
Akhirnya setelah semua hal yg terjadi, hari kencan pertama antara Arne dan Anderson pun tiba. Sesuai dengan yg telah diatur oleh Romeo, mereka akan kencan di resto Prancis dengan nuansa romantis agar keduanya bisa dekat.
Arne pun hanya akan berpenampilan biasa saja, bahkan kalau bisa dirinya hanya akan memakai pakaian kerja saja terlebih waktunya memang sepulang kerja.
Tapi keberuntungan nampaknya sedang tak berpihak pada Romeo. Karena tiba-tiba saja ada sebuah kecelakaan tragis, dan mengharuskan Anderson serta Arne berada di ruang operasi.
Kecelakaan itu juga membawa beberapa korban lainnya. Hal itu membuat semua orang sangat sibuk. Kesempatan itu tentu saja tak disia-siakan oleh Anderson agar gagal kencan dengan Arne di resto yg sudah disiapkan oleh Romeo.
"Kau pasti senang prof.." ucap Arne.
"Yah, nyawa manusia lebih utama bukan." ucap Anderson tersenyum.
"Baiklah, alasan kita kali ini adalah demi kemanusiaan." balas Arne.
Arne pun tersenyum, dan mereka masuk ke ruang operasi. Operasi pun berjalan cukup lama, dan setelah operasi selesai sudah ada pasien lain yg menunggu untuk segera di tangani karena ada beberapa dokter yg sedang libur. Mereka yg tersisa pun bergerak cepat mengantisipasi keadaan ini.
Hingga setelah semuanya selesai, Arne pun tersadar sekarang sudah pukul 9 malam. Dan dirinya sudah lembur beberapa jam. Tubuhnya pun sudah merasa sangat lelah dan tak mungkin untuk melanjutkan kencan mereka.
"Arne, bagaimana kencannya?" tanya Kenzi.
"Yah, berhasil menemukan alasan yg tepat." balas Arne tersenyum.
"Dasar kau ini.. kau yakin menolak profesor.?" tanya Kenzi.
"Sepertinya itu pilihan paling bijak saat ini.. Jangankan menikah, tidur saja aku masih kekurangan." ucap Arne.
"Hahaha.. itu benar." ucap Kenzi.
Sementara itu Anderson mengirimkan pesan pada Arne kalau dirinya akan menemui kakeknya kalau kencannya batal karena ada operasi darurat. Dan Arne setuju sekali untuk itu. Arne pun bisa pulang dan tidur dengan nyenyak tanpa ada yg mengganggu.
Di perjalanan pulang, Arne pun diikuti oleh seseorang. Dan Arne tak menyadari hal itu. Arne yg lelah pun pulang dengan santainya ke apartemennya. Walau dalam hatinya ia merasa aneh dengan mobil di belakangnya.
Arne pun tak mau memikirkannya karena lelah sekali. Dirinya memilih segera masuk dan beristirahat karena sangking lelahnya. Dan orang-orang itu melaporkan kegiatan Arne pada seseorang yg tak lain adalah Aini.
Aini pun menerima semua laporan mereka dan tersenyum karena aktivitas Arne sangatlah teratur.
"Arne, aku takkan membiarkanmu merebut Boy ataupun kekayaan papa dan kakek." gumam Aini dalam hati.
.
.
Sementara itu Anderson tengah berada di rumah kakeknya dan melaporkan kalau kencan mereka gagal.
"Maaf kek, ada insiden mengerikan tadi sore." ucap Anderson.
"Kau ingin beralasan ha?" tanya Romeo.
"Untuk apa? itu semua sudah tugasku dan Arne. Anggap saja kami sudah kencan di meja operasi." ucap Anderson.
"Kencan macam apa itu?" tanya Romeo.
"Kencan dengan tingkat fokus maksimal, dan dengan tujuan kemanusiaan." balas Anderson.
"Kau masih saja sekaku ini." balas Romeo.
"Terserah, yg pasti aku sudah melakukan kencan pertama hari ini, meski di meja operasi." balas Anderson.
"Dasar, pria aneh.. pantas saja kau tidak kunjung menikah." ucap Romeo.
"Aku hanya akan menikah dengan Maria." balas Anderson.
__ADS_1
"Maria Maria.. Maria-mu itu sudah milik orang lain dan sedang hamil saat ini." balas Romeo.
"Apa??" balas Anderson.
"Kau masih ingin menunggunya?" tanya Romeo.
"Tak masalah meski aku harus memilikinya di usia tua nanti." balas Anderson.
"Sepertinya otakmu yg harusnya dioperasi juga biar sadar.. bagaimana bisa aku punya cucu sepertimu yg bucin tanpa memikirkan keadaanmu." balas Romeo.
"Kakek tahu apa soal bucin." balas Anderson.
"Apapun itu, kau harus kencan lagi besok karena hari ini sudah gagal.." ucap Romeo.
"Kan sudah kubilang hari ini kami kencan di ruang operasi." balas Anderson.
