Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.51 Konflik


__ADS_3

Aini pun terus menerus menaruh dendam pada Arne. Terlebih setelah Arne mempermalukannya di acara reuni kemarin setelah membalas perkataannya. Aini sangat malu karena kini semua temannya tahu kalau dirinya dulu adalah anak seorang simpanan.


Dan semua itu didukung oleh Lisa yg merekam kejadian itu dan didengar oleh yg lainnya. Bahkan Boy masih kesal padanya dan enggan mengajaknya bicara. Bagi Boy percuma berbicara dengan Aini yg tak bisa diatur lagi.


Yang ada Aini akan protes dan menyalahkannya atau malah menangis agar diampuni. Dan Boy merasa sedikit menyesal buru-buru menikahi Aini. Jika saja Aini tidak hamil, mungkin Boy bisa menilai sedikit lagi sikap buruknya.


Aini yg diliputi kekesalahan pun mencari cara menghancurkan Lisa dan Arne. Aini pun sampai membayar orang untuk menyelidiki keburukan Lisa dan menyebarkannya di media sosial. Apalagi jaman sekarang pengguna sosial media sangat banyak dan Lisa yg seorang selebgram pun pasti akan jatuh namanya.


Orang-orang suruhannya pun mulai memata-matai Lisa dan mencari aib Lisa pada beberapa orang. Hingga didapatkan sebuah berita mengejutkan dimana Lisa kedapatan berjalan dengan seorang pria paruh baya. Seorang pria yg begitu terlihat kaya dengan mobil yg dibawanya dan Lisa dirangkul oleh pria paruh baya tersebut.


Setelah mendapatkan foto tersebut, Aini pun tersenyum lebar. Dirinya berpikir habis sudah karir Lisa setelah ini. Segera saja Aini pun meminta orang suruhannya untuk mengupload foto tersebut dan menyebarkannya ke akun-akun gosip.


Dalam kurang dari 24 jam foto tersebut pun ramai diperbincangkan. Dan akun sosial media Lisa dibanjiri dengan followers dan komentar terutama komentar negatif. Aini pun tersenyum puas, kini giliran dirinya menghukum Arne.


"Kalau Arne diberi hukuman apa ya yg cocok.." gumam Aini dalam hati.


.


.


Sementara itu Arne pun baru mendengar kabar dari teman-teman lain kalau Lisa sedang terkena masalah. Arne pun merasa prihatin atas apa yg diterima oleh Lisa. Sepulang bekerja Arne dan teman-teman Lisa mendatangi Lisa di apartemennya. Mereka ingin mensupport Lisa atas kejadian ini.


Lisa pun membukakan pintu untuk mereka dan menerima mereka dengan senyum palsunya. Meski karirnya terancam Lisa tetap berusaha tersenyum dihadapan teman-temannya.


"Lisa kau baik-baik saja?" tanya Arne.


"Ya.. ini bukan masalah besar bagiku." ucap Lisa tersenyum lebar.


"Ck.. pembohong.."


"Hei.. kalian ini kenapa.." balas Lisa.


"Lalu ada apa dengan tumpukan tisu di tempat sampah ini?"


"Hhh.. akhirnya ketahuan juga." ucap Lisa menghela nafas.


"Sudahlah, kami sudah mengenalmu.." ucap teman-teman Lisa.


"Ya.. aku tak baik-baik saja." ucap Lisa.


"Lalu bagaimana dengan keluargamu?" tanya Arne.


"Mereka sedang mengurusnya, karena sebenarnya orang dalam foto itu bukan kekasihku tapi ayah kandungku.." ucap Lisa.

__ADS_1


"Astaga.. jadi begitu ceritanya."


"Syukurlah Lisa, kupikir seleramu yg dewasa.." celetuk salah seorang.


"Hei.. jangan begitu.."


"Haha.. kalian ini.." ucap Lisa tertawa.


"Syukurlah, kalau itu ayah kandungmu dan berita ini bisa mereda." ucap Arne.


"Tapi tak sesimple itu Arne.. ayah kandungku memang telah bercerai dari ibuku tapi dia orang yg cukup berpengaruh.. gosip seperti ini tak mungkin ditanggapi olehnya." ucap Lisa.


"Tapi ayahmu sudah tahu?" tanya Arne.


"Mungkin sudah, tapi dia pura-pura tak terjadi apa-apa." ucap Lisa.


"Lalu karirmu?"


"Managemen sedang mengurusnya.. " ucap Lisa lesu.


"Kalau aku lihat-lihat kejadian ini membawa pengaruh untuk followersmu Lisa.."


"Iya jadi bertambah, sekarang jadi 1 juta.."


"Semoga saja.. aku hanya bisa berdoa dan berusaha sebisanya." ucap Lisa.


"Kira-kira siapa yg membuat ini semua? karena ini seperti disengaja." ucap Arne.


