedang tersenyum menikmati minumannya. Dirinya berharap bisa mengusir Anderson untuk beberapa saat dan bisa mendekati Arne dengan bebas.


Tony yakin perjodohan Arne dengan Anderson pasti dibatalkan. Dan dirinya akan punya kesempatan setelah ini. Pria itupun kini menjadi egois dan munafik. Tak terima akan penolakan Arne dan mencari cara lain agar bisa memisahkan Arne dari Anderson.


"Aku hanya perlu bersabar beberapa hari lagi." gumamnya.


.


.


Sementara Arne pun bekerja seperti biasanya dengan Anderson. Mereka tampak lebih akur dan selalu bersama dengan residen lainnya juga. Dan Anderson secara resmi mengumumkan pada juniornya kalau dirinya akan pergi menjadi dokter sukarelawan atas perintah atasannya.


Residen bimbingannya pun kecewa setelah mendengar berita ini. Selain Anderson terkenal akan ketelitiannya, dirinya juga tak suka mereka berbuat salah hingga menjelaskan segalanya dengan detail. Hingga mereka tak yakin dengan pengganti Anderson nanti.


Tapi faktanya, bagaimana pun Anderson mulai disukai tetap saja harus menerima perintah dari Tony atasannya. Dan Arne pun cukup kesal pada atasannya tersebut yg membawa-bawa masalah pribadi pada pekerjaan.


Setiap kali Arne berpapasan dengan Tony dirinya hanya menunduk lalu pergi, begitu juga jika Arne harus menghadapnya. Jika hanya menyerahkan berkas maka Arne akan meminta temannya menggantikannya. Dan akan menemuinya untuk bicara seperlunya.


Bahkan Arne hampir tak pernah membalas pesan dari Tony jika itu tidak penting. Ajakan-ajakan bertemu, makan siang sampai makan malam Arne abaikan. Semua karena Tony sudah mendapat nilai minus darinya karena mengirim Anderson untuk memisahkan dirinya.


Dan Tony pun merasa kalau Arne mulai menghindarinya hingga memintanya untuk keruangannya. Arne pun tanpa merasa takut masuk ke ruangannya ditemani oleh Nino yg menunggu di luar.


"Permisi.." ucap Arne.


"Silahkan." ucap Tony.


"Ada apa tuan?" tanya Arne.


"Kau akan ditugaskan untuk kerja sukarela bersama residen lainnya di yayasan Xx.. " ucap Tony.


"Baik tuan." ucap Arne.


"Ini formulir pendaftarannya.. Kau bisa bagikan pada yg lain jika ada yg berminat." ucap Tony.


"Baik tuan, saya permisi." ucap Arne.


"Tunggu." ucap Tony dan langkah Arne pun terhenti.


"Ya.. Ada apa tuan?" tanya Arne.

__ADS_1


"Aku merasa kau menjauhiku." ucap Tony.


"Apa kita sebelumnya dekat? Tidak bukan." balas Arne.


"Jadi kau kesal karena kekasihmu akan pergi sebagai dokter relawan, padahal itu tugas mulia." ucap Tony.


"Tidak, aku senang jika dia melakukan tugas mulia. Seperti kataku tadi, sebelumnya hubungan kita juga hanya sebatas atasan dan bawahan." ucap Arne.


"Jadi begitu, tapi kau mengabaikan pesan-pesanku." ucap Tony.


"Maaf untuk itu, aku tidak tertarik untuk bertemu anda diluar jam kerja." balas Arne.


"Apakah sudah selesai? atau ada lagi?" tanya Arne.


"Kau mulai terlihat sombong." ucap Tony.


"Apa anda seorang pecundang?" tanya Arne.


"Apa ini? Kau sudah mulai berani kurang ajar." ucap Tony.


"Harusnya anda tahu kalau cinta tak bisa dipaksakan. Jika anda terus memaksa anda tak lebih dari sekedar pecundang." ucap Arne lalu pergi.


"Cih.." umpat Tony kesal.


Arne pun kini berani membalasnya bahkan menghinanya pecundang. Tapi memang benar adanya karena Tony tak menerima kenyataan kalau dirinya sudah ditolak dan terus memaksa agar Arne memerhatikannya.


Wanita manapun pasti tak akan nyaman jika terus didekati meski sudah benar-benar ditolak. Dan harusnya Tony paham kalau Arne merasa terbebani jika sikapnya terus seperti ini. Terlebih Arne hanyalah dokter residen di rumah sakit miliknya. Tapi pria itu justru merasa berkuasa atas apa yg ia miliki hingga bisa dengan bebas mendekati Arne.


