Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.121 : Romantic


__ADS_3

Anderson pun membawa istrinya menuju ke sebuah hotel bintang 5 yg sudah ia siapkan untuk mereka berdua. Dan Arne belum tahu soal rencana suaminya. Dengan rasa penasaran, Arne pun menanti kejutan apa yg disiapkan oleh Anderson padanya setelah satu minggu pergi.


"Kita mau kemana?" tanya Arne.


"Rahasia, pokoknya kau duduk dan nikmati saja." ucap Anderson.


"Baiklah.. Kau semakin membuatku penasaran." ucap Arne.


"Ya tenang saja, bukan hal buruk." balas Anderson tersenyum.


Sejak menikah Anderson jadi lebih sering tersenyum dan Arne memperhatikan ada banyak perubahan pada suaminya tersebut. Terutama caranya berpakaian yg tak selalu serba hitam dan warna monokrom.


"Kita sudah sampai.." ucap Anderson di hotel mewah tersebut.


Arne pun menelan ludahnya tatkala tiba di hotel tersebut. Pikirannya sudah bertraveling membayangkan hal yg sudah mereka tunda sekian lama. Dan Arne merasa gugup akan hal itu.


"Disini?" tanya Arne.


"Ya sayang, jangan gugup." ucap Anderson tersenyum.


"Baiklah.." ucap Arne berusaha tenang.


Sejujurnya dirinya masih ngeri setelah mendengar cerita banyak orang tentang malam pertama. Tapi demi kewajibannya sebagai seorang istri, Arne tetap harus melakukannya. Apalagi ini dengan suaminya sendiri. Meski awalnya mereka makan malam terlebih dahulu.


Pelayan resto pun mengantar mereka menuju meja yg sudah direservasi oleh Anderson.


"Silahkan tuan, nyonya.." ucapnya.


"Terimakasih." ucap Anderson dan Arne.


"Duduklah." ucap Anderson menarik kursi untuk istrinya.


"Terimakasih.. Kau bahkan sampai menyiapkan semuanya, memangnya tak lelah?" tanya Arne.


"Lelah? Aku sedikit lelah, tapi langsung hilang saat melihatmu." ucap Anderson.


"Kau sekarang lebih sering menggombal rupanya." ucap Arne.


"Karena aku hanya akan melakukannya padamu.. " ucap Anderson.


Arne pun tersipu mendengarnya, dan mereka segera memilih menu makan malam tersebut. Lalu Anderson menceritakan hal-hal yg terjadi selama di negara X. Dirinya juga menceritakan soal Angel.


"Ck.. Sudah kuduga wanita itu parasit." ucap Arne kesal.


"Tapi kau tenang saja, aku sudah menolaknya dengan tegas." ucap Anderson.


"Awas kalau sampai bertemu denganku." ucap Arne memegang garpu di hadapannya.


"K-kau mau apa dengan garpu itu?" tanya Anderson.


"Aku hanya kesal dan memegangnya tanpa sadar." ucap Arne.


"Kupikir kau akan melakukan sesuatu dengan garpu itu." ucap Anderson lega.

__ADS_1


"Tidak, aku seorang dokter, mana bisa melukai orang." ucap Arne.


"Kau bukan hanya cantik tapi hatimu juga baik.. Karena itulah aku memilihmu." ucap Anderson.


"Terimakasih." ucap Arne tersenyum.


Situasi pun kembali normal berkat puji-pujian Anderson tanpa henti untuk istrinya. Anderson tak menduga kalau Arne akan sekesal itu mendengar cerita mengenai Angel. Tapi untungnya Arne pandai mengontrol emosinya.


Tak berapa lama makanan pesanan mereka pun tiba dan Anderson memperlakukan Arne bak ratu. Bahkan dirinya memotongkan daging steak pesanan istrinya tersebut. Arne pun senang dengan perlakuan suaminya padanya. Rasa rindunya pun hilang seketika setelah seminggu tak bertemu.


Makan malam pun berjalan dengan lancar dan Anderson berhasil menyenangkan hati istrinya tersebut. Arne pun senang meski hanya diajak makan malam diresto. Dan Anderson masih akan terus berusaha membahagiakan istrinya selama hidupnya.


Setelah makan malam, Anderson pun mengajak istrinya bermalam di hotel tersebut. Anderson memesan kamar besar dan mewah untuk mereka berdua. Tentunya dengan hiasan mawar di kamar tersebut.


"Aromanya sungguh menyenangkan." ucap Arne.


"Benarkah? Kau menyukainya?" tanya Anderson.


"Ya.. Aku suka." ucap Arne.


"Baguslah, tapi aku masih ada hadiah untukmu." ucap Anderson.


