
Begitu Kenzi keluar dari rumahnya, Nino pun terdiam dengan semua kata-katanya. Tapi Nino justru pergi menemui Susi setelah dihubungi wanita itu. Ya pasangan itu memang sangat aneh. Mereka memilih berpisah lalu Susi bercerai dengan suaminya, Susi kembali mendekati Nino yg sudah resmi menikahi Kenzi.
Dan Kenzi tak menyangka menikahi sahabatnya justru malah berakhir dengan disakiti dan dikhianati. Setidaknya, meski ada batas waktu pernikahan keduanya harus saling menghargai satu sama lain.
Daripada Kenzi terus menangisi nasibnya yg tak jelas, lebih baik wanita itu menatap masa depan dan terus bekerja. Dirinya pun menjadi lebih sering bertemu Arne di rumahnya, apalagi Arne kesepian jika siang hari. Dan kabar pembantunya yg ternyata mencuri pakaian Arne lalu menjualnya membuat Kenzi syok.
"Arne, jadi pembantu itu sampai nekat melakukan itu?" tanya Kenzi tak percaya.
"Ya.. Itu benar. Aku sangat kesal jika mengingatnya." ucap Arne.
"Aku turut bersedih, dan maaf aku tak ada saat kau butuh teman." ucap Kenzi.
"Tak apa Kenzi, aku tahu kau punya masalah sendiri." ucap Arne.
"Ya.. Dan sahabat kita yg satu itu semakin menjadi dengan kekasihnya." ucap Kenzi.
"Apa tindakanmu?" tanya Arne.
"Tentu saja meninggalkannya, aku saat ini sudah tak tinggal dengannya." ucap Kenzi.
"Lalu?"
"Aku sudah mengajukan gugatan tapi Nino menolak sampai satu tahun lagi, kau tahu alasannya demi apa?" tanya Kenzi.
"Memangnya apa?" tanya Arne penasaran.
"Demi sebuah warisan keluarganya." ucap Kenzi.
"Wah dia gila." ucap Arne.
"Begitulah, nasib kita sama. Sahabat kita justru menjadi musuh kita." ucap Kenzi tersenyum.
"Aku jadi teringat Aini.." ucap Arne.
"Sudahlah, dia sudah tenang kan di tempatnya dan takkan bisa mengganggumu." ucap Kenzi.
"Itu benar." ucap Arne.
"Mungkin aku hanya tinggal menunggu waktu hingga perceraian itu datang." ucap Kenzi.
"Kau membiarkannya begitu saja?" tanya Arne.
"Aku lelah Arne, mereka memang pasangan yg menjijikan." ucap Kenzi.
"Cinta ya.. Cinta yg bodoh." ucap Arne.
"Harusnya mereka bisa menunggu sebentar lagi." ucap Kenzi.
"Kau harus bersabar menghadapi ujian ini." ucap Arne.
"Tentu.. Untung aku masih punya sahabat sepertimu." ucap Kenzi.
"Ya.. Kau boleh datang kemari saat suamiku bekerja." ucap Arne.
__ADS_1
"Aku suka itu, lain kali aku akan membawa banyak camilan." ucap Kenzi.
"Aku jadi suka camilan memang semenjak hamil." ucap Arne.
"Ibu hamil memang harus banyak makan, terutama makanan sehat." ucap Kenzi.
Keduanya pun saling bercerita satu sama lain, dan Arne adalah tempat bagi Kenzi bercerita. Kenzi menceritakan semua masalahnya pada Arne dan Arne mendengarkan. Mereka pun asik ngobrol sampai sore hari sambil makan camilan dan nonton.
Sebelum pulang, Kenzi membantu Arne membereskan rumahnya karena dirinya juga yg membuat rumah Arne sahabatnya jadi berantakan. Setelah itu Kenzi pun pamit, tapi pamit pergi bekerja.
"Kenzi kau serius mau bekerja?" tanya Arne.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Kenzi.
"Harusnya kau itu istirahat saja, malah datang kemari." ucap Arne.
"Belakangan aku sulit tidur, jadi aku kemari saja menghibur diri. Tidak boleh?" tanya Kenzi.
"Bukan begitu, jaga malam kan berat." ucap Arne.
"Sudahlah Arne, lebih berat masalah di hidupku.. Nanti aku kesini lagi saat ada waktu." ucap Kenzi tersenyum.
Arne pun merasa kasihan pada Kenzi yg terbebani masalahnya secara mental. Sudah menikah tanpa cinta, kini berujung diselingkuhi dan mereka baru bisa berpisah tahun depan. Bahkan sahabatnya itu sampai tak bisa tidur dengan benar.
....
Sementara Kenzi dirinya pun kembali ke rumah sakit untuk bekerja. Dirinya pun bersantai seperti biasa sembari mengecek data pasiennya. Lalu seorang wanita datang padanya. Wanita yg tak lain adalah Susi.
