
Axel pun membantu Kenzi naik ke atas, apalagi tangan Kenzi mulai berkeringat dan mulai licin.
"Terimakasih." ucap Kenzi masih gemetar.
"Kau baik-baik saja..?" tanya Axel.
"Iya.. Wanita bernama Angel, apa dia masih hidup?" tanya Kenzi.
"Aku tidak tahu, yg penting kau dan nyonya selamat." ucap Axel.
"Kenzi.. Kau baik-baik saja?" tanya Arne mendekat.
"Iya aku baik-baik saja, lebih baik kita turun dan menjauhi tepi ini." ucap Kenzi.
Petugas keamanan pun baru tiba di atap karena mereka fokus pada penyelamatan di bawah tadi. Dan Arne segera mendapatkan penanganan, sementara Kenzi baik-baik saja. Kedua perawat gadungan pun ditahan dalam kondisi babak belur setelah dipukuli oleh Axel.
"Kerja bagus Axel." ucap Kenzi.
"Kau juga.." ucap Axel.
"Wajahmu terkena pukulan, sebaiknya diobati. Ikut aku." ucap Kenzi.
"Kita mau kemana?" tanya Axel.
"Mengobati wajahmu, agar tak semakin menyeramkan." ucap Kenzi.
"Menyeramkan? Aku menyeramkan?" tanyanya.
"Sstt.. Jangan banyak protes." ucap Kenzi.
Kenzi pun meminta obat pada perawat dan mengobati luka di wajah Axel. Kemudian saat sedang mengobati keduanya jadi saling tatap. Kenzi fokus pada luka, dan Axel fokus pada wajah Kenzi.
"Diam dan jangan banyak bergerak." ucap Kenzi.
"Baik.." ucap Axel.
"Ternyata kau pandai menahan rasa sakit.. Pasti luka lebam ini nyeri saat diobati." ucap Kenzi.
Lalu tiba-tiba tangannya ditahan oleh Axel.
"Kenapa? Kau marah?" tanya Kenzi.
Triinggg..
Suara ponsel pun menyadarkan Axel dari lamunannya. Panggilan dari tuannya setelah dirinya melaporkan semua kejadian hari ini. Axel pun menerima panggilannya, dan Kenzi merasa tindakannya agak aneh tadi. Setelah itu Kenzi melihat kondisi sahabatnya.
"Arne kau sudah baikan?" tanya Kenzi.
"Aku hanya syok saja." ucap Arne.
"Yg penting semuanya aman." ucap Kenzi.
"Kau sendiri tak terluka kan?" tanya Arne.
"Aku baik-baik saja, justru Axel yg terluka karena menghadapi dua perawat gadungan." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Apa lukanya parah?"
"Tidak, dia hanya luka lebam dan sudah kuobati." ucap Kenzi.
"Syukurlah.." ucap Arne.
"Tapi suamimu sangat khawatir, aku mendengarnya saat Axel dihubungi barusan." ucap Kenzi.
"Aku bahkan tak kepikiran soal ponselku, dia pasti cemas." ucap Arne.
Arne pun mengecek ponselnya dan segera menghubungi suaminya. Arne pun berkata semuanya baik-baik saja berkat Axel dan Kenzi yg menjaganya. Tapi tetap saja pria itu khawatir dan memutuskan untuk segera pulang.
Disana, nampak Anderson menghadiri pertunangan Eddy dengan Baby. Dan dirinya kembali lebih awal, karena insiden yg menimpa istrinya.
"Tuan, apa nyonya baik-baik saja?" tanya Eddy.
"Iya, Axel dan Kenzi bersamanya.." jawab Anderson.
"Lalu wanita itu?" tanya Eddy.
"Axel bilang dia cedera serius karena jatuh dari ketinggian, kemungkinan besar saat ini akan dirawat di rumah sakit beberapa minggu." ucap Anderson.
"Akhirnya wanita itu menuai karmanya." ucap Eddy.
"Tapi bagiku belum cukup karena dia hampir menghilangkan nyawa istri dan anak-anakku." ucap Anderson kesal.
"Aku akan segera menyusul anda tuan, aku akan menghubungi pengacara kita untuk menghukum Angel berat di negaranya." ucap Eddy.
"Lakukan dengan benar atau nanti kau takkan dapat jatah cuti untuk honeymoon." ancam Anderson.
"B-baik tuan." ucap Eddy.
Dan Anderson segera pulang ke tanah air setelah mendapat berita tersebut. Untunglah semua pekerjaannya sudah selesai hingga tak ada yg oerlu dicemaskan.
....
Sementara Arne, dirinya pun mendapat info dari Kenzi kalau Angel saat ini kondisinya sangat serius. Cedera di bagian leher dan kakinya membuat wanita itu takkan bisa bergerak.