"Mungkin hatersku atau siapalah yg tak suka denganku." ucap Lisa.


"Kau harus bersabar.. " ucap Arne.


"Iya Arne.. terimakasih." ucap Lisa.


"Kami akan ada untukmu.. jadi jangan merasa sendirian." ucap yg lainnya.


Setelah sedikit menghibur Lisa, mereka semua pun pulang. Mereka berharap Lisa kuat dengan semua komentar negatif di sosial media. Dan Lisa tak sampai harus depresi apalagi bunuh diri dengan semua komentar negatif tersebut.


.


.


Aini pun puas sekali dengan semua komentar negatif di akun Lisa. Dan dirinya seperti menemukan kebahagiaannya setiap membuka sosial medianya. Kadang Aini tertawa-tawa sendiri di kamarnya.

__ADS_1


Tapi Aini masih belum puas dengan tindakan buruknya. Dirinya masih ingin mengincar Arne, apalagi Arne akan mewarisi harta milik kakek. Tentu saja Aini tak bisa menerima hal itu, apalagi baginya Boy sangat pelit dengan membatasi limit belanjanya. Dan jika Aini bekerja apalagi memiliki saham di perusahan kakeknya tersebut pastilah Aini akan kembali puas berbelanja sesuka hatinya.


Aini pun menghubungi orang-orang tersebut untuk memata-matai Arne dan membuat pelajaran bagi saudari tirinya tersebut.


.


.


Di rumahnya, Richard pun sedang mendapatkan protes dari Martha karena limit belanjanya masih sama. Padahal menurut Martha dirinya sudah jarang berbelanja lagi.


"Sayang, sampai kapan kau akan memblokir kartu-kartu ku?" tanya Martha.


"Sampai tagihannya normal." ucap Richard.


"Lalu bagaimana mantan istrimu berbelanja dulu, bahkan sampai dia punya member VIP di toko-toko barang branded.??" protes Martha.


"Aku tak tahu dia belanja pakai kartuku atau uang pribadinya.. karena tagihannya tak pernah sebengkak ini." ucap Richard.


"Kau tahu, dia dulu selalu membeli tas mahal, uang darimana dia kalau bukan darimu.. bahkan untuk menjadi member harus belanja setahun minimal 1m di toko tersebut. " ucap Martha.


"Martha, kau harusnya sadar diri.. Jeny itu bekerja dan punya jabatan yg tinggi, pasti gajinya juga tak sedikit. Belum lagi dia punya banyak property dan bisnis sampingan, tak sepertimu yg hanya berfoya-foya..!" ucap Richard kesal.


"Jadi kau menuduhku istri pengangguran yg hanya menghabiskan uangmu? begitu??" tanya Martha kesal.


"Iya benar..!" balas Richard kesal.


"Aku sudah pusing dengan semua tagihanmu.. sekarang kau merengek ini dan itu, kau itu tak tahu bagaimana susahnya mencari uang." ucap Richard.


"Kau lupa aku dulu bekerja bagaimana? aku dulu pernah jadi pelayan dan hidup susah, kau juga berjanji akan membahagiakanku setelah menikah, tapi baru segini saja kau protes..!" balas Martha.


"Terserah..!" balas Richard.


"Kau jangan tidur di kamar utama..!" ucap Martha.


"Baiklah kalau itu maumu, aku masih punya banyak kamar..!" balas Richard.


Kini Richard menyadari apa kelebihan Jeny dibandingkan Martha. Jeny pintar mengatur keuangan, sementara Martha pintar menghabiskannya. Jeny punya pekerjaan dan bisa menghasilkan uang, lalu sikapnya juga dewasa dan bisa menyelesaikan masalah tanpa adanya pertengkaran.


Dulu rumah tangganya dengan Jeny hampir tak ada keributan, hanya beberapa perdebatan kecil yg masih bisa diselesaikan. Berbeda dengan kini, Martha yg terlalu banyak menuntut ini dan itu. Bahkan di usia pernikahan mereka yg belum genap setahun, mereka bertengkar sampai Richard diusir dari kamar utama mereka.


Nasi telah menjadi bubur, seandainya saja Richard tak tergoda oleh Martha pasti hidupnya akan damai bersama Arne dan Jeny. Mengingat Arne pun membuat Richard ingat soal perjodohan putrinya yg langsung ditolak tersebut. Di sisi lain, Jakson juga sudah menyiapkan jodoh untuk Arne tapi Jakson tak pernah memaksanya dan Arne juga belum menentukan pilihannya.


Tapi sejak awal ucapan Tony memang benar, Richard sudah menyakiti hati Arne. Dan Tony juga langsung membatalkan perjodohan itu karena kondisinya yg tak memungkinkan.

__ADS_1


"Seandainya waktu bisa kuputar lagi.." gumam Richard dalam hati.


__ADS_2