
Jakson pun tahu kalau Aini terus mengganggu Arne karena takut suaminya yg merupakan mantan kekasih Arne, direbut oleh Arne. Meskipun Jakson tahu kalau Arne tak mungkin akan bersikap begitu. Arne adalah wanita yg tahu diri serta cukup punya standar dalam menentukan pilihan.
Dan hal itu juga bertepatan dengan janji Jakson dengan seseorang, yg akan menjodohkan keturunan Jakson dengan keturunannya. Dia adalah Romeo rekan bisnis Jakson dan mereka sudah berteman cukup lama. Keduanya memiliki anak laki-laki hingga tak bisa berbesan, tapi cucu mereka nampaknya cocok karena perempuan dan laki-laki.
Anderson adalah cucu dari Romeo, dan Romeo berpesan agar jika bisa cucu dari Jakson menikah dengan cucunya.
"Jakson, bukankah cucumi sudah dewasa?" tanya Romeo.
"Ya tapi dia masih dokter residen.. nampaknya masih jauh untuk memikirkan pernikahan." ucap Jakson.
"Tapi cucuku sudah cukup dewasa." ucap Romeo.
"Jangan jadi egois, mereka belum tentu setuju." ucap Jakson.
"Ayolah, aku sangat ingin berbesan denganmu." ucap Romeo.
"Ya aku juga.. tapi keputusan mereka yg paling menentukan." ucap Jakson.
"Kau benar, setelah Anderson puas menghukum orang yg membuat adiknya tersiksa, kuharap dia mau membuka hatinya." ucap Romeo.
"Kuharap juga begitu, cucuku juga telah melalui hal yg berat belakangan." ucap Jakson lalu menceritakan masalah keluarganya pada Romeo.
Respon Romeo pun cukup terkejut dengan nasib tragis Arne. Setelah tahu orangtuanya akan bercerai, lalu Richard membawa selingkuhan dan anaknya ke rumah dan mengusir Arne. Kemudian beberapa bulan kemudian anak dari selingkuhan tersebut menikah dengan mantan kekasih Arne yg baru putus beberapa bulan yg lalu.
"Ternyata kisahnya tak jauh menyedihkan dari Anderson.." ucap Romeo.
"Dan mereka bekerja di rumah sakit yg sama sekarang." ucap Jakson.
"Benarkah?? berarti mereka sudah saling kenal?" tanya Romeo antusias.
"Tentu saja." balas Jakson.
"Bagus kita hanya tinggal mendekatkan mereka berdua saja." ucap Romeo.
"Ingat jangan memaksa cucuku.. " ucap Jakson memperingati.
"Cucuku itu tampan pasti sulit untuk ditolak.." ucap Romeo dengan penuh percaya diri.
"Ck.. ya aku tahu itu." balas Jakson.
Kedua kakek tua itu pun merencanakan pertemuannya dengan cucu masing-masing untuk memberikan tawaran perjodohan. Sementara masing-masing cucu tak tahu menahu apapun.
.
.
Di rumah sakit, Arne pun mendapat pesan dari kakeknya untuk ikut makan malam dengan rekan bisnisnya malam ini. Dan Arne tak bisa menolaknya. Begitu juga dengan Anderson yg mendapatkan pesan dari Romeo. Meski dirinya tak suka diatur, tapi Anderson adalah cucu yg baik.
"Ck.. dasar kakek tua.." gerutunya.
Dan hari itu sedang ada operasi darurat yg harus dilakukan oleh Anderson. Dan Anderson memilih Arne untuk ikut ke dalam tindakan operasinya. Operasi itupun berlangsung cukup lama bahkan membuat mereka pulang terlambat.
Hal itu membuat kedua orang tua itu menunggu mereka di resto.
"Hh.. mereka benar-benar akan datang terlambat." ucap Jakson.
"Iya.. bahkan sampai membuat kita menunggu." ucap Romeo.
__ADS_1
Sementara itu, mereka baru saja menyelesaikan operasi tersebut yg memakan waktu berjam-jam. Lelah pun dirasakan keduanya, tapi begitu melihat jam mereka langsung bersiap untuk pulang. Bahkan keduanya tak sempat lagi untuk berganti pakaian.
Anderson pun langsung bergegas ke mobilnya begitu mengganti pakaiannya. Begitu juga dengan Arne yg buru-buru pulang begitu melihat jam di tangannya. Mereka sudah terlambat satu jam dan mungkin akan bertambah 20 menit.
"Akh.. aku membuat kakek menunggu selama ini." gumam Arne di dalam mobilnya.
Tanpa mereka sadari, Arne dan Anderson tiba bersama di resto tersebut.
"Prof.. " sapa Arne.
"Kau juga ada urusan disini?" tanya Anderson.
"Ya.. begitulah.. aku duluan." ucap Arne.
Arne pun langsung masuk dan mencari meja kakeknya. Setelah menemukannya Arne pun menyapa kakeknya dan rekan bisnisnya tuan Romeo. Lalu Anderson menelpon kakeknya untuk tahu dimana mejanya.
