Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.124 : Sejenis Kuntilanak berambut pirang


__ADS_3

Angel pun tetap berada di depan pintu apartemen Arne dan memencet bel. Bahkan hingga satu jam lamanya dan dirinya menyerah. Angel pun kembali ke dalam mobil dan meminta orang-orangnya untuk membelikannya minuman dan makanan.


Kakinya cukup lelah berdiri di depan pintu apartemen tapi tak kunjung dibukakan. Dan mata-matanya sudah memastikan kalau Arne saat ini berada di apartemennya setelah pulang pagi ini.


"Ck.. Apa yg kau lakukan?? Kenapa wanita itu tak ada di apartemennya.?" tanya Angel lewat telepon.


"Maaf nona, tapi sejak pagi tak ada pergerakan lagi.. aku yakin wanita itu masuk ke apartemennya dan belum keluar."


"Ck.. Apa mungkin wanita itu sedang tidur.." ucap Angel.


"Mungkin saja nona, karena dia baru pulang bekerja pagi ini."


"Kita tunggu sampai siang hari. Aku mau cari makan dulu." ucap Angel.


Dan setelah makan, Angel kembali ke apartemen Arne pukul 10 pagi. Kejadian tadi pagi pun terulang lagi sampai Angel kesal menunggu satu jam di depan pintu.


Angel pun kembali lagi ke mobilnya dan istirahat karena lelah berdiri satu jam tanpa dibukakan pintu. Wanita itu pun nampak kesal bukan main karena diabaikan oleh Arne. Bahkan sampai membuatnya menunggu berjam-jam tanpa adanya respons.


"Wanita itu benar-benar menguji kesabaranku.." ucap Angel.


Hingga pukul 12 siang, Angel mendatangi apartemen Arne lagi dan kali ini dirinya akan menghancurkan pintu apartemen tersebut jika tak dibukakan juga.


Tingtong..tingtong...


Arne pun sudah terbangun saat itu, dan sedang menikmati roti. Lalu mendengar bel apartemen berbunyi.


"Siapa sih? Aku tak pesan makanan ataupun memesan barang apapun." gumam Arne.


Arne pun berjalan menuju ke pintu melihat ke arah layar depan. Terlihat seorang wanita tampak kelelahan di depan apartemennya. Arne pun bingung, siapa wanita itu. Apalagi tampilannya sudah berantakan dan terlihat kelelahan.


Arne memberanikan diri untuk membuka pintu dan menanyakan maksud dari wanita tersebut.


"Maaf siapa ya? Aku tak punya pesanan apapun hari ini." ucap Arne.


"Pesanan? Kau pikir aku kurir?" tanya Angel kesal.


"Kenapa kau kesal begitu, kau yg bertamu ke rumahku." ucap Arne.


"Ya aku ingin bertamu ke rumahmu, bolehkah aku masuk sekarang?" tanya Angel.


"Bukankah tidak sopan jika memaksa masuk rumah orang padahal si tuan rumah tidak mengenalmu?" balas Arne.


"Aku Angel.. Teman dekat Anderson." ucap Angel dengan percaya diri.


"Oh begitu. Silahkan." ucap Arne membiarkan Angel masuk.


"Harusnya sejak tadi.. Aku lelah menunggu.. Aku mau minuman dingin." ucap Angel tanpa sopan santun.


"Maaf rumahku bukan cafe atau tempat nongkrong yg bisa seenaknya meminta sesuatu." ucap Arne kesal.


"Apa saja boleh aku cukup haus menunggumu membukakan pintu." ucap Angel.


Arne pun hanya memberinya segelas air dingin. Padahal rasanya ingin sekali Arne menambahkan garam ke air tersebut. Apalagi wanita itu jelas-jelas mengaku kalau dirinya bernama Angel, wanita yg mengejar-ngejar suaminya.


Tapi Arne sengaja mengikuti permainannya untuk tahu niatan wanita tersebut. Arne pun menyajikan air dingin tersebut, padahal di lemari esnya ada banyak minuman dingin yg lebih segar. Tapi bahkan menurut Arne air putih itu saja masih terlalu bagus untuk Angel, harusnya malah Angel diberi air kobokan saja.


