
Di dalam mobil, Boy pun mengomeli Aini tapi bukannya sadar justru Aini malah melawannya dan membalas ucapan Boy. Aini pun berpikir kalau Boy sedang membela Arne mantan kekasihnya dan Arne sengaja mengusirnya.
"Aini cukup ya.. kau ini keterlaluan..!" ucap Boy.
"Kau yg keterlaluan sudah jelas-jelas Arne itu ingin mengusirku." ucap Aini.
"Yang sakit itu kau.. dan yg ditolong juga kau, tapi kau sendiri yg tak tahu diri mengira dirimu diusir.. !! kau sendiri mengeluh kesakitan sejak tadi." ucap Boy.
"Boy.. kau sangat jahat..!" balas Aini.
"Kita lihat saja nanti apa kata dokter.. jika benar karena sepatu yg kau pakai, akan aku bakar semua sepatumu agar kau tak bisa memakainya lagi..!" balas Boy kesal.
Aini pun meringis kesakitan lagi, dan membuat Boy semakin kesal dibuatnya. Hingga Boy memintanya untuk diam hingga tiba di rumah sakit.
"Sudah diam..!" ucap Boy kesal.
Di satu sisi Aini membuatnya marah karena selalu berburuk sangka dan disisi lain Aini juga tengah meringis kesakitan membuatnya tak tega.
Tibalah mereka di rumah sakit dan Aini segera mendapatkan pertolongan. Dokter pun berkata hal yg sama dengan Arne, dan Boy menatap tajam pada istrinya tersebut.
Setelah itu, Aini diperbolehkan pulang karena kondisinya tidak parah.
"Lepas sepatumu..!" perintah Boy.
"Tapi.." ucap Aini.
"Pakai sandalku, dan jangan banyak bicara.." ucap Boy.
Kemudian Boy menatap tajam Aini dan Aini pun menurutinya. Lalu Boy membuang sepatu Aini ke tong sampah sangking kesalnya. Dan Aini yg melihat sepatunya dibuang justru merasa kesal.
"Kenapa dibuang..?" tanyanya.
"Karena kau akan memakainya lagi jika tak kubuang.. berhenti menyusahkan orang lain.. kau harus tahu diri..!" ucap Boy.
"Apa aku selalu menyusahkanmu?" tanya Aini menangis.
"Berhenti menangis dan bersikaplah dewasa.. Apa kau pikir anakmu bisa minum susu dan makan sendiri? tentu tidak kan?" tanya Boy kesal.
__ADS_1
"Jika kau tak bisa menjaga dirimu dengan baik, bagaimana kau menjaga anak kita nanti?" tambah Boy semakin membuat Aini terdiam.
Sikap Aini pun memang sudah kelewatan dan kekanakan. Setiap kali muncul masalah dirinya hanya akan menangis agar tak dimarahi oleh orang sekitarnya. Belum lagi kadang Aini sangat berlebihan dan menuduh orang sembarangan. Contohnya malam ini saat Arne membantunya dan memeriksanya, justru Arne yg dituduh mengusirnya dari pesta. Padahal Aini sakit perut karena ulahnya sendiri.
Boy pun tak habis pikir oleh istrinya tersebut. Dan menyadari sikap buruk Aini semenjak mereka menikah. Jika memang Aini cemburu pada Arne, harusnya itu tak perlu lagi karena mereka sudah menikah. Dan sampai kapan Aini akan berhenti bersaing dengan Arne, meski Boy pun tak percaya dengan fakta kalau dirinya menikahi saudari tiri Arne.
Malam itupun, Boy membawa Aini pulang dengan kondisi yg kesal. Dan dirinya bahkan hampir tak mengajak bicara Aini. Aini hanya ia suruh istirahat saja dan tak melakukan apapun.
Boy pun semakin yakin kalau dirinya sudah salah menilai Aini, dan menyesali keputusannya meninggalkan Arne. Terlihat Arne selalu bersikap dewasa dan tahu tempat. Sementara Aini selalu bersikap sombong dan angkuh di luar sana. Terlebih setelah Aini mengetahui siapa ayah kandungnya.
Boy pun merenung lagi diluar dan menghabiskan beberapa batang rokok. Lalu dirinya juga terdiam dan cukup lama berada di luar. Hingga akhirnya masuk ke dalam rumah. Boy pun masih tak habis pikir dengan kebodohan Aini yg memakai heels padahal sudah jelas itu tak baik untuknya.
.
.
