Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.50 Perjodohan Kedua


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Jakson dan Anderson beserta kakeknya, Arne pun jadi malas untuk mengikuti kencan pertama sampai kelima. Apalagi calonnya Anderson si pria kaku. Yang ada mereka hanya akan datang, duduk, makan lalu pulang tanpa adanya pembicaraan yg menarik.


Memikirkannya saja membuat Arne malas karena lebih baik baginya makan sendirian di apartemennya. Tapi demi bisa menolak semuanya, Arne harus menuruti permainan para kakek tua tersebut.


"Apa lagi setelah ini?? aku sudah cukup lelah dengan masa residenku." gumam Arne dalam hati.


.


.


Sementara Anderson tengah berada di rumah kakeknya dan sedang menatap tajam pada kakek tua tersebut.


"Berani sekali kau memelototiku.." ucap Romeo.


"Tentu saja, kakek seenaknya menjodohkanku dengan juniorku sendiri." ucap Anderson tak kalah kesal.


Mereka pun malah perang dingin dan saling mengajukan alasan masing-masing. Si kakek yg ingin berbesan dengan Jakson. Dan Anderson yg tak suka dengan perjodohan. Hingga Romeo mengungkit wanita bernama Maria.


"Kau ingin menunggu Maria kembali?" tanya Romeo.


"Kalau iya memangnya kenapa?" tanya Anderson.


"Ck.. buat apa kau menunggu jandanya orang? sudah jelas ada yg single malah pilih janda." ucap Romeo.


"Ini hidupku kek.. kakek jangan ikut campur." ucap Anderson.


"Kakek sukanya es campur bukan ikut campur.. " celoteh Romeo.


"Tidak lucu.. " balas Anderson si kulkas 10 pintu.


"Pokoknya kencan dengan Arne 5x baru kau boleh menolaknya.. Wanita secantik itu kau tolak dasar bodoh." ucap Romeo.


"Bagiku biasa saja." balas Anderson.


"Ya.. lihat saja nanti kau akan menyesal setelah menolaknya." balas Romeo.


"Aku capek berdebat dengan kakek, aku mau pulang." ucap Anderson.


"Hushh.. hushh.. sana pulang." balas Romeo.


"Memangnya aku burung diusir begitu." balas Anderson tak terima.


Anderson pun pulang ke rumahnya dan cukup kesal dengan ulah kakeknya tersebut. Meski tak bisa dipungkiri Anderson dibesarkan oleh kakek tua tersebut karena kedua orangtuanya bercerai dan hidup masing-masing.


.


.


Sementara itu Richard sedang mengatur pertemuan Arne dengan Tony. Dirinya ingin agar Arne bisa terbebas dari tuduhan Aini dan hidup bahagia. Arne pun menyempatkan waktunya setelah pulang bekerja. Arne berharap Richard mau merubah sedikit kelakuannya.


Arne pun tiba di resto tempat yg mereka janjikan. Tapi disana ada dua orang pria tengah menunggunya, yg satu papanya Richard dan satunya Tony. Arne pun berpikir apa hubungan Tony dengan pertemuan ini.


"Arne, akhirnya kau datang juga duduklah nak." ucap Richard.

__ADS_1


"Terimakasih, maaf menunggu lama." ucap Arne.


"Ya.. tak apa, kami bisa mengerti." ucap Richard.


"Karena aku lelah, bisakah papa to the point ada apa ini? terutama dengan hadirnya tuan Tony." tanya Arne tanpa basa-basi.


"Yah, karna kau membahasnya papa akan langsung berterus terang. Papa berniat menjodohkan kalian berdua." ucap Richard tersenyum.


"Aku menolak." ucap Arne tegas.


"Arne.. bisakah kau mendengarkan papa dulu.?" ucapnya.


"Ya sekalipun dia tuan Tony, bukan berarti aku menyukainya.. " ucap Arne pada Richard.


"Maaf tuan Tony, tapi aku tak mengerti dengan pemikitan ayahku sendiri." ucap Arne langsung berdiri.


"Arne, bisakah kita bicara baik-baik." ucap Tony.


"Mungkin lain kesempatan.. " ucap Arne.


"Arne dengarkan papa dulu." ucap Richard.


"Papa melakukan ini demi melindungi rumah tangga putri kesayangan papa, aku sudah tahu itu.. tanpa papa menjodohkanku juga aku takkan tertarik pada suami orang." ucap Arne.


"Lalu bagaimana caramu menghindari tuduhan Aini?" tanya Richard.


"Aku punya kekasih, jadi jangan pikirkan perjodohan untukku." ucap Arne.


"Ya.. jika ada waktu." balas Arne lalu pergi.


Richard pun menghela nafas dan malu pada Tony.


"Nampaknya hubungan kalian sedang tidak baik." ucap Tony.