"Bisakah kau menurutiku saja? kau ingin melihat aku mati dengan penuh penyesalan?" tanya Romeo.
"Ck.. lakukan saja sesukamu dasar kakek tua licik." balas Anderson yg lemah terhadap penyakit kakeknya.
"Kau harus ditekan dulu rupanya." balas Romeo.
"Aku akan pulang ke apartemenku." balas Anderson.
"Ya.. tak ada yg menyuruhmu menginap juga." balas Romeo.
Anderson pun pulang ke apartemen dengan penuh kekecewaan. Dirinya berpikir bisa melewati kencan pertama dan tinggal 4x kencan lagi, tapi ternyata tak semudah itu membodohi kakeknya.
Arne yg mendapat kabar itu pun hanya bisa menghela nafas. Mau tak mau dirinya menyerah dan mengikuti kencan yg sudah diatur.
"Satu saja sudah membuatku frustasi, untunglah aku sudah menolak tuan Tony." gumam Arne dalam hati.
.
.
"Arne, kau baik-baik saja?" tanya Sammy.
"Ya prof.. tapi hari ini yg tak baik-baik saja." balas Arne.
"Tapi hari ini cerah." balas Sammy melihat ke arah jendela luar.
"Memang, rencana hari ini yg melelahkan." balas Arne.
"Rencana? memangnya ada jadwal operasi lagi?" tanya Sammy.
"Bukan begitu prof.. Arne harus kencan dengan pria pilihan kakeknya." ucap Kenzi.
"Kencan? artinya perjodohan?" tanya Sammy.
"Iya tepat sekali.. jaman sekarang masih saja ada perjodohan konyol." balas Arne.
"Kau tidak boleh begitu, mungkin calonnya tampan dan sukses." balas Sammy yg kebetulan Anderson masuk ke ruangan dan mendengarnya.
Lalu Anderson pun tersenyum setelah dipuji sedikit secara tak langsung oleh Sammy, seniornya.
"Panjang umur." balas Arne.
"Siapa?" tanya Sammy.
Arne pun menunjuk Anderson, dan pria itu seolah tak peduli.
__ADS_1
"Anderson?" tanya Sammy.
"Ya.. " balas Arne.
"Hebat kan prof?" tanya Kenzi tersenyum.
"Ya.. sepertinya takdir mempertemukan kalian." balas Sammy.
"Prof.." ucap Arne.
"Ehm.. senior.." ucap Anderson.
"Tuh kan kompak." balas Kenzi.
"Kenzi.. diam dong." balas Arne.
"Haha.. habisnya bisa-bisanya kalian dijodohkan." balas Kenzi.
"Kenzi kau urus pasien di kamar 110." ucap Anderson.
"Hhh.. baiklah." balas Kenzi menghela nafas.
"Kau itu benar-benar tak bisa santai ya." balas Sammy.
"Tak bisa.. dan kau Arne, jangan malas-malasan cepat periksa pasienmu." perintah Anderson.
"Sudah semua prof." ucap Arne.
"Lalu ngapain kau disini dan malas-malasan.?" tanya Anderson.
"Karena aku lelah memikirkan kencan membosankan nanti malam." balas Arne.
"Ck.. dasar.. jangan dipikirkan kita cuma datang dan makan bersama lalu pulang." balas Anderson.
"Kau dengar kan prof?" tanya Arne pada Sammy.
Sementara Sammy hanya tersenyum melihat Anderson yg begitu kaku dan dingin. Dan Arne harus kencan dengannya sebanyak 5x, pastinya itu sangat membosankan.
.
.
Setelah jam pulang, Arne pun harus pergi bersama Anderson untuk kencan mereka. Dan Romeo sudah menyiapkan resto dengan tema romantis lagi. Sampai Arne merasa sudah salah tempat dengan datang kesana bersama Anderson.
"Prof, apa benar ini tempatnya?" tanya Arne.
"Tentu saja. Ini sesuai dengan alamat yg ia berikan." balas Anderson.
"Tapi kita tak sesuai dengan tema yg disediakan." ucap Arne menyadarinya.
"Sudahlah, kita makan malam saja lalu pulang." balas Anderson enteng.
"Ya.. yaa.. makan lalu pulang." balas Arne.
Saat sedang duduk menikmati pemandangan indah, Arne pun menangkap sosok yg ia kenali. Ternyata dia adalah Nino yg juga kencan dengan seorang wanita. Wanita tersebut tak lain adalah kak Susi. Arne pun langsung tersenyum dan iri melihat bagaimana Nino memperlakukan kak Susi dengan romantis. Lalu melirik ke arah Anderson yg seperti kulkas 10 pintu dan menarik ujung bibirnya.
"Ekspresi macam apa itu?" tanya Anderson.
"Tak ada, hanya merasa sangat aneh dan datar saja." balas Arne lalu menikmati makanan yg disedikan.
"Datar?? apa makanannya hambar? menurutku baik-baik saja.." gumam Anderson dalam hati.
__ADS_1