
Kenzi pun pulang ke apartemen miliknya selama dirinya keluar dari rumah. Nino pun tak pernah menanyakan dimana tempatnya tinggal ataupun menanyakan kabarnya. Suaminya lebih mementingkan Susi daripada rumah tangganya.
Kenzi pun terus berpikir soal rumah tangganya serta solusi bagi hidupnya. Bagaimana jika akhirnya keluarganya tahu soal kenyataan ini? Atau Ibu Nino tahu soal kelakuan anaknya? Apa pendapat mereka? Setuju jika mereka bercerai atau justru malah meminta keduanya berdamai??
Hingga Kenzi tertidur lelap di kamarnya karena kelelahan. Dalam mimpinya Kenzi melihat Susi dan Nino menikah tanpa seijinnya. Tentu saja Kenzi murka dan menghancurkan pernikahan mereka.
"Aku takkan menerima ini bre***kk..!" teriak Kenzi sambil mengigau.
Lalu dirinya tersadar dan melihat langit-langit kamarnya.
"Ternyata hanya mimpi." ucap Kenzi sampai berkeringat.
Kenzi pun mengambil air dan berjalan ke dapurnya. Tanpa disadarinya, dapurnya kosong dan tak ada makanan. Selama ini Kenzi sibuk memikirkan hal yg merepotkan sampai melupakan kesehatannya sendiri. Perutnya pun mulai terasa lapar dan Kenzi memilih pergi ke luar untuk membeli makanan.
Kenzi makan di sebuah resto dan melihat sekelilingnya. Ada banyak gedung tinggi dan ada banyak hal di sekitarnya. Lalu mata Kenzi teralihkan oleh sebuah papan pengacara. Barulah Kenzi sadar kenapa dirinya tak terpikir meminta bantuan atau nasihat dari pengacara soal rumah tangganya.??
Kenzi pun iseng mampir kesana, dan berkonsultasi dengan salah seorang.
"Jadi nona ingin bercerai dengan suami anda?" tanya Adrian seorang pengacara.
"Benar, suamiku sudah berselingkuh dengan wanita lain." ucap Kenzi.
"Jika anda punya bukti-bukti perselingkuhannya, kalian bisa bercerai." ucap Adrian.
"Bukti?" tanya Kenzi.
"Ya seperti foto saat mereka bersama atau sedang kencan."
"Selingkuhannya bahkan saat ini sedang hamil." ucap Kenzi.
"Nona kenapa anda sampai sesantai itu jika ingin bercerai?? Harusnya anda menemukan banyak bukti." ucap Adrian.
"Kenapa ya? Mungkin karena kami tak saling mencintai, kami menikah karena sebuah perjodohan." ucap Kenzi merasa konyol.
"Baru kali ini aku mendapat klien seperti anda." ucap Adrian.
"Memangnya biasanya bagaimana tuan?" tanya Kenzi.
"Mereka akan mengumpulkan bukti, atau melabrak selingkuhannya dengan menggebu-gebu." ucap Adrian.
__ADS_1
"Karna kami menikah bukan karena cinta, dan aku hanya tak suka dikhianati saja." ucap Kenzi.
"Aku akan membantu anda nona, tapi anda harus mengumpulkan buktinya sendiri." ucap Adrian.
"Baiklah akan aku usahakan tuan Adrian." ucap Kenzi.
"Ya.. Segera kabari aku jika sudah menemukan bukti.. Dengan itu anda bisa berpisah dengan suami anda." ucap pengacara tersebut.
Dan Kenzi juga sudah menceritakan alasan mereka menunda perceraian demi sebuah warisan suaminya. Tentuanya Adrian sangat menyayangkan tindakan Kenzi yg terbilang sangat lamban. Itu pasti karena keduanya tak saling mencintai. Kalau istri pada umumnya pasti akan marah besar dan melabrak pelakor tersebut.
Tapi dengan alasan tersebut cukup masuk akal jika Kenzi sangat santai pada masalahnya. Lalu setelah mendapat pencerahan dari Adrian, Kenzi pun mulai mengatur siasatnya. Dirinya ingin segera mengakhiri kebodohannya dan menceraikan suaminya. Dan menunjukkan pada papa dan mamanya kalau perjodohan yg mereka atur justru membuatnya sengsara.
Kenzi pun kembali ke rumahnya dengan Nino untuk tahu semua jadwal suaminya. Lalu Kenzi akan meminta tolong pada dr.Reina mengenai pasien bernama Susi.
Saat Nino pulang dirinya terkejut melihat Kenzi ada di rumah.
"Kau kembali?" ucapnya.
"Ya.. Sampai kita bercerai aku masih punya hak tinggal disini kan." ucap Kenzi.
"Itu benar, baguslah aku tak perlu beralasan pada ibuku jika ia ingin kemari." ucap Nino.
