Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.67 Sebuah Upaya


__ADS_3

Anderson pun mendengar kata pengganti dirinya jika dirinya dan Arne gagal, membuatnya salah fokus. Anderson pun tak tahu siapa Tony dan hanya tahu sekilas mengenai pria tersebut. Bukannya fokus mencaritahu apa yg terjadi dengan Maria, dirinya justru fokus pada Tony yg akan menjadi calon Arne berikutnya.


"Ck.. Baj**an itu terang-terang bilang suka pada kakeknya." umpat Anderson dalam hati.


Anderson pulang ke apartemennya dan memikirkan siapa Tony karena segala tentang dirinya adalah rahasia. Bahkan baru-baru ini saja dia mau menampakkan diri. Semua artikel tentang Tony pun ia cari tahu agar nantinya Tony tak menyakiti Arne. Saat ini bagi Anderson dirinya tak bisa menikahi siapapun atau menjalin hubungan dengan siapapun.


.


.


Sementara itu, Arne pun lega karena masih ada waktu untuk memutuskan segalanya meski keputusan finalnya mereka akan menolak. Setidaknya sudah tidak ada paksaan lagi. Dan Jeny pun sudah tahu apa yg terjadi pada Arne, karena Arne memang selalu terbuka padanya.


Malam itu, Jeny membawa sebuah lukisan ke apartemennya dan memajangnya. Arne pun tersenyum dan menanyakan kapan mamanya itu membelinya.


"Mama beli lukisan?" tanya Arne.


"Iya, bagaimana bagus bukan?" tanya Jeny.


"Iya jadi lebih hidup." ucap Arne.


"Baguslah kalau kau suka." ucap Jeny.


Padahal lukisan itu adalah hadiah ulangtahun dari Sammy tapi Jeny terpaksa berbohong dan berkata kalau ia yg membelinya. Apalagi Sammy menuliskan pesan kalau ia tak ingin Arne tahu soal hadiah lukisan itu. Jadi Jeny juga menyembunyikannya beserta semua masa lalu keduanya.


.


.


Di tempat lain, Kenzi pun sedang mengikuti kencan yg diadakan oleh ayahnya. Meski sudah menolak sebuah perjodohan, tapi tetap saja ayahnya ingin mereka berkenalan terlebih dahulu. Dan mau tak mau Kenzi mengikuti kemauan ayahnya lalu datang ke tempat yg sudah ditentukan.


"Permisi.." ucap seorang pria yg tak lain adalah Tony.


"Tuan Tony, ada apa?" tanya Kenzi.


"Kau mengenalku?" tanya Tony.


"Aku salah satu dokter residen di rumah sakitmu." ucap Kenzi.


"Oh begitu ya.." ucap Tony.


Kemudian Tony pun memperkenalkan diri sebagai orang yg akan dikenalkan padanya. Dan Kenzi jadi merasa sungkan pada pria tersebut yg merupakan atasannya.


"Jadi ternyata anda.." ucap Kenzi.


"Aku juga sebenarnya tak terlalu tertarik pada perjodohan ini.. Makanya setelah ayahmu bilang soal perkenalan baru aku datang." ucap Tony.


"Iya.. Karena memang tidak mungkin bagi kita." ucap Kenzi.


"Baguslah, karena ada seseorang juga yg aku sukai." ucap Tony.


"Ya.. Itu akan jadi alasan yg bagus." ucap Kenzi.

__ADS_1


"Kau yakin tak masalah kalau kita menolaknya?" tanya Tony.


"Dari awal aku tak suka perjodohan.." ucap Kenzi. "Apalagi kalau jodohnya atasanku sendiri." gumam Kenzi dalam hati.


"Oke.. Aku setuju." ucap Tony.


"Karena sudah disini, kita akan tetap makan malam." ucap Kenzi.


Mereka pun memesan beberapa menu dan makan malam bersama. Meski canggung tapi semuanya berjalan dengan lancar. Dan Kenzi juga merasa Tony tak cocok dengannya.


"Kenzi terimakasih untuk malam ini." ucap Tony.


"Sama-sama tuan." ucap Kenzi.


"Tapi bolehkah aku bertanya?" tanya Tony.


"Sebagai atasan atau sebagai Tony?" tanya Kenzi.


"Aku bertanya sebagai Tony."


"Ya silahkan." balas Kenzi.


"Kau tahu kan ada residen juga bernama Arne di rumah sakit?" tanya Tony.


Kenzi pun mulai bisa membaca pemikiran pria tersebut.


"Jadi Arne wanita yg anda suka, tentu saja aku mengenalnya." ucap Kenzi.


"Apa dia pernah cerita soal perjodohannya dengan Anderson?" tanya Tony.


"Maksudmu?" tanya Tony.


"Mereka hanya dijodohkan, dan belum memutuskan setuju atau tidak, itu yg aku tangkap dari ceritanya." ucap Kenzi.


"Tapi kalian ternyata sedekat itu ya." ucap Tony.


"Apa ada masalah tuan?" tanya Kenzi.


"Aku hanya ingin meminta tolong padamu, bisakah kau mendekatkanku dengan Arne." ucap Tony.


