Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.137 : Penyelamatan


__ADS_3

Setelah berjuang beberapa saat akhirnya Arne dan anak-anak pun berhasil diselamatkan. Mereka berlindung di balik meja dan semuanya selamat. Hanya saja Arne mendapat cedera pada tangan kirinya.


Anderson pun langsung mengobati luka istrinya, tapi karena kendala fasilitas Arne harus dibawa ke rumah sakit besar untuk mengecek kondisi tangannya. Michael pun membantu pasangan itu mengantar mereka ke kota yg memiliki fasiltas rumah sakit lengkap.


"Aku baik-baik saja." ucap Arne.


"Jangan pura-pura, ada masalah serius dengan lenganmu." ucap Anderson.


"Sudahlah nona, ikuti saja suamimu." ucap Michael.


"Baiklah, terimakasih Michael tumpangannya." ucap Arne.


"Ya.. Tentu saja, lebih baik anda istirahat." ucap Michael.


Arne pun diam dan menurut saja. Butuh beberapa jam untuk tiba di rumah sakit. Dan setelah tiba, mereka dikejutkan dengan jumlah pasien yg sangat banyak disana efek gempa kemarin.


Tapi Arne segera mendapatkan pertolongan. Dan dirinya menjalani pemeriksaan menyeluruh. Cedera tangannya cukup serius dan sepertinya butuh waktu untuknya pulih.


"Sayang, jika begini kau takkan bisa bekerja sementara." ucap Anderson memberitahu istrinya.


"Apa boleh buat, aku harus mengundurkan diri." ucap Arne.


"Kau yakin? Apa tak ada cara lain?? Kan disana ada Sammy?" tanya Anderson.


"Jangan terlalu memanfaatkan situasi, aku hanya tinggal berhenti dan saat pulih nanti aku bisa melamar di rumah sakit lain." ucap Arne.


"Baiklah, kau tenang sekali membuatku takut." ucap Anderson.


"Takut apa?"


"Takut kau menyembunyikan sesuatu soal cederamu." ucap Anderson.


"Rasa sakitnya sudah membaik.. Lebih baik kita kembali dan menunggu bantuan datang." ucap Arne.


"Ya.. karena Michael juga pasti dibutuhkan disana." ucap Anderson.


Mereka pun kembali setelah memeriksakan kondisi lengan Arne. Meski cederanya cukup serius tapi Arne masih bisa tersenyum dan lapang dada menerimanya. Arne pun bersikap santai seperti tak terjadi apa-apa.


Anderson justru paling cemas soal ini. Dirinya meminta bantuan segera tiba karena Arne harus segera kembali secepatnya. Dan saat mereka tiba di sana, orang tua dari kedua anak yg diselamatkan Arne pun berterimakasih serta meminta maaf karena sampai Arne ikut terluka.


"Kalian jangan cemas, tanganku bisa pulih seperti sedia kala, meski butuh waktu." ucap Arne tersenyum.


"Maafkan kami dokter.." ucap kedua anak tersebut sedih.


"Ya, tidak apa, lain kali kalian harus berhati-hati dan jangan berkeliaran sendiri." ucap Arne lembut.


"Iya.." ucap mereka.

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan kami dok." ucap si Ibu.


"Iya tak masalah." ucap Arne tersenyum ramah.


Arne pun lebih banyak beristirahat daripada bekerja karena kondisi tangannya. Dirinya takkan bisa bekerja maksimal tanpa kedua tangannya. Dan Lisa hanya memintanya mengawasi pasien saja.


"Maafkan aku, kalian jadi kekurangan orang." ucap Arne.


"Tindakanmu sangat luar biasa, ini adalah waktumu beristirahat. Jadi istirahatlah disini dan melihat-lihat kondisi pasien yg lain." ucap Lisa.


"Baiklah." ucap Lisa.


Sementara Anderson kembali ke pos meski dirinya masih merasa khawatir. Arne pun ditugaskan untuk di tempat tidur sembari menjaga pasien lainnya. Sesekali dirinya keluar untuk mencari udara segar.


Dan dirinya bertemu dengan Angel, wanita itu tertawa melihat tangan Arne dibalut perban dan di gips.


"Hahaha.. Ada apa ini? Apa kau sekarang menjadi korban juga." ejek Angel.


"Perasaan macam apa ini?? Kenapa aku jadi merinding dan seperti mendengar bisikan-bisikan jahat." ucap Arne sembari memegang pundaknya.


"Arne..! Kau menggapku hantu?" tanya Angel mulai kesal.


"Wah aku mendengar sesuatu lagi, dan tubuhku mulai merinding, lebih baik aku masuk." ucap Arne meninggalkan Angel.


Sementara Lisa melihat Arne diganggu oleh Angel. Dan Angel meninggalkan tugasnya lagi.


