
Esok paginya, Arne pun bekerja seperti biasanya. Dan dirinya lebih bersemangat setelah melewati kencan ketiganya yg lebih berkesan dibanding sebelumnya. Jeny pun merasa lega karena akhirnya Arne dan Anderson bisa akur dan bekerja sama. Tak banyak yg ia harapkan, Jeny hanya berharap Anderson dan Arne tak saling menyakiti.
Dan Romeo sudah mendapat kabar dari Anderson kalau putranya berani menggoda Arne yg merupakan calon dari Anderson.
"Ck.. Dasar orang tua satu itu memang tak tahu diri dan tak ingat umur." ucap Romeo setelah mendapat pesan dari Anderson.
Romeo pun menghampiri Thompson dan hendak mengusirnya dari negara ini agar tak mengganggu hubungan putranya dan Arne yg sedang ia rancang. Romeo bahkan sampai menemui mereka di kamar hotel tempat pasangan itu menginap.
Thompson pun memesan kamar khusus yg luas, dan dirinya baru keluar dari kamarnya dengan kondisi berantakan dan hanya mengenakan kimono mandi.
"Ada apa pak tua?" tanya Thompson.
"Dasar anak durhaka, tak tahu diri dan tak ingat umur..!" ucap Romeo memukul kaki Thompson dengan tongkatnya.
"Ampun ayah." ucap Thompson langsung memohon.
"Kau sudah mendapatkan mantan kekasih putramu, sekarang jangan ganggu hubungannya dengan cucu sahabatku." ucap Romeo.
"Baiklah.. Aku mengerti ayah." ucap Thompson yg kesakitan setelah dipukuli ayahnya.
Lalu Maria keluar setelah berpakaian rapi dan menemui ayah mertuanya.
"Ayah.." ucap Maria.
"Kau lagi.. Sudah puas menyakiti cucuku?" tanya Romeo.
"Hentikan ayah, ini masalah kami bertiga, Maria tak salah apapun." ucap Thompson.
"Lalu bagaimana dengan Irina, istri sahmu?" tanya Romeo.
"Dia hanya sibuk dengan pekerjaannya di negaranya." jawab Thompson enteng.
"Ingat Maria, kau itu hanyalah istri simpanan Thompson, kau harus berhati-hati jika Irina sudah kesal." ucap Romeo yg langsung membuat Maria terdiam.
"Di usia segini kau masih bersemangat membuat anak." ucap Romeo lalu meninggalkan kedua pasangan tersebut.
"Kau tenang saja sayang, Irina takkan berani macam-macam padamu." ucap Thompson.
"Aku ingin kita menikah secara resmi." pinta Maria.
"Baiklah, demi anak kita." ucap Thompson.
Dan Maria mulai ketar-ketir pada nasibnya beserta calon anaknya jika Irina istri sah Thompson melabraknya atau sampai Thompson meninggalkan dirinya dan anaknya.
Setelah diusir oleh Romeo, mereka pun lantas berencana kembali ke negaranya. Dan tak berani lagi mengganggu Anderson dan Arne. Tapi Irina istri sah Thompson pun bukan wanita bodoh. Dirinya sudah melacak keberadaan suaminya dan wanita simpanannya.
Irina pun terbang ke Indonesia yg bertujuan untuk melabrak Thompson dan simpanannya. Saat itu mereka sedang ke rumah sakit karena Maria merasa sedikit sakit pada perutnya karena kelelahan.
Dokter kandungan pun memeriksanya dan Thompson menunggunya diluar. Dirinya lalu bertemu dengan Arne yg sedang melintas di hadapannya.
"Nona Arne." ucap Thompson.
"Tuan, apa anda sakit lagi?" tanya Arne.
"Tidak, Maria yg sedang mengecek kandungannya." ucap Thompson.
__ADS_1
"Oh begitu, kalau begitu aku permisi." ucap Arne.
"Tunggu dulu." ucap Thompson.
"Ya.. Ada apa?" tanya Arne.
"Bisakah kita bicara?" pinta Thompson.
"Mengenai apa?" tanya Arne.
"Kau harus menjaga Anderson agar tidak mengganggu Maria-ku juga." ucap Thompson.
"Dan aku akan menjaga Maria agar tak menghubungi Anderson, bagaimana?" tanya Thompson.
"Baiklah.. Ide bagus, harusnya anda melakukan ini sejak awal." ucap Arne.
Mereka pun berjabat tangan, lalu tiba-tiba Arne ditarik oleh seorang wanita cantik.
"Hei kau j**ang..!" ucap Irina.
"Apa-apaan anda?" tanya Arne.
"Irina..!" ucap Thompson.
"Jadi ini wanita simpananmu?" tanya Irina.