Kenzi pun menghela nafasnya karena bisa-bisanya Tony meminta hal tersebut padanya, padahal mereka baru saja membatalkan perjodohan.


"Aku tak bisa tuan." ucap Kenzi.


"Kenapa? Aku bisa memberimu apa saja." ucap Tony.


"Uang tak bisa merusak pertemananku dengan Arne." ucap Kenzi.


"Ya tidak begitu juga.. Kumohon bantu aku agar dekat dengannya." ucap Tony.


"Tuan, anda punya segalanya.. Wajah rupawan, harta dan tentunya anda tak bodoh, apa yg anda khawatirkan?" tanya Kenzi.

__ADS_1


"Sangat sulit bagiku mendekatinya." ucap Tony.


"Tentu saja, karena anda adalah atasan kami." ucap Kenzi.


"Makanya aku sengaja merahasiakan identitasku tapi pada akhirnya semua harus terungkap." ucap Tony.


"Tuan, Arne adalah teman terdekatku. Dan aku tak ingin menyakiti kepercayaan diantara kami, jadi silahkan anda cari tahu sendiri caranya untuk mendekatinya." ucap Kenzi.


"Baiklah jika begitu." ucap Tony.


"Aku permisi, selamat malam. " ucap Kenzi langsung pergi.


Tony pun terdiam dan merasa Kenzi adalah teman yg baik. Dan Tony merasa menjadi pria yg tak tahu diri karena baru saja menolak perjodohan mereka lalu sekarang meminta Kenzi mendekatkannya dengan Arne.


Sesulit itu Tony mendekati Arne, apalagi statusnya yg merupakan atasan Arne. Sementara Anderson setiap hari bersama Arne sebagai senior yg membimbingnya. Mereka selalu bertemu dan berbicara santai, bahkan terlihat dekat. Semua sangat berbeda dengan dirinya.


"Apakah aku bisa menggapainya?" tanya Tony dalam hati.


.


.


Keesokan harinya, Anderson pun mendapatkan kabar mengejutkan dimana seorang temannya tahu kalau Maria sedang berkunjung ke Indonesia. Dirinya pun langsung mencari tahu kemana Maria akan pergi dan apakah wanita itu sedang mencari dirinya.


Berkali-kali Anderson mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat dan tidak direspon sama sekali. Bahkan satu pesan singkat pun tak ada. Anderson jadi memikirkan kembali ucapan Jakson malam itu untuk memastikan segalanya.


Anderson yg sedang berlibur pun mencaritahu segalanya soal kedatangan Maria. Tapi hari itu juga ayahnya tiba-tiba menghubunginya dan ingin bertemu dengannya.


"Ck.. Mau apalagi pria tua itu." gumam Anderson.


Tapi Anderson tetap akan menemuinya sesuai jadwal yg dikirimkan oleh ayahnya. Pencariannya mengenai Maria pun tak berhenti dan terus melakukannya apalagi hari ini dirinya sedang libur.


Seseorang temannya berkata kalau Maria ada di sebuah resto dan resto itu juga merupakan tempat dirinya dan ayahnya akan bertemu. Bak sekali dayung dua tiga pulau terlampaui Anderson pun senang bisa melakukan dua hal sekaligus.


Anderson pun tiba di resto tersebut. Resto yg ada di sebuah hotel mewah. Dan Anderson mencari disekitar resto untuk tahu apa yg dilakukan oleh Maria. Meski dalam informasi yg ia peroleh Maria datang bersama suaminya.


Setelah mencari, akhirnya Anderson melihat sesosok wanita yg ia cari. Rambut blonde yg tak bisa ia lupakan menjadi ciri khas Maria. Dan dengan perut buncitnya karena sedang mengandung. Seketika Anderson pun sangat terluka melihat Maria sedang hamil, dan nampak begitu bahagia dengan suaminya.


Maria pun sedang berjalan dari toilet menuju ke meja suaminya. Dari ujung, Anderson pun melihatnya dengan jelas dan ingin tahu siapa sosok suaminya tersebut. Apalagi dari berita yg ia dapatkan kalau Maria adalah istri simpanan seorang pria kaya.


"Sayang.. " panggil seorang pria pada Maria.


Suara yg begitu dikenali oleh Anderson.


Degg..


Jantungnya pun berdetak kencang saat tahu, memang ayahnya yg memanggil. Dan seketika Maria pun melambaikan tangannya, membuat Anderson syok. Apalagi saat maria duduk di meja tempat ayahnya berada. Dan mereka saling memanggil sayang satu sama lain.


"Maaf ya sayang.. Aku agak lama tadi toiletnya penuh." ucap Maria.


"Tak apa, aku hanya khawatir karena kau lama sekali.. Aku sudah merindukanmu."

__ADS_1


Anderson pun mengepal geram pada apa yg terlihat di depan matanya. Panggilan sayang, sosok ayahnya yg menjadi suami Maria, serta kebahagiaan mereka menunggu buah hati mereka, membuat Anderson menyesal telah menunggu Maria selama ini.


"Apa yg sudah kulakukan selama ini?? " gumam Anderson dalam hati.


__ADS_2