"Nona bos, kau sedang apa disini? Aku menyuruhmu membantu di dapur kan?" tanya Lisa.


"Ya..ya.. kau boleh pergi setelah bantuanmu tiba." ucap Lisa.


Angel pun kembali di dapur, dirinya merasa kesal karena kuku-kukunya jadi rusak semenjak menjadi pekerja sukarela. Dan lagi asisennya lama sekali memberikan bantuan padanya. Padahal butuh ijin khusus untuk masuk ke negara ini.


"Mereka lama sekali, membuatku kesal..!" umpat Angel.


Angel pun bekerja di dapur dengan malas-malasan. Lalu ibu-ibu di dapur pun memarahinya karena kerjanya tak becus. Bahkan Angel yg kesal pun meninggalkan dapur. Lalu dirinya melihat pesawat mendarat di lapangan landasan pesawat. Angel pun kegirangan mengira itu adalah bantuan untuknya.


"Yes.. Bantuanku tiba juga." ucap Angel dengan percaya diri.


Angel pun berlari menuju ke landasan tersebut, diikuti beberapa orang. Angel dengan penuh percaya diri menemui salah seorang yg turun dari pesawat.


"Kenapa kalian lama sekali menjemputku?" tanya Angel.


"Siapa anda?" tanyanya.


"Aku Angel Boss kalian yg meminta kalian kemari." ucap Angel percaya diri.


"Tapi kami ditugaskan menjemput nona Arne dan tuan Anderson, bukan nona Angel." ucap pengawal tersebut lalu mengusir Angel.

__ADS_1


Meendengar nama Arne dan Anderson, membuat Angel iri. Apalagi pesawat pribadi tersebut datang pertama kali di tempat tersebut dengan membawa bantuan untuk para korban.


Anderson yg dihubungi pun langsung menyelesaikan tugasnya dan lapor pada mereka kalau dirinya sudah dijemput oleh bala bantuannya.


"Jadi pesawat yg baru mendarat itu bala bantuan darimu.. Terimakasih Anderson, kau sudah seperti pahlawan bagi kami." ucap rekannya yg lain.


"Itu dari keluargaku dan istriku, kuharap cukup bisa membantu kalian disini." ucap Anderson.


"Itu sudah lebih dari cukup.. Ucapkan terimakasih kami pada keluargamu.." ucap mereka.


"Tentu, sampai jumpa lagi, aku harus menjemput istriku sekarang." ucap Anderson.


Anderson pun tiba di pos Arne dan para pengawal tersebut sudah menemukan istrinya. Bahkan membawakan kursi roda untuk Arne.


"Kalian berlebihan, aku bisa berjalan." ucap Arne.


"Ini perintah tuan Jakson." ucap mereka.


Arne dan Anderson pun jadi pusat perhatian, dan hal itu dimanfaatkan mereka untuk berpamitan pada semua orang. Mereka mengucapkan banyak terimakasih atas semua bantuan kedua dokter hebat tersebut. Dan mereka mengantar kepulangan keduanya.


Sementara Angel mendekati Arne dan Anderson dengan tujuan menumpang pesawat mereka. Dirinya tak tahu kapan bantuannya akan datang.


"Anderson, Arne bolehkan aku menumpang pesawat kalian?" tanyanya tanpa malu sudah menggangu mereka selama ini.


"Maaf tujuan kami berbeda, apa kau kini kekurangan uang??" balas Anderson.


"Bukan begitu, bantuanku tak kunjung datang." ucap Angel.


"Kalau begitu, tunggulah sampai datang atau naik pesawat yg sudah siap terbang." balas Anderson.


"Maaf Angel, kami buru-buru." ucap Arne tersenyum membuat Angel kian panas.


Angel pun diusir karena nekat ingin masuk, dan semua orang menatapnya kesal. Seorang pria menahan Angel dan membiarkan para pengawal masuk agar pesawat segera terbang.


"Tuan-tuan, biar aku menangani wanita ini, kalian pergilah." ucap Michael.


"Terimakasih atas bantuannya. Maaf kami harus buru-buru."


Micahel pun hanya menarik baju Angel dan wanita itu kesal bukan main. Dirinya marah-marah karena gagal ikut Anderson dan Arne.


"Kau itu jahat sekali..!" ucapnya.


"Setidaknya tahu dirilah jadi manusia atau memang kau tak punya harga diri? Selama disini kau hanya mengganggu pasangan itu kan?" balas Michael.


"Diam, kau tak tahu apapun..!" ucap Angel.


"Katamu kau orang kaya, bos perusahaan, mana bala bantuanmu?? Malah memaksa menumpang pesawat orang lain." sindir Lisa.

__ADS_1


"Kalian awas ya.." ucap Angel.


"Ya.. Cepat panggil anak buahmu dan pergi dari sini kau hanya mengganggu kami saja." ucap Lisa kesal dengan Angel.


__ADS_2