
Angel pun meremas ujung pakaiannya mengingat Anderson baru saja menikah. Padahal dirinya baru hendak melakukan pendekatan setelah beberapa kali bertemu dan bicara. Tapi semuanya terlambat karena Anderson sudah menikah. Hal itu membuat Angel kesal setengah mati kenapa tidak sekalian saja dirinya menggodanya dulu agar batal menikah.
Cinta sepihak ini pun mengganggunya karena harus terus bersama Anderson pada beberapa kesempatan. Hal itu cukup menyiksanya melihat Anderson tetap bersikap dingin dan tenang, tapi langsung berubah ekspresinya saat mendapat satu pesan dari istrinya.
"Sepertinya kau sangat mencintai istrimu.." ucap Angel.
"Iya, sangat mencintainya." ucap Anderson dengan santainya.
"Oh begitu.." ucap Angel sambil meremas ujung pakaiannya.
Bahkan saat mereka makan bersama bersama staf lainnya, Anderson pun tetap berusaha membalas pesan istrinya. Bahkan sampai menolak ajakan makan malam Angel.
"Apa malam ini kita bisa makan malam bersama? Aku butuh teman, dan tak begitu mengenal negara ini. Kita bisa ajak staf lain juga." ucap Angel.
"Kau bisa pergi dengan mereka nanti aku yg akan reservasi. Malam ini aku akan makan malam dengan istriku di rumah." ucap Anderson.
"Kenapa kau tak ajak istrimu saja?" tanya Angel.
"Dia sudah berjanji akan memasakkan makan malam, jadi aku harus menghargainya." balas Anderson.
"Jika tidak ada kau, rasanya akan canggung dengan stafmu saja. Lebih baik aku makan di resto hotel." ucap Angel.
"Ide bagus." ucap Anderson dan membuat Angel semakin kecewa.
Anderson pun meninggalkannya dan menuju ke rumah sakit untuk menjemput istri tercintanya. Terlebih Arne sudah berjanji akan memasak makan malam yg lezat. Anderson pun tiba tepat waktu dan istrinya langsung masuk ke mobilnya.
Keduanya pun merasakan masa-masa bahagia sebagai pasangan pengantin baru. Dan Arne begitu menikmati peran barunya sebagai seorang istri yg begitu dicintai suaminya.
Saat pulang, Arne pun langsung menyiapkan bahan makanan dan memasaknya. Sementara Anderson dirinya bersih-bersih rumah membantu istrinya. Meski hanya menyedot debu dengan vacum cleaner, dan mengelap meja, itu saja sudah cukup untuk mengurangi beban istrinya.
Keduanya sebisa mungkin saling membantu mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga. Dan hal itu adalah salah satu kekompakan keduanya. Terlebih tak ada asisten rumah tangga di apartemen tersebut.
Setelah selesai memasak, Arne pun menyajikan makan malam untuk keduanya. Dan akhirnya Anderson bisa merasakan nikmatnya masakan rumah setelah sekian lama. Selama ini dirinya selalu sendirian berpetualang ke berbagai negara guna meniti karir dan mengenbangkan bisnisnya.
"Wah kelihatannya lezat." ucap Anderson.
"Yah ini belum ada apa-apanya dibandingkan masakan mama." ucap Arne.
"Ini saja sudah cukup untukku." ucap Anderson langsung menikmati makan malam mereka dengan lahap.
Dan Arne begitu bahagia mendengar Anderson bukan hanya memuji masakannya dan memakannya dengan lahap hingga tak bersisa. Bahkan pria dingin itu membantunya membereskan piring dan mencucinya.
"Biar aku yg membersihkannya kau istirahat saja." ucap Anderson.
"Baiklah, terimakasih sayang." ucap Arne.
Anderson pun mencuci piring dan Arne memilih untuk memotong buah untuk pencuci mulut. Setelah itu mereka makan buah dan menonton televisi sejenak.
Anderson menceritakan apa yg terjadi hari ini di kantornya dan kedatangan Angel salah satu partnernya. Arne pun mendengarkan cerita Anderson kemudian gantian menceritakan kesehariannya hari ini.
"Apa wanita bernama Angel itu cantik?" tanya Arne.
__ADS_1
"Tidak biasa saja, di mataku kaulah yg paling cantik." ucap Anderson.
"Kau tidak berbohong kan?" tanya Arne.
"Tidak, untuk apa. Lalu di rumah sakit tak ada yg macam-macam denganmu kan?" tanya Anderson.
"Semuanya aman, apalagi mereka tahu siapa suamiku, manusia paling ditakuti di rumah sakit bahkan mengalahkan papa Sammy." ucap Arne.