"Kenapa aku boleh kan berobat kemari.?" tanya Susi.
"Ya.. Selagi kau punya uang, kau bebas melakukannya." ucap Kenzi.
"Baiklah, dokter Kenzi bisa kau memeriksa aku?" pinta Susi.
"Tentu, tapi bukankah kau lebih suka diperiksa oleh suamiku?" tanya Kenzi.
"Perkataanmu sungguh mempermalukanku." ucap Susi.
"Kenapa? Tak ada orang disini." ucap Kenzi memeriksanya.
"Jadi keluhanmu hanya sakit kepala?" tanya Kenzi.
"Benar dan juga mual." ucap Susi.
"Kau itu perawat kan? Bukannya sudah paham beberapa hal." ucap Kenzi.
"Tapi lebih baik jika diperiksa oleh dokter kan?" balas Susi tersenyum.
"Kapan terakhir kali kau menstruasi.?" tanya Kenzi.
"Sepertinya bulan lalu." ucap Susi.
"Jadi bulan ini kau belum menstruasi. Kemungkinan kau hamil.. Kau bisa ke ahli kandungan setelah ini." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Kau jangan iri padaku ya..?" ucap Susi tersenyum.
"Untuk apa iri pada pasangan yg menjijikan, hamil hasil dari perzinahan saja bangga." ucap Kenzi tak kalah pedas.
"Kau.. Ucapanmu tak mencerminkan kalau dirimu seorang dokter." ucap Susi.
"Iya, ucapan itu bukan dari seorang dokter tapi dari seorang istri sah yg kau rebut suaminya." ucap Kenzi.
"Bilang saja kalau kau iri." ucap Susi.
"Iya aku iri, jika kau puas pergilah ke dokter kandungan bukan ke klinik ab**i." ucap Kenzi.
"Aku takkan melakukannya, lebih baik kalian segera bercerai." ucap Susi.
"Baguslah, katakan itu pada ayah janinmu ya.. Karena aku sudah mengajukan gugatan tapi ditolak olehnya." ucap Kenzi.
Susi pun pergi dari ruangan Kenzi dan menuju ke dr.Reina yg merupakan ahli kandungan. Dan saat wanita itu pergi, kaki Kenzi pun menjadi lemas. Siapa yg menyangka kalau hubungan Nino dan Susi menjadi separah ini. Dan lagi Nino enggan bercerai sampai dirinya mendapatkan warisan itu.
Kenzi pun pergi ke toilet untuk mencuci mukanya. Dirinya habis menangis, lalu tersadar kalau dirinya sedang bekerja. Dan Kenzi mencoba profesional untuk tetap bekerja.
Setelah jam bekerjanya habis, dirinya pun bertemu dengan Nino yg saat itu baru tiba. Dirinya mengajak Nino ke atap untuk bicara.
"Ada apa?" tanya Nino.
"Selamat ya, kekasihmu saat ini hamil." ucap Kenzi.
"Kau tahu darimana?" tanya Nino.
"Semalam dia mengunjungiku dan memeriksakak dirinya. Mungkin dia ingin pamer." ucap Kenzi.
"Ck.. Susi dia benar-benar tak sabaran." ucap Nino.
"Sudah tunggu apalagi, cepat setujui gugatanku. Lagipula kekasihmu sudah hamil." ucap Kenzi.
"Kau harusnya mengerti, aku tak ingin harta keluargaku jatuh ke tangan sepupuku." ucap Nino.
"Ya jangan salahkan aku ya, aku takkan setuju dipoligami." ucap Kenzi.
"Kau mau kemana?" tanya Nino.
"Tentu saja pulang.. " ucap Kenzi.
"Ibuku mau datang ke rumah. Pulanglah." ucap Nino.
"Setelah menyakitiku, kau masih punya muka untuk memintaku pulang demi ibumu?? Kalian benar-benar pasangan yg menjijikan." ucap Kenzi.
"Kumohon kali ini saja." ucap Nino.
Kenzi pun pergi begitu saja, dan pulang ke rumahnya dengan Nino. Dirinya menyambut ibu mertuanya yg membawakannya makanan dan beberapa jamu agar Kenzi bisa hamil. Kenzi pun pura-pura tersenyum menerimanya. Lalu setelah ibu mertuanya pergi, Kenzi pun juga pergi dari rumah tersebut.
"Jangankan hamil, disentuh juga tidak.." gumam Kenzi dalam hati.
Sementara pasangan menjijikan itu tengah berdebat di telepon soal kehamilan Susi. Dan Kenzi tentunya tak mau ambil pusing dan menunggu perceraian. Untungnya Kenzi tak mencintai Nino, hingga semua ini tak terlalu sakit untuknya.
__ADS_1