"Benar, semua terjadi setelah aku menceraikan mamanya." ucap Richard.


"Wanita memang selalu mengutamakan perasaannya, apalagi itu ibunya.. kuharap anda lebih bijak sebagai ayah." ucap Tony.


"Maksudmu tuan?" tanya Richard.


"Kau menghancurkan hati putrimu sendiri.. dan aku jadi tak tertarik lagi dengan perjodohan ini.. permisi." ucap Tony.


Tony pun paham alasan Arne menolaknya, dan sebagai pria sejati dirinya takkan melakukan hal itu untuk menghargai keputusan Arne. Apalagi hubungan Arne dan Richard sedang tak baik, itu akan menjadi nilai minus jika Tony memaksakannya.


Akhirnya Tony memutuskan akan mendekati Arne dengan caranya bukan lewat perjodohan. Karena mungkin masih ada kesempatan jika bukan lewat Richard yg sudah jelas tidak disukai Arne.


"Meski ditolak, itu alasannya karena diriku bukan karena Richard." gumam Tony dalam hati.


.


.


Sesampainya di rumah Arne pun kesal bukan main. Setelah kakeknya menjodohkannya, kini papanya ikut-ikutan menjodohkannya. Arne pun lebih kesal lagi melihat papanya membawa atasannya. Bahkan sangking kesalnya Arne tak pikir panjang dan langsung menolak atasannya tersebut. Semoga saja Tony tak menaruh dendam atau memecatnya dari rumah sakit.

__ADS_1


"Semoga pria itu profesional." gumam Arne dalam hati.


Dan Arne selalu menceritakan masalahnya dengan Jeny. Jeny pun mendengarkan cerita perjodohan Arne dengan kedua pria tersebut. Dan Jeny pun hanya tersenyum mendengarnya.


"Kau sangat beruntung Arne.." ucap Jeny.


"Beruntung bagaimana ma..? yg ada aku kesal." ucap Arne.


"Mereka tak sesuai seleramu ya.." balas Jeny tersenyum.


"Tak ada.. yg satu dingin seperti kulkas 10 pintu, yg satu lagi abu-abu alias tak jelas." ucap Arne.


"Penilaianmu memang tak salah, Anderson memang dingin dan kaku.. lalu si Tony juga dia misterius karena selama ini selalu bersembunyi dan jarang menampakkan diri." ucap Jeny.


"Mama juga tahu soal tuan Tony?" tanya Arne


"Iya.. mama hanya sering mendengar namanya, tapi setiap kali ada pertemuan seminar dan semacamnya dirinya selalu absen dan digantikan oleh asistennya." ucap Jeny.


"Pantas saja bagiku dia misterius.. bagaimana jika tiba-tiba dia adalah seorang duda dengan empat orang anak?" ucap Arne merinding.


"Haha.. kau ini imajinasinya luar biasa." ucap Jeny tertawa.


"Ma aku serius.. orang misterius itu penuh kejutan." ucap Arne.


"Ya..ya sayang kau harus hati-hati dalam memilih pasanganmu agar tak sampai seperti mama." ucap Jeny.


"Tentu saja, aku tak ingin bertemu dengan pria yg kaya seperti papa." ucap Arne.


"Kaya atau tidak bukan masalahnya, tapi sikapnya nak." ucap Jeny.


"Iya ma.. tapi aku saja sudah cukup lelah dengan residen ini.. dan lagi aku harus kencan dengan si kulkas itu 5x.." ucap Arne.


"Lalu dengan Tony?" tanya Jeny.


"Dia sudah aku diskualifikasi." ucap Arne.


"Seperti perlombaan saja.." balas Jeny tersenyum.


"Biarin ma.. satu saja aku sudah lelah bagaimana jika muncul dua.. yg ada aku bisa gila." ucap Arne.


"Mama hanya bisa mendukungmu." ucap Jeny yg merasa lucu mendengar jawaban Arne.


.


.


Sementara Jakson terus menghubungi Romeo agar cucunya tak tertekan dengan perjodohan ini. Bagaimanapun kebahagiaan Arne nomor satu. Dan Richard menemuinya untuk memberitahu tentang jodoh pilihannya. Jakson pun kesal karena Richard lebih egois dari dirinya. Jika Jakson menawarkan perjodohan yg bisa ditolak oleh Arne, tapi Richard tak ingin Arne menolak perjodohan yg dibuatnya.


"Dasar orangtua gila.. kau pikir Arne itu barang..! jika kau memaksa cucuku, jangan harap kau bisa dapat warisanku." ucap Jakson kesal.


"Tapi ayah, itu yg terbaik untuknya." ucap Richard.


"Haruskah aku pukul kepalamu agar sadar? diam dan jangan sakiti cucuku lagi.." ucap Jakson kesal dan meninggalkan putranya yg bodoh.

__ADS_1


__ADS_2