Kenzi pun bersiap ke rumah sakit dan bekerja. Tapi sebelum itu dirinya menempelkan alat pelacak di mobil Nino. Dengan alat itu, Kenzi berharap bisa mendapatkan bukti perselingkuhan agar mereka dapat segera berpisah.
Sementara Nino masih berpikir kalau Kenzi mungkin mulai menerima situasi ini terlebih pernikahan mereka hanya diatas kertas. Dan yg membuatnya pusing adalah kehamilan Susi. Tentu dirinya harus menikahi wanita itu meski Kenzi tak menyetujuinya.
Sedangkan Kenzi dirinya mulai melancarkan aksinya. Kenzi mulai mengaktifkan tabletnya yg terhubung pada cctv di rumah mereka dan juga alat pelacak di mobil Nino. Lalu Kenzi mengatur pertemuannya dengan dr.Reina.
"Kenzi, akhirnya kau mau berkonsultasi denganku juga.. Kau pasti iri kan melihat Arne sudah hamil sekarang.." ucap Dr.Reina.
"Sebenarnya aku kemari bukan untuk konsultasi masalah kehamilan karena aku memang belum menginginkannya." ucap Kenzi.
"Apa?? Lalu kau kemari mau apa?? Jangan bilang kau mau pasang alat KB." ucap Dr.Reina.
"Bukan itu juga, lebih tepatnya aku meminta bantuan senior sebagai sesama wanita." ucap Kenzi.
"Katakanlah dengan jelas." ucap Dr.Reina.
Akhirnya Kenzi pun mengatakan semua rahasia rumah tangganya. Dan dr.Reina syok akan hal itu. Siapa yg menduga jika hubungan Kenzi dan Nino yg terkesan baik-baik saja berubah menjadi rumah tangga yg saling menyakiti.
__ADS_1
"Jadi Nino berselingkuh?" tanya dr.Reina.
"Benar, dan selingkuhannya adalah pasienmu bernama Susi yg kemari beberapa hari lalu." ucap Kenzi.
"Susi.?? Oh wanita itu?" tanya dr.Reina.
"Benar, dan senior bisa menebaknya kan siapa yg menghamili wanita itu." ucap Kenzi.
"Jadi Nino.. Dasar pria breng***k..!" ucap dr.Reina emosi.
"Senior, emosi tak menyelesaikan semuanya." ucap Kenzi.
"Lalu apa yg bisa aku bantu.?" tanyanya.
"Berikan aku bukti kalau wanita bernama Susi hamil." ucap Kenzi.
"Tentu saja." ucap dr.Reina.
Kemudian, Kenzi pun melihat hasil pemeriksaan Susi. Dan Kenzi tersenyum.
"Jadi wanita itu benar-benar hamil." ucap Kenzi.
"Sudahlah, kau tak boleh mundur jika ingin benar-benar berpisah darinya." ucap dr.Reina.
"Ya senior, tentu. Lagipula aku menikah dengannya demi orangtuaku." ucap Kenzi.
Bukti kehamilan Susi sudah di tangan Kenzi. Kini tinggal bukti perselingkuhan keduanya. Dan Kenzi pun lanjut bekerja seperti biasanya. Saat ada waktu luang Kenzi menatap pada laptopnya untuk melihat apakah Nino pergi dari rumah di malam hari.
Ternyata tak ada pergerakan dari suaminya. Kenzi pun mengecek cctv rumahnya. Nampak ada sebuah pakaian yg berserakan di sofa rumah mereka. Kenzi pun mengerutkan dahi dan memutar ulang cctv tersebut.
Kenzi pun syok karena Susi mendatangi rumah mereka dan menemui Nino tanpa ada rasa malu sedikitpun. Bahkan mereka berani melakukan itu di rumah tersebut. Mungkin sudah lebih dari sekali mereka melakukannya karena Kenzi tak pernah mengecek cctv dan jadwal kerja mereka selalu terpisah.
Kenzi pun langsung menyimpan rekaman tersebut untuk barang bukti. Dan Kenzi melanjutkan pekerjaannya. Dan saat dini hari, Kenzi melihat lagi rekaman cctv rumahnya. Kenzi melihat Nino dan Susi sedang beres-beres rumah mereka untuk menghilangkan jejak. Terlihat juga Susi habis mandi dan mengenakan kimono mandi miliknya.
Pantas saja tiba-tiba beberapa barang miliknya ada yg berkurang seperti, sabun mandi, shampoo, conditioner, dan skincare yg ia tinggalkan. Ternyata pelakunya adalah Susi yg kerap datang saat ia tak ada dirumah.
Hal ini semakin menambah bukti perselingkuhan keduanya. Baru satu hari Kenzi menyelidikinya saja sudah ada banyak bukti, bagaimana jika ia lakukan ini sejak awal?? Pastinya mereka sudah berpisah sejak lama.
"Bodohnya aku menyepelekan hal ini karena kami memang akan berpisah.. Harusnya aku tegas dari awal." gumam Kenzi dalam hati.
__ADS_1