Romeo pun melambaikan tangan saat melihat Anderson cucunya telah tiba. Anderson pun langsung mendekat dan melihat Jakson beserta Arne berada satu meja dengan kakeknya. Perasaannya pun jadi tak enak memikirkan apa rencana kakeknya tersebut.
"Anderson kemarilah nak.. kau sudah kenal mereka berdua kan?" tanya Romeo.
"Iya kek." balas Anderson
Arne pun tak kalah terkejutnya melihat Anderson akan makan malam dengannya dan kakeknya. Kini Arne paham hubungan antara kakeknya dan Anderson.
"Kalian pasti lelah habis operasi hari ini.. cepat pilih menunya." ucap Romeo.
Baik Arne dan Anderson pun memilih di buku menu lalu memesan makanan. Kemudian mereka saling tatap seolah saling bertanya ada apa ini?? Tapi keduanya ternyata tak ada yg mengetahuinya. Bahkan keduanya sudah paham hanya dengan sebuah tatapan.
"Arne.. kau sudah kenal bukan dengan Anderson?" tanya Jakson.
"Wah, ternyata kalian sudah cukup dekat ya." balas Romeo.
"Tidak sedekat itu juga kek.. ini hanya hubungan kerja, benarkan Arne?" tanya Anderson yg mulai paham.
"Iya itu benar, kami hanya bertemu di rumah sakit sebagai rekan." ucap Arne menambahi karena paham topik yg akam digiring kedua kakek ini.
"Nampaknya sekarang kalian bisa makan bersama diluar.." ucap Romeo.
"Tentu saja, karena kakek." balas Anderson to the point.
"Ck.. dasar manusia es." ucap Romeo.
"Arne.. kudengar kau belum punya kekasih." ucap Romeo.
"Iya.. aku sibuk sekali sejak jadi residen." ucap Arne.
"Dia takkan punya waktu untuk itu, dia harus fokus agar tak membuat kesalahan." ucap Anderson langsung memblok tujuan kakeknya.
"Itu benar, bahkan saat pulang ke rumah pun aku harus banyak belajar dari video dan buku." ucap Arne.
"HHH.. kalian kompak sekali.." ucap Romeo.
Sementara Jakson sudah memberi sinyal pada Romeo untuk tak terburu-buru setelah mendengar reaksi cucu mereka.
"Jakson, lebih baik kita jujur dan terus terang saja." ucap Romeo.
"Yasudah, tapi ingat pesanku.." ucap Jakson.
__ADS_1
"Katakan saja kek.. ada apa?" tanya Anderson.
"Kau memang seseorang yg suka to the point." ucap Romeo.
"Jadi kami akan menjodohkan kalian berdua.." ucap Romeo.
"Sudah kuduga, kau memang mencurigakan pak tua." ucap Anderson.
"Eh.. perjodohan??" ucap Arne terkejut.
"Benar Arne, tapi itu pun kalau kau setuju." ucap Jakson.
"Aku tidak setuju." ucap Arne spontan.
"Apa?? berani sekali kau menolakku." ucap Anderson.
"Prof, kau itu sangat dingin dan kaku.. " ucap Arne.
"Lagipula siapa juga yg mau menikah denganmu.." balas Anderson.
Keduanya pun malah jadi perang dingin dan saling menolak membuat Jakson menepuk jidatnya.
"Sudah kubilang jangan buru-buru." ucap Jakson.
"Sudahlah, lebih baik mereka tahu sejak awal." ucap Romeo.
"Tidak kek.. aku juga menolak." ucap Anderson.
"Kalian harus berkencan 5x baru boleh menolak." ucap Romeo.
"Ck.. ada-ada saja tingkah kakek tua satu ini." balas Anderson.
"Pokoknya kau tak boleh menolak." ucap Romeo.
Mau tak mau keduanya pun harus kencan sebanyak 5x agar bisa menolak perjodohan ini.
.
.
Sementara itu, di tempat lain Richard sedang menemui Tony untuk membahas sesuatu. Richard berencana menjodohkan Arne dengan Tony agar Aini tak terus mencurigai Boy dan Arne. Itu karena Boy sudah menceritakan semuanya pada Richard tentang kelakuan Aini yg mencurigainya.
"Jadi bagaimana tuan Tony? apakah tuan mau mencoba mendekati putriku?" tanya Richard.
"Dr.Arne ya?" balas Tony.
"Benar tuan, anda pasti sudah mengenalnya.. " ucap Richard.
"Akan kucoba tuan Richard, karena aku tahu dia gadis yg baik." balas Tony tersenyum.
"Nanti aku akan mengatur jadwal untuk bertemu.. " ucap Richard.
"Baik, aku serahkan semuanya padamu." ucap Tony.
"Terimakasih tuan, anda adalah kandidat yg baik untuk putriku." ucap Richard.
Begitulah Arne akan dijodohkan dengan kedua pria tersebut. Dan entah siapa yg akan ia terima.
__ADS_1