Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.85 Risau


__ADS_3

Setelah menandatangani kesepakatan dengan Anderson, Tony pun merasa sangat dirugikan. Sementara Anderson bukan hanya diuntungkan tapi juga berhasil menekan Tony agar tak mengganggu Arne. Kini usahanya dan Jakson membuahkan hasil, dan keduanya berhasil menekan Tony entah untuk berapa lama.


Yang pasti saat Anderson pergi, Tony takkan berani mengganggu Arne. Belum lagi bukti yg dudapatkan Arne dari ruangan Tony. Jika firasat dan tebakannya benar, itu akan jadi senjata ampuh Arne untuk menekan Tony jika pria itu kembali berulah.


Anderson berharap, apapun keputusan Arne pada perjodohan mereka yg pasti Arne harus bahagia dan merasa aman. Dirinya takkan tenang jika Arne didekati pria yg terlalu terobsesi seperti Tony.


"Kuharap, Tony bisa berhenti berbuat ulah pada Arne.." gumam Anderson dalam hati.


Kini Anderson pun masih diruangannya, dan Tony sedang membaca kesepakatan yg telah mereka buat. Meski hal itu banyak menekan Tony, tapi pria itu setuju dan menandatanganinya.


"Aku menyerah pada kalian." ucap Tony.


"Keputusan bijak, ingat jangan ganggu Arne lagi." ucap Anderson.


"Baiklah." ucap Tony.


"Kuharap kau juga merahasiakan identitasku sebagai pemilik perusahaan ini, karena aku masih ingin bekerja disini sampai Arne selesai masa residennya." ucap Anderson.


"Ya.. Aku mengerti.." ucap Tony.


"Ingat, aku hanya akan jadi relawan selama 3 bulan tidak lebih, jika kau melanggar aku akan membuatmu menyesal." ucap Anderson.


"Ya.. Mari kita berdamai, dengan tanda tangan ini." ucap Tony tersenyum.


"Cih, aku tak terpengaruh oleh senyum palsumu.. Meski kau menandatangani ini karena situasimu, bukan berarti aku percaya kau akan berubah." ucap Anderson.


"Terserah padamu, yg penting bisnis kita tetap berjalan." ucap Tony.


"Ingat, jauhi Arne." ucap Anderson lalu pergi dari ruangan Tony.


Setelah kepergian Anderson, Tony pun terdiam dengan wajah yg begitu tegang dan serius.


"Bob.. Ambilkan obatku." ucap Tony.


"Baik tuan, ingat tuan hanya boleh menggunakannya beberapa kali dalam satu minggu." ucap Boby.


"Aku mengerti.." ucap Tony.


Boby pun memberikan sebuah suntikan pada Tony, dan pria itu kembali tenang. Lalu Tony pun pulang dan beristirahat di rumahnya. Hari ini dirinya sudah dikejutkan dengan Anderson dan semua tekanan yg diberikan olehnya.


Ada banyak rahasia soal Tony, dan hal itu membuatnya harus menutup diri dari dunia luar. Itu juga membuatnya seperti pemimpin bayangan di masa lalu. Boby sebagai asistennya telah ditunjuk oleh ayah Tony sebelum meninggal untuk mengawasi putranya saat menjadi penerusnya kelak. Karena kondisi Tony yg spesial membuatnya tak bisa banyak berinteraksi dengan orang lain.


.


.


Sementara itu Anderson telah lega melihat Tony tak berdaya. Dirinya juga jadi bisa meninggalkan negara ini dengan nyaman nanti tanpa harus mengkhawatirkan Arne. Dan kini Anderson harus mendengar keputusan Arne soal perjodohannya.

__ADS_1


Dan jadwal kencannya terakhir adalah minggu ini sebelum dirinya pergi ke negara asing tersebut. Kencan terakhir yg semoga meninggalkan kesan baik seumur hidupnya. Meski tahu dirinya pasti akan ditolak karena kesalahannya yg terlalu cepat menyimpulkan di awal.


.


Sementara itu Arne, dirinya sedang beristirahat kamarnya malam itu. Arne pun banyak memikirkan soal perjodohan ini. Apakah Anderson akan ia terima atau ditolak? Apakah arti Anderson di hidupnya.? Dan apa yg akan terjadi saat pria itu menghilang beberapa bulan kedepan??


Jika Tony, sudah pasti masuk daftar blacklist karena sudah berbuat hal yg tidak menyenangkan padanya. Dengan menyalahgunakan kekuasaan saja sudah salah, apalagi membawa masalah pribadi pada pekerjaan.


Arne pun tak bisa tidur memikirkan keputusan yg akan ia ambil nanti. Sebagai seorang wanita muda dirinya belum bisa memutuskan kapan akan menikah, dan apa yg terjadi setelah mereka setuju dengan perjodohan ini. Semua ini pun menjadi semakin rumit karena banyak hal yg terjadi.