Tony pun mengepal geram akan ucapan Arne, dirinya tak berpikir kalau Arne akan mengatakan hal sekasar itu padanya. Tapi semuanya berubah, dan Arne terlihat semakin tak nyaman saat bersamanya.


Sementara Arne pun keluar dari ruangannya dan menghampiri Nino.


"Bagaimana?" tanya Nino.


Arne pun menghela nafas panjang, karena telah berani mengatai atasannya pecundang.


"Nino apa aku akan dipecat setelah ini?" tanya Arne.


"Kau tidak memukulnya kan?" balas Nino.


"Tidak, lebih buruk dari itu.. Aku mengatainya pecundang." ucap Arne.


"Kau hebat.." ucap Nino memberi jempol pada Arne.


"Dia sudah kelewatan, tapi kita mendapat formulir untuk kegiatan sukarelawan di yayasan Xx.." ucap Arne.


"Baiklah, ayo kita informasikan pada yg lain." ajak Nino.


Mereka pun pergi dari tempat tersebut dan memberi info soal sukarelawan ini. Beberapa ada yg tertarik, sisanya tak tertarik. Dan Arne ditugaskan untuk mengurus hal ini.


Sepertinya Tony sengaja menghukumnya untuk mengurus acara amal ini. Dan Arne sengaja dibuat kerepotan dalam menyiapkan acara sukarelawan ini. Hal ini membuat Arne harus kesana kemari menyiapkan segalanya. Dan Tony hanya melihat Arne kerepotan dengan hal ini.

__ADS_1


"Rasakan.. Berani sekali kau berbicara begitu." gumam Tony dalam hati.


.


.


Acara sukarelawan itupun berlangsung, beberapa dokter residen dan senior pun mengikutinya. Mereka memeriksa beberapa pasien dan membantunya menyembuhkan penyakit mereka. Tak dapat dipungkiri keterbatasan tempat dan beberapa alat pun menjadi hambatan mereka. Hingga semuanya pun harus dilakukan dengat cermat dan teliti.


Arne dan teman-temannya pun bekerja keras untuk acara amal ini. Dan banyak orang merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini. Semua orang pun bahagia karena bisa membantu banyak orang, dan bisa lebih baik kondisinya setelah diperiksa dan mendapatkan obat.


"Senangnya.." ucap Arne.


"Iya, mereka begitu antusias." ucap Kenzi.


"Acara sukarelawan seru juga." ucap Nino.


"Hei, kalian jangan malas-malasan.. Cepat bawakan permintaanku." ucap Anderson.


"Baik proff.." balas ketiganya langsung buru-buru.


Anderson pun tersenyum melihat banyak dokter baru yg antusias pada pekerjaan amal kali ini. Dan juga Arne tampak tertarik, meski tahu Tony sedang menghukumnya.


Mereka pun bekerja keras hari ini, dan pulang pada sore hari. Mereka pun melaporkan segalanya ke rumah sakit dan Arne bertugas mengurus semua laporannya. Hal itu membuatnya pulang terlambat dari yg lain dan membuka kesempatan bagi Tony untuk bicara dengannya.


Saat selesai membuat laporan, Arne pun menyerahkannya pada Tony.


"Permisi." ucap Arne.


"Silahkan." ucap Tony.


"Tuan aku membawakan laporan hari ini." ucap Arne.


"Kau bekerja dengan baik." ucap Tony.


"Terimakasih tuan, saya permisi." ucap Arne.


"Kuharap dua hari lagi berjalan dengan baik." ucap Tony.


"Baik tuan." ucap Arne.


"Mau kuantar pulang?" tanya Tony.


"Terimakasih aku bisa menyetir sendiri." ucap Arne.


"Ck.. Kau masih menolakku." ucap Tony.


"Kuharap anda berhenti melakukan hal yg melelahkan ini." ucap Arne.


"Bagaimana jika makan malam, sebagai hadiah karena sudah bekerja keras?" tanya Tony.


"Sayangnya ibuku sudah memasak makanan lezat untukku dirumah." balas Arne.

__ADS_1


"Ya, kita lihat saja sampai kapan kau akan menolakku." ucap Tony.


"Ya.. " balas Arne lalu keluar dari ruangan Tony.


__ADS_2