Sementara Arne, dirinya pun berada di pesta tersebut bersama Jakson dan Richard. Bahkan Richard tak percaya Arne memahami topik bisnis yg mereka bicarakan. Ditambah lagi kemampuan Arne berbahasa asing yg mumpuni berbeda jauh dengan Aini.
Seandainya saja, Arne tak jadi dokter pasti Arne akan bekerja di perusahaannya. Dan mungkin juga Arne akan memilih tinggal bersamanya.
"Aku hanya sedikit belajar pada kakek." ucap Arne.
"Kau setuju menjadi penerus kakek?" tanya Richard tak percaya.
"Ya.. itu akan terjadi saat kakek sudah tiada, dan karena nampaknya kakek masih sehat itu akan lama sekali terjadinya." ucap Arne.
"Aku bahkan tak berharap hal itu terjadi agar kakek tetap hidup bersamaku." ucap Arne.
"Arne, harusnya kau menuruti papa dulu untuk mengambil jurusan bisnis dan bekerja di perusahaan. " ucap Richard.
"Berhenti bicara omong kosong pa.. aku akan tetap menjadi dokter." ucap Arne.
"Baiklah aku mengalah." ucap Richard.
"Tapi papa berharap kau bisa bekerja di perusahaan. Karena papa pikir Aini sudah menemukan tujuan hidupnya." ucap Richard.
"Hidupku ada di tanganku, kuharap papa bisa paham." ucap Arne.
__ADS_1
"Arne, ayo kita pulang." ucap Jakson.
"Baiklah, aku pulang pa." ucap Arne.
"Kami duluan." ucap Jakson
Lalu Martha pun mendekati Richard dan berbicara soal Aini.
"Sayang, Aini ingin kembali bekerja lagi pasti nanti setelah melahirkan." ucap Martha.
"Kau mendengar percakapanku dengan Arne.?" tanya Richard.
"Sedikit.. dan aku tahu benar kalau putriku masih ingin berkarir." ucap Martha.
"Lalu bayinya?" tanya Richard.
"Ck.. jaman sekarang kita bisa membayar pengasuh bayi." ucap Martha.
"Ya lihat saja nanti.." ucap Richard.
"Sayang.. kau harus memikirkan posisi yg bagus untuk Aini di perusahaan." ucap Martha.
"Aini saja belum melahirkan, kau sudah berpikir soal bekerja.. kasihan dia, melahirkan itu bukankah tidak mudah dan butuh waktu sampai pulih?" tanya Richard.
"Ya.. tapi jaman sudah canggih apalagi kita tak perlu pusing soal biaya." ucap Martha.
"Terserah kau saja." ucap Richard malas menanggapi Martha yg berlebihan.
Ditambah lagi melihat istrinya yg sangat aneh karena memakai banyak perhiasan seolah sedang pamer. Dan Richard sudah menegurnya tapi Martha tetap tak mendengarkan, hingga Richard malas berdebat. Kadang Richard malu saat berjalan dengan Martha yg memakai banyak perhiasan ditubuhnya. Tapi daripada malu Richard lebih takut istrinya jadi korban perampokan di jalan dengan tampilannya saat ini.
Richard pun merasa bodoh, kalau saja dirinya tak terjebak dengan Martha pasti Jeny yg akan menemaninya malam ini di pesta. Terlebih Jeny selalu tampil menawan dan elegan tanpa harus memakai banyak perhiasan di tubuhnya.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, dulu dirinya berselingkuh dan sampai Aini lahir ke dunia. Dan meski Jeny sudah mendekati sempurna sebagai wanita, tapi Richard tetap berselingkuh darinya dengan Martha. Dan saat ini Richard tengah menikmati perbedaan yg sangat jauh antara Martha dan Jeny.
Kini Richard tengah menuai hasil perbuatannya, Martha terlihat sangat egois, sombong bahkan norak. Kadang Richard takut jika berjalan bersamanya karena Martha kerap memamerkan perhiasannya. Ditambah lagi jaman sekarang ada banyak tindak kejahatan seperti perampokan dan sejenisnya.
Mau menyesal pun percuma karena ini adalah bagian dari rencananya bersama Martha yg sudah mereka susun bertahun-tahun. Dan terakhir Richard melihat Jeny tak ada yg berubah sedikitpun, masih tetap cantik dan elegan. Dan penyesalan atas kebodohannya meninggalkan Jeny pun mulai muncul setelah melihat ulah Martha dan Aini.
__ADS_1