"Jadi begitu ya imej yg ada padaku.. Baguslah, setidaknya mereka takkan berani macam-macam." ucap Anderson santai.
Dan mereka pun memilih membersihkan diri lalu istirahat di kamar. Saat Anderson melihat istrinya sedang di depan cermin, dirinya mulai membahas sesuatu yg membuatnya penasaran selama ini.
"Ada apa menatapku begitu?" tanya Arne.
"Ada apa ya? Aku ingin bertanya tapi tak tahu apakah pertanyaan ini tepat?" balas Anderson.
"Jika tentang hubungan suami istri, akan selesai 5 hari lagi, kau bersabarlah kumohon." ucap Arne.
"Bukan itu sih yg ingin kutanyakan, tapi.. " ucap Anderson.
"Tapi apa??" tanya Arne.
"Apa kau sudah pernah melakukannya?" tanya Anderson.
"Kau meragukan kesucianku?" balas Arne dengan tatapan tajam.
"Bukan begitu, aku bahkan tak mempermasalahkan hal itu.. Aku hanya bertanya." ucap Anderson.
"Tentu saja belum, memangnya aku bodoh." ucap Arne kesal.
"Tapi apa?"
"Aku juga belum pernah dan kita sama-sama tak punya pengalaman." ucap Anderson.
"Jangan bohong, dulu Maria pernah mengatakannya padaku." ucap Arne tegas.
"Yah, itukan kata-katanya dan manusia pandai berbohong demi mendapatkan apa yg dia mau." ucap Anderson.
"Kau serius? Sekalipun tidak pernah?" tanya Arne meragukan.
"Benar, aku tak bohong. Bahkan dulu bisa dibilang aku nyaris melakukannya dengan Maria." ucap Anderson.
"Nyaris??" tanya Arne dengan tatapan tajam dan serius.
"Iya, dia menggodaku dengan minuman.." ucap Anderson.
"Lalu?"
"Ya kami berci*man, lalu aku tersadar dia mulai membuka kancing kemejaku dan aku mendorongnya hingga tersungkur." ucap Anderson blak-blakan.
"Dia sampai jatuh?" tanya Arne tersenyum senang.
__ADS_1
"Iya, dan aku tak terima dia berusaha melakukannya." ucap Anderson.
"Wah ini langka, jarang ada pria yg digoda sepertimu tapi menolak." ucap Arne.
"Kau harusnya bangga jadi yg pertama dan satu-satunya." ucap Anderson.
"Kau tidak mengarang cerita kan?" tanya Arne.
"Tidak, haruskah kita membuktikannya ke rumah sakit?" tanya Anderson.
"Tidak, itu memalukan.." ucap Arne.
"Yasudah, kita hanya tinggal membuktikannya berdua nanti." ucap Anderson membuat Arne memerah malu.
"Kau kenapa? Demam? Wajahmu memerah." tanya Anderson.
"Aku baik-baik saja." ucap Arne.
"Tidak, aku akan memeriksamu, mungkin kau sakit karena kelelahan." ucap Anderson.
"Aku baik-baik saja.. " ucap Arne.
Anderson pun mendekat dan berusaha memegang dahi Arne untuk memeriksanya.
"Kau tidak demam.." ucap Anderson setelah memeriksa.
"Aku hanya malu.." ucap Arne.
"Malu?"
"Iya, ini akan menjadi pengalaman pertamaku. Dan aku gugup, juga takut mendengar cerita orang lain." ucap Arne.
"Tenanglah, aku bukan binatang buas. Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik." ucap Anderson.
"Janji ya.." ucap Arne.
"Tentu, kau harus memegang ucapanku." ucap Anderson.
"Terimakasih, aku sungguh gugup." ucap Arne memeluk suaminya.
"Kau tenanglah, kita bisa mencari contohnya." ucap Anderson.
"Contoh?"
"Iya kau tahu kan film-film 18+ katanya ada adegan itu." ucap Anderson polos.
"Haha.. Baiklah, mungkin kita akan menontonnya nanti." ucap Arne tertawa.
Begitulah ide yg muncul di kepala Anderson, mengingat keduanya belum pernah melakukannya.
....
__ADS_1
Di tempat lain, nampak Angel sedang kesepian meratapi nasibnya. Membayangkan Anderson sedang bermesraan menikmati malam panasnya dengan istrinya. Lalu Angel mulai merasa gila dan memutuskan pergi ke club malam untuk meluapkan perasaannya dengan alkohol.
"Aku akan gila jika memikirkan Anderson bahagia bersama istrinya semalaman." gumam Angel lalu memilih mengganti pakaiannya dan pergi ke club malam.