Belum lagi pengacara yg Anderson sewa sudah bertindak dan Axel juga mengurus beberapa hal sebelum tuannya tiba.
"Sudahlah, kau istirahat saja di rumah.." ucap Kenzi.
"Aku ingin melihat wajah Angel.. " ucap Arne.
"Mau apa jika sudah melihatnya?? Wajahnya tak baik untuk dilihat ibu hamil.. Kasihan baby-baby mu di dalam." ucap Kenzi.
"Baiklah, aku akan menurutimu." ucap Arne.
Arne pun hanya dapat foto-foto Angel dari pengacara yg menangani kasus ini. Dan setelah kondisi Angel lebih baik, dirinya akan dikembalikan ke negaranya dan ditahan di negaranya. Pastinya dirinya akan dihukum seberat-beratnya.
Lalu Anderson pun kembali esok harinya. Dirinya memastikan kondisi istrinya baik-baik saja. Dan lega melihat tak ada luka sedikitpun pada istrinya.
"Terimakasih Kenzi dan Axel, berkat kalian istri dan anak-anakku selamat." ucap Anderson.
"Ya.. Arne juga sahabatku yg berharga, tak mungkin aku membiarkannya." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Ini adalah tugusku tuan, sudah sepatutnya nyonya selamat selama ada aku." ucap Axel.
"Aku lega, tak ada yg terluka diantara kalian.. Tapi aku sudah memastikan kalau Angel akan dihukum berat atas tindakannya ini." ucap Anderson.
"Baguslah, wanita itu berbahaya." ucap Kenzi lega.
"Wanita itu akan dirawat seminggu ini, barulah dirinya dikembalikan ke negaranya." ucap Anderson.
"Aku lega mendengarnya." ucap Arne.
"Ya.. Aku sangat bersyukur pada kalian berdua yg telah berjaga melindungi istri dan anak-anakku." uca0 Anderson.
....
Satu minggu pun berlalu, Anggel sudah mendapatkan perawatan tapi cederanya tak mungkin sembuh dalam waktu 3 bulan. Dirinya langsung dikembalikan ke negaranya setelah kondisinya membaik. Dan pastinya Angel akan masuk ke penjawa wanita di negaranya dalam waktu yg sangat lama.
Tapi sebelum itu, dirinya akan mendapatkan perawatan intensif dan dijaga ketat di sebuah rumah sakit di negaranya. Bahkan semua uang dan kekuasahaannya pun takkan mampu menolongnya kali ini. Percobaan pembunuhan yg ia rancang pun gagal total dan menyebabkannya terluka sampai masuk penjara.
Setelah semuanya diputuskan, Anderson dan Eddy pun menemui Angel.
"Sepertinya kita takkan berjumpa lagi." ucap Anderson tersenyum.
"Kau.. " ucap Angel kesal.
"Lebih baik kau diam untuk kesembuhanmu dan nikmati hukumanmu yg sangat layak untukmu." ucap Anderson.
"Angel kau sudah Tamat..!" ucap Anderson.
"Sayonara nona Angel.." ucap Eddy setelah Angel dibawa seseorang untuk dikembalikan ke negaranya.
Angel yg saat ini berada di kursi roda pun harus kembali ke negaranya. Dengan wajah kesal dirinya digiring ke dalam mobil yg hendak menuju ke bandara.
Hidupnya kini dijaga ketat oleh kepolisian setempat setelah tiba di negaranya. Meski masih sakit pun Angel tetap di borgol dan tak bisa kemanapun. Bahkan setelah sembuh dirinya akan masuk ke penjara wanita.
"Kenapa aku harus berakhir di tempat ini..!" umpar Angel dalam hati.
....
Sementara itu, setelah Anderson kembali, Kenzi pun kembali ke apartemennya. Begitu juga dengan Axel yg sudah tak standby lagi di tempat setelah tuannya kembali.
Kenzi pun kini bertetangga baik dengan Axel. Meski mereka sangat jarang bertemu karena jadwal Kenzi yg tak menentu. Dan Kenzi selalu menanyakan kondisi sahabatnya jika dirinya tak bisa mengunjunginya pada Axel. Axel pun dengan semangat menjawab semua pesannya.
"Kau semangat sekali mengetik pesannya." ucap Arne.
"Bukan apa-apa nyonya." ucap Axel.
"Kau yakin? Aku tebak pasti dia wanita." ucap Arne.
"Bukan dia pria." ucap Axel berbohong.
"Pria? Apa aku tak salah dengar? Kau normal kan Axel?" tanya Arne curiga.
"Tentu saja nyonya aku normal dan masih menyukai wanita." ucap Axel.
"Kau akan kupecat jika sampai belok." ucap Arne.
__ADS_1
"Baik nyonya." ucap Axel.