"Ingin rasanya memberimu Air kobokan, dasar pelakor.." gumam Arne dalam hati.


"Silahkan." ucap Arne.


"Terimakasih." ucap Angel langsung meminumnya.


"Apartemenmu cukup bagus." ucap Angel.


"Tentu saja, tapi ada urusan apa anda kemari? Anda kan teman suamiku." ucap Arne.


"Aku hanya ingin bicara denganmu, namamu Arnetha kan?" tanya Angel.


"Baiklah, nona Angel.. Ada apa?" tanya Arne.

__ADS_1


"Dia bahkan tahu namaku." gumam Arne dalam hati.


"Aku ingin menyampaikan sesuatu mengenai suamimu." ucap Angel.


"Apa itu? Apa soal pekerjaan?" tanya Arne.


"Bukan ini diluar pekerjaan. Dan sejujurnya aku tak mau menyakitimu, tapi aku harus mengatakannya." ucap Angel mulai drama.


"Oh ya? Masalah apa ya?" tanya Arne memainkan perannya.


"Aku dan Anderson cukup dekat.." ucap Angel.


"Ya.. Karena Anderson beberapa kali menyebut namamu setiap membicarakan pekerjaan." ucap Arne.


"Dia bahkan menceritakan tentangku juga padamu.. Apa yg kau tahu?" tanya Angel.


"Hanya rekan kerja, dan dia sering menyebut namamu jika bertemu denganmu." ucap Arne.


"Iya, kami memang sedekat itu.. Dan maafkan aku nona Arne.. Aku dan dia sudah.." ucap Angel pura-pura malu.


"Sudah apa? Sudah makan bersama atau sudah menjalin hubungan kerjasama?" tanya Arne membuat Angel kesal karena tak termakan jebakannya.


"Bukan semuanya, kami sudah menjalin hubungan asmara.. Bahkan saat ini aku tengah mengandung." ucap Angel.


"Oh, mengandung.. " ucap Arne pura-pura sedih.


"Aku tak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin kau tahu.. Daripada kau selalu dibohongi olehnya." ucap Angel.


"Kau yakin itu ulah suamiku?" tanya Arne mulai menangis.


"Iya, untuk apa aku jauh-jauh datang kemari.. Aku ingin bicara yg sebenarnya dan meminta pertanggungjawabannya." ucap Angel.


"Dasar si tompel menyebalkan.. " ucap Arne akting menangis.


"Tompel? Tompel apa?" tanya Angel.


"Dia punya tompel hitam kan di paha kanannya." ucap Arne berbohong.


"Kena kau.." gumam Arne dalam hati.


"Huhuhu.. Padahal kami baru menikah, dan dia sangat bersemangat di atas ranjang." ucap Arne memanas-manasi Angel.


"Dia bilang kau tidak menarik.." balas Angel.


"Kau mau saja ditipu, dia itu punya kekuatan yg luar biasa dan tak kenal lelah." tambah Arne.


"Benarkah? Dia selalu bercerita kau membosankan." ucap Angel.


"Apanya, dia selalu meminta jatah setiap malam." ucap Arne.


"Benarkah? Dia juga selalu begitu padaku." ucap Angel.


"Kapan kalian mulai melakukannya?" tanya Arne.


"Saat kami perjalanan dinas." ucap Angel.


Lalu Arne pun tersenyum dan menghapus air matanya.


"Kau tersenyum?" tanya Angel.


"Iya, ada yg salah.? Kau punya bukti kedekatanmu dengan suamiku?" tanya Arne.


"Oh bukti? Ini aku punya banyak." ucap Angel.


Arne pun melihat foto-foto yg rata-rata sudah pernah ia lihat, dan foto-foto tersebut saat mereka berada di resto atau kantor. Bahkan yg terbaru saat Angel memeluk Anderson sesuai cerita suaminya.


"Hanya ini? Tak ada saat di ranjang?" tanya Arne.