"Bukan.. masa iya aku mau sama pria tua itu." balas Arne membuat Thompson tersindir.
"Benar, bukan dia, dia kekasih Anderson." ucap Thompson yg takut membuat masalah dengan Jakson.
"Bukan nyonya, aku hanya dokter biasa disini dan juga kekasih Anderson." ucap Arne.
"Ada apa ini?? " tanya Anderson mendekat dan mengamankan Arne.
"Kau datang sedikit terlambat." ucap Arne.
"Kau baik-baik saja?" tanya Anderson.
"Iya, dia siapa?" tanya Arne.
"Dia istri sah ayahku." ucap Anderson membuat Arne syok karena Thompson punya dua istri sekaligus.
"Nyonya Irina, dia Arne kekasihku.. " ucap Anderson.
"Maaf Anderson, aku hanya tahu kalau suamiku punya simpanan tapi tak tahu wajahnya." ucap Irina.
"Maaf nona." ucap Irina pada Arne.
"Sayang kau dimana?" panggil Maria membuat detak jantung Thompson seperti orang yg habis lari marathon.
"Sayang.." ucap Maria mendekati Thompson bersama beberapa orang di sekitarnya.
"Oh jadi ini ja***ngnya??? Bahkan kau sampai begitu semangat ya sampai ja**ng ini hamil??" ucap Irina kesal.
Irina pun menjambak rambut Maria dan menyeretnya keluar rumah sakit. Hal itu pun jadi tontonan banyak orang. Walaupun beberapa orang tak mengerti bahasa Irina yg berbicara bahasa rusia.
__ADS_1
"Nyonya hentikan, Maria sedang hamil." ucap Arne.
"Kau benar, nanti aku kena masalah." ucap Irina berhenti.
"Irina hentikan.." pinta Thompson.
"Dasar lelaki kurang ajar.. Tak tahu diri.. Tak ingat umur.. Baj**an gila..!" umpat Irina sambil memukuli Thompson.
Sementara Anderson pun tersenyum sambil menarik Arne.
"Sudahlah, ayo kita pergi." ucap Anderson.
"Anderson.. Tolong aku." ucap Maria.
"Kau sendiri yg cari masalah, ya kau selesaikan." ucap Anderson lalu menggandeng Arne pergi.
Anderson pun puas melihat Irina memarahi Thompson sambil memukulinya. Apalagi Maria kini sudah menerima hukuman atas tindakannya yg menggoda suami orang sampai meninggalkan dirinya. Meski dirinya cukup prihatin pada kondisi Maria yg sedang hamil.
Maria pun dibawa ke dalam untuk mendapatkan perawatan setelah mengalami sedikit luka-luka. Dan Arne yg mengobatinya karena kasihan.
"Kau senang melihatku begini?" tanya Maria.
"Biasa saja, tapi ini kan ulahmu sendiri.." ucap Arne.
"Ck.. Bilang saja kau bahagia melihatku begini." ucap Maria.
"Lebih tepatnya aku merasa kau sangat bodoh, ada putranya yg tampan dan single tapi kau memilih ayahnya yg sudah jelas beristri." ucap Arne.
"Ya kau benar, kini aku terjebak dalam permainanku sendiri." ucap Maria.
"Ya kuharap kau memikirkan janinmu., dan memilih jalan terbaik." ucap Arne.
"Berhenti menasehatiku.. Kau itu hanyalah anak kecil." ucap Maria.
"Setidaknya anak kecil ini belajar darimu untuk pintar memilih pria." balas Arne.
"Ck.." ucap Maria masih kesal.
"Akh.." ucapnya kesakitan.
"Sakit kan? Ini belum seberapa karena hanya luka fisik yg masih bisa sembuh, yg sulit sembuh itu jika luka di hati." balas Arne.
Maria pun hanya terdiam, kemudian dirinya pergi bersama Thompson dan Irina untuk menyelesaikan masalah ketiganya. Dan Anderson tak mau ikut campur urusan ayahnya, justru pria itu senang kalau ayahnya ketahuan oleh istri sahnya atas perbuatan bej**tnya.
"Arne.. Kau baik-baik saja?" tanya Nino.
"Iya.. tadi hanya salah paham." ucap Arne.
"Siapa wanita itu?" tanya Kenzi baru datang.
"Dia ibu tiriku." ucap Anderson membuat mereka terdiam.
"Kalau ibu tiri berarti, wanita yg sedang hamil itu.." ucap Nino lalu Kenzi pun menyenggolnya agar diam.
"Benar, dia istri kedua ayahku atau kalau disini disebutnya istri simpanan." ucap Anderson.
__ADS_1
Seketika Kenzi dan Nino pun terdiam, dan Arne tak bisa berkata-kata karena ini adalah urusan keluara Anderson.