Sejujurnya Arne jauh dari kata siap untuk menikah, bahkan dirinya belum pernah memikirkannya sama sekali. Rasa tertarik itu memang sudah muncul dan Arne menyadarinya tapi untuk menikah rasanya Arne masih belum siap.


Meski kakeknya sudah mengatakan kalau mereka akan bertunangan saja sampai Arne lulus residen dan siap menikah tapi Arne tak mau salah melangkah. Belum lagi statusnya yg selalu jadi bahan kecurigaan Aini.


Arne pun tak bisa tidur dan memilih membuat minuman hangat untuk menenangkannya. Saat dirinya keluar, ibunya baru saja pulang.


"Mama.." ucap Arne.


"Kau belum tidur sayang?" tanya Jeny.


"Aku tak bisa tidur, mama tumben pulang larut.?" tanya Arne.


"Mama habis bertemu teman lama dan tak terasa kami mengobrol cukup lama." ucap Jeny.


"Oh begitu, hehe teman apa teman?" goda Arne.


"Teman tapi menikah juga seru." ucap Arne.


"Memangnya hidup mama seperti novel?" tanya Jeny.


"Ya siapa tahu kan." balas Arne.


"Arne, kau sedang apa jam segini di dapur?" tanya Jeny.


"Mau bikin teh hangat, mama mau?" tanya Arne.


"Oke.. nanti mama ganti baju dulu." ucap Jeny.


Arne pun membuat teh hangat dan menunggu ibunya keluar kamar. Sejujurnya ada banyak hal yg ingin ia tanyakan pada ibunya, jika ibunya tidak lelah tentunya.


Jeny pun keluar kamar dan menghampirinya.


"Terimakasih tehnya sayang." ucap Jeny.


"Ya ma." ucap Arne.


"Sayang kenapa tak bisa tidur?" tanya Jeny.

__ADS_1


"Aku memikirkan perjodohan itu.. Aku harus bagaimana ma?" tanya Arne.


"Lho bukannya kalian sepakat untuk menolak?" tanya Jeny.


"Awalnya, tapi Anderson berubah pikiran.. Meski tak memaksa tapi banyak hal yg terjadi belakangan." ucap Arne.


"Berceritalah.. Mama siap menampungnya." ucap Jeny tersenyum.


Arne pun bercerita soal masalahnya dan kegalauan hatinya. Dan Jeny adalah salah satu tempatnya menampung segala keluh kesahnya. Sebagai orang tua, Jeny adalah tipe orang tua yg cukup terbuka dan tak menghakimi pendapat anaknya. Jeny hanya akan mengarahkan dan meluruskannya bukan malah menghakimi dan memaksa anak untuk mengikuti pemikiran orang tua pada umumnya. Jeny dengan tangan terbuka selalu menerima dan menampung segala cerita Arne, hingga tak ada rahasia diantara keduanya.


"Ma.. Aku harus bagaimana?" tanya Arne.


"Menurutmu? Coba tanyakan isi hatimu yg sebenarnya? Apakah itu cinta atau sekedar simpati sesama rekan kerja." ucap Jeny.


"Aku tidak tahu.." ucap Arne.


"Kau hanya banyak membuat alasan, cobalah tenang dan berpikir sejenak. Bukankah Anderson akan pergi sebentar lagi?" balas Jeny.


"Iya itu benar, makanya jadwal kencannya dipercepat." ucap Arne.


"Dia sudah berpikir kau akan menolaknya makanya mempercepat segalanya lalu pergi untuk menyembuhkan hatinya." ucap Jeny.


"Apakah benar begitu ma?" tanya Arne.


"Menurut firasat mama sih begitu.. " ucap Jeny.


"Ma.. Di mata mama Anderson seperti apa?" tanya Arne.


"Dia sosok yg kuat, bertanggungjawab, dan diluar dugaan meski selalu nampak dingin ternyata dia hanya butuh kasih sayang." ucap Jeny.


"Bagaimana mama bisa tahu?"


"Karena dia berubah kan saat tahu mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini. Lalu dia juga berubah saat mulai menyukaimu. Itu buktinya, dia selalu sendirian.. Dia hanya punya kakeknya bukan?" balas Jeny.


"Mama benar, lalu apa yg harus kulakukan?? tinggal beberapa hari lagi untuk memutuskannya.." ucap Arne.


"Arne, santai saja.. Pikirkan dengan tenang. Kau pasti akan menemukan jawabannya." ucap Jeny.


"Baiklah ma." ucap Arne.


"Sekarang, kau istirahat ini sudah malam." ucap Jeny.


"Iya, mama juga.. Maaf aku jadi mengganggu istirahat mama malam-malam." ucap Arne.


"Sudahlah nak, kau itu anak mama." ucap Jeny tersenyum.


Arne pun masuk ke dalam kamarnya dan memikirkan segalanya dari nol tentang alasan mengapa dirinya harus menerima atau menolak Anderson.

__ADS_1


__ADS_2