"Hadiah?" ucap Arne tersenyum.


"Ini.. Aku tak tahu seleramu, tapi katanya barang ini yg terbaru." ucap Anderson.


"Terimakasih." ucap Arne langsung membukanya.


Arne pun melihat sebuah tas mewah pemberian suaminya dan dirinya langsung tersenyum lebar saat melihatnya.


"Syukurlah jika kau suka.." ucap Anderson.


"Bagus, dia menyukai hadiahnya semoga malam ini lancar.." gumam Anderson dalam hati.


"Aku suka." ucap Arne mencobanya.


"Baguslah sayang.." ucap Anderson mendekapnya dari belakang.


"Kau lelah?" tanya Arne.


"Aku hanya merindukanmu.. Dan menginginkan sesuatu darimu.." ucap Anderson bermodus ria.


"Ck, dasar.. Aku mengerti maksudmu.." ucap Arne.


"Kau pasti paham, kita sudah menundanya dua minggu lebih." ucap Anderson.


"Iya.. Maafkan aku ya.." ucap Arne.


"Ini bukan salahmu, aku juga salah karena pergi meninggalkanmu.. Jadi aku harus menebusnya dengan membahagiakanmu malam ini dan seterusnya." ucap Anderson.


"Tapi.."


"Kenapa? Ada masalah? Kau sakit?" tanya Anderson.

__ADS_1


"Tidak juga, lakukan perlahan." ucap Arne.


"Aku mengerti, aku akan memperlakukanmu dengan lembut." ucap Anderson.


"Tapi, kau juga bisa membuka hadiah kecil ini.." ucap Anderson.


"Apalagi ini?" tanya Arne.


"Buka saja.. " ucap Anderson malu.


Arne pun membukanya dan penasaran apa isinya. Dan setelah dibuka ternyata isinya adalah pakaian lingery.


"Oh ini.. Kau yakin aku boleh memakainya?" goda Arne.


"Dulu aku tak paham, saat ini aku paham." ucap Anderson.


"Baiklah, aku akan memakainya." ucap Arne.


Anderson pun tersenyum senang, dan dirinya butuh perjuangan besar untuk membeli pakaian tersebut. Sampai-sampai dirinya membayar seorang ibu-ibu untuk membelikannya pakaian tersebut. Dirinya sangat malu masuk ke area pakaian wanita tersebut sendirian.


...


Arne pun memakai pakaian tersebut di toilet. Saat keluar, Anderson pun ternganga melihat istrinya. Kemolekan tubuh istrinya pun membuatnya tak mampu menahan diri.


Mereka pun akhirnya melakukan malam pertamanya di hotel tersebut. Dengan suasana romantis dan suasana hati istrinya yg senang mendapatkan banyak kejutan darinya.


Semangat pasangan itu pun membuat keduanya lembur malam itu. Mereka baru saja tidur dini hari. Dan terbangun saat sudah pagi.


Anderson pun menatap istrinya yg tengah tertidur lelap dan kelihatan kelelahan. Semua keinginannya selama ini akhirnya terpenuhi dan istrinya bisa membahagiakannya.


"Tidurlah yg nyenyak kau pasti lelah.." gumam Anderson.


"Kau sudah bangun.." ucap Arne.


"Tidurlah lagi jika mengantuk." ucap Anderson.


"Kau tahu aku hari ini libur..?" tanya Arne.


"Iya.. berkat ayah mertua yg baik hati dan pengertian." ucap Anderson.


"Papa pasti akan memberitahumu." ucap Arne.


"Ya.. Dia senior yg sangat baik padaku." ucap Anderson.


Anderson dan Arne pun menghabiskan waktu seharian di kamar hotel. Anderson ingin Arne beristirahat penuh dan memulihkan tenaganya. Bahkan sampai mereka harus makan di dalan kamar hotel.


Arne benar-benar diperlakukan seperti ratu oleh suaminya. Segala bentuk perhatian pun didapatkan oleh Arne. Dan mereka banyak bercerita soal pekerjaan masing-masing. Arne juga banyak bertanya soal pekerjaannya.


...


Di tempat lain, Angel sedang merindukan Anderson. Segala cara ia lakukan untuk menghilangkan rasa rindunya mulai dari bekerja keras, minum alkohol dan berkumpul bersama teman-temannya.


Tapi rasa rindunya semakin menggila dan membuatnya membayangkan hal yg tidak-tidak. Bahkan saat dirinya bersama pria lain yg ada dibenaknya hanyalah membayangkan pria itu adalah Anderson.

__ADS_1


"Anderson.." ucapnya.


"Siapa Anderson?? Aku Noel.."


__ADS_2