"Dia tak mau.." ucap Angel gelagapan.

__ADS_1


"Kau mau menipuku nona Angel?" tanya Arne.


"Aku bersumpah, aku sedang mengandung saat ini." ucap Angel.


"Maukah kau ikut bersamaku ke rumah sakit.?" tanya Arne.


"Jangan sekarang, aku masih banyak urusan." ucap Angel panik.


"Hentikanlah drama dan kebohonganmu. Aku tahu maksud dan tujuanmu datang kemari." ucap Arne.


"Kau tidak memercayaiku? Atau Anderson sudah menceritakannya padamu untuk tidak memercayaiku." ucap Angel.


"Tidak juga, tadi aku hanya membual soal tompel di paha kanan suamiku dan kau mengiyakannya." ucap Arne tersenyum.


"Jadi kau menipuku?"


"Aku hanya tak ingin terjebak dalam permainanmu." ucap Arne.


"Cih.. Tapi saat ini aku tengah mengandung benihnya.. Dan lebih baik kau meninggalkannya sebelum semakin terluka." ucap Angel.


"Benarkah itu anak suamiku? Kau saja tak tahu soal bagian tubuhnya, bagaimana bisa aku percaya." ucap Arne.


"Ck.. Mau sampai kapan kau akan terus dibohongi?" tanya Angel.


"Mau sampai kapan kau akan membuat drama ini..? Dan foto-foto ini rata-rata diambil saat kalian bersama-sama dengan staf lain, saat makan bersama, saat perayaan resmi.. dan ini, terlihat jelas kau yg memeluknya." ucap Arne.


"Ternyata kau cukup pintar.. Tak salah jika kau seorang dokter." ucap Angel.


"Apa itu sebuah pujian?" tanya Arne.


"Oh iya, aku tak percaya kalau suamiku mendekatimu.. Aku cukup mengenalnya, apalagi ekspresinya saat kau peluk, terlihat dia sangat kesal." ucap Arne tersenyum.


"Lihat saja kau pasti akan ditinggalkan.. " ucap Angel.


"Benarkah? Kau yakin sekali." ucap Arne.


"Tentu saja, karena Anderson tertarik padaku.. Dia hanya tak suka saja dipeluk di hadapan umum.. Padahal dia cukup jago di atas ranjang.. Ups hahaha.." ucap Angel tertawa.


"Wow.. Tawamu mengingatkanku tentang seorang wanita." ucap Arne.


"Kau menyindirku.?" tanya Angel.


"Tidak, dia adalah wanita cantik berambut panjang sepertimu.. wanita itu dikenal dengan nama Kuntilanak." ucap Arne.


"Siapa dia?" tanya Arne.


"Dia cukup terkenal akan kecantikannya dan juga tawanya." ucap Arne berusaha menahan tawanya.


"Ck.. Aku tak percaya padamu." ucap Angel.


"Ya kau mirip dengan sejenis Kuntilanak berambut pirang.." ucap Arne.


"Diam kau..! Berhenti membodohiku." ucap Angel.


"Pergilah, sebelum aku menghubungi suamiku." ucap Arne.


"Aku juga tak suka berada disini.." ucap Angel.


"Oh iya, air minum tadi itu adalah air kobokan." ucap Arne sedikit mengerjai Angel.


"Apa itu?" tanya Angel.


"Air yg sudah aku celupkan tanganku untuk mencuci tangan." ucap Arne tersenyum.


"Apa?? Berani sekali kau?" ucap Angel berusaha memuntahkannya.


"Pintu keluarnya ada disana." ucap Arne.


"Cih.. Dasar wanita gila, bagaimana bisa Anderson menikahimu." ucap Angel.

__ADS_1


"Bagaimana ya.. Kami saling mencintai." ucap Arne mengambil ponselnya berpura-pura menghubungi Anderson.


Dan Angel langsung pergi meninggalkan Arne karena rencananya gagal total. Dirinya salah mengira kalau Arne itu bodoh dan mudah diperdaya. Faktanya dirinyalah yg dipermainkan oleh Arne.


__ADS_2